ANAK KEMBAR JENIUS

ANAK KEMBAR JENIUS
Bab. 76


__ADS_3

Setelah melewati perjalanan selama satu jam setengah, akhirnya mereka tiba di bandara. Setelah memarkirkan mobil, Roy menurunkan barang-barang dan membawanya dengan troly memasuki bandara, semua koper telah masuk bagasi. Setelah sampai di sana, mereka masih memiliki waktu satu jam untuk sekedar bersantai. Nelson mengajak Dean untuk mampir ke sebuah Cafe di dalam bandara. Nelson, dan Evan memesan kopi, sedangkan Dean memesan jus, dan kue. Mereka tidak banyak bicara di sana, suasana cukup terasa canggung hingga akhirnya mereka meninggalkan Cafe tersebut.


Dean berjalan menghampiri kaca besar di sisi ruangan tunggu, dia terlihat sangat mempesona kala memandang langit yang gelap. Nelson menatapnya begitu getir, perasaannya tidak karuan. Banyak pikiran negatif yang terlintas dibenaknya.


Pengumuman penerbangan yang di tuju adalah shanghai-Toronto, Kanada pun menggema ke seluruh bandara. Menandakan bahwa pesawatnya telah tiba dan akan segera berangkat. Nelson dan Evan segera membawa Dean untuk melakukan pemeriksaan passport dan juga tiket. Setelah semuanya selesai mereka pun memasuki pesawat dan mencari tempat duduknya yang berada di kelas bisnis. Tak lama kemudian pesawatpun terbang meninggalkan kota shanghai.


Setelah penerbangan selama empat belas jam, akhirnya pesawat tiba di kota Toronto, Kanada. Perjalanan belum usai karena mereka harus menaiki pesawat sekali lagi menuju Quebec, di mana Nelson memiliki hotel di sana. Setelah melalui perjalanan cukup panjang, mereka pun tiba di kota tujuan. Pihak hotel dan staff nya menyambut mereka bertiga. Dean sudah cukup lelah dia ingin tidur.


Dengan sedikit manja dia meminta jika dirinya ingin di gendong, di depan semua orang. Dan reaksi Nelson yang tidak terduga itu adalah menanggapi permintaan Dean. Tanpa segan Nelson memangku Dean di depan semua pegawai hotel. Mereka cukup tercengang kala melihat pemandangan itu.


Nelson seraya memangku Dean, dia berkata, “ Tidurlah, aku akan membawamu ke kamar.”


Tidak ada jawaban dari Dean melihat dia sudah tertidur.


Barang bawaan dan sejumlah koper pun telah di bawa masuk oleh staff hotel. Mereka mempersiapkan president suite room untuk Nelson. Kamar kelas tertinggi di hotel milik Nelson itu memiliki luas 540 meter persegi, memiliki tiga kamar, ruang tamu, dapur, ruang kerja yang besar, kolam renang pribadi hingga privat buttler. Dan kamar mandinya juga tak kalah mewah di setiap kamar di lengkapi dengan jacuzzi yang cukup besar dan nyaman. Ya namanya juga president suite room ya, ya pasti super mewah.


Dean di baringkan si tempat tidur, karena kelelahan, Nelson meminta pelayan untuk membantu membersihkan tubuh Dean, dan menggantikan pakaiannya. Sedangkan Nelson akan membersihkan dirinya di kamar mandi. Nelson merendam tubuhnya yang kekar, tegap, dan atletis itu ke dalam jacuzzi dengan air hangat, merilekskan tubuhnya yang lelah. Tiba-tiba dia teringat Bella, entah kenapa dia begitu merindukannya, padahal baru sehari dia tidak bertemu dengannya. Dia berpikir, nanti setelah mandi dia akan menghubungi Bella.

__ADS_1


Setelah sepuluh menit, akhirnya Nelson telah selesai mandi, dan telah berpakaian rapi kemudian dengan meluangkan sedikit waktu menghubungi Bella, namun dia baru sadar bahwa perbedaan waktunya berbeda dua belas jam. Hingga akhirnya dia mengurungkan niatnya, Nelson berjalan ke ruang kerja . Di ruang kerja Evan telah menunggu dengan segudang dokumen tentang hotel. Di sana Evan menjelaskan tentang segala sesuatu yang akan di kerjakan Nelson selama di Qubec, Kanada. Nelson akan memeriksa keadaan hotel. Dan dia juga akan bertemu dengan beberapa kolega bisnisnya. Setelah menjelaskan semuanya, Evan pamit undur diri untuk kembali ke kamarnya.


Hari telah beranjak sore, Nelson beranjak dari ruang kerja menuju kamar Dean, di sana dia melihat bahwa Dean masih tertidur dengan pulas, Nelson mencoba untuk membangunkannya. Namun, Dean tidak bangun juga, bukannya Nelson pergi, dia malah ikut berbaring bersama Dean, saat terbangun jam sudah menunjukkan pukul 19.00 tepat. Saat Nelson terbangun, dia menyadari bahwa Dean tidak ada disampingnya. Nelson mencoba mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, hingga akhirnya dia melihat Dean sedang berdiri di balkon sambil menatap langit yang semakin gelap.


Nelson menghampirinya, dan dengan lembut berkata. “ Kau sudah bangun, Nak? Apa yang sedang kau pikirkan?”


Dean mengalihkan pandangannya pada Nelson, dengan menampilkan sedikit senyuman dia berkata. “ Tidak, tidak ada ayah, aku hanya merindukan ibu.”


Nelson bertanya, “ Apa kau ingin menghubungi ibumu? Bagaimana jika kita menelponnya? Jika sekarang pukul 19.00, berarti di sana pukul 7:00 pagi. Jadi kita bisa menghubunginya.”


Nelson menjawab, “ Apa yang ingin kau makan? Ayah akan pesankan.”


Dean dengan suara sedikit parau berkata, “ Aku ingin makanan khas Kota ini. Pountine, butter tart, sup kacang polong, dan juga jus apel. Bolehkah aku meminta itu?”


Nelson menjawab dengan senyuman yang indah, dia berkata. “ Tentu saja, kau bisa memesan apapun yan kau inginkan.”


Nelson meminta layanan kamar, dan memesan beberapa makanan dan tidak lupa memesan makanan yang diinginkan Dean.

__ADS_1


Setelah menunggu tiga puluh menit akhirnya makanan tiba, mereka makan dengan lahap begitu juga dengan Dean dia sangat menikmati makanannya.


Di sisi lain Bella sedikit kebingungan dan cemas, dia tidak terbiasa tanpa kehadiran Nelson dan Dean. Dia merasa sedikit kesepian. Bahkan di tempat kerja dia tidak bisa fokus dalam pekerjaannya, sungguh rasa rindunya membuatnya sedikit tidak terkendali.


Bella mengacak-ngacak rambutnya, seraya berkata. “ Ada apa, kenapa Nelson tidak mengabariku juga? Dean juga tidak menghubungiku? Arrgghh.. rasanya aku jadi gila tanpa Nelson!” Bella dengan gelisah menatap layar ponselnya. Namun, tetap tidak ada pesan satu pun yang masuk. Dia merasa dirinya kacau. Dan saat Bella merasa putus asa, sebuah pesan masuk terlihat di layar ponselnya dari Nelson, pesannya berbunyi. “ Aku merindukanmu, aku harap kau bisa menjaga dirimu baik-baik. Apakah kau merindukanku? Rasanya hari di sini lebih panjang tanpamu!”


Bella tersenyum kala menatap pesan dari Nelson. Dia pun mengirimkan pesan. “ Aku juga merindukanmu, bagaimana keadaan Dean? Kuharap dia tidak menyusahkanmu. Tolong jaga Dean untukku.”


Balasan dari Nelson. “ Tentu saja, bahkan dia tidak menyusahkanku sama sekali. Kita akhiri dulu pembicaraan ini, di sini sudah cukup larut malam. Ku harap hari yang kau lewati adalah hari yang indah.”


Bella merasa sedikit bahagia, karena kecemasan, dan kegundahannya telah terobati sedikit. Rasanya Bella ingin Nelson segera kembali. Ingin merasakan kembali aroma dan hangatnya tubuh Nelson.


Kondisi Dean makin membaik. Dean sering diajak keluar bersama Nelson dan Evan, kala berobat Nelson selalu menemani Dean, dan saat menemui kolega bisnis pun Nelson tetap membawa Dean. Tak terasa sudah satu pekan mereka di Quebec, Kanada. Dean sangat menyukai suasana disana. Hari-hari yang di lewati Nelson terasa berwarna dan indah, setiap malam mereka akan mengobrol, dan melakukan video call dengan Bella, Dion dan juga kedua orangtua Nelson. Mereka cukup antusis. Nelson semakin dekat dengan Dean, rasanya dia memiliki ikatan batin yang cukup kuat dengannya.


Jangan lupa like, vote dan komen ya guys. Terima kasih. 🙏🥰🫶🌹🌹


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2