Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 12. Pernikahan Yang...


__ADS_3

Pernikahan merupakan momen yang selalu dinanti setiap insan dalam hidupnya. Sebagai seorang gadis , Tania juga sering memimpikan pernikahannyanya. Apalagi Tania memiliki mimpi untuk menikah dalam seumur hidupnya. Meskipun pada akhirnya ia akan bercerai dnegan Kevin setelah satu tahun, ia tidak yakin jika dia akan bisa menerima hubungan yang baru lagi nantinya. Jadi, Pernikahan kali ini harus sempurna apapun masalahnya.


Andai ia bisa memutar waktu, ia tidak akan mencoba memprovokasi mantan teman SMA nya itu meskipun dia sangat ingin hingga semuanya jadi seperti ini. Namun semuanya sudah terlambat. Sekuat apapun ia berusaha, ia tidak akan mengembalikan keadaan seperti sedia kala.


Dan sekarang, yang bisa ia lakukan hanyalah menerima pernikahan ini dengan lapang dada. Juga berharap untuk kebaikan di masa depan. Hah. Setidaknya ini hanya akan bertahan satu tahun dan setelah itu ia akan bebas menentukan jalan hidupnya sendiri.


Meskipun pernikahannya tidak sama dengan pernikahan yang selama ini ia bayangkan, ia tetap ingin menjadikan momen ini menjadi momen yang indah yang tak akan dia lupakan.


Dengan kebaya putih yang ia rancang sendiri, ia tampak begitu mempesona. MUA yang disewa juga telah melakukan tugasnya dengan sangat baik. Wajah ayu Tania sekarang bertambah memukau. Tampak anggun dan agung. Wajah tengil yang biasanya ia tampilkan kini telah lenyap digantikan wajah dewasanya yang menawan.


Dipandanginya pantulan dirinya di dalam cermin meja rias di AB Hotel tempat berlangsungnya acara. Beberapa kali ia mendesah, berusaha meyakinkan hati dan membulatkan tekad.


Ia kembali mengingat kata-kata nenek Ambar beberapa waktu lalu saat ia baru saja akan dirias.


Flash Back On...


Nenek Ambar masuk ke dalam kamar dengan wajah serius yang baru kali ini dilihat Tania. Kemudian ia meminta semua orang yang ada di ruangan itu meninggalkan ia dan calon cucu menantunya.


“Ada apa nenek? Sepertinya ada yang begitu serius.” Tanya Tania saat melihat nenek Ambar hanya diam setelah beberapa waktu dan hanya memandang ke arahnya.


“Dengarkan nenek baik-baik sayang. Mungkin kamu belum sepenuhnya mengenal Kevin. Meskipun dia terlihat dingin dan kaku, sebenarnya ia adalah pribadi hangat dan penyayang.” nenek Ambar memegang tangannya dengan lembut.


“Mengapa nenek tiba-tiba mengatakan semua ini?” tanya Tania heran.


“Sayang, nenek ingin meminta padamu untuk bersabar menghadapi sikap Kevin yang mungkin akan terasa menyebalkan untukmu. Tapi Nenek yakin kamu pasti akan berhasil mendapatkan hatinya, nenek percaya itu.”


“Nenek...”


“Nenek percaya padamu sayang. Aku yakin kalian akan saling mencintai suatu saat nanti.” Nenek Ambar memotong ucapan Tania sambil menepuk bahu calon istri cucunya itu. Kemudian dengan senyum yang hangat ia meninggalkan Tania di dalam kamar rias itu dengan perasaan yang galau.


Nenek Ambar kembali menarik ulur hatinya. Membuat Tania hanyut dalam rasa bersalahnya pada nenek tua itu. Semua ini memang bukan keinginannya, namun semua ini terjadi juga karena ulahnya.


Flash Back Off...


Ia tidak bisa berbuat apa-apa dan juga tidak bisa melakukan apa-apa. Yang hanya bisa ia lakukan adalah menyerahkan sepenuhnya semua urusan kepada Tuhan yang telah memilihkan jalan ini untuknya.


“Tuhan, jika ini memang jalan yang telah Engkau persiapkan untuk hambaMu ini. Aku mohon permudahkanlah jalan ini di masa depan.” Gumamnya dalam hati.


Tania terperanjat saat seseorang menepuk bahunya. Ia melihat mamanya berdiri disampingnya sebelum memutar tubuh sang putri menghadap ke arahnya.


“Mama tidak menyangka momen ini akhirnya tiba. Putri kecil mama ternyata tumbuh dengan cepat dan sangat cantik.” Pujian sang mama membuat Tania merasa malu. Ia terbiasa dipuji sebagai gadis yang cantik oleh banyak orang, namun dengan penampilannya hari ini yang ia rasa adalah tampilan terbaiknya tidak bisa ia abaikan begitu saja.

__ADS_1


Aura kecantikan yang terpancar dari dalam diri Tania memang menguar dengan menakjubkan. Membuat calon pengantin ini terlihat sangat cantik.


“Apakah putri mama ini merasa gugup?” tanya Tari saat ia mendapati Tania tengah merona.


Mendengar ucapan sang mama, Tania baru menyadari bahwa sebentar lagi ia akan menjadi seorang istri dari seorang Kevin Axmala Abraham yang notabene adalah mantan teman yang paling ia benci.


Tania tersenyum kecut menyadari hal ini. Namun tidak ia pungkiri bahwa ia memang sedang gugup. Telapak tangannya terasa dingin dari waktu ke waktu.


“Tania sayang, akan normal jika kamu merasa gugup. Ini adalah momen penting untuk seorang gadis.” Tari memegang pundak putrinya sebelum mengeluarkan kalimat-kalimat nasihat yang panjang yang semakin lama semakin membuat Tania mengantuk.


Pada tahap ini, Tania merasa sedang disiksa. Segala hal penting mengenai pernikahan diucapkan oleh sang mama, jika saja ini adalah pernikahan yang normal, mungkin ia akan dengan senang hati memperhatikan dan mengukirnya di dalam hati. Namun karena pernikahan yang akan ia lakukan ini jauh dari kriteria pernikahan pada umumnya, semua yang diucapkan Tari dalam waktu yang lama itu hanya mampir sebentar di kepalanya sebelum keluar dari telinga sampingnya.


“Kamu mengerti sayang?” Tania tersadar dari lamunannya. Ia hanya mengangguk menanggapi. Padahal jelas tak satupun yang tertinggal di otak cantiknya.


🐾🐾🐾


Momen yang ditunggu akhirnya tiba. Dengan sekali tarikan nafas, Kevin telah berhasil mengucapkan akad Ijab Kabul dan menjadikan Tania sah secara hukum dan agama sebagai istrinya. Semua orang bersuka cita. Do’a yang digemakan oleh penghulu diaminkan oleh semua orang yang hadir. Membuat Tania semakin diliputi rasa bersalah.


“Tuhan, maafkan hamba karena telah membohongi semua orang. Maafkan hamba yang telah mempermainkah ikatan suci yang telah Engkau saksikan.” Gumam Tania di dalam hati.


Sepanjang jalannya pesta pernikahan yang digelar sampai malam harinya, Kedua orang yang baru saja resmi menjadi pasangan suami istri itu terus mengembangkan senyumnya. Kemampuan keduanya dalam berakting patut diacungi jempol.


Di setiap kesempatan, keduanya tampak sangat romantis. Siapapun yang melihatnya, mereka akan sepakat bahwa keduanya adalah pasangan serasi yang menakjubkan.


“ Salah sendiri. Tidak ada yang memintamu untuk terus tersenyum. Atau jangan-jangan kamu memanh sangat senang menjadi istriku?” cibir Kevin.


“Cih! Dalam mimpimu!” Tania mendengus kesal. Jika bukan karena ia tidak mau seseorang melihatnya jelek di dalam pernikahan nya, ia tidak akan melakukan hal sulit ini.


“Kalau tidak senang, kenapa kamu terus tersenyum sejak tadi? Aku bahkan merasa ngeri melihatmu.” Kevin melirik Tania dengan mengejek.


“Tentu saja aku harus tersenyum agar tidak terlihat seperti aku dipaksa menikah walaupun memang kenyataanya seperti itu. Lagipula dengan tersenyum, aku akan terlihat semakin cantik.” Tania dengan percaya diri menyunggingkan senyumnya yang manis yang memang membuat kadar kecantikannya bertambah beberapa derajat.


“Huh dipaksa? Jujur saja kalau kau bahagia.” Kevin mencibir.


“Tidak. Tapi memang aku bahagia. Tapi bukan karena menikah karenamu.”


“Lalu? Apa yang membuatmu lebih bahagia selain menjadi istriku?”


“Itu karena banyaknya permintaan gaun pernikahan karena pernikahan ini viral. Pernikahan ini benar-benar ajang promosi yang menguntungkan.” Ucap Tania berbinar. "Lihatlah situs resmi Tans Boutique sudah penuh dengan pesanan." Lanjutnya sambil menunjukkan ponselnya pada Kevin.


“Siapa dulu yang menikah? Pernikahan seorang Kevin Axmala Abraham harus menjadi yang termegah.”

__ADS_1


“Hei ini bukan hanya pernikahanmu. Pernikahanku juga tahu!”


“Memangnya Siapa kaunjika tidak ada aku? Jika pasanganmu bukanlah aku, aku tidak yakin jika pestamu akan seterkenal ini.”


Tania ingin membalas. Tapi ia tahu bahwa itu tidak mungkin karena apa yang dikatakan Kevin adalah benar. Ia hanya bisa diam-diam menerima dan merengutkan bibirnya.


“Kenapa dengan bibirmu? Minta dicium?” ejek Kevin. Melirik Tania dengan senyum di bibirnya.


“Tidak tidak tidak!” kata Tania tidak jelas karena kedua tangannya langsung reflek menutup mulutnya dengan erat. Ia takut jika adegan ciuman itu terulang. Sudah cukup jantungnya berdetak kencang saat laki-laki yang sah menjadi suaminya itu tadi menciumnya di kening, ia tidak akan membiarkan bibirnya membawanya merasakan spot jantung lagi.


*


*


*


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_12🍁


Terima kasih sudah mampir 😍


Like, VOTE, rate dan komentar nya akoh tunggu...🤗


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya


***


...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...


...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...


...🍃Malam Ke Tiga belas🍃...


...🌸Pada malam ke Tiga belas, ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari keburukan apapun🌸...


...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...

__ADS_1


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2