
Tidak terasa, tiga hari lagi adalah pernikahan Tania dan Kevi . Momen sakral keduanya entah kenapa terasa sangat cepat datang untuk Tania. Rasanya ia ingin mengundur waktu agar hari itu tidak akan pernah datang.
Meskipun harus ia akui bahwa pesta yang telah disiapkan Kevin untuknya merupakan pesta impiannya. Setiap detail dalam pestanya merupakan point-point yang pernah masuk dalam daftar bagaimana pesta pernikahan impiannya kelak. Kecuali mempelai prianya tentu saja.
Hari ini Tania diminta untuk pergi ke salon untuk melakukan perawatan pengantin. Ambar dengan sengaja menjemputnya untuk melakukan ritual itu. Nenek Kevin ini bahkan terlihat lebih bersemangat dibanding dengan siapapun.
Beberapa kali Ambar mengajak Tania pergi bersama untuk mempersiapkan kebutuhan pernikahan mereka. Ambar merupakan sosok nenek mertua ideal. Tidak muluk, tidak pelit, tidak cerewet, dan tidak suka mengatur. Ia lebih berperan sebagai teman Tania dibandingkan dengan menggantikan sosok ibu mertua.
Saat ini keduanya sedang melakukan meni-pedi di salon langganan nenek Ambar. Keduanya berada di dalam ruangan VIP yang hanya ada mereka berdua di dalamnya.
“Sayang, apakah kamu dan Kevin sudah merencanakan berapa anak yang akan kalian miliki nanti?”
"Uhuk uhuk!" Pertanyaan Ambar membuat Tania tersedak. Sontak saja hal itu membuat Ambar merasa khawatir dan segera berdiri menghampiri Tania. Menepuk bahunya pelan.
“Ada apa sayang?” Tanya nenek Ambar khawatir.
“Tidak apa-apa nek. Nenek tenang saja. Aku hanya tersedak.” Alasan macam apa itu. Semua orang juga tahu jika yang barusan itu adalah dirinya tersedak.
Di dalam hati, sebenarnya Ambar ingin tertawa. Ia sudah menduga reaksi calon cucu menantunya diberi pertanyaan seperti itu. Gadis sepolos Tania tidak akan nyaman dengan pertanyaa seperti itu. Dulu, dia juga pernah merasakan hal yang sama. Jadi saat ia melihat Tania hari ini, ia semakin merasa senang.
Pernikahan kontrak yang akan dijalani gadis cantik itu dan cucunya sudah ia ketahui sejak awal. Dan ia tidak akan membiarkan pernikahan yang diikat dengan ikatan suci akan berakhir sebatas kontrak.
Kisah masa lalunya yang tak jauh beda dengan Tania membuatnya mengerti lebih banyak dibanding siapapun. Maka dari itu ia memiliki misi bersama sang suami untuk mempersatukan dua orang yang seperti mengulang sejarahnya saja.
Ambar segera kembali duduk setelah memastikan Tanua kembali tenang. Namun jangan berpikir ia akan berhenti sampai di situ. Ia masih memiliki banyak trik untuk menggoda calon pengantin wanita cucunya.
Setelah ia duduk dengan tenang, ia melirik Tania yang kembali asik membolak balikkan majalah di tangannya.
“Kalau boleh minta, nenek dan kakek mau kalian nanti memberi kami tiga orang cicit. Kamu tidak keberatan kan?” ucapnya lagi dengan santai.
“Uhuk uhuk. Maaf nek.” Tania terbatuk parah sekali lagi.
Ambar menahan tawanya. Sebaliknya ia memasang wajah kecewa.
“Jadi kamu tidak mau memberi nenek tiga cicit?” katanya dengan sendu.
“Emm bukan begitu nek. Tapi...” Tania tidak melanjutkan perkataannya. Ia tidak mungkin kan berkata jika ia dan Kevin menikah hanya sebatas kontrak. Tidak mungkin menghasilkan cicit untuk nenek Ambar. Kata Reina, untuk 'membuat anak' dibutuhkan dua orang yang saling mencintai. Sedangkan dia dan Kevin sama-sama tidak memiliki cinta satu sama lainnya, jadi darimana datangnya cucu nantinya?
“Baguslah. Aku yakin dengan bibit dari mu yang cantik dan Kevin yang tampan, kalian akan memberikan nenek tua ini cicit-cicit yang lucu-lucu dan menggemaskan. Ah tidak sabarnya dipanggil nenek buyut.” wajah Nenek Ambar sangat bahagia. Ia menepuk kedua tangannya di udara dan menghasilkan bunyi plok plok ringan yang renyah.
__ADS_1
Yah. Meskipun sudah berstatus sebagai nenek dari seorang Kevin yang berusia dua puluh enam tahun, Ambar sebenarnya masih cukup muda. Dulu saat ia menikah dengan Kakek Senopati, dirinya masih berusia tujuh belas tahun. Dan di umur yang baru menginjak sembilan belas tahun, dirinya telah melahirkan putra pertama mereka yang merupakan papa dari Kevin. Jadi saat ini umurnya masih sekitar enam puluh tahunan.
Tapi jangan salah, dengan perawatan yang baik dan pola makan yang diawasi langsung oleh ahli gizi keluarga, baik nenek Ambar maupun kakek Senopati tetap terlihat muda dan segar. Seperti sepuluh tahun lebih muda. Ehehehe.
Mendengar pernyataan Nenek Ambar. Tanua menelan ludahnya kasar. Ia takut dirinya akan mengecewakan nenek yang sangat baik padanya itu.
Nenek Ambar sengaja menarik ulur perasaan Tania. Ia ingin gadis itu merasa bersalah padanya dan dengan perlahan akan mengubah pendiriannya tentang konsep pernikahan yang ia tempuh. Dengan menyentuh titik kelemahan wanita, dia harus memanfaatkan setiap keadaan yang menguntungkan.
Sekarang, dilihatnya gadis yang sebentar lagi akan tinggal satu atap dengannya sedang merenung. Dia merasa puas. Semua ini memang pasti akan sangat berat. Tapi ia yakin semua akan baik-baik saja.
Sebagai seorang wanita, tentu saja nenek Ambar tidak akan membiarkan pernikahan kontrak yang sedang ramai diceritakan dalam novel berkembang dalam kehidupan cucunya. Meskipun kebanyakan akhirnya akan indah seperti apa yang pernah ia alami, namun semua tetap butuh perjuangan. Demikian pula dengan kisah pernikahan Kevin dan Tania yang pastinya akan penuh perjuangan pula, dan nenek Ambar bertekad akan mendampingi mereka mendapat kebahagiaan.
Setelah hampir tiga jam menjalani perawatan, keduanya selesai. Nenek Ambar mengajak Tania untuk makan siang di restoran milik keluarganya.
Duduk dengan tenang setelah memesan makanan, nenek Ambar diam-diam mengawasi keadaan. Ia memindai suasana hati Tania saat ini. Ia rasa lebih baik tidak mengacaukan hati gadis itu, akhirnya ia memilih waktu setelah malan untuk melancarkan aksi selanjutnya. (Hati-hati Tania, jebakan Batman menunggumu!)
“Sayang, boleh nenek bertanya?”
“Ada apa Nek?” tanya Tania ramah.
“Sini mendekat.” Pinta Nenek Ambar. Sepertinya apa yang akan dibicarakan begitu rahasia. Padahal tanpa Tania mendekat pun, tidak akan ada yang menguping karena mereka berada di dalam ruang VIP yang tentunya kedap suara.
Dan dengan patuhnya Tania mendekat ke arah nenek Ambar. Sedikit menundukkan tubuhnya agar calon nenek mertuanya mudah untuk membisikkan hal yang dimaksud.
Nenek Ambar yang melihat Tania yang pengertian bahwa dirinya lebih pendek dari gadis ini pun tersenyum. Memang kenyataannya jika Tanua tidak menunduk, ia tidak akan sampai untuk sekedar berbisik.
“Apakah hubungan kalian sudah sampai di atas ranjang?” pertanyaan absurd nenek Ambar membuat Tania melotot.
Menahan tawanya sekuat tenaga, nenek Ambar segera melanjutkan ucapannya.
“Maksud nenek yang seperti ini.” Nenek Ambar mematukkan ujung telunjuk tangan kanan dan kiri berulang kali dengan senyum malu-malu yang ia buat-buat.
Sontak saja hal itu membuat Tanua terbatuk-batuk. Pikirannya mendadak traveling. Tania jelas tahu maksudnya, tapi belum pernah satu kalipun ia membayangkannya. Ini terlalu memalukan untuknya.
“Nenek tahu pergaulan anak zaman sekarang. Mereka banyak yang tidak sabaran menunggu kata sah terucap. Nenek tidak masalah kok.” Siapapun yang mendengar, ucapan Nenek Ambar seperti penuh pengertian. Padahal ia berniat menggoda Tania. Sekaligus perlahan-lahan menanamkan pikiran mesum ke dalam otak polos gadis itu. Hah! Tania mendapatkan calon mertua yang somplak.
“ Tidak nek. Kami belum pernah malakukannya.” Jawab Tania dengan panik. Ia merasa harus segera meluruskan pemikiran bengkok sang nenek tentang dirinya dan Kevin.
“Oh belum ya. Tenang saja. Kamu berada di di bawah asuhan tangan yang tepat.” ucapnya sedikit kecewa. Tapi kemudian berbinar bahagia. Bukan karena lega karena keduanya tidak menjalani pergaulan bebas, tetapi ia senang karena misinya akan berjalan lancar.
__ADS_1
Inilah sebenarnya yang ditunggu nenek Ambar. Tania sudah terpancing. Jelas Nenek Ambar tahu bahwa keduanya belum pernah melakukannya. Yang ia ketahui adalah keduanya pernah berciuman, itupun dengan tidak disengaja.
Nenek Ambar mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Sesuatu yang membuat Tania merasa ngeri.
Apa ya yang dibawa nenek Ambar?
*
*
*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_10🍁
Terima kasih sudah mampir 😍
Like, VOTE, rate dan komentar nya akoh tunggu...🤗
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya
***
...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...
...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...
...🍃Malam Ke Tiga belas🍃...
...🌸Pada malam ke Tiga belas, ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari keburukan apapun🌸...
...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...
...Salam sayang 😘...
__ADS_1
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...