ANAK KEMBAR JENIUS

ANAK KEMBAR JENIUS
Bab. 124


__ADS_3

Anita memainkan ponselnya berharap ada pesan masuk dari Bella. Namun, tetap tidak ada. Dengan kesal dia berkata. “ Aah. Mengapa dia tidak memberi kabar padaku? Apa yang sebenarnya telah terjadi?” ucapnya.


Anita merasa sangat cemas karenanya. “ Aish. Mengapa tidak ada kabar juga?”


Anita mencoba menghubungi Bella. Namun, tetap tidak tersambung. Semakin membuat kecemasan yang lebih besar.


“ Bagaimana ini?”Anita mondar-mandir tak karuan di kantornya.


“ Ah. Ini sungguh membuatku gila,” umpatnya.


Anita sangat gelisah, dia benar-benar cemas. Bahkan bawahannya tidak mengerti tentang situasi apa yang sedang di hadapi atasannya.


Berbeda dengan Bella karena telah melewati perjalanan yang cukup panjang dia tertidur di sofa kamar rawat Dean.


Begitu pula dengan Dion, dia tertidur di pangkuan Andre. Nelson hanya memandangnya sayu. Dia juga kelelahan. Namun, dia mencoba untuk tetap terjaga.


Dean terbangun dari tidurnya, menatapnya begitu intens. Dengan suara parau Dean berkata. “ Ayah. Apakah ayah tidak tidur?”


Nelson menghampiri Dean, dia berkata. “ Mengapa kau bangun? Apakah kepalamu sakit?” tanyanya.


Dean menggelengkan kepalanya seraya berkata. “ Tidak ada. Tidak ada yang sakit, ayah,” ungkapnya.


“ Lalu apa yang kau inginkan? Apakah ingin minum?” tanya Nelson.


“ Tidak. Aku hanya ingin ayah tidur. Ayah pasti lelah bukan? Tidurlah bersamaku,” pintanya.


Nelson tersenyum seraya berkata. “ Ayah tidak lelah. Ayah hanya ingin menjagamu,” ucapnya.


Dean berkata. “ Hentikan kebohonganmu ayah. Wajahmu memperlihatkan segalanya.”


Nelson tersenyum seraya berkata. “ Aw… putraku. Bahkan kau bisa memprediksi hanya dengan melihat wajahku saja,” ungkapnya.


Dean hanya tersenyum lembut, tatapannya begitu hangat kala menatap ayahnya Nelson.


Nelson mendekatinya, mengusap puncap kepala Dean, seraya naik ke ranjangnya. “ Apakah seperti ini?” ucapnya lembut.


Dean menganggukkan kepalanya. “ Tidurlah ayah. Kau juga butuh istirahat,” ucapnya.


“ Ayah, apakah ibu baik-baik saja?” tanya Dean.


“ Emm. Ibumu baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir,” ucap Nelson.

__ADS_1


“ Baguslah. Tadinya aku sangat mencemaskannya. Tetapi sekarang aku lega ayah,” ungkap Dean.


“ Baiklah, sekarang kau tidur, ayah akan menemanimu di sini,” ucap Nelson.


Dean perlahan menutup matanya, hingga kemudian dia pun tertidur.


Nelson yang menyadari Dean sudah tertidur pun kembali beranjak meninggalkan Dean di ranjangnya. Dengan perlahan dia turun. Melihat Bella yang tertidur di sofa, Nelson memindahkannya ke ruang sebelah agar dia tidur dengan nyaman.


Dengan lembut Nelson mencium kening istrinya seraya berkata. “ Istirahatlah istriku, kau sudah melewati hari yang panjang,” bisiknya, sebelum dia meninggalkannya.


“ Andre turunkan putraku, dan tidurkanlah dia bersama kakaknya.” Pintan Nelson.


“ Ada yang ingin aku tanyakan. Dan jawablah dengan jujur, dan jelas. Kau tahu bukan? Aku sangat membenci kebohongan,” ucap Nelson dengan dingin.


Andre segera membaringkan Dion di samping Dean.


Semua orang berkumpul. Sedangkan Nelson duduk di sofa. Dia mulai bertanya. “ Apa yang terjadi?”


Evan segera maju untuk menjelaskan situasinya. “ Itu adalah kesalahan kami Presdir, maafkan kami,” ucapnya.


Nelson tidak menerima penjelasan dari Evan. Dia kembali menegaskan pertanyaannya. “ Bukan itu yang ku mau,” ucapnya dengan dingin.


Andre menarik napas beratnya. Dia berkata. “ Jadi begini. Hari itu kami pergi ke Old Quebec. Di sana kami berjalan-jalan bersama. Malamnya kami kembali ke kamar Dean, minum bir seraya bermain game bersama.”


“ Dan saat Oliver menyadari Dean tidak ada di ranjangnya. Dia pun memeriksa kamar mandi,”Andre berhenti bicara sejenak, lalu dia pun melanjutkannya.


“ Dan saat Oliver menemukannya putramu sudah terkapar di lantai, dengan bersimbah darah,” terang Andre.


Wajah Nelson menggelap kala mendengar penjelasan Andre. Semua orang sedikit takut kala menyadari raut wajah Nelson yang begitu menyeramkan, mereka merasakan aura yang begitu kuat, dan juga mengancam dari Nelson.


Mereka bahkan tidak bisa membayangkan apa yang terjadi, mereka hanya bisa bergidik ngeri kala merasakan ancaman yang datang menghampiri.


❤️❤️❤️❤️❤️


Dini hari yang dingin itu hujan turun deras, Bella terbangun kala mendengar suara derasnya hujan.


Bella beranjak dari ranjangnya, saat dia berjalan keluar ruangan, dia menatap Nelson yang tertidur di sofa. Nelson terlihat berantakan. Namun, ketampanannya tidak memudar sama sekali. Di tatapnya lagi kedua putranya yang masih terlelap di ranjang yang sama.


Di satu sisi lainnya ada Evan beserta Andre yang tertidur di bawah.


Bella menghela napasnya. Tersenyum lembut kala mengingat semua orang sangat peduli dengan putranya.

__ADS_1


Bella menatap langit yang masih gelap di depan jendela dengan kaca yang besar sehingga bisa melihat sebagian besar langit, serta pemandangan lainnya.


Bella memejamkan matanya. Merasakan lembutnya angin dingin yang terasa saat membuka kaca jendelanya sedikit.


Rasanya cukup tenang dan menyegarkan baginya. Namun, sedetik kemudian dia di buat kaget oleh kehadiran Nelson yang tiba-tiba saja berada di belakangnya.


“ Apa yang kau lakukan?” ucapnya setengah berteriak. Bella cukup kaget.


Nelson hanya tersenyum lembut seraya menempatkan wajahnya di leher Bella. Dia berkata. “ Rasanya aku merindukan aroma tubuhmu. Wangi rose yang selalu memenuhi ruangan kamar kita,” bisiknya sedikit menggoda Bella.


Bella yang mendengar bisikan suaminya membuat wajahnya merona, dia begitu tersipu di buatnya. “ Mengapa kau menggodaku? Di sini terlalu banyak orang. Aku tidak ingin anak-anak melihat kita seperti ini?” ucapnya.


Nelson hanya berdesis seraya mempererat pelukannya pada Bella. “ Biarkan aku memelukmu sebentar lagi,” bisiknya.


Bella sangat senang kala mendapat pelukan dari Nelson. Namun di sisi lain Bella juga cemas jika anak-anaknya melihat mereka berdua.


“ Lihatlah di bawah ada Andre dan juga Evan. Bagaimana bisa kau melakukan ini?” umpatnya. Seraya menunjuk di mana Andre dan Evan tertidur.


“ Mereka masih terlelap, walaupun mereka bangun. Mereka tidak akan berani membuka mata mereka,” ucap Nelson. Dengan begitu percaya dirinya.


Entah apa yang merasuki Nelson dengan beraninya, dan tanpa memedulikan keadaan sekitar dia mulai melakukan hal yang lebih menantang pada Bella.


Di saat Nelson larut dalam gairah menikmati bibir Bella yang ranum itu, sesaat kemudian Dean terbangun karena tenggorokannya kering.


“ Ayah. Ayah sudah bangun,” ucapnya. Mengagetkan ke dua orang tuanya yang sedang melakukan aktivitas dewasa itu.


Bella yang terkejut segera mendorong Nelson begitu kuat hingga dia terjungkal ke belakang.


“ Aw..” teriak Nelson.


Andre serta Evan yang terbangun karena terkejut akan teriakan Nelson. Mereka ingin melanjutkan kepura-puraan mereka. Namun, tidak bisa. Mereka ingin tertawa kala Nelson di dorong oleh Bella begitu kuatnya. Hingga terjungkal ke belakang. Akan tetapi mereka tidak bisa, karena takut Nelson marah.


Bella yang terkejut mencoba merapikan dirinya, seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa. “Ah. Sayang kau sudah bangun?” tanyanya dengan gugup. Sedangkan Nelson tak diliriknya sama sekali.


Dean mencoba mencerna situasi apa yang terjadi di depannya itu. Sesaat kemudian dia sadar dan berkata. “Ah. Maafkan aku. Aku akan tidur kembali. Silahkan lanjutkan aktivitas kalian,” ucapnya seakan mengejek.


“ Paman, sebaiknya kalian berdua juga kembali memejamkan mata kalian,” pintanya.


Maafkan jika banyak kurangnya, banyak salahnya.🙏


Jangan lupa like, vote dan komen ya guys. Terima kasih. 🙏🥰🫶🌹🌹🌹

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2