ANAK KEMBAR JENIUS

ANAK KEMBAR JENIUS
Bab. 67


__ADS_3

Dean dan Dion memakan makanan mereka, Nelson sambil memakan makanannya dia memperhatikan keadaan Dean, dia berpikir jika Dean kehilangan berat badan yang cukup banyak, dia terlihat kurus bahkan makanannya tidak pernah habis.


Dean sedikit tidak nyaman dia tiba-tiba berlari ke toilet. Nelson yang kaget pun segera menyusul Dean, di luar pintu Nelson mendengar Dean muntah begitu pedih rasanya, dia menghampiri Dean dan menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut. Seraya berkata.


“ Bagian mana yang sakit? Apakah harus ke rumah sakit? Sepertinya kondisimu semakin parah? Bagaimana jika kau dirawat di rumah sakit saja?” Nelson terus menanyai Dean, memintanya untuk bersedia di rawat di rumah sakit.


Lagi pula sekarang mereka berdua tidak di izinkan untuk bekerja lagi. Namun jawaban Dean tetap pada pendiriannya semula, untuk tinggal di rumah bukan di rumah sakit.


“ Tidak ayah, aku akan membaik dengan seiring waktu! Jadi jangan terlalu di besar-besarkan, sakitku tidak separah itu!” Ujar Dean seraya menunjukkan senyuman terbaik yang bisa ditunjukkannya pada Nelson.


“ Kau benar-benar keras kepala!” sungguh sepertiku.


Nelson menggendong Dean, menuju ruang keluarga.


“ Berbaringlah di sini, ayah akan meminta pelayan membuatkanmu suo sarang burung walet, agar tubuhmu kembali pulih.” Nelson meninggalkan Dean di sofa ruang keluarga dan menuju dapur.


“ Tolong buatkan sup sarang burung walet untuk tuan kecil Dean, dan antarkan padanya di ruang keluarga.” Setelah Nelson memerintahkan pelayan, dia kembali ke meja makan untuk menyelesaikan sarapannya.


“ Makanan Bella apakah sudah di antar ke kamar?” Nelson bertanya pada salah satu pelayan.


“ Sudah tuan muda, Nona muda juga sedang menyantap makanannya!” ujar seorang pelayan.


Dean juga sudah mendapatkan sup sarang waletnya, di dalam mangkuknya masih tersisa setengah lagi. Nelson yang telah selesai sarapan pun menghampiri Dean, dia duduk si samping Dean seraya mengusap lembut kepala Dean.

__ADS_1


“ Apakah kau tidak berniat memberitahu ibumu?” Nelson kembali bertanya.


“ Tidak ini bukan saat yang tepat. Aku tidak ingin membuatnya sedih, dan menderita jika dia tahu penyakitku!” suara Dean terdengar parau membuat hati Nelson kacau.


“ Lalu saat itu tiba? Jika kau terus menyembunyikannya, apakah kau pikir ibumu akan bahagia dengan semua itu? Bagaimana jika ibumu lebih menderita ketika dia tahu penyakitmu belakangan?” Nelson sedikit menekan Dean untuk menyerah dan memberitahu ibunya.


“ Tidak, ini bukan saat yang tepat untuk itu, ibuku sedang kasmaran, dan jatuh cinta padamu, aku tidak akan tega membuatnya menangis.” Dean tetap pada pendiriannya, dia tidak membiarkan tekadnya goyah sedikit pun.


“ Apa yang sedang kalian berdua bicarakan?” Suara Bella dari tangga terdengar keruang keluarga.


Dean yang melihat sup burung walet yang masih tersisa, dia langsung menghabiskannya sekaligus, dan segera pergi dari ruang keluarga untuk menghindari bertemu ibunya. Nelson khawatir pun berteriak.


“ Hati-hati nak, berjalan dengan perlahan.”


Di sana dia melihat pemandangan yang sangat indah, Dion terlihat begitu bahagia. Di sini mereka hidup layaknya anak kecil seusia mereka, menikmati momen indah bersama anggota keluarga. Menciptakan kenangan indah bersama, Dean rasa adiknya tidak akan terlalu sedih jika dirinya pergi meninggalkan dunia ini.


Setidaknya dia memiliki orang yang dekat yang bisa menghibur dirinya kala sedih. Dean berbaring di padang rumput, dia menatap langit cerah di bawah pohon yang rindang, melihat burung yang terbang bebas di atas langit.


Dean merasa jika dia harus berada di sini kala malaikat maut datang menghampirinya, di sini cukup indah jadi aku putuskan aku akan berada di sini ketika aku meninggal nanti.


“ Hingga aku tak mampu membuka kedua mataku lagi.” Batinnya.


Dean pun memejamkan matanya menikmati angin yang berembus, suara burung, air mengalir dan juga harumnya bunga membuatnya tenang dan tertidur di bawah pohon rindang dengan jiwa yang tenang dia tersenyum.

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️


Di vila milik keluarga Xia, Mira yu yang mendengar semua orang menyalahkan putrinya tidak terima.


“ Ini semua ulah Bella, sepertinya wanita ****** itu menggoda tuan muda Nelson agar bisa membalaskan dendam sepuluh tahun yang lalu. Kalau tidak bagaimana bisa tuan muda Nelson mengenal wanita ****** seperti dia?” Seru Mira yang menjelek-jelekkan Bella di hadapan keluarga besar.


Lian Xia sudah kehilangan arah saat ini, dia pergi ke rumah setiap orang untuk meminta bantuan pada kolega bisnisnya, namun tak ada yang sudi membantunya kali ini, semua orang takut pada kekuasaan tuan muda Nelson Hongli, tidak ada yang berani menantangnya.


Bahkan jika ada yang berani melawannya, tuan muda Nelson Hongli tidak akan segan menghancurkan mereka hingga ke akarnya, sungguh mengerikan bukan? Tentu saja, karena Nelson Hongli terkenal dengan tangan dingin dan tanpa ampun.


Di penjara Yeni Xia mendengar kabar bahwa ayahnya jatuh bangkrut dari pengacaranya. Dia sedikit tertekan bagaimana tidak? Jika ayahnya bangkrut tidak ada yang menyokong hidupnya lagi, mengharapkan Mario untuk membantunya bahkan lebih tidak mungkin lagi, dia merasa frustrasi dibuatnya.


Yeni bukannya sadar malah semakin membenci Bella, rasanya dia ingin mencabik-cabiknya, balas dendam terhadap Bella dan putranya jika dia bisa. Namun mengingat Tuan muda yang ada di balik Bella membuat nyalinya menciut seketika. Dia benar-benar tidak beruntung bagaimana bisa? Nona besar keluarga Xia harus berakhir tragis seperti ini.


Hari ini adalah hari spesial bagi Anita Ye, dia ingin menemui kekasihnya. Saat dia sampai di apartemennya, Anita masuk dengan mengendap-endap tanpa sepengetahuan kekasihnya, namun kejadian yang tak disangka adalah dia mendengar suara erangan dan ******* yang tak tertahankan.


Anita menghampiri kamar kekasihnya, dia mengintip di sela pintu yang terbuka, betapa kagetnya dia saat melihat kekasih yang selalu memanjakannya, kekasih yang selalu di nomor satukannya telah mengkhianati nya, dia bahkan bercinta dengan wanita lain dengan penuh gairah yang menggebu-gebu.


Dia telah menghancurkan kepercayaanya, hingga membuat hati Anita benar-benar hancur. Anita yang masih termangu dengan air mata yang terus mengalir deras di wajahnya, mencoba mencerna situasi apa yang terjadi saat ini.


Saat mata Anita saling menatap dengan wanita itu, dia tersadar dari lamunannya, wanita selingkuhan dengan bangga terus mengguncang tubuh kekasihnya, Anita yang menyadari tatapan wanita itu, dia pergi ke dapur, membawa seember air dengan di campur es, dengan berlinangan air mata dia mendorong pintu, Anita berjalan menghampiri mereka berdua yang sedang bercinta.


Jangan lupa like, vote dan komen ya guys. Terima kasih. 🙏🫶🌹🌹

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2