
Setelah ia meminta orang untuk menyelidiki kedua anak itu, ia tahu jika mereka sangat suka bersenang-senang. Terutama Kaylee. Dia tidak akan bisa menolak godaan dari sebuah taman hiburan. Untuk Kaisar, anak ini juga sepertinya malah mulai menolaknya setelah ia gagal melindungi Tania, namun yang dia tahu asalkan Kaylee setuju, dia juga akan setuju. Nanti saat mereka berlibur bersama, sedikit demi sedikit dia akan mengurangi jarak di antara mereka.
"Benarkah Paman?" Tanya Kaylee semangat.
"Eum. Jadi bagaimana?" Kevin mengangguk sambil tersenyum. Ia harus segera memastikan Kaylee setuju.
"Mami, apakah kita bisa pergi?" Kaylee tidak langsung menjawab tetapi bertanya pada Tania.
Tania tentu saja tahu niat Kevin. Ia juga ingin kedua anaknya segera menerima Kevin agar ia juga bisa tenang. Namun ia juga tidak boleh egois. Meskipun ia melihat jika Kaylee akan setuju, Kaisar belum tentu. Jadi dia meminta pendapat Kaisar untuk hal ini.
"Kaisar, bagaimana denganmu?"
Kaisar tidak langsung menjawab. Saat ia mendengar jika Kevin ingin membawa mereka pergi berlibur, ia juga terkejut. Ia juga menyadari niat hari Kevin. Sebenarnya ia ingin menolaknya. Namun ia juga tidak bisa menolaknya begitu saja. Meskipun Kevin baru saja mengecewakan nya karena gagal melindungi Tania, namun hari ini laki-laki itu menunjukkan kemampuannya dengan menemukan pelaku yang membuat Tania celaka. Dan sepertinya dari percakapan mereka yang meskipun nb ia tidak begitu jelas, ia tahu jika orang itu akan menerima hukuman yang setimpal.
"Baiklah mami. Sepertinya itu ide yang bagus. Sebentar lagi kami juga harus kembali karena libur sekolah juga akan segera berakhir. Jadi kami ingin menghabiskan waktu bersama dengan mami." Ucap Kaisar pada akhirnya. Yah, yang penting mami dan adiknya bahagia. Maka dia juga akan bahagia.
"Bagus. Kalau begitu mami cepat lah sembuh biar kita bisa pergi bersama. Yey yey!" Seru Kaylee semangat.
Brakkkk!
Pintu ruang VVIP itu dibuka dengan kasar. Lalu Nenek Ambar masuk dengan tidak sabar. Di belakangnya, kakek Seno mengikuti dengan tenang. Berjalan dengan bantuan tongkat kayunya yang kokoh. Namun anehnya, dia tidak ketinggalan jauh dari nenek Ambar yang sudah sampai terlebih dahulu.
"Sayang, dimana yang sakit? Biarkan nenek melihatnya. Dokter. Mana dokter? Apakah sudah memanggil dokter spesialis untuk memeriksanya?" Nenek Ambar masuk begitu saja. Melewati Kaylee dan Kaisar lalu menggeser Kevin yang paling dekat dengan Tania. Wanita tua itu memperhatikan keadaan Tania dari atas hingga bawah. Lalu matanya yang tadi terlihat cemas saat ini terlihat sedih. Mata tua itu hampir meneteskan air matanya.
__ADS_1
Kaylee dan Kaisar langsung mengenali siapa dua orang tua yang baru saja masuk ke dalam ruang rawat mami mereka. Lagi pula mereka belum lama bertemu dan juga pada dasarnya mereka memang tidak sering bertemu dengan orang-orang selama mereka berada di sini.
Berbeda dengan Kaisar yang langsung mencurigai jika sebenarnya pertemuan mereka di taman hari itu mungkin ada unsur kesengajaan, Kaylee justru bersemangat. Hari itu ia merasa sedih karena berpisah begitu cepat. Jadi hari ini dapat bertemu lagi adlsah sebuah keberuntungan. Gadis cilik itu menatap nenek Ambar dengan bersemangat.
"Wow kakek buyut, nenek buyut. Kalian ternyata mengenal mami kami?" Suara ceria Kaylee menyadarkan Nenek Ambar yang segera menyadari jika hari ini dia terlalu panik sehingga ia melupakan jika Kaylee dan Kaisar kemungkinan besar berada di dalam ruangan Tania.
Nenek Ambar seketika berbalik dan menatap kedua anak yang sedang memperhatikan nya dengan canggung. Wajah paniknya tidak dapat disembunyikan.
Kakek Seno juga menyadari jika istrinya itu pasti sedang kebingungan dan mencari cara. Lalu ia melihat Kevin yang berdiri di sudur. Sepertinya memang sudah saatnya mereka mengetahui semuanya. Namun saat ia hendak menjawab, Kevin menghalanginya dengn kode tangan.
"Anak-anak, apakah kalian pernah bertemu dengan kakek dan nenek ini sebelumnya?" Kevin bertanya dengan lembut. Namun ekor matanya melirik kakek Seno dan nenek dengan tajam. Mereka belum diberitahu jika dia adalah ayah mereka, jadi jangan sampai kedua orang tua ini mengejutkan mereka dengan kabar yang tiba-tiba.
"Hem ya paman. Kami sudah bertemu sebelumnya saat main di taman dengan paman Arsya dan kak Lin Lin." Jawab Kaylee menganggukkan kepalanya. "Nenek buyut sangat baik. Dia membawa kami makan makanan yang enak sekali." Lanjut Kaylee. Ia masih ingat makanan yang ia makan saat bersama dengan nenek Ambar.
"Kaylee, Kaisar, mereka berdua memang kakek dan nenek buyut kalian. Ayo sapa mereka." Ucap Tania setelah menenangkan dirinya. Semuanya sudah sampai pada tahap ini, jika kedua anaknya mengetahui hal ini dari orang lain, ia khawatir jika keduanya akan marah. Jadi dia memutuskan untuk memberitahu mereka secara langsung.
"Benarkah mami?" Tanya Kaylee semangat. Ia mengedipkan matanya tidak percaya.
"Hmm." Tania mengangguk pelan.
"Benar sayang. Kami adalah nenek dan kakek buyut kalian. Sini biarkan nenek buyut memeluk kalian." Nenek Ambar tidak percaya jika Tania akan mengatakan bahwa ia dan kakek Seno adalah buyut kedua anaknya. Namun ia sangat bahagia hingga ia tidak repot-repot memikirkan alasannya. Nenek Ambar membuka kedua tangannya untuk menyambut mereka.
"Nenek buyut..." Kaylee langsung masuk memeluk nenek Ambar. Sedangkan Kaisar yang diseret oleh Kaylee juga masuk ke dalam pelukan nenek Ambar yang hangat.
__ADS_1
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_160🍁...
Menjelang Episode Akhir....
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...
__ADS_1