ANAK KEMBAR JENIUS

ANAK KEMBAR JENIUS
Bab. 37


__ADS_3

Dean yang mendengarnya ingin menangis sekencang-kencangnya namun sikap dan egonya tidak mengizinkannya.


Dean berlagak kuat dan tegar, dia menghapus air matanya dan berkata. “ Aku tidak apa-apa paman, ayo kita pergi!”


Dalam batinya Nelson berkata. “ Bagaimana anak ini mengatasi situasi seperti ini? Dia sangat tangguh,” kemudian Nelson membawa anak-anak masuk ke dalam mansionnya. Dia menutup mata anak-anak agar menjadi kejutan. Dan ketika sampai di depan pintu mansion, Nelson melepaskan penutup mata mereka. Namun tidak diperbolehkan membuka mata, ketika pintu utama terbuka terdengar hirup pikuk semua orang mengucapkan selamat ulang tahun pada mereka.


Dean dan Dion segera membuka mata mereka, dan betapa terkejutnya mereka. “ Wow. Apa ini?”


Dion dengan senang hati berhambur masuk ke dalam mansion.


Dia sangat kagum melihat dekorasi yang sangat indah. Berbeda dengan adean, pembawaannya sangat tenang hingga orang tidak bisa menebak isi pikirannya.


Namun di dalam hati Dean. Dia sangat bahagia, namun tidak mengerti bagaimana cara mengungkapkannya.

__ADS_1


Mereka segera masuk merayakan pestanya, semua orang bernyanyi, para pelayan semuanya ikut bahagia bersama, mereka makan malam bersama, bahkan Dion mengajak para pelayan untuk ikut makan malam bersama.


Sebelumnya para pelayan tidak berani, namun Dion dengan beraninya memohon pada Nelson serta nyonya dan tuan besar. “ Aku mohon izinkan para pekerja menikmati pestanya,” Dion memohon.


Hingga akhirnya mereka mengizinkannya menikmati pestanya bersama-sama.


Dion sangat bahagia malam itu. Dia mendapatkan banyak kado, begitu pun dengan Dean.


Pestanya selesai pukul sebelas malam, Dion sudah tertidur lelap karena kelelahan dan kekenyangan. Dean yang di sampingnya itu terus berusaha membangunkan secara lembut, “ Dion bangunlah, hei Dion,” panggilnya seraya menepuk-nepuk pipinya. Namun Dion tidak bangun.


Nelson pun berbicara dengan sedikit memohon agar Dean menginap di sini. “ Nenek benar. Sebaiknya kalian tidur di sini saja, besok aku mengantarkan kalian berdua,” ucap Nelson.


Dean yang tidak punya pilihan pun akhirnya menginap. Dia memberi kabar kepada Bella bahwa mereka berdua tidak akan pulang malam ini, mereka akan menginap di rumah teman mereka, Bella pun menyetujuinya melihat jam sudah larut malam. “ Tidak sepantasnya kedua putranya berkeliaran tengah malam seperti ini?

__ADS_1


Nelson membawa anak-anak menuju kamar. Di dalam kamar juga bernuansa hitam dan putih. Namun terlihat elegan, melihat tempat tidurnya adalah king size. Sangat besar untuk anak seusia mereka.


Dion dibaringkan di tempat tidur. Nyonya besar yang mengikuti segera membersihkan tubuh Dion, mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur yang sudah disiapkan Nelson.


Dean yang melihatnya pun bergegas untuk mandi membersihkan tubuhnya juga. Setelah dia selesai mandi dan mengenakan piyama sutra berwarna hitam itu, Dean terlihat sangat tampan dengan rambut yang masih basah memperlihatkan pesonanya yang sangat menawan.


Nelson yang melihatnya pun memanggil Dean untuk masuk ke kamarnya, Dean pun mengikutinya melihat Nelson membawa pengering rambut, dia sedikit menyunggingkan senyuman, dia merasa seperti memiliki ayah yang sangat perhatian.


Dia bahkan bertanya pada Nelson. “ Mengapa melakukan semua ini? Paman pasti menghabiskan banyak uang untuk itu? Aku akan membayar paman kembali,” ucap Dean.


Nelson tidak membiarkan itu terjadi namun dia meminta pada anak-anak agar memanggilnya ayah. Dean sedikit kaget namun dia berusaha untuk menerimanya.


Like, vote, dan komen ya guys. Terima kasih Readerku sayang🙏🥰🫶🌹

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2