
"Ada apa? Apa ada masalah di perusahaan?" Tanya Tania yang melihat wajah Kevin yang panik.
"Ya. Maaf Tania. Sepertinya aku akan mengingkari janjiku untuk mengantar mu kali ini. Aku harus segera kembali ke kantor." Ucap Kevin merasa tidak nyaman. Ia tidak jujur pada Tania bahwa ia ke kantor untuk menemui Khanza.
"Oke. Tidak apa-apa. Kamu kembali saja. Lagipula sudah sampai di sini dan aku juga bukan anak kecil yang akan tersesat." Jawab Tania sambil menggenggam tas tangannya dan bersiap turun.
"Tania, sekali lagi maafkan aku."
"Tidak masalah. Kalau begitu, aku masuk dulu."
"Oke. Hubungi aku jika ada sesuatu." Kevin memandang Tania yang sudah turun dari mobilnya.
"Hmm." Tania mengangguk.
Mobil yang dikendarai Kevin kembali melaju keluar dari parkiran. Sedangkan Tania juga masuk ke dalam rumah sakit. Namun Tania tidak sadar jika desain yang baru saja ia buat di kantor terjatuh di halaman rumah sakit karena ia tidak memasukkannya dengan baik karena ia panik dan terburu-buru.
Tania tidak mempermasalahkan Kevin tidak menemaninya. Lagipula dari awal memang ia tidak berniat mengajaknya. Ia akan menemui Tari di rumah sakit, yang memungkinkan besar dia juga akan bertemu dengan semua keluarga Wiratmaja. Ia tidak tahu bagaimana mereka menyambutnya nanti setelah sekian lama mereka tidak bertemu. Jika mereka memperlakukannya dengan buruk, bukankah akan sangat memalukan jika itu dilihat oleh Kevin. Beruntung, Kevin tidak jadi ikut.
Setelah ditinggalkan oleh Kevin di depan rumah sakit, Tania tidak membuang waktu lagi dan pergi ke ruang operasi. Tempat dimana Tari dirawat. Seperti dugaannya, di depan ruang ICU, seluruh anggota keluarga Wiratmaja berkumpul. Robi, Nina, dan Farel duduk di salah satu sisi. Sedangkan Arsya berdiri di sisi yang lain.
Lorong itu kosong. Jadi hanya ada suara ketukan highheel yang dikenakan oleh Tania. Semua orang mendengar nya dan segera menoleh. Mereka semua terkejut melihat Tania datang, kecuali Arsya yang langsung menghampiri Tania.
"Kakak, bagaimana keadaan mama?" Tanya Tania begitu ia sampai di depan Arsya. Ia memang kedua tangan Arsya saat ia bertanya dengan panik.
"Mama masih di dalam. Dokter masih berusaha menstabilkan kondisi mama." Jawab Arsya dengan suara yang tenang. Namun hanya dia yang tahu jika pada saat ini dia sangat khawatir. Ia takut kehilangan wanita yang telah melahirkan dan membesarkannya itu.
"Papa, bagaimana kabar papa?" Tania menghampiri Robi yang duduk di tempatnya. Memegang tongkat kayu yang bagus. Selain Tari, Robi juga dalam kesehatan yang kurang baik beberapa tahun terakhir.
Apalagi setelah Tania dan Kevin berpisah, saham perusahaan Wiratmaja turun drastis. Jika bukan karena usaha keras Robi untuk mendapatkan bantuan pada beberapa temannya, perusahaan sudah jatuh sejak lama. Namun bantuan dari seseorang tidak mungkin tanpa imbalan. Bantuan berupa suntikan dana masih harus dihitung sebagai hutang dan Robi berkerja dengan sangat keras untuk segera menutupnya. Sejak itu, kondisi Robi mulai menurun dari tahun ke tahun.
Robi melihat Tania datang dan tidak mengalihkan pandangannya dari anak angkatnya ini sejak awal. Ia ingin melihat bagaimana keadaan Tania selama ini setelah ia keluar dari kediaman Wiratmaja dan hidup sendirian di luar sana. Ia cukup lega melihat Tania dlaam keadaan baik-baik saja.
__ADS_1
Melihat jika Tania tidak menanggapinya sama sekali, Nina berdecak. Anak pungut yang telah kembali dibuang itu berani tidak memberinya muka sama sekali. Memang pantas diusir dari kediaman Wiratmaja.
Robi mau menjawab, namun suara Nina menghentikannya.
"Tania, masih berani kamu menanyakan kabar papa hah? Apa kamu tidak sadar jika kamu telah membuat semua nya menjadi berantakan dengan kelakuanmu itu?" Nina berdiri dan bertanya dengan nada tidak senang. Tania mengabaikannya. Lagipula sejak ia keluar dari kediaman Wiratmaja, ia tahu jika sebenarnya kakak ipar yang dulu ia anggap baik itu ternyata memiliki niat buruk. Ia tidak pernah tulus pada keluarganya. Jadi ia mengabaikannya sama sekali dan masih menatap Robi. Berharap ia dapat mendengar suara dan jawaban dari laki-laki itu.
"Apakah itu caramu memperlakukan orang yang lebih tua?" Farel yang tidak terima melihat Tania tidak menganggap Nina segera menegur.
"Tania telah menerima pelajaran moral dari keluarga Wiratmaja sejak dia masih kecil, dan dia tahu mana yang harus dia hormati dan tidak pantas mendapatkan rasa hormat darinya. Termasuk seseorang yang berwajah malaikat namun berhati iblis." Jawab Arsya acuh. Ia maju dan melindungi Tania di belakangnya.
"Kamu!" Nina hampir tidak dapat mempertahankan ketenangannya. Setelah Tania pergi dan Arsya secara tiba-tiba ikut campur dalam perebutan pewaris Wiratmaja Grup, ia telah banyak melakukan banyak hal menyimpang untuk mempertahankan posisi Farel. Bahkan tidak sekali dua kali ia dengan sengaja mengacaukan proyek yang dikelola oleh Arsya. Yang sangat membahayakan bagi perusahaan. Namun demi merusak reputasi Arsya, ia tidak segan melakukan nya.
"Arsya, jaga bicaramu. Jangan menyemburkan omong kosong yang tidak jelas." Farel tidak terima. Meskipun ia juga tahu apa yang dilakukan Nina, namun itu semua dilakukan untuk mengamankan jabatannya. Bagaimana mungkin dia bisa diam saja?
"Apa yang aku katakan, aku rasa kakak dan Nina pasti tahu dengan betul."
"Dug! Kalian semua diam. Jika tidak bisa diam, pergi saja dari sini." Robi memukul tongkatnya dengan keras. Memberi peringatan pada semua orang.
"Papa, apa papa akan membiarkan dia tinggal di sini? Kondisi mama...." Nina menghampiri dan berusaha memprovokasi Robi untuk mengusirnya pergi.
"Papa..." Nina tidak percaya Robi akan lebih membela Tania daripada dirinya.
Mendengar Nina yang masih tidak bisa tenang, wajah Robi semakin kusut saja. Ia hampir memukul kembali tongkatnya saat Farel dengan cepat berkat bahwa ia akan menjaga Nina agar tidak ribut.
"Sayang, kita duduk dulu." Farel menarik Nina duduk di kursinya kembali. Namun Nina melawan.
"Tapi sayang kita tidak bisa membiarkan wanita itu di sini." Nina tidak terima diseret oleh Farel begitu saja. Ia tidak bisa membiarkan Tania tetap berada di sini atau usaha kerasnya akan sia-sia jika sampai Robi maupun Tari luluh dan membiarkan Tania kembali.
"Kamu sebaiknya dengarkan aku. Kita harus tenang sekarang. Kamu tidak lihat wajah papa yang sudah emosi itu. Jika kamu terus berulah, kita akan diusir dari sini dan tidak akan diperbolehkan lagi ke mari. Kamu mau?" Farel menjelaskan pada Nina dengan suara pelan.
"Ck. Hanya anak pungut saja kenapa harus dibela seperti itu?" Kesal Nina. "Bukankah dulu dia sudah diusir? Kenapa malah datang lagi?"
__ADS_1
"Pasti mama yang minta. Sudah biarkan saja. Anggap saja dia tidak ada. Lagipula namanya juga sudah dicoret dari anggota keluarga Wiratmaja. Sudah tidak ada gunanya lagi dia di sini. Paling-paling hanya untuk menghibur mama saja." Farel mencoba menenangkan Nina.
"Huh. Baiklah kalua begitu. Yang penting aku sudah memperingatkan mu. Nanti jika pada akhirnya papa dan mama luluh lagi dan menerima gadis itu kembali, jangan salahkan aku yang tidak mengingatkan." Ketus Nina. Di matanya, Tania masih menjadi saingan untuk posisi penerus.
"Aku tahu aku tahu. Kamu tenang saja. Papa tidak pernah menarik kembali ucapannya. Sekali dia dikeluarkan, dia tidak akan pernah diterima kembali."
"Huh! Semoga saja apa yang kamu katakan benar." Ucap Nina membuang napas kasar sebelum bangun dari duduknya. Farel menahan tangannya.
"Mau kemana kamu?" Tanya Farel panik. Ia khawatir Nina akan membuat masalah lagi dengan Tania.
"Menjemput Vero. Sudah waktunya aku menjemputnya pulang." Jawab Nina santai. Lalu melenggang pergi tanpaa menunggu jawaban Farel atau bahkan pamit pada suami dan papa mertuanya.
Setelah suara ketukan highheel Nina tidak terdengar lagi, suasana kembali sepi. Empat orang yang tinggal, tidak ada yang berinisiatif memulai pembicaraan. Mereka semua fokus pada pintu ruang ICU yang terlihat dingin dan acuh.
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_137🍁...
... kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
__ADS_1
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...