
Nelson menganggukkan kepalanya seraya berkata. “ Tidurlah Ayah akan bangunkan saat makan malam sudah siap,” ucapnya.
Dean memaksakan sedikit senyuman pada Nelson menandakan bahwa dia baik-baik saja.
Nelson meminta selimut dan bantal untuk Dean pada seorang pelayan. “ Tolong ambilkan satu selimut, dan juga bantal,” ucapnya.
Nelson memasangkan bantal di kepala Dean dan memakaikannya selimut. Nelson merasa wajah Dean terlihat sangat pucat.
kenapa dia baru menyadarinya? Nelson meninggalkan Dean yang sedang tertidur meminta seorang pelayan untuk menemani Dean. Sedangkan Nelson sendiri menemani Dion bermain game, dan rubik.
Nelson merasa sangat bahagia, hingga sebuah teriakan menghancurkan momen indah itu. “ Tuan. Tuan muda…” teriakan seorang pelayan itu menggema di seluruh mansion, semua orang berlarian menuju ruang ke ruang tamu.
__ADS_1
Nelson yang berlari tergopoh-gopoh seketika hatinya hancur melihat Dean yang meringis kesakitan tanpa suara, Dion yang melihat Dean ikut menangis, dia tidak tahu apa yang terjadi pada saudaranya?
Dia menjadi panik, Dion mencari-cari di mana ransel milik kakaknya, sedangkan Nelson berusaha menenangkan Dean dia memeluk Dean dengan segenap jiwa dan raganya.
Nelson memerintahkan kepala pelayan untuk menghubungi dokter keluarga Hongli untuk segera datang. Melihat Dean seperti itu sangat menderita, Dean berkata dengan lirih, “ Ayah tolong ambilkan obat di botol kecil warna putih,” Nelson yang mendengarnya segera mencari obat yang disebutkan itu.
Betapa terkejutnya Nelson ketika membuka isi tas anak itu, ada beberapa obat yang tersedia di dalam tasnya, dia dengan gemetar memberikan dua butir obat pereda nyeri. Walau efeknya hanya sebentar tetapi setidaknya bisa mengurangi rasa sakitnya, Dion yang menangis sudah berhenti.
Nelson menghampiri Dion seraya berkata. “ Kakakmu baik-baik saja, paman akan berusaha mengobati dan menyembuhkan sakitnya. Jadi kau tidak perlu khawatir lagi, tunggulah di sini, ayah akan memindahkan Dean ke kamar,” ucapnya dengan suara sedikit bergetar.
Nelson tidak menanggapi ocehannya, dia segera meminta dokter Kevin untuk memeriksa keadaan Dean. Dokter Kevin memeriksa Dean dengan seksama dan menanyakan bagaimana gejalanya?
__ADS_1
Nelson menjelaskan bahwa beberapa saat yang lalu dia mengalami sakit kepala yang luar biasa pada dokter Kevin, Dean di berikan cairan infus, dan beberapa obat pereda nyeri.
Dokter Kevin bahkan menyarankan untuk melakukan pemindaian Ct-Scan dan cek darah jika gejalanya semakin parah di pagi hari, Nelson merasa hatinya hancur seketika bagaimana bisa anak itu melewati rasa sakit yang luar biasa? Bahkan dia menahannya tanpa suara.
Dokter Kevin menepuk pundak Nelson seraya berkata. “ Apakah dia putramu?”
Nelson menggelengkan kepalanya, melihat reaksi Nelson, dokter Kevin pun mengerti, dia pamit pergi dan berpesan. “ Jagalah dia, jangan biarkan dia sendirian. Kita tidak tahu dia akan seperti itu lagi kapan?
Nelson hanya menganggukkan kepalanya. Nelson menatap wajah Dean yang pucat pasi, dia membelai rambut Dean dengan lembut.
Dion yang sudah membersihkan diri sedang menunggu di luar. Nelson memanggilnya meminta Dion agar bersama Dean. Nelson juga menjaganya semalaman. Entah mengapa Nelson merasa sedih kala melihat Dean dan Dion, dia merasa ada ikatan batin diantara mereka.
__ADS_1
Dukung denga cara; like, vote, komen ya guys. Terima kasih.🙏🥰🫶🌹
Bersambung