Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 155. Kaisar Tidak Ingin Mengakui


__ADS_3

Tania sudah sadar dan dipindahkan ke ruang rawat VVIP. Kevin menemaninya sejak ia dipindahkan sedangkan Arsya pulang untuk menjemput anak-anak. Mereka pasti khawatir jika ibu mereka tidak datang atau bahkan tidak menghubungi mereka. Cepat atau lambat mereka akan tahu, jadi lebih baik memberitahu mereka saat ini. Lagipula kondisi Tania juga tidak parah dan hanya luka ringan dan sedang saja.


"Maafkan aku sayang. Aku yang menyebabkan kamu celaka seperti ini." Ucap Kevin merasa bersalah. Ia memegang tangan Tania erat.


"Huft.... lagipula aku juga sudah tahu jika aku memilih bersamamu aku sudah harus bersedia menerima apapun itu." Ucap Tania. Benar. Memilih bersama Kevin tentu saja dia harus dapat menerima segala konsekuensinya. Entah itu dari saingan bisnis Kevin maupun saingan cintanya. Kedua hal ini tidak dapat dia hindari melainkan harus dihadapi. Mengenai lift yang jatuh ini, dia juga tidak menyangka jika pihak lain akan berbuat sampai sejauh itu.


"Terima kasih sayang, tapi aku berjanji aku tidak akan membiarkan pelakunya lepas begitu saja." Ucap Kevin yakin.


"Bahkan jika itu Khanza?" Tanya Tania ingin tahu. Khanza adalah salah satu orang yang paling tidak ingin mereka bersama tentu saja harus dicurigai pertama.


Kevin terdiam sebentar untuk berpikir sebelum ia menjawab dengan yakin. "Ya. Tentu saja. Jika maslaah lain aku mungkin masih bisa mentolerir nya. Tapi ini adalah tentang sebuah nyawa. Terlebih lagi nyawamu yang juga berarti nyawaku. Jika dia berani menyentuhmu, aku tidak akan ragu." Ucap Kevin tegas.


Keduanya menoleh saat pintu ruangan terbuka. Lalu Kaylee berlari dengan cepat ke arah Tania. Kaisar juga berjalan cepat di belakangnya. Wajahnya yang tegang terlihat menggemaskan. Pada saat ini, wajahnya sangat mirip dengan Kevin.


Melihat kedua anaknya mendekat, Kevin bergeser untuk memberi ruang untuk keduanya. Mereka masih belum mengetahui jika dia adalah anaknya, atau mereka sudah tahu tetapi masih belum menerimanya. Jadi dia hanya bisa sedikit menjauh agar memberi mereka rasa tenang.


"Mami, mana yang sakit mami? Sini biarkan Kaylee tiup biar tidak sakit lagi." Kaylee dengan hati-hati melihat keadaan Tania. Lalu saat melihat luka di kening Tania, ia bersiap naik ke atas ranjang.


"Apa yang kamu lakukan? Bagaimana jika kamu tidak sengaja menyakiti Mami?" Kaisar bergerak cepat. Ia menarik kembali tubuh Kaylee agar tidak naik dengan seenaknya.


"Aku... aku... aku hanya ingin melihat saja." Kaylee membela dirinya. "Mami, apa aku menyakiti Mami?" Tanya Kaylee dengan mata bulatnya yang jernih.

__ADS_1


Tania tersenyum melihat tingkah kedua anaknya ini. Meskipun keduanya menunjukkan sikap yang berbeda, namun keduanya menyayanginya dan bertujuan untuk peduli padanya, dengan cara yang berbeda. "Tidak sayang. Kedua anak mami sangat baik. Mana mungkin menyakiti Mami? Sini mendekat pada mami biar mami melihat kalian." Ucap Tania sambil tersenyum. Kedua anak itu mendekat. Namun tidak berani menyentuh Tania karena khawatir mereka tidak sengaja melukai mami mereka.


"Ehem, karena sudah ada yang menamanimu, aku pergi dulu." Kevin mendekat pada Tania.


"Eh paman tampan, ternyata paman di sini ya?" Kaylee baru sadar jika selain mami mereka masih ada Kevin di dalam ruangan itu.


"Iya. Paman di sini. Tadi paman menemani mami kalian. Paman masih ada urusan yang harus paman kerjakan, jadi paman akan pergi dulu. Jaga mami kalian baik-baik ya." Kevin berkata sambil menyentuh kepala kedua anak itu, namun kali ini Kaisar menolak sentuhan itu dengan menghindari tangan Kevin yang akan menyentuhnya. Bagi anak laki-laki kecil itu, laki-laki yang tidak dapat menjaga maminya bukanlah orang yang tepat untuk mami merrka meskipun ia adalah Daddy mereka yang sebenarnya.


Kevin menarik kembali tangannya dengan canggung. Merasakan aneh saat anaknya menolak sentuhannya. Namun ia juga tidak bisa berbuat apa-apa dan memaksanya menerimanya. Sebaliknya, ia harus berusaha keras untuk mendapatkan pengakuan darinya.


"Baiklah Tania, kamu istirahat lah baik-baik di sini. Aku pergi dulu." Kevin tersenyum menyentuh kepala Tania dengan lembut. Awalnya ia akan mencium kening wanita itu, namun saat ini ia masih harus menahannya di depan anak-anak.


Kevin menatap kembali ketiga orang itu sebelum berbalik dan keluar dari ruangan tersebut. Meskipun ia masih ingin untuk lebih lama tinggal bersama dengan mereka, masih ada hal serius yang perlu ia tangani. Barang bukti yang membuktikan jika kecelakaan lift Tania adalah kecelakaan yang disengaja telah ditemukan meskipun pemilik barang itu belum dapat dipastikan.


"Nak, apa kalian masih ingin mengetahui siapa Daddy kalian?" Tanya Tania setelah beberapa saat ia berpikir keras saat kedua anaknya duduk di sampingnya dengan khawatir. Ia sadar membicarakan hal ini pada saat ini bukanlah hal yang baik, namun setelah ia merasakan nyawanya yang hampir di ambang kematian, ia takut jika sewaktu-waktu keadaan yang sama terulang dan dia tidak beruntung, dia tidak akan memiliki kesempatan untuk memberitahu kepada mereka mengenai ayah kandung mereka. Dan jika itu terjadi dia pasti akan sangat bersalah pada kedua anaknya.


"Mami tidak perlu memikirkan hal yang lain selain kesehatan mami. Saat ini masalah apapun itu tidak penting bagi kami." Ucap Kaisar menghentikan Kaylee yang sudah akan menjawab. Kaylee mengangguk setuju meskipun di dalam hatinya ia sangat ingin mengetahui tentang masalah ini dari mami mereka sendiri.


"Tapi menurut mami masalah ini juga penting." Jawab Tania serius. "Mami sadar mami terlalu egois selama ini. Mami seharusnya tidak menyembunyikan nya dari kalian." Lanjut Tania memulai ucapannya.


"Selama ini mami tidak mengatakannya juga pasti ada alasannya. Mami jangan khawatir. Kami sudah menerimanya." Kaisar lagi-lagi berbicara. Ia sebenarnya takut jika maminya mengatakan jika Kevin memang ayah kandung mereka, seperti yang ia simpulkan. Setidaknya, untuk saat ini ia tidak mau mendengar jika Kevin adalah Daddy mereka agar ia tidak terlalu kecewa. Ia tahu jika kecelakaan yang menimpa maminya tidak ada hubungannya dengan Kevin, namun karena Tania menghadapi bahaya di bawah pengawasan Kevin, hal itu sudah menunjukan jika Kevin tidaklah kompeten.

__ADS_1


*


*


*


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_155🍁...


... kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...


...***...


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2