
"Apakah mereka belum keluar?" Danil yang menunggu di depan apartemen Kevin menoleh dan melihat dokter Joe yang baru saja keluar dari lift.
"Belum." Jawab Danil menggelengkan kepalanya. Matanya menatap pintu apartemen yang tertutup rapat sejak dua jam yang lalu. Setelah ia selesai berurusan dengan pelaku tersebut, ia segera kembali ke apartemen Kevin untuk melaporkan masalah ini. Namun setelah menunggu selama dua jam lebih, bosnya sama sekali tidak terlihat. Bahkan pesan WhatsApp yang dia kirimkan dua jam lalu masih centang dua abu-abu.
"Eh? Apa saja yang mereka lakukan sampai berjam-jam?"
"Saya juga tidak tahu. Jika anda begiru penasaran,...."
"Aku tidak penasaran. Untuk apa aku masih bertanya. Apa lagi yang bisa dilakukan oleh wanita dewasa yang berada satu ruangan bersama dalam waktu yang lama. Jadi aku tidak mungkin penasaran." Jawab dokter Joe sebelum melanjutkan lagi. "Aku ingin tahu apa rahasia Kevin hingga dia bisa sekuat itu?"
"Tentu saja itu karena fisik tuan memang terawat dengan baik."
"Aku juga merawatnya dengan baik. Namun aku paling lama hanya bisa bertahan selama empat puluh lima menit. Itu pun jika pasangannya sesuai. Jika tidak, setengah jam saja aku sudah berhenti."
"Tentu saja anda sangat berbeda dengan tuan."
"Apa yang sedang kalian bicarakan di belakangku?" Kevin berdiri di ambang pintu. Melihat keduanya dengan mata menyipit. Perasaanya mengatakan jika mereka berdua sedang membicarakannya.
"Tuan, saya sudah menemukan pelaku nya. Orang yang berada di belakang orang itu juga sudah ditemukan. Saya menunggu anda untuk memutuskan apa yang akan dilakukan padanya." Danil dengan cerdas mengalihkan pembicaraan nya. Dia memberikan laporan berisi informasi mengenai oraang itu. Kevin menerimanya. Meremas map itu dengan mata yang kejam.
"Usir dia dari perusahaan. Pastikan dia tidak akan bisa bekerja di ibukota dan kota-kota di sekitarnya." Ucap Kevin dengan marah.
"Baik tuan." Setelah menerima perintah, Danil segera berbalik dan pergi dari tempat itu.
"Lalu kau? Mengapa kamu di sini?" Kevin menunjuk Dokter Joe dengan dagunya.
"Uh? Bukankah kamu yang memanggilku tadi?" Dokter Joe menjawab setelah berpikir beberapa saat. Ia meringis setelah menjawab. "he he."
"Huh!" Kevin mendengus. "Jika aku yang terkena obat itu, aku mungkin sudah mati saat kamu datang."
"Sebenarnya aku sudah datang sejak lama. Tapi kamu dan kakak ipar ku he-he-he. Kalian sudah masuk ke dalam. Jadi aku tentu saja sadar diri dan tidak berani mengganggu kesenangan kalian yang pasangan. Jika tidak, aku mungkin akan kena tulahnya nanti. Sekarang aku ke sini hanya ingin memastikan apa kalian memerlukan bantuan. Setelah bermain lama, kalian mungkin memerlukan bantuan." Dokter Joe mngangkat alisnya beberapa kali.
Kevin berpikir sebentar sebelum menjawab. "Beri aku salep."
"O ho ho. Tenang saja. Aku sudah tahu ini akan terjadi. Jadi aku sudah menyiapkannya sejak awal." Dokter Joe membuka tas peralatan medisnya. Mengeluarkan salep yang ia letakkan di bagian paling atas.
__ADS_1
"Ini. Adik mu itu sudah lama tidak diservis. Jadi aku paham jika dia akan tidak terkendali untuk pertama kali. Uh.... Kasihan sekali kakak ipar. Dia pasti ah! Sakit sakit! Kenapa kamu memukulku?!" Teriak Dokter Joe setelah Kevin memukulnya dengan keras.
"Berhenti membayangkan! Atau aku akan memberi pelajaran pada otak mesummu itu." Ancam Kevin tegas.
"Eh tidak! Aku tidak berani. Baiklah. Karena aku sudah melakukan apa yang aku harus lakukan. Aku akan pergi dulu." Dokter Joe segera pergi dengan cepat setelah itu.
Kevin kembali masuk setelah melihat dokter Joe yang kabur. Tapi dokter itu memang benar. Gajahnya memang tidak terkendali setelah dia menemukan pasangannya. Saat dia masuk ke dalam kamar dan melihat milik Tania yang bahkan terlihat lebih parah dari tahun itu. Uh! Dia sudah keterlaluan kali ini. Namun Kevin sangat bahagia. Mereka akhirnya melakukan itu atas dasar mau sama mau. Meskipun Tania masih tidak bersedia mengakuinya, ia melihat dan merasa jika Sebenarnya Tania juga memiliki rasa padanya.
Kevin duduk dengan perlahan di sisi ranjang. Lalu dengan hati-hati mengoleskan salep yang diberikan oleh dokter Joe padanya. Tania merasa tidak nyaman saat tangan Kevin mengoleskan salep pada miliknya. Matanya yang berat terbuka perlahan dan melihat jika Kevin ada di bawahnya. Jika dia tidak cepat mengendalikannya reflek dirinya, dia mungkin sudah menendang Kevin dengan kejam. Sebagai gantinya, dia merapatkan kakinya untuk menghalangi Kevin.
"Sebentar, biar aku beri salep dulu." Ucap Kevin kembali membuka kaki Tania.
Melihat Kevin yang dengan serius menerapkan padanya, Tania akhirnya menghela napas. Menahan malunya dan membiarkan Kevin mengobati nya. Ia juga merasa nyeri tadi, namun dengan salep Kevin yang terasa dingin, rasanya sedikit nyaman.
"Terima kasih." Ucap Tania saat Kevin selesai dan kembali membenarkan ****** ***** Tania yang sudah ia gantikan tadi dan menutupnya dengan selimut. Tania menyadari jika dirinya telah berganti pakaian. Dan bahkan tubuhnya terasa segar. Kevin pasti sudah memandikannya tadi. Tapi kenapa dia tidak merasa sama sekali? Apa karena dia terlalu lelah?
"Uhuk. Aku yang seharusnya meminta maaf. Aku sudah keterlaluan tadi. Aku janji lain kali aku akan lebih berhati-hati." Kata Kevin dengan rasa bersalah.
"Kamu kira aku akan membiarkannya lain kali?" Ucap Tania sinis.
"Ck! Apa kamu pikir semudah itu?" Sahut Tania sinis. Banyak hal yang ingin dikatakan olehnya, namun saat ia akan melanjutkan bicara, suara perutnya yang demo dengan keras memecah keheningan.
"Kruuk...kruuk..."
"Kita bicara nanti. Aku yakin kamu pasti lapar kan? Aku sudah meminta Danil untuk menyiapkan makanan untuk kita. Biar aku bantu." Kevin akan menggendong Tania sampai di meja makan. Namun Tania menolaknya.
"Tidak perlu. Aku bisa sendiri." Tania hendak turun dari ranjang. Namun kakinya sama sekali tidak memiliki tenaga dan hamori jatuh saat kakinya baru saja menginjak lantai.
"Tolong jangan menolak. Biarkan aku membantu." Ucap Kevin dengan suara rendah sebelum menggendong Tania tanpa menunggu persetujuan nya. Ia merasa sakit melihat Tania memperlakukan nya dengan dingin.
Tania sadar jika dia memang tidak dapat berjalan beberapa waktu ini. Jadi dia masih harus mengandalkan Kevin untuk membawanya pergi ke meja makan.
Makanan baru saja diantar dari restoran bintang lima dan semuanya masih segar dan panas. Saat Kevin dan Tania masuk ke dalam ruang makan, aroma harum dna lezat langsung menyapa mereka. Tak pelak, perut Tania yang keroncongan semakin berteriak meminta isi. Lumrah. Tania hanya sarapan pagi ini dan melewatkan makan siangnya. Sedangkan saat ini sudah menjelang malam. Wajah saja jika dia merasa lapar.
Kevin meletakkan Tania di atas kursi dnegan hati-hati. Khawatir jika dia mungkin tidak sengaja melukai dirinya. Lalu dia melayani Tania makan secara pribadi. Mengambilkan nasi dan lauk kesukaan Tania tanpa bertanya. Tania merajut alisnya terkejut. Apakah pria ini tahu makanan kesukaannya? Hampir semua yang tersedia di meja makan adalah makanan kesukaannya.
__ADS_1
"Terima kasih Kev." Ucap Tania tulus saat menerima piring dari Kevin sebelum mulai memakannya dengan lahap.
Kevin tidak ikut makan dan hanya duduk di depan Tania. Memperhatikan Tania yang sedang makan dengan sangat menikmati. Tidak hanya karena rasa makanan itu memang enak, namun juga karena ia sudah menahan lapar sejak tadi.
"Kenapa kamu melihatku seperti itu? Apa kamu tidak makan?" Tania menyadari jika Kevin menatap nya dan segera bertanya setelah ia sadar jika Kevin tidak makan.
"Tidak apa-apa. Aku hanya sangat senang melihatmu. Aku tidak lapar." Jawab Kevin jujur. Daripada menunduk dan melihat makanan di atas piring. Pemandangan seseorang yang sedang makan tiba-tiba terlihat sangat indah. Mungkin itulah kekuatan cinta. Menyadari pemikiran nya sendiri, Kevin menggeleng kan kepalanya.
"Ooh..." Tania menganggukkan kepalanya paham. Lalu dia kembali fokus makan dan mengabaikan tatapan Kevin yang terus melihatnya.
"Pelaku di balik ini semua sudah ditemukan." Ucap Kevin setelah melihat Tania selesai makan.
"Siapa?" Tania mengangkat wajahnya dan bertanya dengan penasaran.
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_104🍁...
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...
__ADS_1