ANAK KEMBAR JENIUS

ANAK KEMBAR JENIUS
Bab. 137


__ADS_3

Mira Yu beranjak dari duduknya, dengan keadaan tidak stabil mencoba berjalan. Namun, kesadarannya tidak membantunya sama sekali. Kedua kakinya melemah seakan tidak mampu menopang beban tubuhnya sendiri. Hingga dia kembali terduduk tak berdaya di lantai. Mencoba mencerna apa yang terjadi saat ini.


Mira Yu menyadari akan ketidakmampuan dirinya, dia terisak sendirian. Lian Xia yang melihat istrinya begitu terpuruk pun segera membantunya untuk bangkit. Dia mendudukkannya di kursi, seraya memberinya segelas air. Walau sebenarnya dia juga kaget.


“ Minumlah, tarik napas lalu buang,” ucapnya.


Mira mencoba mengatur napasnya. Dia berusaha untuk tetap tenang.


“ Tenanglah, kita akan pergi ke Lapas untuk melihat keadaan Yeni.”


“ Berhentilah menangis, jika kau tidak bisa tenang kita tidak bisa ke tempat Yeni,” ucap Lian Xia. Seraya menepuk punggung istrinya dengan pelan.


“ Ini semua karena wanita murahan itu,” teriaknya. Seraya mendorong tubuh Lian Xia.


“ Apa yang kau bicarakan? Memang apa yang di lakukan Bella? Jangan berargumen seperti itu lagi, jangan lagi beromong kosong,” bentak Lian Xia.


Mira denga tatapan sedih berkata. “ Jika saja wanita itu tidak kembali, putriku tidak akan mendekam di penjara,” balik membentak suaminya.


Lian Xia menghela napasnya, sejenak dia menatap langit-langit, lalu berkata. “ Mengapa kau tidak pernah sadar? Yang dilakukan putrimu sangatlah keterlaluan.”


“ Lihatlah! Buka kedua matamu!”


“Apa yang terjadi pada kita karena arogansinya?” dengan sedikit membentak Lian Xia menunjuk-nunjuk dahi istrinya.


Mira terdiam sejenak, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia sungguh memyesal tidak menjaga putrinya dengan baik selama ini.


Di sisi lain Yeni berada di ruang isolasi sendirian, tangan beserta kakinya di ikat dan di balut dengan pakaian khusus, matanya melirik ke kanan dan kekiri, dia tidak tahu apa yang akan terjadi nanti.


Dia mengingat kembali hari di mana Mario datang bukan melepaskan rindu dengannya. Namun nyatanya untuk menceraikan dirinya, sejak saat itu dirinya sangat menyedihkan. Hingga akhirnya dia mendapatkan sebuah ide yang gila, dia mulai mengumpulkan barang-barang yang di butuhkannya.


Setiap pembagian makanan, dia selalu mencoba meminta agar dirinya bisa mendapatkan sepotong logam yang tajam beserta pecahan kaca dari lapangan saat mereka olahraga.


Perlahan tapi pasti Yeni memisahkan sebuah sikat gigi, dan dengan sengaja menyimpannya di bawah alas sepatunya. Setiap harinya dia mengikis sikat itu hingga tajam. Hingga mampu melukai orang.


Setiap malamnya dia selalu mempertajam sikat giginya, agar rencana sesuai perkiraannya. Di sana dia tersenyum puas melihat hasil dari sikat giginya.


“ Ahhh,” desahnya. Kala melihat bentuk tajam dari sikat giginya.


“ Sepertinya waktunya sudah dekat,” batinnya.


Setiap harinya dia mulai beradaptasi pada kehidupan yang kini berpusat di dalam sel besi tersebut. Dia juga tidak ingin menjadi pusat perhatian karena selalu di pukuli oleh orang yang lebih lama tinggal di dalam sel.

__ADS_1


Perlahan dia berubah menjadi pribadi yang lebih baik, dia mulai mengikuti perintah sang bos tahanan. Sebenarnya Yeni sangat membenci wanita itu. Seakan dia ingin segera menyingkirkannya.


Awalnya Yeni ingin menunggu beberapa hari lagi untuk melancarkan aksinya. Namun keadaan seakan meminta dirinya untuk melakukannya dengan cepat.


Buntut permasalahannya pun terjadi, saat dia diam di lempar, dan di keroyok hingga pergelangan kakinya membengkak. Dia bersumpah akan membalas apa yang telah mereka lakukan pada dirinya.


“ Aku tidak akan melepaskan kalian,” ucap Yeni. Sambil memandangi dan menandai orang-orang yang telah menyiksanya.


Dan terjadilah tragedi berdarah di dalam selnya, di mana satu orang tewas, dan dua orang luka-luka. Seantero penjara seakan gempar akan kejadian yang baru saja terjadi. Dari petugas penjara hingga para tahanan saling membicarakan Yeni.


“ Sepertinya dia kehilangan akal sehatnya,” ucapnya. Seraya memijat dahinya yang sakit.


“ Kau tidak akan tahu bagaimana dia menghabisi nyawa tahanan lain?


“ Apakah begitu mengerikan?” tanyanya.


“ Tentu saja. Bagaimana tidak? Di lantai berceceran banyak darah, bahkan menggenangi tubuh korban sendiri.”


Sudah seharian Yeni berada di ruang isolasi, tak ada tanda-tanda dirinya berontak, bahkan tak ada suara sedikit pun dari dalam.


Semua petugas diminta untuk mengawasi Yeni dengan teliti. Kini Yeni sendiri masuk kategori berbahaya di dalam lapas itu sendiri. Mereka tidak ingin kejadian mengerikan itu terulang lagi.


Penjaga lainnya juga kini mendengar sesuatu.


“ Hahaha…”


“‘uahahaha..” teriaknya


Saat di telusuri suara itu ternyata suara Yeni. Dia tertawa seakan tidak ada yang terjadi padanya. Dia seakan tidak memiliki dosa.


Seorang petugas melihat ke dalam dari sebidang kaca yang transparan yang menghubungkan ruangan isolasi tersebut.


Bukannya suara raungan yang menyesal. Namun, yang ada sebuah gelak tawa yang tiada berhenti. Dia tertawa dengan begitu puasnya.


“ Aku rasa dia sudah tidak waras.”


“ Ya kau benar! Sepertinya dia kehilangan akal sehatnya sekarang.”


Tak ada yang bisa mereka lakukan. Saat ini yang bisa dilakukan hanyalah mengawasi Yeni. Hingga dia benar-benar merenungi kesalahannya di dalam ruang isolasi. Dan menunggu sidang putusan atas tindakan pembunuhan, dan mencoba Pembunuhan pada teman satu selnya.


Kini Yeni mendapatkan bimbimgan dari seorang Psikiater yang di sediakan oleh lapas. Mereka ingin memastikan keadaan ke jiwaan Yeni sekarang. Jika dia terbukti memiliki kelainan, dia akan di pindahkan ke rumah sakit jiwa, bukan lagi berada di lapas.

__ADS_1


Mira Yu beserta suaminya Lian Xia datang untuk mengunjungi putrinya Yeni. Namun, nahas mereka tidak bisa mengunjunginya karena Yeni berada di ruang isolasi.


Mira Yu menelan pil pahit kekecewaannya karena tidak bisa menemui putrinya yang malang itu.


Kedua mata Mira berkaca-kaca, dia begitu terpukul karena tidak bisa membantu putrinya. Lian Xia bahkan tidak bereaksi, ketika kekayaannya telah menghilang dia sangatlah tidak berdaya.


Berbeda dengan Bella dia begitu menikmati hari-harinya bersama anak-anak beserta suaminya. Sejak kepulangannya satu minggu yang lalu, dia semakin dekat dengan kedua putranya maupun kedua orang tua Nelson.


Saat dia menerima kabar apa yang telah terjadi pada Yeni, dia tidak berpikir terlalu banyak. Karena itu sudah menjadi pilihan jalan hidupnya sendiri. Yang jelas dirinya sudah memberikan keringanan pada Yeni. Namun, tidak di pungkiri jika hatinya tetap khawatir padanya.


Di hari yang bahagia ini dirinya tidak ingin memikirkan hal lain.


“ Ibu,” Dion mencoba memanggilnnya.


Saat Bella berbalik dia melihat kedua putranya telah berpakaian formal. Mereka mengenakan setelan Tuxedo, dengan dasi kupu-kupu di lehernya. Semakin menambah kesan yang begitu menawan bagi keduanya. Begitu pula kala melihat Nelson berdiri tegap di atas tangga, pakaian apa pun yang dikenakannya terlihat begitu mewah, mereka terlihat seperti keturunan bangsawan.


“ Apa kau sudah siap?” Tanya Nelson pada Bella.


Bella menganggukkan kepalanya, Nelson menggandeng tangannya berjalan menuju mobil Limosinnya. Roy telah menunggu mereka berdua, dengan cekatan dia membukakan pintu, setelah mereka masuk. Roy memacu mobilnya membelah jalanan di kota Jincheng.


Di sebuah Hotel Bintang Lima, keluarga besar Nelson Hongli telah menunggu. Ya hari ini adalah hari membahagiakan bagi keduanya. Di mana Nelson akan memperkenalkan Bella kepada keluarga besarnya.


“ Apa kau gugup?” tanya Nelson pada Bella.


“ Aku sangat gugup, aku belum pernah bertemu dengan keluarga besarmu,” ucapnya.


Nelson menggenggam tangannya seraya berkata. “ Kau tidak perlu khawatir, walaupun mereka menentangnya mereka tidak akan melawanku,” ujarnya dengan penuh percaya diri.


Bella hanya tersenyum tipis, dia menganggukkan kepalanya.


“ Ibu jangan khawatir, Ayah akan menjaga kita dengan baik,” ujar Dean memberi semangat.


*


*


*


Jangan lupa like, vote dan komen ya guys. Terima kasih. 🙏🥰🫶🙏🌹🌹


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2