
Melihat Khanza masuk, kedua mahasiswa magang itu segera menyapa dengan hormat. Khanza sudah terkenal begitu ia masuk ke perusahaan. Jadi bahkan mahasisa magang pun mengenalnya dan mengetahui jika mereka tidak boleh menyinggung perasaan wanita itu. Keduanya juga secara otomatis mundur dan memberikan tempat yang luas untuk Khanza. Namun karena emosi Khanza yang sedang buruk, niat baik mereka disalah pahami olehnya.
"Apa kalian pikir aku ini gemuk dan membutuhkan tempat yang luas?" Teriak Khanza marah.
"Maaf nona." Keduanya segera ketakutan dan mendekat. Namun sekarang justru Khanza lah yang mundur.
"Jangan dekat-dekat! Apa kalian pikir kalian pantas?" Khanza semakin kesal. Keduanya adalah mahasiswa magang. Bisa ditebak pekerjaan mereka adalah pekerjaan yang paling berat. Para karyawan akan menyuruh mereka melakukan banyak hal yang akan membuat mereka lelah. Keduanya juga sama. Mereka bertugas mengcopy berkas dari pagi mereka datang. Saat ini mereka penuh dengan keringat yang membuat Khanza jijik.
Khanza masih ingin melampiaskan amarahnya pada kedua gadis malang itu, namun pintu lift terbuka karena telah sampai di lantai tujuan mereka.
"Maaf nona. Kami permisi dulu." Tanpa menunggu persetujuan Khanza, keduanya segera melipir di tepi dinding lift sebelum keluar dengan tergesa-gesa. Meninggalkan Khanza yang menatap keduanya dengan penuh amarah.
"Huh! Nasib kita sangat buruk hari ini." Keluh salah satu gadis itu.
"Ya sudahlah. Kita berdoa saja semua berjalan lebih lancar setelah ini." Sahut temannya sebelum mereka berpisah menuju tempat mereka masing-masing.
Setelah kedua mahasiswa magang itu keluar dari lift dan meninggalkannya sendiri, Khanza semakin marah. Apalagi dia memang belum cukup meluapkan amarahnya. Namun ia masih ada hal yang harus dia urus sehingga ia akan membiarkan mereka lepas kali ini.
Tak lama, pintu lift terbuka di lantai teratas dimana ruangan Kevin berada. Di lantai itu hanya ada sedikit ruang dan ruang Kevin berada. Ia yakin jika dengan keadaan Tania yang seperti itu, Kevin pasti akan membawanya ke ruangannya. Dengan vepat Khanza berlari secepat mungkin untuk sampai di ruangan Kevin. Namun saat ia sampai di sana, tidak ada sesuatu yang aneh yang ia dapati. Bahkan setelah ia masuk ke dalam ruangan tersebut, ruangan itu ternyata kosong.
"Si-al!" Umpat Khanza sambil berlari ke arah jendela dan melihat ke bawah. Tepat saat ia menengok ke bawah, Khanza melihat mobil Kevin melaju keluar dari besmen dan melaju cepat di jalan raya yang ramai.
"Si-al! si-al! Tidak hanya rencanaku yang gagal! Aku bahkan malah memberikan kesempatan pada Tania wanita Ja-lang itu!" Teriak Khanza seperti orang gila sambil memukul kaca jendela dengan keras.
Sebagai orang yang telah lama berkecimpung di dunia bisnis yang kejam, Kevin tidak mungkin tidak tahu jika seseorang pasti dengan sengaja memberikan obat perangsang pada Tania dengan niat yang buruk. Saat ini Tania sedang tidak sadar dengan apa yang dia lakukan. Dia tidak boleh mengambil keuntungan darinya. Jika tidak, Tania pasti akan sangat marah padanya. Jadi Kevin memutuskan untuk membawanya pergi ke apartemen dan memanggil dokter untuk mengobatinya.
Namun sepanjang perjalanan tidak lah mudah bagi Kevin. Tania yang berada di dalam pelukannya tidak mau diam sedikitpun. Apalagi pakaian yang dia kenakan dengan rapi dan elegan sebelumnya hampir terbuka karena ulahnya sendiri. Belum lagi bibirnya yang terus saja menciuminya di berbagai tempat. Sebagai laki-laki yang normal, gajah besar milik Kevin bahkan sudah berdiri sejak awal.
"Tania hentikan itu!" Kevin mencoba memblokir bibir Tania yang terus menciumi lehernya sehingga beberapa jejak tanda merah terbentuk di sana.
Danil yang berada di belakang kemudi telah lama menutup telinganya dan tidak berani melihat ke belakang sedikitpun. Sepertinya setelah ini ia harus memastikan jika semua mobil yang dia gunakan akan memiliki kompartemen pemisah untuk melindungi dirinya sendiri.
"Tania aku tidak ingin kamu menyesal nanti. Tolong jangan terus menggodaku seperti itu." Karena bibirnya ditutupi oleh Kevin, Tania malah menjulurkan lidahnya dan menjilati telapak tangan Kevin. "Ish!" Kevin tidak tahan dan menarik tangannya. Kembali lepas, bibir Tania kembali menyerangnya. Membuat tanda merah sekali lagi dan masih belum berhenti.
__ADS_1
Kevin semakin frustasi. Ia segera melepas jas miliknya dan menutupi Tania dengan menggunakan jas itu sebelum memanggil Danil.
"Apakah kamu sudah memanggil dokter?" Tanya Kevin dengan frustasi. Tentu saja itu tidak ia tanyakan pada Tania melainkan Danil. Namun sayangnya, Danil menggunakan headset sejak awal dan sama sekali tidak mendengar nya.
Melihat headset di telinga Danil, Kevin sangat marah. Tania sudah membuatnya frustasi sejak tadi. Sekarang Danil bahkan tidak mau mendengarnya. Lalu ia segera menendang kursi Danil untuk memanggilnya lagi.
Danil merasakan tendangan keras itu dan dengan panik melepas headset dari telinganya dan setelah melirik dari spion melihat Tania yang tertutup rapat oleh jas besar Kevin, Danil sedikit menoleh ke belakang.
"Sudah tuan. Tapi di daerah jalan J ada kemacetan. Jadi kemungkinan dokter akan datang sedikit telat." Jawab Danil.
"Oke. Mengendara dengan cepat." Kevin menganggukkan kepalanya. Ia tidak memiliki waktu untuk berbicara dengan Danil karena Tania yang terus meronta mulai berhasil melepaskan jas yang menutupinya.
Danil kembali fokus ke jalanan. Namun kali ini ia tidak lagi memasang headset di telinganya. Ia takut jika Kevin mungkin memanggilnya lagi dan dia tidak mendengar. Jika kejadian yang sama terulang lagi, dia pasti akan habis kali ini.
Tak lama kemudian mereka telah sampai. Kevin segera menggendong Tania keluar dari mobil dan bergegas ke apartemen. Danil mengikutinya di belakang dengan tergesa-gesa.
"Kev, bantu aku. Aku sangat tidak nyaman." Keluh Tania sambil menatap Kevin penuh harap. Melingkarkan tangannya di leher Kevin yang sesekali ia kecup.
"Aku sadar. Aku menginginkanmu."
"Tidak boleh."
"Bukankah kamu bilang kamu mau aku memberimu kesempatan. Kenapa aku meminta itu saja tidak boleh? Huh!" Dengus Tania tidak senang.
"Aku akan dengan senang hati memberikannya. Namun sekarang kamu tidak tahu apa yang kamu katakan. Kamu nanti pasti akan memarahiku saat kamu sadar nanti."
"Kamu dari tadi bilang aku tidak sadar. Kalau aku tidak sadar, aku tidak akan berbicara dengan mu dan juga tidak dapat melakukan ini padamu kan?" Tania semakin agresif. Ia menggigit leher Kevin yang membuat Kevin menggeram.
"Tania.... Aku sudah bersabar menghadapimu. Jika kamu terus seperti ini, aku tidak yakin sampai kapan aku bisa bertahan." Ucap Kevin dengan suara berat yang maskulin. Dirinya sudah hampir dikuasai oleh hawa naf-su nya. Danil yang berdiri di belakang keduanya berharap jika dia memiliki ilmu menghilang dan hilang dari tempat yang panas itu seketika.
"Kalau tidak tahan lakukan saja. Apa kamu tidak berani?" Tania menatap Kevin dengan tersenyum. Namun tangan kiri Tania yang tidak disadari Kevin kapan melepaskan lehernya sudah berada di dalam tubuh Kevin dan meraba-raba di sana. Membuat has-rat Kevin yang sudah terbakar menjadi tidak dapat dia tunda. Hampir saja Kevin kehilangan kesadarannya sendiri dan akan meletakkan Tania di lantai lift dan dia tekan di sana. Beruntung suara lift terbuka menyadarkan dirinya.
"Buka pintunya cepat." Kevin melirik Danil yang mengikuti nya yang segera membuka pintu apartemen Kevin.
__ADS_1
Namun Danil belum sempat masuk saat Kevin menutup pintu dengan keras meninggalkannya di luar. Jika Danil tidak bergerak cepat, wajah tampannya pasti akan menjadi korban dari keganasan pintu.
"Uh!" Danil mundur ke belakang. Menatap pintu yang hampir menabraknya ini dengan sudut bibirnya yang terangkat.
"Dimana Kevin? Bagaimana keadaannya sekarang?" Seorang pria tampan dengan jas putih dan peralatan medis di tangannya datang terburu-buru.
"Di dalam." Jawab Danil melihat dokter itu.
"Tunggu apa lagi? Cepat buka pintunya. Aku harus segera menyembuhkannya. Jika tidak, dia akan membunuhku." Ucap dokter itu tidak sabar.
"Anda tenang saja. Kali ini tuan tidak akan menyalahkan keterlambatan Anda bahkan mungkin tuan akan berterima kasih pada anda." Ucap Danil penuh maksud.
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_100🍁...
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...
__ADS_1