
"Kenapa? Apa Miss Angela tidak percaya? Anda bisa menghubungi atasan anda jika tidak percaya." Ucap Kevin tenang. Ia melipat kedua tangannya di atas meja saat ia menatap Tania dengan yakin.
Tania berpikir sebentar sebelum akhirnya ia memutuskan untuk bertanya pada atasannya mengenai hal ini. Dalam beberapa hal, Kevin tidak dapat dipercaya. Namun saat Tania berhasil menghubungi atasannya, kenyatannya sangat jauh berbeda. Tania hampir tidak percaya jika atasannya itu akan setuju dengan Kevin begitu saja bahkan setelah ia mengemukakan pendapatnya untuk menolak.
Tania tidak berkata sedikit pun setelah menutup telepon. Namun wajahnya yang cemberut sudah memperlihatkan alasannya.
"Kamu tidak perlu khawatir mengenai asisten kecilmu itu. Asisten itu masih akan dapat bekerja untuk mu. Dia ada di luar ruangan dengan asisten dan sekretaris ku." Kata Kevin saat ia melihat Tania yang hendak keluar.
Mendengar ucapan Kevin, Tania yang memang akan kembali memanggil Mona berhenti sejenak. Namun saat ia berpikir lagi, ia melanjutkan langkahnya. Membuka pintu keluar.
Dug dug
Tania berusaha membuka pintu, namun pintu itu tidak bergerak sedikitpun. Menyadari jika pintu tertutup, Tania berbalik dan kembali menemukan Kevin yang tersenyum licik di kursi kebesarannya.
"Kenapa? Sudah tidak bisa menghindar lagi?" Kevin melihat wajah Tania yang marah. Ah! Bukankah wajah kucing kecil yang marah ini sangat imut?
"Kev...." Tania panik melihat Kevin mendekat. Ia juga seperti pencuri yang ketahuan mencuri dengan pertanyaan Kevin yang menohok. Jadi karena dia menghindari Kevin yang membuatnya melakukan semua ini?
"Kenapa kamu menghindariku?" Kevin menghimpit Tania pada dinding di samping pintu. Dia menatap Tania yang panik.
"Aku... Aku tidak menghindarimu. Kenapa aku harus menghindar?" Jawab Tania panik. Ia memalingkan wajahnya menghindari tatapan Kevin yang seperti bisa menelanjanginya.
"Tidak menghindariku? Lalu kenapa aku tidak pernah melihatmu beberapa hari ini selain pada saat rapat? Lalu setelah rapat selesai, kamu juga melarikan diri lebih cepat dari seekor kelinci yang dikejar harimau. Kenapa?" Tentu saja Kevin tidak membiarkannya. Dengan tangan kanannya, ia meraih dagu Tania dan kembali menghadapkan wajahnya padanya. Ia menatap mata Tania yang panik. Ia ingin tahu alasan apa lagi yang bisa wanita ini berikan.
"Itu hanya kebetulan saja. Aku sibuk dan pergi keluar. Aku tidak memiliki banyak waktu luang seperti seseorang yang bisa berkeliaran pada saat jam kerja." Tania mengerucutkan bibirnya. Ia kesal mengingat bagaimana ia menghindari Kevin yang sering sekali datang ke ruangannya yang membuatnya terpaksa bersembunyi di dalam kamar mandi. Sudah begitu, Kevin sepertinya sengaja dan berkata akan menunggunya di ruangan. Membuat kakinya pegal setelah berdiri lama di dalam kamar mandi.
Memang benar. Kecurigaan Tania memang benar. Kevin sebenarnya mengetahui jika Tania pasti bersembunyi di ruangan itu. Tapi dia tidak tahu dimana tepatnya. Setelah diberitahu Mona jika Tania sedang keluar, Kevin akan menunggu di ruangan sekitar lima belas hingga tiga puluh menit sebelum akhirnya keluar dan kembali ke ruangannya sendiri. Dia ingin tahu seberapa lama wanita itu akan betah bersembunyi darinya. Namun setelah Tania tidak juga keluar dari persembunyiannya, Kevin memutuskan untuk kembali karena ia khawatir Tania pasti kelelahan dan masih memilih keras kepala untuk tetap bersembunyi. Ah! Kevin memang tidak bisa melakukan apa-apa pada Tania.
"Eh? Bagaimana kamu tahu jika aku berkeliaran di jam kerja jika kamu tidak ada di kantor?" Tanya Kevin mengintimidasi.
"Aku.... Tentu saja Mona yang memberitahuku. Sudahlah. Biarkan aku keluar. Aku harus mengambil barang-barangku." Tania mendorong Kevin. Tapi tubuh Kevin yang besar seperti tembok yang sepertinya mustahil untuk bergeser.
__ADS_1
"Melepaskan mu? Tidak semudah Itu." Kevin mendekatkan bibirnya ke telinga Tania dan membisikkan beberapa kalimat di telinganya. Yang membuat wajah Tania memerah seketika.
"Dasar mesum!" Teriak Tania malu. Dia mendorong Kevin lebih keras.
"Siapa suruh menghindariku seperti itu dan membuatku frustasi. Bukankah kamu harus dihukum untuk itu?" Setelah mengatakan itu, ia menggendong Tania di dekapannya.
"Ah! Kev lepaskan aku! Ini di kantor. Jangan lakukan itu!" Teriak Tania panik.
"Tidak apa. Ini di ruanganku. Tidak ada yang akan berani mengganggu kita." Jawab Kevin santai. Ia masih terus berjalan menuju ke arah sofa. Tania panik.
"Tidak. Aku tidak mau melakukannya di sofa itu."
"Jadi, jika tidak di sofa itu kamu bersedia kan?" Tanya Kevin sambil tersenyum licik. Ia berganti berjalan ke arah meja kerjanya yang dipenuhi dengan barang-barang. Membuat Tania semakin panik. Laki-laki ini tidak berniat melakukannya di di atas meja kan?
"Tidak tidak." Teriak Tania keras.
"Sudah terlambat." Kevin mengambil remot di atas meja. Menekan sebuah tombol dan dinding di belakang kursi Kevin terbuka. Memperlihatkan ruang rahasia di dalamnya. Tania hampir menjatuhkan rahangnya. Ternyata pria ini sudah memiliki rencana. Dia telah ditipu!
"Kevin, ini di kantor."
"Aku merindukanmu." Kevin menindih Tania. Menjadikan tangannya sebagai tumpuan saat ia memeluk Tania dengan erat. Membisikkan kata cinta di telinga Tania yang membuat buku kuduknya meremang.
"Kevin..." Tania merasa tidak nyaman. Ia mendorong dada Kevin dengan pelan karena ia seperti tidak memiliki tenaga. Tania tidak mengerti jika sentuhan ringannya di dada Kevin malah memicu has-rat yang dengan susah ditahan oleh Kevin.
"Kamu bermain api Tania." Ucap Kevin sebelum ia meraup bibir Tania yang nikmat. Menelusup kan lidahnya ke dalam mulut Tania. Memaksa Tania menerima ciumannya yang intens dan menuntut. Tangannya juga tidak berhenti. Dengan lihai melepas kancing blus yang dikenakan Tania pagi ini.
"Kev..." Tania mendesah saat Kevin membelai bagian dalam tubuhnya. Mempermainkan stoberi di puncak gunungnya yang lebih berisi setelah ia melahirkan. Matanya sudah dipenuhi dengan kabut yang membuatnya tidak sabar.
"Tubuhmu memang lebih jujur daripada mulutmu ini." Kevin menurunkan ciumannya. Kali ini sasarannya adlaah leher putih mulus Tania yang menggoda. Apalagi tulang selangka yang terlihat mempesona.
"Kev jangan buat jejak di sana. Besok kita harus tampil pertama kali di di depan umum." Tania mengingatkan sebelum kesadarannya hilang sepenuhnya. Kevin sepertinya juga tersadar dan hanya mengecup ringan leher itu. Namun meskipun begitu, Tania merasa geli di hatinya. Meremas rambut Kevin dengan frustasi.
__ADS_1
Sementara kedua orang di dalam ruangan sedang bermain dengan semangat, para bawahan menunggu di luar dengan tenang. Ralat. Tidak semua bawahan karena hanya Mona dan Danil yang duduk di kursi mereka dengan tumpukan berkas yang menunggu di periksa. Sedangkan Khanza, gadis itu mondar mandir di depan ruangan seperti seorang suami yang sedang menunggu istrinya di luar ruang persalinan yang sedang berusaha mengeluarkan bayi mereka. Jika Khanza mengetahui jika saat ini di dalam ruangan yang ditunggunya, Kevin dan Tania sedang membuat bayi mereka tanpa memikirkan nya, sudah pasti dia akan memuntahkan darahnya.
"Danil, aku mau masuk ke dalam. Aku belum membuatkan kopi untuk Kevin." Ucap Khanza menemukan ide untuk masuk ke dalam ruangan. Ia mengetuk meja Danil sebelum menatap Danil dengan memerintah.
"Nona Khanza tenang saja. Saya sudah menyuruh OB untuk membuatkannya untuk Tuan sebelum anda datang." Jawab Danil tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas di depannya.
"Aku... Kevin tidak biasa meminum kopi buatan orang lain." Khanza tidak menyerah.
"Yah. Kalau begitu nona bisa pergi ke pantry untuk menyiapkan nya."
"Aku mau membuatnya di ruang Kevin." Khanza menghentakkan kakinya.
"Pantry di ruangan tuan sudah tidak ada. Jadi nona bisa pergi ke pantry di sana." Danil akhirnya mendongak. Menatap Khanza dengan penuh ejekan sebelum menunjuk arah pantry. Di dalam ruang kerja Kevin sebelumnya ada pantry kecil. Namun karena saat ini ruangan Tania dipindahkan ke dalam, pantry akhirnya dihapus.
Khanza menatap Danil dengan kesal. Laki-laki ini selalu saja menguji kesabarannya. Menghentakkan kakinya sekali lagi dengan marah sebelum ia berbalik dan duduk di kursinya dengan kesal.
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_108🍁...
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
__ADS_1
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...