Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 11. Gara-gara Nenek Ambar


__ADS_3

...Skip-skip!...


...Reader di bawah umur diharap mundur teratur 🤭...


Tania masih terngiang apa yang siang tadi ditunjukkan oleh nenek Ambar padanya. Ia bahkan tidak berani memejamkan matanya barang sekejab.


Sudah lebih dari satu jam ia berguling-guling di ranjang Queen Size nya. Matanya mengantuk, tapi hatinya belum siap untuk melihat semua gambar-gambar yang akan muncul setiap kali ia menutup matanya nanti.


“Argh! Ini tidak bisa dibiarkan!” teriaknya frustasi sambil duduk dengan rambut yang berantakan akibat ia acak-acak sendiri karena terlalu frustasi.


“Aku mohon hilangkah dari kepalaku gambar sialan.” Umpatnya. Memukul-mukul kepalanya pelan. Tidak cukup dengan itu. ia menggeleng-gelengkanya dengan keras. Lalu berakhir dengan menyatukan kedua tangannya di atas tangannya pertanda memohon.


Flash back on....


Sebuah buku bersampul Merah dikeluarkan oleh nenek Ambar dari dalam tasnya. Bagian depan sampulnya ada gambar bunga mawar merah dengan kepulan asap berwarna merah pula. Di sekitar bunga mawar itu, banyak terdapat gambar-gambar bibir. Namun semuanya tampak normal hingga Tania membaca judul buku tersebut.


Dengan jelas disana tertulis : Dua Puluh Satu Cara Bercinta Paling Digemari, Edisi Terbaru 2023.


Tania hampir memekik jika ia tidak menutup mulutnya sendiri dengan kedua tangannya. Dilihatnya buku itu dan nenek Ambar berulang kali secara bergantian. Nenek Ambar entah kenapa sekarang terlihat sangat mesum dan menggoda. Ia terlihat santai dan terbiasa melihat buku itu. Ah ya. Ia hampir lupa jika Memang nenek-nenek inilah yang membawanya.


“Lihatlah. Disini semuanya lengkap.” Nenek Ambar semakin mendekatkan dirinya dengan Tania. Dengan semangat ia menunjukkan apa yang ia bawa pada Tania mengabaikan ekspresi Tania yang sudah pucat pasi. Gadis itu terlalu syok saat nenek Ambar baru membuka lembar pertama.


Adegan plus dua satu tergambar jelas disana. Bahkan ada penjelasan di bawahnya. Tentu saja sesuai judulnya. Cara dan sensasi dijelaskan sejelas-jelasnya disana.


“Kamu lihat ini. Untuk pemula seperti kalian, kalian bisa lakukan gaya ini. Minta Kevin pelan-pelan dulu. kalau sudah berhasil masuk jangan langsung digen-j*t. Suruh dia berhenti dulu sebentar agar kamu tidak kesakitan. Baru setelah itu boleh dilanjut sesuai selera.” Jelas nenek Ambar semakin membuat Tania gelagapan.


Tania nge-blank. Melihat gambar itu saja ia merasa sangat malu. Apalagi mendengar penjelasan dari Nenek Ambar. Rasanya seluruh wajahnya terbakar sekarang.


“Kamu mengerti?” tanya Nenek Ambar. Dan Tania hanya bisa menganggukkan kepalanya. Ia pun entah paham apa tidak ia sendiri tidak bisa memastikan. Yang pasti adalah pikirannya blank sekarang.


“Bagus. Sekarang kita lihat gaya selanjutnya.” Nenek Ambar membuka lembar yang kedua.


Dalam satu lembar penuh terdapat gambar yang bahkan lebih absurd dari lembar yang pertama. Gambar itu seperti memperlihatkan gaya dari berbagai sudut. Ini terlihat sangat jelas.


Satu hal yang ada di pikiran Tania, bagaimana wanita dalam gambar bisa sampai berpose seperti itu? Ini di luar jangkauannya.


“Nenek suka gaya ini.” Ucap Nenek Ambar dengan percaya diri. “Pose ini relatif mudah dipraktekkan. Tapi hasilnya jangan diremehkan.” lanjutnya dengan senyum mesum di bibirnya. Saat membahas masalah ini, nenek Ambar tidak terlihat canggung sama sekali dan bahkan terlihat sangat bersemangat. Tania memang melihat jika hubungan nenek Ambar dan kakek Senopati memang sangatlah harmonis dan hangat. Meskipun mereka sudah sama-sama tua, mereka masih terlihat saling mencintai. Ah andai pernikahannya akan seperti itu...


Tapi angan-angan Tania rusak seketika saat nenek Ambar kembali menunjukkan satu pose dengan semangat.


Dan begitulah. Lembar demi lembar dijelaskan dan dijelaskan dengan gamblang oleh nenek Ambar. Jangan salahkan nenek somplak yang satu ini, Ia berusaha sebaik mungkin menyiapkan istri mesum untuk cucunya.


Di sisi lain, Tania semakin lama semakin memerah wajahnya. Rasanya ia ingin sekali meminta nenek Ambar berhenti memperlihatkan gambar-gambar tersebut. Namun melihat betapa antusiasnya nenek itu, ia menjadi tidak tega. Dan inilah akhir dari ketidaktegaannya, seluruh tubuhnya memanas dari waktu ke waktu.


Flash Back Off....

__ADS_1


Sekali lagi Tania memekik. Ia meratapi nasibnya yang sial. Bayangan itu terus berputar di kepalanya. Ini tidak bisa dibiarkan, ia harus menghentikannya.


Diraihnya handphone miliknya untuk menghubungi Reina untuk sekedar teman ngobrol agar ia sedikit melupakan semua gambar itu dan terlelap dengan tidak sadar karenanya. Harapan kecilnya.


Di tempat lain, handphone di atas nakas berbunyi keras. Sementara di atas ranjang, dua orang sedang mempraktekkan salah satu gaya yang tergambar di buku yang di bawa nenek Ambar siang tadi. Siapa lagi kalau bukan Reina dan Tomy. Mereka memang tinggal di apartemen yang sama dan terbiasa melakukan hal itu. Namun mendengar suara berisik yang mengganggunya dari handphone milik kekasihnya itu, Tomy segera meraihnya berniat mematikannya.


Namun siapa yang menyangka gerakan Tomy yang berniat mematikan handphone tanpa repot-repot menghentikan sebentar aktifitasnya justru membuat panas telinga seseorang di seberang sana.


Ya, tanpa sengaja gambar telfon hijau yang malah tersentuh mengakibatkan telfon diterima dan terdengarlah suara-suara ambigu bersahutan di seberang sana.


Tania melempar handphone nya begitu saja. Ia mengusap telinganya dengan keras. Suara-suara itu memang belum pernah ia dengar sebelumnya. Tapi mengingat sifat kedua sahabat mesumnya itu, ia tahu apa yang terjadi di seberang sana.


“Sial! Apakah mereka sengaja melakukannya! Argh!” umpatnya.


Tidak bisa berpikir jernih sekarang. Ia bingung dengan apa yang akan ia lakukan sekarang. Kembali berguling-guling. Rambut dan bajunya sungguh acak-acakan. Sama sekali bukan gayanya.


Dilihatnya jam dinding di kamarnya yang berbentuk love berwarna pink menunjukkan bahwa saat ini sudah hampir pukul dua belas malam. Pantas saja matanya sudah sangat berat.


“Sepertinya aku butuh segelas susu.”


Tania segera memencet bel di sebelah ranjangnya. Terdengar suara seorang laki-laki yang sedikit serak, sepertinya baru bangun tidur. Tania sedikit merasa bersalah. Jika saja ia bisa melakukannya sendiri, ia tentu saja tidak akan merepotkan orang lain hanya untuk segelas susu.


“Pak Ji, tolong buatkan aku segelas susu coklat hangat.” Ucapnya kemudian.


Tania menghela napas lelah. Semoga cara ini akan berhasil untuknya.


Tak berselang lama, pintu kamarnya diketuk. Setelah ia mempersilahkan masuk, seorang laki-laki paruh baya membawa segelas susu coklat di atas sebuah nampan masuk ke dalam kamar. Mendekat ke arahnya yang masih berada di atas ranjang.


“Kenapa nona belum tidur?” tanya Pak Ji. Kepala pelayan di rumah itu. Laki-laki itu telah bekerja di kediaman Wiratmaja sejak dirinya masih muda. Hingga sekarang ia telah menikah dan mempunyai dua orang anak.


Anak pertamanya perempuan dan sudah menikah. Sedangkan anak keduanya laki-laki seumuran Tania yang sekarang bekerja di kantor utama Wiratmaja Grup sebagai sekretaris Farel dan tinggal sendiri di apartemen miliknya. Sedangkan pak Ji dan istrinya tinggal di halaman belakang rumah Tania.


“Aku belum mengantuk pak Ji.” Jawabnya berbohong. Jelas sekali jika matanya merah menandakan jika gadis itu sangatlah mengantuk.


Namun pak Ji sudah mengenal Tania semenjak gadis itu kecil. Ia mengenalnya luar dalam. Pak Ji tahu betul jika Tania sedang membohongi dirinya. Namun meskipun dia tahu, dia tidak berniat mengekspose Tania dan hanya tersenyum sebagai gantinya.


“Minumlah susu hangat ini nona. Ini akan membuat pikiran nona tenang.” Pak Ji mengangsurkan segelas susu itu dan diterima oleh Tania yang tak lupa mengucapkan terima kasih kepada dirinya.


“Boleh Pak Ji duduk disini?” Pak Ji bertanya dengan sedikit sungka .


“Tentu saja pak Ji. Silahkan.” Tania tersenyum mempersilakan. Pak Ji segera duduk di atas ranjang dimana Tania duduk bersandar disana dengan rambut yang masih acak-acakan.


“Menikah memang bukan keputusan yang sederhana nona.” Ucapnya pelan. Ia telah mendengar rencana Nyonya dan tuannya. Ia pun terkejut namun juga setuju dalam satu waktu.


Tania melihat ke arah pak Ji yang serius. Meminta penjelasan.

__ADS_1


“Saya tahu jika nona mungkin belum siap untuk menikah dan akhirnya sekarang menjadi galau.” lanjut Pak Ji.


“Pak Ji tahu saja kalau aku sedang galau.” Tania terkekeh.


“Saya mengenal nona sejak nona masih kecil. Tentu saja saya tahu. Nona, yang perlu nona yakini adalah bahwa papa dan mama nona memutuskan segalanya pasti dengan pertimbangan yang matang. Tuan dan Nyonya hanya ingin yang terbaik untuk nona.”


Tania mendesah. Sejujurnya untuk urusan pernikahan ia sudah menerimanya. Ini tidak terlalu menjadi masalah besar untuknya sekarang. Justru yang menjadi beban pikirannya saat ini adalah apa yang dilihatnya siang tadi. Begitu menguras emosi. Namun bagaimanapun ia senang ada temannya berbicara sekarang sambil meminum segelas susu yang cukup menenangkan.


“Aku sudah menerima semua ini pak Ji. Terima kasih telah bersedia menemani Tania ngobrol.” ucapnya tulus sambil mengangsurkan gelas kosong pada laki-laki yang duduk di tepi ranjangnya itu. Ia tenang sekarang. Meskipun sebenarnya ini tidak sopan karena artinya dia sedang mengusir pria itu, hari sudah sangat larut, laki-laki itu juga pasti sudah lelah setelah seharian.


“Sama-sama nona. Saya berharap nona selalu bahagia.” Pak Ji meraih gelas kosong diangsurkan Tania sebelum berdiri dan keluar dari kamar nona mudanya.


*


*


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_11🍁


Terima kasih sudah mampir 😍


Like, VOTE, rate dan komentar nya akoh tunggu...🤗


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya


***


...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...


...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...


...🍃Malam Ke Tiga belas🍃...


...🌸Pada malam ke Tiga belas, ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari keburukan apapun🌸...


...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2