
Linny kembali kekediaman Kenzo dalam keadaan mabuk. Kenzo yang akan berangkat kerja merasa frustrasi dengan perilakunya, walaupun mereka di jodohkan. Namun Kenzo menyimpan sedikit rasa terhadap Linny. Tercium aroma alkohol yang sangat menyengat dari mulutnya. Linny yang terkapar di ruang tamu sedikit membuat hati Kenzo terluka.
Sebenarnya saat Nelson menindasnya ingin rasanya dia membelanya dan menentang. Namun, apalah daya, dia tidak bisa melakukan itu. Dirinya bahkan tidak mampu mengalahkan Nelson dalam hal apa pun, lagi pula kedudukan dirinya lebih rendah dari Nelson.
Kini dia menyesali perbuatannya dulu, seandainya dulu dia tidak tamak akan uang posisi dirinya tak akan tergeser oleh Nelson. Dirinya tidak akan dipandang rendah oleh keluarganya. Kenzo menggosok wajahnya dengan kedua telapak tanganya.
Perlahan dia menghampirinya. Mencoba menepuk pipinya, seraya berkata. “ Istriku kau mabuk lagi? bangunlah,” pintanya. Tetapi istrinya tidak meresponsnya.
Kenzo menghela napas beratnya, dia bersiap untuk menggendongnya tapi terdengar sebuah suara yang membuat sakit telinga. “ Kenzo. Lihatlah istrimu itu! Sudah membuat kekacauan besar bukannya memperbaiki kesalahan malah pergi mabuk-mabukan,” teriaknya.
Kenzo mengalihkan pandangannya pada seorang wanita berusia sekitar 35 tahunan. Ya itu adalah Joana Hongli kakak dari Kenzo sendiri. Dari awal memang dirinya tidak menyetujui pernikahan Kenzo dengan Linny karena dia tahu bahwa Linny sangatlah sulit diatur. Dia sangat keras kepala dan arogan.
Demi menunjang usaha kedua orangtuanya mereka berdua rela melakukan pernikahan bisnis dan merelakan berpisah dengan orang yang mereka cintai.
“ Kenzo ceraikan saja dia, lagi pula keluarganya sudah tidak berguna. Mereka bahkan sudah membuang putrinya, untuk apa kau mempertahankannya? Sebentar lagi Ayah dan Ibu pasti akan memintamu untuk menceraikannya,” ujarnya pada Kenzo yang tengah berdiri menggendong Linny.
Kenzo berkata. “ Berhentilah bicara, apa kakak tidak kasihan padanya? Dia memiliki hari yang begitu berat, istriku terlalu rapuh sekarang. Dirinya sudah tidak memiliki tenaga untuk membalas perkataanmu! Biarkanlah hari ini dia tidur, jangan mengganggunya. Apa kakak mengerti?” ucapnya dengan lantang dan tegas seakan berteriak padanya.
Kenzo meninggalkan kakaknya, dia berjalan menuju kamarnya, membaringkan istrinya perlahan-lahan, dia melepaskan sepatu, mantel serta dengan cekatan dia membantunya untuk berganti pakaian bersih.
Kenzo dengan telaten membasuh wajah serta tubuh istrinya dengan air hangat, di tatapnya lembut wajah cantik Linny, walaupun Linny tidak secantik Bella. Namun dia terbilang cantik.
Perlahan mata Linny terbuka dia menatap Kenzo yang sedang memakaikannya gaun tidur, dia memandangnya dengan penuh arti, Kenzo yang sadar akan istrinya yang bangun pun berkata. “ Kau sudah bangun? Tidurlah lebih lama, aku sudah meminta pelayan untuk membuatkanmu sup penghilang pengar agar kau merasa lebih baik,” ucapnya dengan lembut.
Linny merasa malu sekasar apa pun dirinya pada Kenzo suaminya. Namun, dia tidak pernah berlaku kasar padanya. Suaminya selalu lembut padanya. Tiba-tiba saja Linny terisak, dia berkata dengan lirih. “ Maafkan aku Kenzo, maafkan aku,”
Kenzo hanya tersenyum menanggapi perkataan istrinya. Dia hanya berkata. “ Tidurlah. Aku akan berangkat ke kantor,” ucapnya seraya beranjak pergi.
__ADS_1
Perlahan Linny kembali memejamkan matanya, dia berpikir tentang apa yang di katakan oleh kakak iparnya itu. “ Ah kepalaku sakit,” ucapnya. Seraya memijat dahinya. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya, tidak ingin memikirkannya lagi.
Di sisi lain.
Mira Yu sangat frustrasi, dia ingin mengunjungi putrinya tetapi tidak bisa. Mereka masih menempatkan Yeni di ruang isolasi. Karena sampai sekarang dia tidak menyesali perbuatannya. Yeni akan menjalani sidang untuk kasus pembunuhan yang dilakukannya. Saat ini dia sedang di dampingi oleh seorang Psikiater untuk menunjang kejiwaannya.
Dari pemeriksaan Yeni mengalami gangguan Psikologis. Dan harus segera mendapat perawatan. Sementara Yeni sendiri selalu menyendiri di pojokan ruangan yang gelap. Bahkan dirinya sudah tidak memiliki keinginan untuk melanjutkan hidupnya.
Karena Mario pusat dunianya tidak mau lagi bersamanya, jadi dalam pikirannya tidak ada lagi alasan untuk dirinya melanjutkan hidupnya. Lagi pula dirinya akan membusuk di penjara untuk selamanya.
Yeni memejamkan matanya, dia mengingat ketika dia masih bersama Mario. Dia tersenyum membayangkan segala sesuatu yang pernah terjadi dalam hidupnya sebelum mendekam di penjara.
“ Aku merindukanmu, sangat rindu sekali.”
“ Aku ingin bertemu denganmu, Ibu,” setengah berteriak Yeni memanggil ibunya.
Dua orang penjaga wanita yang mencoba masuk ke dalam tidak bisa berbuat apa pun. Mereka bahkan tidak berkutit kala melawan Yeni.
Yeni terlihat menyeringai kala melihat dua petugas yang sudah tersungkur tak berdaya. Petugas yang babak belur itu mencoba bangkit ingin membuka pintu yang macet. Namun nahas dia pun pingsan sebelum dapat meraih gagang pintu yang tertahan.
“ Ya. Sadarkan dirimu!” Teriak petugas satunya.
Dia yang masih di pukuli Yeni berusaha membantu temannya yang sudah terkapar. Selagi dirinya menahan Yeni yang menggila.
Bug.. petugas yang sedang bertahan itu terhuyung karena menerima tinju dari Yeni.
“ Aww..” teriak petugas.
__ADS_1
Petugas yang menunggu bala bantuan pun mengernyitkan dahi mereka kala mendengar teriakan-teriakan petugas yang berada di dalam sel. Seakan mereka dapat merasakan rasa sakit yang kawan mereka rasakan saat ini. Teriakan demi teriakan memggema di seluruh lorong, terdengar begitu pilu.
Bahkan para tahanan pun mendengar jeritan putus asa dari petugas yang di serang oleh Yeni, begitu mengerikannya. Kepala sipir segera membawa petugas laki-laki untuk menenangkan Yeni.
Setelah melalui perkelahian yang sengit akhirnya para petugas berhasil membekuk Yeni menggunakan suntikan penenang. Mereka tak habis pikir dari mana dia mendapatkan tenaga yang begitu besar. Hingga membuat petugas laki-laki juga kewalahan menanganinya.
Setelah mengalami tragedi berdarah. Petugas yang ikut andil dalam baku hantam dengan Yeni segera di larikan ke rumah sakit. Keduanya mengalami luka cukup parah, wajah keduanya babak belur karena di hajar oleh Yeni.
Petugas penjara tidak ingin mengambil resiko lagi, melihat korban yang terluka cukup parah. Kepala sipir berpikir untuk lebih serius menangani kasusnya, yang semakin runyam. Hukuman demi hukuman telah menantinya.
Di ruang isolasi tubuh Yeni di pakaikan baju khusus sehingga dia tidak bisa bergerak dengan bebas. Yeni yang tidak sadarkan diri, tidak sadar bahwa dirinya dalam keadaan terikat. Dia masih terlelap dalam tidurnya.
Sedetik kemudian dia terbangun, dan mendapati tubuhnya tidak dapat bergerak dengan leluasa, dia berteriak. “ Aaahhhh… lepaskan aku, lepaskan aku!”
“ Ibu tolong kau, ibu…” teriaknya dengan begitu gila, tubuhnya meronta-ronta. Namun itu hanya sia-sia.
Tak ada yang bisa di lakukannya setelah tragedi itu petugas semakin memperketat pengawasannya pada Yeni. Karena tidak ingin hal yang mengerikan seperti itu terjadi lagi di kemudian hari.
*
*
*
Jangan lupa like, vote dan komen ya guys. Terima kasih. 🙏🥰🫶🌹🌹🌹
Bersambung
__ADS_1