ANAK KEMBAR JENIUS

ANAK KEMBAR JENIUS
Bab. 156


__ADS_3

Nelson sedikit terdiam, dia kemudian menatap layar laptop terlihat beberapa tabel tentang pemasukan, pengeluaran, serta pesanan yang masuk. Dalam batinnya dia berkata. “ Mereka bahkan sudah berbakat di bidang bisnis.”


“ Bukankah Ayah sudah melarang kalian untuk bekerja?”


“ Mengapa masih melakukannya?” Nelson berkata dengan sedikit menelisik.


“ Eh… ayolah Ayah kami hanya memeriksa sesekali. Lagi pula kami sudah menyerahkannya pada tenaga ahli, jadi jangan khawatir,” ujar Dion pada Nelson.


“ Baiklah jika begitu. Ayah ingin bertanya pada kalian berdua, apa kalian bisa meluangkan waktu kalian? Selagi menunggu ibu selesai.” Nelson bertanya seraya mendekatkan dirinya dengan kedua putranya.


“ Tentu, Ayah,” seraya menutup laptopnya Dean lebih mendekat pada Nelson.


“ Apa yang ingin Ayah tanyakan?” Dion bertanya dengan sedikit heran.


“ Ayah hanya ingin tahu, apa cita-cita kalian saat dewasa nanti?” tanya Nelson.


“ Bagaimana kalau dimulai dari Dion dulu?”


“ Aku?” ucap Dion seraya menunjuk wajahnya sendiri.


“ Aku ingin menjadi pebisnis yang andal sepertimu Ayah. Dan aku juga ingin menjadi seorang Ayah yang baik untuk keluargaku nanti,” Dion menjawabnya dengan penuh semangat.


Nelson menganggukkan kepalanya, dia mengulas senyum tipis di wajahnya.


“ Lalu bagaimana dengan Dean?” Seraya mengalihkan pandangannya pada wajah putra sulungnya.


Dean menyeringai. Namun, dia juga menghela napas beratnya seraya berkata. “ Aku ingin meneruskan karier militer Ayah.”


Nelson tercengang, bagaimana bisa putra sulungnya memutuskan untuk menjadi seorang prajurit. Dia menutup mulutnya. “ Apa pria tua itu yang meminta Dean untuk jadi prajurit?” Dalam benaknya dia bertanya-tanya.


Dia kembali mendengarkan perkataan putra sulungnya. Dia memandangi wajahnya begitu intens.


“ Karena salah satu dari kami harus menjadi bagian dari keluarga militer, seperti yang ayah lakukan. Walau aku tidak tahu sampai kapan aku akan hidup? Aku akan mengabdikan diriku untuk negara sesuai dengan apa yang Ayah lakukan.”


“ Jadi Ayah, biarkan aku memasuki dunia militer, dan jadikan Dion penerusmu di perusahaan. Didik dia hingga dia bisa menggantikanmu,” Dean mengulas senyum yang begitu tulus di wajahnya.


Tiba-tiba kedua mata Nelson berkaca-kaca, bola mata yang indah itu tergenang oleh air mata. Sejenak dia tak dapat bicara. Dia memghela napasnya. “ Ah. Kau terlalu berpikir banyak.”


“ Pikiranmu bahkan begitu dewasa di usiamu yang begitu muda.” Nelson mengusap puncak kepala kedua putranya.


Dirinya tak habis pikir putra sulungnya bicara seperti itu.


“ Apa Ayah lupa? Kami adalah si kembar jenius,” ucapnya dengan bangga.


“ Ayah tahu, kalian berdua memang yang terbaik,” ucapnya seraya memeluk keduanya.

__ADS_1


Oliver hanya menyimak percakapan mereka, tak terasa air matanya mengalir begitu saja.


“ Apa yang kalian bicarakan? Mengapa begitu serius?” Suara Bella terdengar oleh ketiganya.


Nelson tersenyum seraya memandangi istrinya yang begitu cantik hari ini.


“ Ayo kita sarapan? Makanan telah siap sedari tadi,” ajaknya.


Mereka pun menuju meja makan, duduk berdampingan, tak tertinggal pula Oliver yang duduk bersama Dean, serta Dion.


Seperti biasanya mereka makan dengan cepat, dan damai. Tak ada satu suara pun yang keluar dari mereka yang sedang makan.


Setelah selesai, mereka pun beranjak pergi meninggalkan Mansion. Dan mampir ke sebuah toko untuk membeli hadiah untuk paman Bella.


Sesampainya di kota Provinsi B, Nelson mengemudi ke daerah perumahan Elit yang berada di pusat kota.


Ting.. tong… ting… tong. Suara bel berbunyi.


Bella terus menerus menekan bel, hingga akhirnya sepupu laki-lakinya membukakan pintu. Pria itu tertegun saat melihat wanita beserta pria dan juga anak-anak berdiri di depan pintu rumahnya.


“ Ada perlu apa? Apa kalian salah rumah?” Pria itu bertanya seraya menelisik pada Bella.


“ Billy , kau Billy buka ?” Bella tak percaya jika pria di hadapannya ini adalah Billy sepupunya.


Pria di hadapannya itu mengangguk, seraya berkata. “ Kau siapa? Kenapa kau tahu namaku?” tanyanya.


“ Bella…” teriaknya seraya berhambur pada tubuhnya.


Nelson beserta kedua putranya tidak mengerti situasi apa yang sedang mereka hadapi sekarang.


“ Apakah Paman dan Bibi ada?” Tanyanya.


“ Ayah dan ibuku ada di dalam kebetulan sekali,” ucapnya. Seraya mempersilahkan mereka masuk.


“ Billy siapa yang datang?” seseorang setengah berteriak. Namun suaranya begitu hangat dan lembut.


Ya. Itu adalah Samantha, istri dari Gu Yan, kakak kandung dari ibu Bella.


Saat Samantha menghampiri mereka, dia begitu terkejut kala melihat Bella yang tumbuh dengan begitu cantik dan anggun, di tambah dengan seorang pria tampan dan dua anak kembar yang begitu menawan.


Samantha menutup mulutnya, dia tak percaya dengan apa yang di lihatnya ini. Kedua bola mata hitam itu berkaca-kaca, dia menghela napasnya.


“ Bibi,” Bella pun menghambur di pelukan Samantha.


“ Sayang siapa yang datang?” suara rendah itu begitu dirindukan oleh Bella.

__ADS_1


Saat dia menuruni anak tangga, pandangannya tertuju pada wanita yang selama ini di carinya bertahun-tahun.


“ Bella, kau Bella,” ucapnya. Dia segera menghampiri Bella yang tengah di peluk istrinya.


Gu Yan memeluk Bella secara bergantian. Dia begitu erat mendekap tubuhnya. Bella yang merasa sesak pun berkata seraya memukul bahu pamannya.


“ Paman, Lepaskan aku. Aku tidak bisa berbapas,” Bella berusaha melepaskan dirinya.


“ Ah maaf,” dia meminta maaf seraya melepaskan dekapannya.


Di saat Gu Yan melepaskan Bella dia menatap Nelson yabg tengah menggandeng kedua putra kembarnya.


“ Siapa? tanyanya.


Nelson beserta kedua putranya menyapa dengan sopan dan hormat. “ perkenalkan aku adalah Nelson Hongli, pemilik dari perusahaan Hongli Group, dan ini adalah kedua putra kami.” seraya mengulurkan tangannya pada Gu Yan.


Gu Yan ternganga, bagaimana tidak? Orang yang berada di hadapannya adalah orang yang sangat berpengaruh, bahkan tak sembarang orang yang bisa melihat rupa dari seorang Nelson Hongli.


Gu Yan memandang Bella, dia sedikit kaget ketika diberi tahu bahwa si kembar anak Bella. “ Jadi anak-anak ini adalah putramu Bella?” Gu Yan terperangah kala mendapati kenyataan bahwa keponakannya ini telah memiliki dua putra yang sudah tumbuh besar.


Sudah sebelas tahun yang lalu Gu Yan tidak pernah melihat Bella lagi, dia bahkan tidak menyangka jika dirinya akan di pertemukan kembali dengannya. Hampir saja dirinya terkena serangan jantung, saat mendengar kata-kata yang di lontarkan oleh mereka. Begitu pula Samantha dan Billy. Mereka benar-benar tidak menyangka.


Dean yang menyadari kecanggungan itu pun mencoba mencairkan suasananya.


“ Kakek, apakah kami bisa duduk? Aku sudah terlalu lama berdiri, kakiku sangat lelah,” pintanya. Suaranya terdengar dingin namun sangat menggemaskan.


“ Ah iya, ayo duduk.” Gu Yan mempersilahkan mereka untuk duduk, selagi Samantha menyiapkan minuman sebelum makan siang, sedangkan Billy mencoba bermain catir dengan si kembar.


“ Dari mana saja? Paman sangat mengkhawatirkanmu. Kau pergi tanpa memberi kabar pada paman, maafkan paman karena tidak bisa melindungimu,” ucapnya dengan perasaan begitu menyesal.


Bella hanya tersenyum lembut, dia berkata. “ Tidak apa-apa paman, semuanya telah berlalu. Aku mengerti kondisi paman karena kita beda Provinsi.”


“ Lagi pula paman juga memiliki kesulitan sendiri, jadi tidak perlu merasa bersalah seperti ini,” ucapnya seraya memegang tangan Pamannya.


“ Kami datang ke sini untuk memberi tahumu, bahwa aku telah menikah dengan Tuan muda Nelson,” seraya memandang pada Nelson yang tengah duduk dan menikmati teh yang di sajikan oleh bibinya.


Gu Yan memperhatikan sejenak Nelson. “ Minum teh saja terlihat anggun,” batinnya.


“ Ya. Kedatangan kami untuk mengundangmu secara pribadi. Mengingat Paman adalah kerabat satu-satunya dari istriku.” Ujanya pada Gu Yan seraya menatap lembut wajah Bella.


“ Ah. Tuan muda ini terlihat tulus dengan Bella, aku rasa tidak perlu mengkhawatirkan mereka,” batinnya.


*


*

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen ya guys. Terima kasih.🙏🥰🫶🌹🌹🌹🌹


Bersambung


__ADS_2