ANAK KEMBAR JENIUS

ANAK KEMBAR JENIUS
Bonus chapter - 4


__ADS_3

Di sisi lain


Sungguh aneh, tapi nyata. Jika biasanya hubungan atasan dengan sekretarisnya itu formal, sopan, berkata seadanya, dan tidak gila seperti Alexa Xiang tentunya.


Jangan heran, kalau mereka berdua terkadang suka tidak waras. Mereka sudah sering seperti itu, bahkan Remon Yung yang notabenenya sebagai atasan, tidak ada wibawanya kalau di depan Alexa.


Dia bakalan keluarin tingkahnya yang mirip alien itu hanya pada Alexa. Terkadang dia sering juga membuat Alexa baper. Oke, hubungan atasan sama sekretaris macam apa itu?


Remon mondar-mandir sambil menggigit kukunya.


“ Bapak kenapa sih?”


“ Ituu, sebentar lagi ada rapat, dan itu tamu dari luar negeri! Saya kan kurang mengerti bahasa inggris!”


Seketika membuat Alexa tertawa.


“ Lah, bapak tidak ngerti bahasa inggris? Terus, selama ini kalau ada tamu dari luar negeri bapak ngapain?”


“ Yee, malah ketawa! Emang kamu bisa bahasa inggris? Ya kan, sekretaris sebelumnya jago bahasa inggris.”


“ Ngejek? Bapak lupa, saya blasteran Inggris-China?”


“ Hah, transgender? Kamu transgender? Yah, tidak jadi deh nikah sama kamu.”


“ Apaan sih! Blasteran! Bukan transgender.”


“ Bercanda, baper kan? Ya kan? Pipinya aja merah tuh!”


“ Remon!!” teriak Alexa.


“ Tidak sopan ih, tidak jadi nikahin kamu deh.”


“ Benar kata Erina, tidak baik buat kesehatan jantungku, bisa-bisa aku mati muda.”gerutu Alexa.


Kembali ke Dean.


Saat ini, Dean sedang memikirkan tentang apa yang dilihatnya tadi pagi.


“ Tidak mungkin kan, Marvel sama gadis itu? Kalau iya. Nasib aku gimana dong. Belum juga dekat, sudah di suruh mundur. Miris sekali hidupmu, Dean Hongli.”


“ Tanyain ke Marvel kali yah? Hua! Ibu, Dean bisa gila ini.”


“ Gila kenapa kamu?” tanya Marvel.


Saat Dean sedang asik bermonolog ria, tiba-tiba Marvel masuk keruangannya.


“ Ngagetin kamu Vel! Ketuk dulu itu, pintunya!”


Marvel hanya diam sambil berjalan ke arah kursi yang ada didepan Dean.


“ Kamu lapar tidak? Adik aku nganterin bekal, nih.”


“ Lah, biasanya kamu bagi sama Luis atau Brian.”


“ Luis lagi di UGD, si Brian tidak tahu ngilang ke mana.”


“ Ya sudah, bagi ke aku saja. Rajin amat adik kamu bawain bekal?” ucap Dean sembari mengambil bekal yang dibawa Marvel.


“ Kerjaan adik kamu apa sih Marvel?” tanya Dean ke Marvel yang sedang makan.


“ Ya kamu pikir aja, kalau masak-masak gini apaan?” tanya Marvel balik.


“ Chef?” Ujar Dean.


“ Iya. Tuh kamu tahu.”


Seketika Dean terdiam. “ Adik Marvel Chef. Erina juga Chef. Terus tadi Marvel ada di restoran Erina. Jangan-jangan…” gumamnya dalam hati.


“ Marvel, kenapa kamu tidak mau ngenalin adik kamu ke kita sih?” tanya Dean.

__ADS_1


“ Sebenarnya boleh-boleh aja sih, tapi nunggu waktu yang tepat dulu.” Jawab Marvel.


“ Marvel, tadi pagi aku ngelihat kamu di restoran. Sama cewek yang aku kenal. Dia ada hubungan apa dengan kamu?”


Seketika ingatan Marvel kembali ke mana dia pergi tadi pagi.


“ Bentar! Kamu melihat aku di restoran mana?” tanya Marvel.


“ Itu, yang tidak jauh dari rumah sakit ini?” jawab Dean.


“ Terus, kamu melihat aku sama cewek yang kamu kenal?”


“ Dia siapa kamu?” tanya Dean dengan jantung berdebar-debar.


“ Oh, itu cewek yang mau aku nikahi. Cantik kan?”


Diam, hanya itu respon Dean setelah mendengar perkataan Marvel. Bisa saja dia mencari tahu tapi dia jadi bodoh karena dia baru merasakan jatuh cinta pada seorang gadis.


“ Brian. Huaa, gimana dong ini?!”


Jam baru menunjukkan pukul delapan pagi, dan Dean sudah pergi merengek ke ruangan Brian. Yang punya rumah sakit bebas, sudah dua hari semenjak Marvel memgakui sang adik sebagai kekasihnya. Hal itu membuat Dean uring-uringan tidak jelas.


“ Kamu kenapa lagi, Dean?” tanya Brian.


“ Cewek yang di restoran, belum juga kenalan lebih lanjut. Sudah kena tikung!”


“ Itu namanya bukan kena tikung! Kan Marvel duluan yang kenal sama dia.”


“ Ya pokonya gitu deh! Bagi solusi dong!”


“ Yaudah, terserah kamu saja, sudah di chat belum tuh ceweknya?”


Dean terdiam sebentar.


“ Belum kan?”


“ Rasanya aku ngajarin anak remaja baru tau cinta, Dean! Ini nih, efek dari lahir tidak pernah pacaran!”


“ Kamu mau ngasih solusi tidak sih!” ujar Dean mulai kesal.


“ Aku tidak tahu gimana caranya Dean. Tanya yang lain saja yah!” lebih baik dia menghindar daripada membuat Dean marah, bisa-bisa dia di kirim ke kutub ketemu beruang.


Di Restoran.


” Erinaaa.” teriak Sisil saat memasuki ruangan Erina.


“ Woi, kaget aku tuh! Ketuk pintu dulu kalau mau masuk.”


“ Erinaaa.. huaaa.”


“ Ganggu aku aja! Kenapa sih?” tanya Erina saat sahabatnya itu sudah duduk di depannya.


“ Luis batalin kencannya lagi!” rengeknya sambil mengambil cemilan Erina.


“ Apalagi alasannya?” tanya Erina pada Sisil.


“ Dia jaga di UGD.” jawab Sisil.


“ Ya itu resiko kamu Sisil, pacaran sama Dokter. Kamu kayak tidak tahu kerjaan Dokter itu gimana. Seharusnya kamu ngertiin keadaan dia Sisil, tidak jadi kencan juga tidak apa-apa, asalkan jangan di selingkuhin aja kamu sama dia. Kalau sampai iya, dia aku masak di dapur. Oke? Jadi kamu harus ngertiin dia. Tidak boleh begitu lagi sama dia.”


“ Gitu ya?” tanya Sisil dengan wajah tanpa dosanya.


“ Iya, pintarku.” jawab Erina.


“ Erina panutan ku!!!” Teriak Sisil sambil memeluk Erina kencang.


“ Woi, sesak tau! Kamu mau bunuh aku?!”


“ Santai dong Erina cantik!” ucap Sisil sambil nyengir.

__ADS_1


“ Ponsel aku bergetar, Erin!” histeris Sisil.


“ Ya angkatlah, heran aku modelan kayak kamu bisa jadi dosen sih?! Nyogok yah?!”


Bukannya marah, Sisil malah ngajak Erina bercanda.


“ Hadoh, makin cinta aku sama kamu Erin.”


“ Ogah! Aku masih normal, mending aku sama yang ngajakin nikah waktu itu, kalau tidak salah namanya Dean? Dean?”


“ Kenapa tidak di terima aja waktu itu! Gemes aku lama-lama! Eh… ponsel aku masih bergetar Erin!”


“ Nama kamu mau aku tambah ya, Sisil Goblok.” ucap Erina ngeliat tingkah sahabatnya.


“ Eh.. Luis yang telpon, Erin! Angkat tidak nih?”


“ Lapar aku ngelihat tingkah kamu, Sil,. Mau makan daging!?” ucap Erin sambil memegang perutnya.


“ Aku juga, sana masak, buatin aku sekalian!”


“ Ya itu telponnya di angkat dulu wahai Ibu dosen yang budiman!”


Sisil kemudian mengangkat telpon dari Luis. “ Halo?”


“ Sama teman. Kenapa?”


Erina hanya geleng-geleng kepala melihat sahabatnya yang satu ini. Tadi aja, gilanya tidak ketulungan. Giliran sama cowoknya aja, berubah jadi kalem.


“ Tidak usah! Sana pacaran sama mayat! Kencan sama mayat sekalian!”


Sisil yang tiba-tiba ngegas, buat fokus Erina hilang saat dia stalking istagram Dean. Dan tidak sengaja nge like foto yang ada di sana.


“ Sisil! Ke like gara-gara kamu!” Seru Erina kesal.


“ Eh, sayang entar ya. Teman aku ngamuk. Kalau mau aku maafin, beliin aku ayam! Anterin ke sini, entar aku kirim alamatnya. Bye, aku nenangin singa ngamuk dulu.”


Setelah itu Sisil mengakhiri panggilannya. Dan menatap Erina yang saat ini sudah, loncat-loncat tidak jelas, sambil mondar-mandir.


“ Santai, aja kali.” ucap Sisil sambil menenangkan Erina.


“ Yah, gara-gara kamu nih! Pake acara teriak-teriak! Kaget kan aku!”


“ Ya, Maaf. Jadian saja sama dia. Kamu tidak rugi, dia ganteng dan kayaknya sudah sangat mapan untuk jadi suami kamu.”


“ Aku belum siap!”


“ Belum siap?! Kan belum nikah, Erin!”


“ Aku kan belum kenal dia, belum suka dia.” Ada aja alasan yang selalu di jawab oleh Erina.


“ Kamu stalking-stalking dia, senyam-senyum sendiri liat foto dia, itu namanya suka goblok!”


“ Eh? Masak?” Erina berusaha mengalihkan pembicaraan karena dia merasa malu.


Tiba-tiba pintu ruangan Erina kembali terbuka, yang membuat kedua orang itu melihat ke arah pintu. Dan terlihat lah sosok perempuan yang sangat di kenalnya.


“ Erina! Aku mau curhat!” Teriak Alexa sambil berjalan masuk.


“ Erin, mending kamu nyiapin cemilan ekstra deh, dengarin curhatan dia tuh seru. Panjang kali lebar.” ucap Sisil sambil nyengir pada Erina.


*


*


Ending aja yah. 😁🙏


Maaf baru bisa up, author lagi banyak giat! Jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara; like, vote dan komen ya guys. Salam sayang dan sehat selalu.🙏🥰❤️🫶🌹🌹🌹


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2