ANAK KEMBAR JENIUS

ANAK KEMBAR JENIUS
Bab. 56


__ADS_3

“ Kau yang membuat masalah, seharusnya kau yang menyelesaikan ini! Bahkan keluargaku terseret ke dalamnya karena ulahmu,” baru kali ini Yeni melihat Mario yang biasanya lembut, kini dirinya diselimuti amarah.


“ Maafkan aku suamiku, aku bersalah tapi tolong bantu aku,” Yeni terus memohon pada Mario.


“ Aku akan mencoba mencari jalan, jadi jangan membuat masalah lagi.” Tegas Mario.


Setelah melalui banyak pertimbangan akhirnya Mario memutuskan untuk mengunjungi anak yang terluka karena Yeni, dia membeli beberapa buah tangan untuk untuk anak itu, dengan memberanikan diri Mario dan Yeni melajukan mobilnya menuju rumah sakit tempat Dean di rawat.


Di kamar pasien Dean sedikit mengeluh karena dia tidak bisa keluar hari ini, dan perlu beberapa hari lagi sebelum diperbolehkan keluar rumah sakit.


Dean bahkan tidak berbicara pada Bella, Dean beranjak pergi dari ke kamarnya dia ingin menghirup udara segar di luar. Ketika dia berjalan tiba-tiba saja Dean merasakan sakit yang teramat sakit di kepalanya, dia berhenti sejenak tapi dia akhirnya tersungkur ke lantai. Bella yang melihatnya berteriak.


“ Dean, apa yang terjadi? Bagian mana yang sakit? Dean… Dean…” Bella berteriak seraya menangis memeluk Dean yang meringkuk kesakitan.


Nelson segera berlari menghampiri Bella yang menangis seraya memeluk Dean. “ Apa yang terjadi? Dean.. Dean..” Nelson memanggil Dean,seraya menepuk-nepuk pipi Dean namun tidak ada reaksi.


Nelson segera membawa Dean ke tempat tidurnya, dia segera menekan tombol di dalam kamar dengan segera perawat dan dokter berdatangan termasuk dokter Kevin pun ada.


Mereka segera memeriksa keadaan Dean, dokter Kevin menyarankan agar Dean melakukan Ct.Scan untuk melihat kembali keadaan kepalanya. Dokter Kevin meminta Nelson untuk ke ruangannya untuk berbicara mengenai kondisi Dean.


“ Sepertinya kita harus melakukan Ct-Scan kembali, kami takut jika otak Dean terkena dampak akibat benturan kemarin. Walaupun kemarin baik-baik saja, tapi hari ini dia menunjukkan gejala sedikit parah dari sebelumnya.” Dokter Kevin sedikit khawatir dengan kondisi Dean.


“ Lakukan apa yang kau bisa, berikan perawatan yang terbaik untuk putraku,” seru Nelson.


“ Tuan muda, apakah ibunya sudah mengetahui keadaan Dean?


“ Tidak, dia belum tahu penyakit Dean, Dean tidak ingin ibunya tahu, Dean khawatir ibunya akan sedih dan khawatir,” ucap Nelson sambil menundukkan kepalanya.


“ Sebaiknya nona Bella diberi tahu keadaan Dean, kita tidak tahu kondisi Dean akan seperti apa ke depannya? Dean seperti bom waktu yang bisa kapan saja meledak, kita berdoa saja semoga pengobatannya berhasil,” ucap dokter Kevin pada Nelson.


“ Jika waktunya sudah tepat mungkin aku akan memberitahu Bella,” jawab Nelson seraya bangkit meninggalkan ruangan dokter Kevin.

__ADS_1


Nelson sedikit limbung ketika keluar dari ruangan dokter Kevin, dalam benaknya.


“ Kenapa harus Dean? Dia bahkan baru memulai hidupnya, sekarang dia harus menghadapi rasa sakit sepanjang hidupnya.”


“ Nelson..” Bella memanggil namanya.


Nelson tersadar dari lamunannya dan menghampiri Bella dia berkata. “ Ada apa? Bagaimana kondisi Dean? Tanya Nelson.


“ Dia sudah stabil, dan baru saja kembali ke kamarnya setelah melakukan Ct-Scan.” ucap Bella.


Bella terlihat sedikit berantakan matanya sembab karena menangis, Nelson memeluk Bella dan menenangkannya, kemudian berkata. “ Semuanya akan baik-baik saja.”


Bella dan Nelson kembali ke kamar Dean. Mereka melihat Dean sudah kembali tertidur dan merasa sedikit lega karenanya.


Tok… tok… tok..


Seorang perawat mengetuk pintu kamar Dean. “ Permisi… tuan Anda di tunggu dokter yang akan membacakan hasil Ct-Scan di ruangannya,” ucap perawat.


“ Aku akan pergi sebentar, tunggulah. Aku akan segera kembali.”


Bella sebenarnya ingin ikut, namun jika dia ikut tidak ada yang menjaga Dean kala Dean terbangun.


Kembali ke Mario dan Yeni.


Mario dan Yeni telah sampai dirumah sakit. Setelah memarkirkan mobil mereka memasuki area rumah sakit.


Mario menuju meja resepsionis dia bertanya pada perawat jaga, “ Kamar pasien yang bernama Dean Xia di sebelah mana?” Setelah mendapat penjelasan dari perawat jaga dia menuju kamar VVIP di mana Dean berada.


Belum lama Mario dan Yeni berjalan dia melihat tuan muda Hongli sedang mengikuti seorang perawat di depannya. Yeni yang melihat Nelson tiba-tiba berhenti, Yeni sedikit gemetar kala melihat Nelson, dia sangat takut jika berhadapan dengannya.


Mario yang melihat gelagat istrinya itu berpikir bahwa masalahnya bahkan lebih serius dari yang dipikirkannya. Di koridor rumah sakit terlihat Dion sedang berjalan bersama Nyonya Hongli, mereka berjalan menuju kamar Dean.

__ADS_1


Yeni yang melihat Dion mengira dia adalah Dean, anak yang terluka kemarin, tapi saat dia melihatnya berjalan di koridor dia baik-baik saja tanpa terluka sedikit pun, Yeni langsung menghampiri Dion dan memakinya.


“ Ya… kali ini kau tertangkap olehku, berani-beraninya kau membohongi kami dan membuat kami sengsara,” seraya menarik lengan Dion.


“ Apa yang kau lakukan bibi? Aku bahkan tidak mengenalmu, apakah kita pernah bertemu? Ucap Dion dengan sopan namun sedikit kebingungan.


Dengan tiba-tiba Yeni menarik telinga Dion dengan secara kasar, Nyonya Hongli melihat Dion mengaduh kesakitan karena telinganya di tarik, langsung menghampiri Yeni dan setengah berteriak karena marah.


“ Apa yang kau lakukan? Lepaskan dia! teriaknya.


“ Ada apa? Ini bukan urusanmu, lagi pula anak ini adalah keponakanku, jadi aku bisa melakukan apa pun dengan anak ini,” seru Yeni.


“ Anak ini adalah cuculu, tentu saja ini urusanku, Dion apa kau mengenal wanita ini nak?” Tanya Nyonya Hongli pada Dion.


“ Tidak nenek, bahkan aku baru hari ini bertemu dengannya,” ucap Dion yang kesakitan.


“ Lepaskan aku, ini sangat menyakitkan,” ungkapnya.


“ Baiklah ini termasuk tindak kekerasan, sebaiknya kau melepaskannya,” teriak Nyonya Hongli.


Namun Yeni tidak bergeming bahkan dia semakin kuat menarik telinga Dion dan mengatakan bahwa Dion sudah berbohong dan membuat perusahaan keluarganya hampir bangkrut.


Dion merasa kesakitan, dia pun akhirnya menginjak kaki Yeni hingga terlepas darinya, Yeni yang kesakitan pun memaki Dion.


“ Dasar kau anak sialan,” seraya mendorong Dion hingga terjatuh, bahkan kepala Dion membentur tiang penyangga hingga warna kulitnya yang putih itu terlihat memar.


Nyonya Hongli sangat murka, dia ingin sekali merobek-robek mulut Yeni.


Mario yang tidak menyadari Yeni tidak ada di sampingnya menoleh, dan mendapati Yeni sedang beradu mulut dengan seorang wanita tua. Mario segera menghampiri mereka dia bertanya.


“ Apa yang terjadi di sini?

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, komen, dan hadiahnya ya guys. Terima kasih. 🙏🥰🫶🌹🌹


Bersambung


__ADS_2