
"Tuan, kami dari bagian pemasaran memiliki sedikit kendala yang tidak dapat kami putuskan." Ucap Devita, kepala bagian pemasaran setelah ia selesai membacakan laporan nya.
"Oh... Masalah Tentang apa?" Kevin bertanya serius. Ia sama sekali tidak mentehaui keributan yang ditimbulkan olehnya yang tiba-tiba mengganti model pria dengan dirinya sendiri karena ia tidak terima jika Tania mengukur 'pria lain'.
"Ini mengenai anda yang menjadi model prianya tuan." Devita berbicara dengan ragu-ragu. Ia takut akan dimarahi oleh Kevin karena mungkin dianggap menentangnya.
"Jadi apakah kamu keberatan aku menjadi model prianya?!" Benar saja. Kevin langsung naik darah begitu pernyataan ini diangkat.
Devita melirik ke samping. Berusaha mencari bantuan, namun semua orang yang dia harapkan membantunya nyatanya tidak ada yang bersedia membantunya. Mereka menundukkan kepalanya satu persatu. Keringat dingin mulai memenuhi dahinya.
"Tidak tuan. Tidak seperti itu. Tapi..." Akhirnya, setelah perjuangan kerasa Devita berhasil berbicara. Namun belum sampai ia menyelesaikan kalimatnya, Kevin sudah memotongnya dengan tidak sabar.
"Tapi apa hah?"
"CK. Tuan Kevin, sebaiknya anda memberi kesempatan Nona Devita untuk menyelesaikan perkataannya. Jika anda memotongnya begitu saja, anda juga tidak akan tahu apa yang dia maksudkan." Tania memandang Kevin.
"Huh! Lanjutkan." Kevin menyerah. Menatap Devita dengan penuh ancaman.
Devita melirik Tania dengan penuh rasa terima kasih. Lalu mengambil napas dalam sebelum memulai berbicara.
"Suatu keberuntungan jika anda yang menjadi model pria untuk produk musim ini, tuan Kevin." Devita berbicara setenang mungkin. Ia memberanikan diri memandang wajah Kevin. Ia ingin melihat reaksi Kecinterlebih dahulu sebelum melanjutkan. Namun yang ia lihat, wajah Kevin masih datar. Tapi itu lebih baik daripada wajah yang penuh amarah sebelumnya. Jadi dia memutuskan untuk melanjutkan ucapannya.
"Jika anda yang menjadi model nya, tidak dapat dipungkiri jika produk kita akan laku keras di pasaran nantinya. Namun model wanita yang dipilih sebelumnya tidak lagi cocok menjadi model yang disandingkan dengan anda. Bukan hanya dia, bahkan seluruh model wanita di perusahaan juga tidak sesuai. Kami ingin menghubungi perusahaan model untuk menyewa model mereka, untuk itu kami ingin meminta persetujuan terlebih dahulu pada anda." Jika itu model biasa, mereka akan dengan mudah memutuskan hal ini. Namun kali ini, melibatkan Kevin di dalamnya. Mereka tidak bisa bertindak sesuka hati.
Devita memperhatikan ekspresi Kevin yang masih tenang sebelum melanjutkan lagi. "Inilah daftar model yang kami nilai cukup untuk mengimbangi aura dan pesona anda." Devita menyerahkan map berisi daftar beberapa model, lengkap dengan informasi pribadi mereka. Untuk pemilihan model ini, para staf di bagian pemasaran menetapkan standar yang tinggi. Mereka memilihnya dengan cermat dan hanya memilih model tidak memiliki rumor negatif sama sekali dalam beberapa tahun terakhir.
Danil maju dan menerima map itu lalu memberikannya pada Kevin. Kevin menaikkan alisnya saat ia membuka map itu dan melihat daftar para model tersebut. Lengkap dengan fotonya. Memang. Tidak ada yang tidak cantik dan terlihat baik dari mereka. Semua orang tampak hebat.
"Kalian pikir wanita seperti mereka cocok denganku?" Kevin melempar map itu ke atas meja dengan keras. Devita yang awalnya mulai mendapatkan kembali kepercayaan dirinya menjadi lebih terpuruk. Ia bahkan tidak berani mengangkat kepalanya barang sebentar.
__ADS_1
Tidak hanya Devita yang takut. Semua orang di dalam ruangan itu juga takut. Mereka mulai menahan napas mereka agar suara nya tidak akan membuat Kevin menyadari keberadaan mereka. Selain Tania tentunya. Wanita ini mencubit pangkal hidungnya dengan kesal. Apa maunya laki-laki ini? Dia juga telah melihat daftar semua model yang akan diberikan pada Kevin. Dan dia juga setuju dengan penilaian mereka. Baik dari sisi aura maupun penampilan, mereka semuanya cukup hebat. Tapi laki-laki ini masih tidak merasa puas.
"Tuan Kevin, jika anda tidak puas dengan nama-nama model yang diusulkan oleh anak buah Anda, saya juga memiliki beberapa nama. Saya rasa mereka juga cocok untuk menjadi model bersama anda. Bagaimana jika anda melihatnya juga." Tania segera menyerahkan map yang telah dipersiapkan olehnya sebelumnya. Yang segera diterima Kevin dengan kesal.
Kevin membuka map yang diberikan oleh Tania. Ia ingin tahu wanita seperti apa yang menurut Tania cocok dengannya. Namun saat ia melihat halaman pertama, ia segera melirik Tania dengan wajah gelap.
Tania sudah menduganya sebelumnya. Jadi dia tidak begitu terkejut melihat reaksi saat ini. Namun yang tidak dia duga adalah bahwa Kevin menutup map itu dnegan tersenyum sambil menatapnya dengan licik.
"Bagaimana tuan Kevin? Apakah anda puas dengan model-model yang saya pilihkan? Anda tinggal menunjuk satu dan biarkan pihak pemasaran yang akan melakukan bagian mereka. Benarkan nona Devita?" Tania menatap Devita di akhir kalimatnya.
"Benar tuan. Kami akan memastikan pekerjaan ini dengan baik." Devita mengangguk setuju.
"Baguslah kalau begitu. Tetapi...." Kevin menggantung kalimatnya sambil terus menatap Tania.
"Tetapi apa?" Melihat senyum Kevin yang mencurigakan, Tania tiba-tiba merasa punggungnya dingin. Entah kenapa ia memiliki firasat buruk.
"Tetapi sayangnya model-model yang ada di kedua berkas ini sama sekali tidak ada yang cocok denganku."
"Ya. Semua model yang ada di dalam daftar memang tidak ada yang cocok. Tapi Miss Angela telah memberi saya ide." Senyum Kevin semakin lebar saat dia dengan sengaja menggantung kalimatnya sebelum melanjutkan menyebut satu nama yang membuat semua orang terkejut. "Bukankah Miss Angela adalah wanita yang sesuai untuk pasangan model saya?"
Tania lah yang paling terkejut. Ia sama sekali tidak menyangka jika namanya lah yang akan disebut oleh Kevin.
"Jangan bercanda. Saya bukan model sama sekali. Saya tidak mau." Tania melipat kedua tangannya sambil memalingkan wajahnya.
"Miss Angela, bukankah Anda sendiri yang berkata sebelumnya jika saya hanya perlu menunjuk satu nama. Lalu bagian pemasaran akan melakukan tugasnya dnegan baik. Lalu bagaimana bisa Miss Angela berkata sebaliknya seperti ini dalam hitungan menit?"
"Tuan Kevin jangan bicara omong kosong yang membingungkan. Yang saya maksud kan adalah para model yang ada di dalam daftar. Dan saya bukan termasuk itu." Tania menyipitkan matanya.
"Tetapi saya tidak merasa ada yang cocok dengan saya di sana. Malahan saya merasa jika Miss Angela ini lah yang paling cocok. Bagaimana jika Miss Angela saja? Apalagi bukankah kita sudah melihatnya di masa lalu?"
__ADS_1
Tania hampir kehilangan ketenangannya. Ia mengepal kan tangannya saat berbicara.
"Heh? Jika membicarakan masa lalu, bukanlah Nona Rebbeca juga ada di dalam daftar. Bagaimana jika dia saja?"
"Heum... Apakah Miss Angela cemburu?"
"Tidak mungkin! Huh! Ini tidak ada hubungannya denganku." Tania menghentakkan kakinya sebelum berbalik dan keluar dari ruangan rapat dengan membanting pintu. Mona yabg melihat atasannya itu pergi dengan cara yang seperti itu snagat terkejut. Lalu ia membungkukkan badannya pada Kevin sebelum ia menyusul Tania pergi ke luar ruangan.
Sebelumnya, tidak ada yang berani ikut berbicara atau menunjukkan keberadaan mereka. Setelah Tania pergi, mereka bahkan lebih takut lagi. Tidak ada satu pun dari mereka yang berani berbicara sepatah katapun.
"Ehem. Sudah diputuskan jika Miss Angela yang akan menjadi model wanita yang berpasangan dengan saya. Dan merupakan tugas kalian untuk membuatnya setuju. Aku tidak peduli cara apa yang akan kalian lakikan. Apapun itu, Lakukan dengan baik, kalau tidak, kalian semua bersiap-siap lah untuk menerima hukuman." Setelah selesai menjatuhkan ancaman nya, Kevin berdiri. Membenarkan posisi dasinya yang sedikit miring sebelum berbalik dna kelaur dari ruangan bersama dengan Danil. Meninggalkan para petinggi perusahaan yang saat ini sedang sakit kepala berjamaah.
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_61🍁...
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
__ADS_1
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...