ANAK KEMBAR JENIUS

ANAK KEMBAR JENIUS
Bab. 78


__ADS_3

Dua puluh menit berlalu Nelson telah selesai mendonorkan darahnya, perawat menyarankan agar Nelson tetap berbaring, karena jika sudah mendonorkan darah, orang tersebut akan pusing, dan lemas. Namun, Nelson tidak menggubris perkataan perawat. Dia bergegas ke pintu ruang operasi di mana Dean terbaring lemah. Nelson merasa pusing dan lemah, dia hanya terduduk di kursi tunggu bersama Evan, dan juga manajer hotel.


Dua jam telah berlalu, akhirnya lampu operasi telah padam, menandakan operasi telah selesai. Nelson yang sedikit pusing berjalan menghampiri dokter dengan sempoyongan, menanyakan kondisi Dean.


Nelson bertanya, “ Dokter, bagaimana kondisi putraku? Apakah operasinya berjalan dengan baik?”


Dokter pun memjawab. “ Syukurlah operasinya berjalan dengan baik, dan lancar, sehingga nyawanya dapat tertolong, sekarang pasien akan di pindahkan ke ruang ICU untuk perawatan intensif. Sekarang kita hanya mampu berdoa agar pasien bisa melewati masa krisisnya malam ini.”


Nelson yang mendengarnya bagai petir di siang bolong. Begitu menyakitkan kala dokter mengatakan kemungkinan terburuknya. Nelson tidak bisa berpikir jernih lagi. Dia merasa dunianya runtuh seketika.


Nelson menghampiri Evan dia berkata. “ Evan, cari tahu dengan jelas apa yang terjadi pada putraku siang tadi?”


Evan mengerti apa yang harus di lakukan saat ini, mengingat temperamen bosnya yang cukup buruk, dan tanpa ampun.


Dean sudah dipindahkan ke ruang ICU, di sana Nelson hanya mampu melihatnya di balik kaca. Dengan sedikit keberanian Nelson meminta dokter untuk melakukan tes DNA terhadap Dean. Dokter pun menyetujuinya, dokter dan perawat pun mengambil sampel darah Dean dan Nelson untuk di uji sebagai tes DNA. Setelah selesai melakukan tes, dokter memberitahu bahwa dalam beberapa hari lagi hasilnya akan keluar.


Hasil tes DNA itu akan di perlihatkan kepada Bella dan kedua orangtuanya, bahwa kedua putra Bella adalah anak kandungannya.


Sedangkan di perusahaan Bella mendapat banyak hambatan, hari ini bahkan dia lebih banyak mendapat teguran dari pihak atasan yang membuatnya sedikit murung. Mengingat perkataan atasannya yang cukup membuat mentalnya hancur.


“ Apa yang kau lakukan Bella? Apa kau tau bagaimana mengerjakan proyek? Jika kau tidak ingin bekerja, maka berhentilah sekarang, bahkan perusahaan pun tidak menginginkanmu jika kinerjamu seburuk itu!” Teguran dari atasannya membuat Bella hanya mampu menundukkan kepalanya.


Bella hanya bisa meminta maaf atas kesalahannya, “ Maafkan aku, ini memang salahku, aku berharap Anda memaafkan saya .” Hanya kata-kata itu saja yang mampu di lontarkan oleh Bella.


Setelah mendengar ucapan permintaan maaf Bella yang terdengar tulus itu, membuat Atasannya melembut. dan berkata , “ Baiklah karena kulihat kau cukup menyesalinya, aku akan memaafkanmu, jadi kau harus bekerja lebih baik lagi, apa kau mendengarkanku?”

__ADS_1


“ Ah, iya Pak saya mendengarkan Anda!” Dia terperanjat kala Atasannya melembut padanya.


“ Ya sudah, sekarang kau boleh pergi. Tapi ingat perbaiki kinerja kamu.” Atasannya kembali mengingatkan Bella.


Bella menjawab. “ Baik, saya akan bekerja lebih keras lagi.”


Bella keluar dari ruangan Atasannya, wajahnya tidak cukup baik. Lusi yang melihat Bella keluar segera menghampirinya.


Lusi menepuk pundak Bella, dan bertanya. “ Apa yang terjadi? Apakah terjadi sesuatu? Kenapa wajahmu begitu tidak baik?”


“ Aku… seperti kehilangan separuh jiwaku,” Bella berkata seraya meninggalkan Lusi, yang masih termangu kala mencerna perkataan Bella. Setelah Bella pergi Lusi masih tidak mengerti apa yang di ucapkan Bella padanya.


“ Ya.. apa yang kau bicarakan? Bahkan aku tidak mengerti maksudmu!” Lusi sedikit berteriak, seraya berlari kecil mengejar Bella.


Bella hanya menghela napas beratnya, dia berkata. “ Pekerjaan kali ini cukup membuatku kewalahan. Rasanya aku mulai jenuh, dan rasanya aku merindukannya .”


“ Aah, aku lupa, aku belum menceritakan tentang dia padamu ya? Nanti jika waktunya sudah tepat aku akan menceritakan siapa dia.” ucap Bella seraya beranjak pergi ke meja kerjanya meninggalkan Lusi sendirian.


Waktu menunjukkan pukul 15:30 sore, waktunya Bella pulang. Seperti biasanya, saat jam pulang kerja Roy di tugaskan untuk mengantar dan menjemput Bella. Namun, hari ini adalah hari yang buruk bagi Bella. Diluar kantor Mira Yu telah menunggu Bella dengan raut wajah yang marah.


“ Bella, tolong bantulah kakakmu Yeni untuk keluar dari penjara, apa kau tidak kasihan padanya? Walaupun dia kurang ajar, tapi dia adalah kakakmu. Aku mohon Bella bantulah kakakmu.” Mira meminta belas kasih pada Bella seraya menarik lengannya.


Bella berusaha melepaskan diri dari ibu tirinya, seraya berkata, “ Apa yang kau inginkan? Aku bahkan tidak ada hubungannya dengan kalian? Apa yang harus aku akui? Aku bahkan bukan bagian dari kalian!” Seru Bella.


Mira Yu tidak tinggal diam, dengan kasar dia menarik Bella untuk masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


Mira berteriak, seraya berkata. “ Kau harus ikut denganku pulang! Kau harus membereskan kekacauan ini! Gara-gara ulahmu keluargaku hancur!”


Bella mencoba melepaskan dirinya dari genggaman Mira, seraya berkata. “ Lepaskan aku! Anakmu yang harus kau salahkan bukan aku! Kau bilang keluargamu hancur karena diriku? Belasan tahun yang lalu apa yang kau lakukan pada keluargaku? Kau bahkan lebih buruk dari wanita ******! Kau bahkan menghasut ayahku agar mengusirku, sekarang kau ingin membantu putrimu yang seperti wanita ****** itu. Tidak akan pernah! Camkan itu.”


Mira yang kehilangan kesabaranpun dengan kasar menarik rambut Bella, seraya berkata.


“ Siapa yang wanita ******? Bukankah itu adalah ibumu sendiri? Berani-beraninya kau berkata seperti itu.” Tangan kasar itu sudah terangkat akan menampar wajah Bella. Namun, tiba-tiba sebuah tangan menangkap tangan Mira.


Roy menatap Bella seraya berkata. “ Nyonya Anda tidak apa-apa?”


Bella menyadari pria itu adalah Roy sopir pribadi nelson, lalu menjawab. “ Ya, aku tidak apa-apa! Terimakasih Roy.


Roy kemudian berkata pada Mira Yu. “ Apa yang Nyonya lakukan? Tidak seharusnya Anda melayangkan tangan Anda pada Nyonya Bella!”


Dengan marah Mira Yu mencoba melepaskan diri dari cengkeraman Roy seraya memaki. “ Ya. Kau siapa berani-beraninya menyentuhku? Kau tidak tahu siapa aku?”


Roy melirik pada Bella. Namun, Bella menggelengkan kepalanya seraya berkata. “ Biarkan saja dia Roy, ayo kita pergi. Jangan mengurusi orang seperti dia lagi!”


Roy melepaskan Mira Yu, dan memperingatinya. Namun Mira tak kehabisan akal, dia setengah berlari menarik lengan Bella hingga membuatnya terjatuh, telapak tangan dan kulit di kakinya mengalami banyak goresan yang cukup menyakitkan.


“ Nyonya Anda tidak apa-apa? Roy dengan panik bertanya.


Bella sedikit meringis kesakitan dia pun menjawab. “ Ya, aku tidak apa-apa!” Roy mencoba membantu Bella untuk bangkit.


Jangan lupa like. Vote dan komen ya guys. Terima kasih. 🙏🥰🫶🌹🌹

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2