Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 44. Selamat Tinggal Masa Lalu


__ADS_3

Sejak gosip miring mengenai Tania kemarin, butik yang biasanya ramai degan pelanggan berubah menjadi ramai oleh telepon pemberitahuan pembatalan pesanan. Para pelanggan satu persatu membatalkan pesanan mereka baik itu gaun pengantin maupun gaun pesta. Gita dan operator website sebenarnya juga telah membujuk agar para pelanggan ini membatalkan niat mereka untuk membatalkan pesanan mereka. Namun mereka masih tetap ingin meneruskan niat mereka. Mereka beralasan jika mereka tidak mau perselingkuhan mereka akan berdampak buruk pada pernikahan mereka jika mereka tetap menggunakan gaun yang didesain oleh Tania. Mereka takut karma...


Padahal Gita tahu jika Tania telah menggunakan sebagian besar uang pribadinya untuk membeli bahan yang akan digunakan untuk membuat gaun pesanan para pelanggan yang jumlahnya sama sekali tidak kecil. Dan sampai saat ini, setengah dari pesanan bahkan belum selesai. Namun semua orang itu telah membatalkan pesanan mereka secara sepihak. Meskipun para pelanggan ini telah memberikan kompensasi, uang-uang itu masih jauh dari setengah.


Melihat para karyawan yang menganggur ini, Gita tidak bisa tidak menghela napas lagi.


"Kalau begitu kalian beres-beres saja. Lalu setelah itu kalian bisa pulang." Ucap Gita.


"Baik mbak." Semua karyawan mengangguk paham sebelum melakukan perintah Tania. Membereskan perkejaan mereka. Merapikan gaun, membersihkan lantai dan setelah itu, mereka pulang dengan berat hati. Termasuk pegawai resepsionis dan juga operator website yang juga telah menganggur.


"Miss, hari ini semua orang telah membatalkan pesanan mereka." Gita berkata setelah ia berhasil menghubungi Tania.


"Yah... Bagiamana pun, aku sudah menduganya." Jawab Tania menghela napas.


"Miss, apakah anda baik-baik saja?" Tanya Gita khawatir.


"Ya. Aku baik-baik saja. Terima kasih sudah bertanya."


"Miss, saya yakin semua akan baik-baik saja. Miss tidak boleh putus asa ya. Jika ada sesuatu yang bisa saya bantu, Miss Tania bisa langsung bicara pada saya." Gita berusaha menghibur Tania.


"Ha-ha-ha-ha. Tidak apa-apa Gita. Aku tahu. Aku tidak selemah itu." Tania terkekeh mendengar kekawatiran Gita.


"Git, aku akan menjual Tans Boutique. Jadi bisakah kamu membantuku membuat daftar gaji karyawan serta uang pesangon mereka?" Ucap Tania membuat Gita terkejut hingga tersedak jus yang baru saja dia minum.


"Miss... Apakah yang aku dengar benar? Bisa tolong ulangi lagi?" Gita bertanya panik.


"Kamu tidak salah dengar. Dengan semua yang terjadi di sini, aku rasa aku tidak akan bisa berada di sini lebih lama lagi. Aku... Aku... Aku tidak akan bisa tahan menghadapi semua mata orang yang menatapku dengan cara yang menyakitkan. Aku tidak bisa menghadapi semuanya Gita. Jadi aku akan pergi keluar negeri untuk memulai hidup baruku di sana." Jelas Tania. Di tempat ini, tidak ada lagi tempat yang akan membuat nya nyaman. Tidak ada lagi yang bisa ia lakukan. Dan semuanya, bahkan mulai membuatnya sakit. Jadi daripada menyiksa diri dengan bertahan, lebih baik memilih untuk meninggalkan.


"Apa Miss Tania sudah memikirkannya baik-baik?" Sahut Gita dengan suara bergetar.


"Ya Gita. Maafkan aku yang terlalu pengecut."


"Tidak Miss. Anda adalah yang terbaik. Jika itu orang lain, orang itu sudah lama akan hancur. Apapun yang Miss Tania putuskan, saya akan mendukungnya. Karena Saya yakin itulah yang terbaik untuk Miss."

__ADS_1


"Terima kasih atas dukunganmu selama ini Git. Aku tidak tahu apa yang aku lakukan jika kamu tidak ada."


"Miss Tania tidak perlu seperti itu. Miss Tania adalah orang baik. Membantu Miss Tania adalah sebuah kebahagiaan."


"Terima kasih banyak. Aku juga minta tolong untuk menyampaikan permintaan maaf ku pada semuanya. Aku mungkin tidak akan bisa melihat mereka."


"Miss tenang saja. Saya akan mengurus semuanya di sini." Gita mengangguk meskipun ia tahu jika Tania tidak mungkin bisa melihatnya.


"Oke. Aku masih ada urusan. Jika semuanya beres tolong segera kabari aku."


"Baik Miss."


Nada putus terdengar. Gita menghela napasnya. Dia sudah mengikuti Tania sejak Tans Boutique pertama kali berdiri. Ia sendiri telah melihat bagaimana Tania. Ia yakin semua gosip yang beredar adalah salah. Tania bukan lah orang yang seperti itu. Jangankan seorang selingkuhan, Gita bahkan tidak pernah melihat seorang pria manapun yang dekat dengan Tania selain Kevin. Tetapi dia hanyalah karyawan biasa, ia tidak bisa membantu apa-apa selain mendoakan Tania agar dapat menghadapi masalah dengan baik.


Dengan Gita yang membantu nya, semua urusan di butik terselesaikan dengan baik. Bahkan untuk masalah jual beli butik juga telah diselesaikan tidak lebih dari sepuluh hari setelah Tania mendaftarkan butiknya ke dalam bursa. Tans Boutique berada di lokasi yang strategis, jadi pasti banyak orang yang akan segera berlomba untuk membelinya. Sedangkan semua bahan yang sudah terlanjur dibeli, Tania memberikan semuanya pada karyawannya sebagai bingkisan sekaligus ucapan terima kasih.


Setelah semua urusan Tans Boutique diselesaikan, tak terasa hari ini adalah hari keberangkatan Tania. Sedangkan untuk urusan perceraian nya dengan Kevin, Tania sudah tidak memiliki waktu untuk melakukannya. Ia menyerahkannya kepada Kevin. Yang ia tahu, sejak hari dimana ia menandatangani surat gugatan cerai hari itu, ia dan Kevin bukanlah suami istri lagi. Mereka kembali menjadi orang asing.


Berdiri di depan pintu keberangkatan, Tania menghela napasnya. Ia tidak menyangka jika akan ada hari dimana ia meninggalkan tanah airnya dalam keadaan seperti itu. Keberangkatan kali ini terasa sangat sangat berat baginya. Belum lagi, dia sendirian saat ini.


"Tania! Beraninya kamu pergi tanpa memberitahu kakakmu ini hah?!" Arsya berhenti berlari. Memegang lututnya saat ia mengatur napasnya yang terasa akan berakhir kapan saja.


"Maaf. Aku tidak sanggup mengucapkan kata-kata perpisahan." Ucap Tania dengan penuh penyesalan.


"Huh! Jika aku tidak datang ke butik mu dan bertemu dengan asistenku itu, aku tidak akan mengetahui jika kamu akan pergi hari ini." Arsya mengerucutkan bibirnya. Menatap Tania dengan penuh keluhan.


"Maafkan aku kak." Tania maju dan memeluk erat kakak laki-lakinya itu.


"Kenapa kamu meminta maaf? Seharusnya akulah yang meminta maaf padamu. Aku yang tidak kompeten sebagai seorang kakak sehingga tidak dapat melindungi adik yang secantik dan semanis ini. Jika aku bisa lebih kuat, aku pasti tidak akan membiarkanmu ditindas oleh orang lain dan harus pergi jauh dariku." Arsya mengelus kepala Tania penuh kasih sayang.


"Ini bukan salah kakak." Tania menggelengkan kepalanya. Air matanya jatuh di pipinya. Ia sangat bersyukur memiliki kakak seperti Arsya yang meskipun mengetahui jika tidak ada hubungan darah apapun dengannya, ia masih menyayanginya dengan sepenuh hati.


"Maafkan aku karena aku tidak bisa menemanimu di sana. Aku harus menjaga mama di sini."

__ADS_1


"Tidak apa-apa kak. Aku mengerti. Dengan orang-orang seperti mereka, kakak harus menjaga mama."


"Tania, tidak peduli apapun, kamu harus ingat bahwa aku adalah kakakmu. Tidak peduli meskipun mereka memutuskan hubungan nya dengan mu, tetapi hubungan kakak adik di antara kita tidak akan pernah putus, mengerti?" Ucao Arsya serius saat ia mendengar pengumuman jika pesawat yang akan Tania tumpangi akan segera berangkat.


"Aku mengerti kak."


"Kamu harus jaga diri dengan baik. Kamu harus ingat di sana nanti kamu sendirian. Jangan makan makanan sembarangan. Jangan percaya pada orang lain dengan mudah."


"Stop! Sejak kapan kakak menjadi cerewet seperti ibu-ibu rempong?" Tania terkikik melihat penampilan Arsya yang mirip seorang ibu yang sedang mengantar anaknya merantau.


"Sudahlah. Tidak peduli apa katamu, yang penting kamu harus memulai hidupmu dengan baik di sana. Jangan lupa hubungi aku begitu kamu sampai nanti. Kamu harus ingat ya." Mengabaikan ejekan Tania, Arsya memegang bahu Tania dan berbicara dengan serius.


"Tentu saja kak. Kalau begitu aku akan pergi dulu." Tania menganggukkan kepalanya sebelum ia memeluk Arsya dalam sebelum berbalik dan masuk ke dalam pintu gerbang keberangkatan. Melambaikan tangannya sekali sebelum ia berbalik kembali dan terus berjalan lurus tanpa menengok ke belakang lagi.


Selain kakaknya yang baik ini, dia akan meninggalkan semuanya di masa lalu bahkan dengan ibunya.....


*


*


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_44🍁...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya...


...***...

__ADS_1


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2