Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 17. Janji Yang Akhirnya Disesali


__ADS_3

Kevin dan Tania telah membuat kesepakatan jika mereka akan tinggal di kediaman Abraham untuk beberapa hari sebelum mereka pindah ke apartemen Kevin yang tidak jauh dari kantor AB Grub. Jadi setelah keluar dari hotel, mereka segera menuju ke sana.


Tania duduk di samping Kevin sambil memainkan handphone nya. Rencananya, ia memang akan cuti menikah selama satu minggu, tapi karena banyaknya pesanan yang diterima setelah pernikahannya viral, membuat Tania terpaksa harus tetap bekerja meskipun dari rumah.


Kevin yang memperhatikan Tania yang sibuk sejak masuk ke dalam mobil hanya menggerutu di dalam hati.


“Lihatlah dia! Aku sudah seperti supirnya saja!” gumamnya dalam hati. Sambil sesekali melirik Tania dengan kesal.


Beberapa kali Tania terlihat mengernyitkan dahinya tanda ia sedang berpikir keras. Kevin yang diam-diam meliriknya sukses dibuat penasaran pada perubahan wajah Tania yang menurutnya lucu.


Di satu waktu wajah Tania akan tersenyum sendiri, kemudian terlihat serius berfikir, kadang terlihat bibirnya mengerucut tanda ia sedang kesal. Entah apa saja yang dipikirkan gadis di sampingnya itu.


Namun kembali lagi, Kevin adalah Kevin yang tidak akan mau menurunkan egonya hanya untuk menanyakan masalah kecil yang menurutnya tidak penting.


“Kevin, aku nyalakan ya!” kata Tania tiba-tiba sambil menyalakan audio mobil. Seketika suara merdu Bryan Adam mengalun dalam.


“Wow. Aku tidak menyangka kamu suka lagu yang seperti ini juga.” puji Tania begitu mendengar lagu yang diputar. Ia tidak menyangka jika di dalam mobil Kevin ia akan menemukan lagu yang disimpan di sana. Ia fikir ia hanya akan mendapati suara radio.


Kevin hanya melirik sekilas. Baginya tidak ada gunanya menanggapi ucapan Tania. Sesungguhnya ia sendiri tidak tahu apa saja yang ada di dalam mobilnya. Apalagi musik apa yang ia dengarkan. Semuanya dipersiapkan oleh Danil karena Danil lah yang lebih sering mengemudi mobil ini daripada dirinya.


Kemudian Tania mulai bersenandung riang mengikuti lirik lagu yang ia dengar. Kevin hanya membiarkannya saja selagi tidak mengganggunya. Namun, Tania yang tidak bisa menerimanya.


“Kevin, ayolah menyanyi.” Rengeknya sebal. Ia merasa seperti pengamen yang menyanyi sendirian dari tadi.


“Tidak.” Jawab Kevin singkat.


“Ayolah. Aku seperti pengamen saja jika menyanyi sendirian.”


“Tahu seperti itu maka diamlah.” jawab Kevin acuh.


“Kamu tidak asik. Huh!” Tania melipat kedua tangannya di depan dada. Ia kesal. Ia kemudian memalingkan wajahnya ke jendela dan mengerucutkan bibirnya. Sedangkan Kevin mendengarkan makian Tania hanya diam. Seakan-akan tidak ada yang terjadi.


Beberapa saat suasana di dalam mobil tenang tanpa suara Tania. Yang terdengar hanya suara merdu Briyan Adam yang berasal dari audio mobil.


Namun ketenangan itu tidak bertahan lama. Suara teriakan Tania yang memekakkan telinga bahkan sampai membuat Kevin mengerem mobilnya tiba-tiba. Sontak saja aksinya mendapatkan protes dari pengendara di belakangnya dengan suara klakson yang bersahutan keras.


“Apa maumu sebenarnya hah?! Ingin mati bunuh diri? Jangan ajak aku dalam aksi konyolmu.” Marah Kevin setelah memarkirkan mobilnya di pinggir jalan. Ia sendiri muak mendengarkan makian dari pengendara lain yang terganggu atas ulahnya.


Tania yang baru kali ini melihat Kevin begitu marah tidak bisa mengabaikan begitu saja ekspresi suaminya yang mengerikan. Ia menundukkan kepalanya tanpa berani melihat wajah Kevin yang menurutnya menakutkan. Ia tidak pernah dibentak oleh siapapun sebelumnya. Air matanya pun mulai turun saat hatinya seperti tercekik.


“Huh! Kenapa malah menangis sih? Apa kamu anak kecil?” Kevin bertanya dengan bingung.


"Hei. Diam. Jangan menangis lagi."


"Hiks hiks. Jangan marahin aku. Aku takut." Jawab Tania mengangkat wajahnya yang penuh dengan air mata. Terlihat sangat menyedihkan.


"Huh.huh. baiklah. Aku minta maaf karena membentakmu. Aku janji tidak akan melakukannya lagi." Kevin berkata dengan serius. Tania mengangguk setuju. Menghapus air mata dari pipinya. "Sekarang katakan padaku kenapa kamu berteriak dengan tiba-tiba?"


“Aku sebenarnya ingin itu.” Tunjuk Tania ke luar jendela. Kevin mengikuti arah yang ditunjuk Tania dan matanya hampir melompat. Mereka hampir saja celaka gara-gara hal itu?


Di seberang jalan terlihat beberapa gerobak pedagang. Ia mengerutkan keningnya, mana mungkin Tania mau membeli makanan di pinggir jalan?


“Apa yang sebenarnya mau kamu inginkan? Tidak mungkin kan kau mau membeli makanan dari PKL?” setahu Kevin, sejak dulu Tania adalah gadis yang sangat sombong dan perhitungan. Ia akan senang berkeliaran di mall dan makan makanan mewah. Jadi tidak mungkin ia menginginkan salah satu makanan yang dijual di pinggir jalan itu kan?

__ADS_1


“Apa salahnya? Sebenarnya mereka juga higienis. Enak juga.” Ya. Jika itu Tania di masa lalu, ia tidak akan mau menukarkan sepeserpun uangnya dengan makanan yang dijual di pinggir jalan. Tapi semua berubah saat ia berada di desa. Bersama dengan Nadia, ia dulu sering membeli makanan di tempat PKL.


Mendengar jawaban Tanua, Kevin merasa bingung. Tapi ini bukan urusannya, jadi biarkan saja.


“Terserah. Turun dan cepat kembali.” Perintahnya.


“Tapi hari ini aku tidak mau membeli makanan.” Jawab Tania sedikit malu-malu hingga membuat Kevin merasa ngeri.


“Jangan mempermainkanku. Kamu seenaknya berteriak hingga kita hampir mengalami kecelakaan. Dan sekarang kau malah bilang tidak ingin membeli.” ucap Kevin kesal.


“Siapa yang bilang tidak ingin?” Tania tidak terima.


“Lalu?”


“Aku tidak menginginkan makanan tapi itu...” tunjuk Tania agak jauh di belakang para pedagang PKL. “Sebenarnya ada tas koleksi terbaru edisi terbatas yang baru launching kemarin. Tapi lihatlah itu hanya ada satu buah yang tersisa. Dan aku sangat menginginkannya. Jika aku tidak mendapatkan nya hari ini, aku tidak akan memiliki kesempatan lagi untuk membelinya. ” jawab Tania sambil menghela napas. "Aku pikir jika meskipun aku tidak dapat membelinya, aku melihatnya saja sudah cukup agar aku tidak ketinggalan informasi." Lanjutnya.


Kevin yang faham jika istrinya menginginkan salah satu barang disana segera melajukan mobilnya ke tempat parkir toko tersebut.


“Ayo turun.” Ajak Kevin setelah mereka sampai. Tania masih enggan untuk turun. Bahkan ketika Kevin sudah membuka pintu mobilnya dan bersiap turun, Tania masih diam tak bergerak.


"Kenapa lagi?" Tanya Kevin tidak sabar.


“Hehe ada sedikit masalah.” Mendengarnya, Kevin berhenti dan melihat wajah Tania yang terlihat canggung.


“Kamu tahu sendiri kan kalau aku kemarin di hotel tidak membawa apa-apa selain tubuhku. Bahkan baju gantiku saja aku sendiri juga tidak tahu siapa yang menyiapkannya.” Jelas Tania.


“Jadi?”


“Jadi, Aku tidak punya uang sekarang.” Tania menggigit bibir bawahnya. Ia sangat malu.


“Benarkah?” tanya Tania hampir tidak percaya. Namun tak dipungkiri ia sangat senang.


“Tentu saja. Membelikanmu beberapa barang tidak akan membuatku miskin. Anggap saja ini adalah hadiah pertama pernikahan kita.”


“Aa... terima kasih suamiku sayang.” Tanpa sadar Tania mengecup pipi Kevin beberapa kali sebelum memeluk tubuh yang tiba-tiba saja terasa pelukable untuknya.


Kevin hanya bisa membeku. Panggilan tiba-tiba Tania, kecupan di pipinya, dan sekarang pelukannya yang sangat lembut. Bahkan ia merasakan squishi itu sangat empuk di dadanya.


Namun di pihak lain, Tania tidak menyadari apa yang ia perbuat hingga beberapa menit pelukan itu berlangsung dan diakhiri lagi dengan kecupan lama di bibir sebelum gadis itu keluar dari mobil dengan melompat-lompat ringan.


Kevin hanya melihat Tania yang melompat-lompat dengan riang masuk ke dalam toko. Ia masih berusaha menormalkan detak jantungnya yang tiba-tiba saja tidak terkendali.


“Kev! Ayo! Siapa nanti yang mau membayar belanjaanku!” terdengar suara Tania, gadis itu berhenti dan berdiri tak jauh dari mobil.


Melihat sang suami yang masih bergeming, Tania akhirnya kembali ke sisi mobil Kevin dan menarik tangan kanan laki-laki itu untuk mengikutinya.


“Jangan menarikku seperti ini. Aku bisa jalan sendiri.”


“Aku tahu. Tapi kenapa dari tadi hanya diam? Jangan-jangan kamu membatalkan niat baikmu itu ya? Jangan suka menarik kembali ucapan. Atau kamu nanti...” Tania memicingkan matanya sambil menunjuk Kevin dengan tajam.


"Nanti apa hah?! Tentu saja aku tidak akan menarik kata-kata ku kembali.”


“Itu bagus. Karena ada beberapa barang yang aku incar sejak dulu.” ucap Tania bersemangat.

__ADS_1


“Bukankah kau tadi bilang menginginkan tas?” tanya Kevin menyelidik.


“Bukankah tadi kamu sudah bilang tadi jika membelanjakanku beberapa barang tidak akan membuatmu jatuh miskin? Aku hanya ingin membuktikan perkataanmu.” jawab Tania santai sambil mengedipkan matanya.


“Kamu! Beraninya kamu memanfaatkan kesempatan.” geram Kevin.


“Tentu saja. Aku sekarang adalah istri dari seorang Kevin Axmala Abraham. Seorang presdir dari AB Grup. Yang terkenal karena kekayaannya. Mana mungkin aku tidak memanfaatkan kesempatan saat aku diberi kesempatan untuk menjadi istrinya?”


“Terserah. Cepatlah pilih barang yang kamu inginkan.” tidak ignin berdebat lagi dengan Tania, Kevin segera masuk ke dalam toko dan duduk di kursi tunggu. Membiarkan Tania melakukan apa yang dia inginkan.


“Cepatlah!” teriak Kevin setelah hampir satu jam ia hanya melihat Tania sibuk dengan para pelayan toko yang mempromosikan produk yang mereka jual.


“Ck! Sebentar. Aku sudah lama tidak belanja.” Ucapnya santai. Padahal belum ada satu bulan ia juga telah melakukan hal yang sama ketika Arsya keceplosan menraktirnya dan menguras dua ratus juta dari dompet sang kakak.


“Ini sudah semakin siang. Nenek pasti khawatir kita tidak juga sampai di rumah. Kapan-kapan kita bisa melakukannya lagi.” Kau salah Kevin, Tania jangan kau beri janji untuk belanja. Ia akan menyiapkan daftar untuk menguras isi dompetmu.


“Benarkah?”


“Iya.” angguk Kevin yakin.


“Baiklah. Kalau begitu sekarang bayarlah.” Tania menunjuk barang yang dibawa dua orang pelayan di belakangnya. “Nanti kalau aku sudah mempunyai daftar barang yang ingin aku beli, aku akan mengajakmu belanja lagi. Oke?”


Mendengar ucapan Tania, tiba-tiba Kevin merasa menyesal telah menjanjikan belanja pada Tania. Firasatnya tidak baik akan hal itu.


*


*


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_17🍁


Terima kasih sudah mampir 😍


Like, VOTE, rate dan komentar nya akoh tunggu...🤗


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya


***


...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...


...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...


...🍃Malam Ke Lima belas🍃...


...🌸Pada malam ke Lima belas, ia akan didoakan oleh para Malaikat dan Para Pemanggul (pemukul) Arys dan Kursi 🌸...


...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...

__ADS_1


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2