
Tidak terasa, jam kerja akhirnya berakhir. Tania meregangkan tubuhnya setelah ia melihat jam dinding sudah menunjukkan waktu nya untuk pulang. Tania segera merapikan mejanya. Memasukkan barang-barangnya ke dalam tas sebelum ia berdiri dan berjalan keluar dari ruangannya.
Namun sayangnya, Tania tidak menyadari bahwa Kevin masih merasa tidak cukup melihatnya hingga ia dengan sengaja ikut membereskan barangnya dan pulang.
Di luar ruangan, Tania bertemu dengan Mona yang masih duduk di meja kerjanya dengan tenang. Sebagai asisten Tania, dia juga tidak akan pulang sebelum atasannya itu pulang. Jadi saat ia melihat pintu ruangan Tania dibuka, ia mendongak dan menyapa Tania dengan hormat.
"Selamat sore Miss Angela."
"Em. Jam kerja sudah habis. Cepat bereskan barang-barang mu dan segera pulang. Aku juga akan pulang." Tania mengangguk ringan sebelum mengetuk meja Mona dan memberi perintah.
"Baik Miss. Kalau begitu sampai jumpa besok. Hati-hati di jalan." Mona tersenyum tulus.
"Oke. Kamu juga ya. Bye bye." Tania melenggang setelah melambaikan tangannya. Lift yang dinaiki oleh Tania adalah lift eksekutif. Di dalam kantor Kev Fashion sendiri ada tiga macam lift. Satu lift khusus digunakan oleh Kevin dan Danil. Satunya lagi adalah lift khusus eksekutif dan yang lainnya adalah lift untuk para karyawan.
Tidak banyak orang di kantor yang akan menggunakan lift yang sama dengan Tania sehingga ia dengan cepat sampai di lantai paling satu. Setelah ia keluar dari lift, tidak ads orang yang akan menyapanya saat mereka berpapasan dengan Tania. Namun dari ekspresi wajah mereka jelas mereka terlihat snagat canggung.
"Huh! Ini pasti karena kabar itu. Yah sudahlah. Lagipula aku juga tidak akan berada di sini lama. Semua ini tidak akan ada hubungannya denganku." Gumam Tania dalam hati sebelum ia mempercepat langkah kakinya menuju ke basemen. Selain lift khusus Kevin, semua lift berhenti di lantai satu. Jadi semua orang yang masuk dan keluar dari kantor semuanya akan masuk melalui pintu utama.
Di Kev Fashion, jarang ada karyawan yang pulang tepat waktu. Mereka akan pulang sedikit lebih Lambat untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Lagipula uang lembur di Kev Fashion dihitung perjam. Dengan sistem ini membuat semua orang dapat dnegan leluasa mengatur jam lembur mereka. Jadi saat Tania telah sampai di basemen, tidak ada orang di sana.
"Tidak ada orang kah?" Gumam Tania saat melihat basemen yang sepi. Hanya ada puluhan mobil yang terparkir di sana dengan rapi.
Mengabaikan semuanya, Tania berjalan dengan tergesa-gesa ke mobilnya yang terparkir tidak jauh dari sana. Namun saat ia berjalan di depan pintu lift, tiba-tiba saja pintu lift di sampingnya terbuka. Lalu sebuah tangan menariknya masuk. Kevin tidak menyangka sama sekali bahwa ketika ia membuka pintu lift, hal pertama yang ia lihat adalah Tania. Sosok cantik yang sepanjang sore ia perhatikan di layar komputer. Saat ini, sosok cantik itu berada tepat di depannya. Maka ia tidak akan melepaskan kesempatan itu begitu saja. Tanpa pikir dua kali, Kevin pun menarik Tania masuk ke dalam lift.
Sebelum Tania dapat bereaksi, tubuhnya dibanting ke dinding lift dan sosok besar Kevin menekannya di sana. Lalu, saat ia hendak berbicara, bibirnya terlebih dahulu dibungkam dengan ciuman dan aroma maskulin pun tercium oleh hidungnya yang kecil.
Ciuman itu tidak kasar namun juga tidak lembut. Sebaliknya, ciuman itu adalah jenis ciuman yang menuntut. Kevin seperti melakukan semua yang bisa ia lakukan. Mengekplor setiap tempat di dalam dan luar bibir Tania. Dia seperti memeriksa sesuatu dengan sangat teliti. Tania tidak tinggal diam. Menghadapi ciuman paksa Kevin yang tiba-tiba itu, Tania berusaha mendorong tubuh Kevin, namun tenaganya sama sekali bukan lawan yang sepadan dengan Kevin yang gagah. Dorongan Tania justru terasa menggelitik bagi Kevin seperti balasan yang semakin bersemangat.
Ciuman yang cukup lama itu akhirnya usai. Kevin melepaskan bibir Tania dengan enggan setelah wanita itu hampir kehabisan napas. Menempelkan dahinya pada kening Tania saat ia mengusap bibir Tania yang awalnya berwarna merah karen lipstik saat ini merah karena bengkak. Tangannya yang kekar melingkar di pinggang Tania yang ramping.
Setelah lepas dari Kevin, Tania mengambil napas dengan rakus. Seakan-akan ia dapat menghabiskan oksigen di sekitarnya. Salah Kevin yang sepertinya mengambil semua oksigen di dalam tubuhnya.
"Huf huf huf... Kevin, kamu gila ya? Hah hah hah..." Tania berbicara dengan susah payah. Ia mulai memukul dada Kevin dengan kepalan tangannya yang kecil.
__ADS_1
"Bagaimana kabarmu?" Kevin tidak menghindari pukulan Tania dan justru menanyakan kabar. Tania sedikit terkejut.
"Huh? Tentu saja baik. Apa hubungannya denganmu?" Tania mendengus. Memalingkan wajahnya dari Kevin yang sangat dekat dengannya.
"Apa kamu pergi ke Italia selama ini?"
"Tuan Kevin yang terhormat. Saya tidak berkewajiban menjawab pertanyaan anda mengenai kehidupan pribadi saya. Jadi tolong lepaskan saya." Tania menatap Kevin dengan tajam. Tidak lupa, tangannya berusaha melepaskan tangan Kevin yang melingkar di pinggang nya.
"Aku hanya ingin tahu saja. Sebagai kenalan lama, apa aku tidak boleh memberikan perhatian padamu?" Kevin tidak menyerah. "Huh! Siapapun boleh menunjukkan perhatian nya padaku. Kecuali kamu!"
Mendengar jawaban Tania, Kevin tidak bisa tidak marah. Menurutnya wanita ini sedang menguji kesabarannya, ia pun mencubit pinggang Tania.
"Ah!" Pekik Tania terkejut. Ia tidak menyangka jika Kevin akan mencubitnya.
"Suaramu masih seindah dulu." Tiba-tiba saja wajah Kevin mendekat. Berbicara tepat di samping telinganya.
"Kev, kamu jangan kurang ajar. Cepat lepaskan aku." Teriak Tania dengan marah. Tania kembali mendorong tubuh besar Kevin.
"Kita sudah lama tidak bertemu. Apa ini sikapmu pada teman lama?" Tidak menyerah. Kevin justru semakin mengeratkan pelukannya. Tangannya yang melingkar di pinggang Tania bahkan bertindak lebih berani. Bergerak naik turun.
"Hei. Bukankah kamu datang ke tempat ini karena kamu merindukan aku. Kenapa kamu sekarang malah berpura-pura di depanku?" Alis Kevin mengerut. Menatap Tania.
"Tolong jangan salah sangka. Aku datang hanya untuk pekerjaan. Jika aku tahu jika pemilik Kev Fashion ini adalah kamu, aku juga akan menolak untuk datang." Tania mendengus. Memalingkan wajahnya. Dari mana laki-laki ini memiliki kepercayaan diri tingkat tinggi seperti itu? Apakah sejak awal Kevin menganggapnya sengaja datang untuk menemui nya?
"Benarkah? Aku tidak percaya." Ucap Kevin percaya diri.
"Kalau kamu tidak percaya itu terserah padamu. Aku juga tidak bisa berbuat apa-apa. Sekarang tolong lepaskan aku! Jangan sampai kamu menyesal karena melewati batas." Ancam Tania sungguh-sungguh. Ia menatap Kevin dengan penuh intimidasi.
"Benarkah? Apakah kamu akhirnya tidak dapat menahan diri dan menerkamku jika aku tidak segera melepaskan mu?" Tanya Kevin meremehkan.
"Huh! Mimpi. Jangan terlalu percaya diri atau suatu hari kepercayaan diri yang terlalu berlebihan itu akan menghancurkan dirimu sendiri." Ucap Tania marah.
"Oh... Kata-kata yang bagus. Tapi aku tidak akan percaya diri tanpa alasan." Jawab Kevin meremehkan.
__ADS_1
"Baiklah. Karena kamu sungguh percaya diri, sepertinya aku harus melakukan sesuatu untuk menunjukan nya dengan jelas." Senyum Tania menakutkan saat ia berbicara.
Posisi mereka saat ini sangat ambigu dimana kaki kanan Tania berada di antara kedua paha Kevin. Awalnya Tania merasa kesulitan menggerakkan kaki kanannya. Namun karena mungkin pertahanan diri Kevin yang mulai melemah, kaki kanannya akhirnya dapat bergerak bebas. Dan saat ada kesempatan, ia dengan keras menendang gajah Kevin yang sudah berdiri sejak awal.
"Argh! Tania! Apa kamu mau melenyapkan sumber kebahagiaan kita?" Teriak Kevin saat ia meringis menahan sakit di bagian 'itu' nya. Menatap Tania dengan tidak percaya.
"Huh! Hentikan berbicara omong kosong di depan ku." Tania melipat kedua tangannya di depan dada. Menatap Kevin dengan jijik.
"Hei hei. Aku serius. Jika gajahku yang perkasa kehilangan kejantanan nya, garis keturunan kita akan berakhir."
"Kev! Kamu harus ingat bahwa kita bukan lagi suami istri. Mengenai 'itu' mu, tidak ada hubungannya sama sekali denganku. Lagipula aku sudah memperingatkan mu sebelumnya untuk melepaskan ku. Tapi kamu tidak menanggapinya dengan serius. Mulai sekarang kamu harus ingat, jika kamu melewati batas, kamu harus siap-siap merasakan hal yang sama!" Ucap Tania sebelum ia menekan tombol lift dan keluar dari sana tanpa berbalik. Meninggalkan Kevin yang masih meringis kesakitan.
Dan hasil seri untuk serangan di dalam lift dimana Kevin berhasil menang satu ronde, dan Tania pun juga menang di ronde kedua.
*
*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_56🍁...
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
...Salam sayang 😘...
__ADS_1
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...