ANAK KEMBAR JENIUS

ANAK KEMBAR JENIUS
Bab. 33


__ADS_3

Evan pun memberikan kabar bahwa kedua anak itu sedang berada di dalam kafe.


Drrrttt… drrrttt… drrrttt… ponsel Nelson bergetar. “ Presdir. Anak yang presdir cari-cari ternyata ada di sini,” bunyi pesan dari Evan.


Nelson yang mendapat kabar pun segera masuk ke dalam kafe menghampiri Evan. Menanyakan di mana mereka duduk.


“ Di mana mereka?” tanya Nelson.


Evan menunjukkan di mana anak kembar itu berada. “ Di sana presdir,” ucapnya.


Dean dan Dion sedang menyantap kudapan manis, saat di hampiri oleh Nelson. Mereka berdua sepertinya sedang berdiskusi sesuatu.


“ Dean, Dion apa kabar?” Ucap Nelson.


“ Hmmm.. kami berdua baik,” seraya Dion menengadahkan kepalanya melihat siapa yang datang menghampiri mereka berdua.


Ketika sepasang manik itu menampilkan pesonanya, Dion dengan girang memeluk Nelson dan berkata. “ Aku sangat merindukan paman, ucapnya.


“ Paman juga sangat merindukan kalian, Dean bagaimana denganmu? Apakah kau tidak merindukan paman?” Ucap Nelson.

__ADS_1


“ Tidak..” dengan tegas Dean memberikan jawabannya.


“ Apakah kalian senggang? Bagaimana kalau kalian datang ke rumah paman, bermain di rumah paman?” Pinta Nelson.


“ Ibu kami tidak membiarkan kami untuk ikut dengan sembarang orang.”


“ Ibu bilang banyak orang jahat yang berkeliaran,” ucapnya


Evan yang mendengar pun sedikit tersenyum, Evan berpikir jika kedua anak ini memandang Nelson sebagai penjahat.


Nelson pun memberi sedikit pengertian kepada Dean dan Dion bahwa dia bukanlah orang jahat.


Akhirnya Dion pun menyetujuinya, Dean yang tadinya tidak setuju pun akhirnya setuju untuk berkunjung ke rumah Nelson.


“ Ayolah. Aku mohon padamu. Untuk pergi ke rumah paman, ini adalah hari ulang tahunku. Jadi biarkan aku sekali ini saja,” mohonnya, karena Dion memohon di hari ulang tahun mereka, Dean pun mengalah.


Nelson bergegas menghubungi kepala pelayan di rumah untuk menyiapkan makan malam dan kudapan.


“ Aku ingin kau menyiapkan makanan, serta kudapan. Karena akan ada tamu dua orang ke rumah,” pintanya ke orang yang berada di seberang telepon.

__ADS_1


Kepala pelayan merasa heran, tidak biasanya tuan mudanya membawa tamu ke rumahnya.


Evan mendengarkan percakapan mereka, Evan mengingatkan Nelson bahwa sore ini akan ada janji temu bersama kolega bisnis untuk membahas proyek Hongli konstruksi, namun Nelson meminta Evan untuk mengancel semua jadwalnya dari sore hingga malam hanya untuk bersama kedua anak kembar itu.


Dean dan Dion membereskan meja yang di tempatinya, menyusun piring dan gelas kotor agar tidak terlihat berantakan saat di tinggalkan.


Mereka memasukkan barang-barangnya dan bergegas mengikuti Nelson menuju kediamannya. Nelson tersenyum, betapa bangganya dia melihat didikan orangtuanya, mereka sedari kecil sudah disiplin.


Setelah berkendara selama satu jam mereka pun tiba di mansion milik Nelson Hongli yang berada di kawasan elit di Jincheng, mereka melihat sekelilingnya mereka sangat kagum, paman yang ada di sampingnya ini adalah orang yang sangat kaya raya.


Bahkan rumahnya sangat besar, sebelum masuk ke rumah ada area taman yang sangat besar, di bagian depan di penuhi dengan bunga-bunga dan pohon pinus yang besar, Dion sangat antusias.


Berbeda dengan Dean yang pembawaannya sangat tenang, dia tidak banyak bicara.


Setelah sampai di depan rumah mereka turun dari mobil dan di sambut oleh para pelayan rumah, para pelayan pun terheran-heran dan bertanya-tanya, “siapa kedua anak kecil itu?”


Jangan lupa; Like, vote, dan komen ya guys. Terima kasih. 🙏🥰🫶🌹


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2