
Nenek Ambar tidak akan menyangka jika bahkan tanpa provokasi darinya, Tania telah memutuskan untuk menaklukkan Kevin demi nenek Ambar. Dia akan berusaha memberikan cicit pada nenek Ambar seperti keinginan nya. Bahkan Kevin, yang sedari tadi duduk di samping Tania tidak pernah mengetahui jika niat awal Tania yang akan menjauhinya sejauh mungkin hingga hari perceraian mereka, telah berubah karena janji yang ia ucapkan pada nenek Ambar dengan santai.
"Aku tidak percaya jika dengan pesonaku ini, aku tidak dapat menaklukkan Kevin di bawah kakiku." Gumam Tania dalam hati setelah ia benar-benar memutuskan untuk menaklukkan Kevin.
"Ada apa?" Kevin yang melihat perubahan wajah Tania yang tiba-tiba menjadi serius mengerutkan alisnya.
"Tidak apa-apa." Jawab Tania ragu.
"Apakah kamu masih memikirkan perkataan nenek?" Tanya Kevin curiga.
Tania tidak menanggapinya dan hanya menghela napas.
"Aku harap kamu tidak menganggap Perkataan nenek serius. Nenek memang seperti itu. Jadi jangan terlalu dimasukkan ke dalam hati." Kevin melirik Tania dan berkata dengan hati-hati.
Sedangkan Tania sudah tidak sabar memikirkan trik yang akan dia lakukan untuk memulai misi barunya, 'menaklukkan suami di bawah kaki.'
Apartemen Kevin berada di dalam kawasan elit dengan pengamanan ekstra tinggi. Seseorang yang tidak memiliki kartu akses apartemen tidak akan diperbolehkan masuk siapapun itu. Namun Danil sudah mengurus semuanya untuk Tania sebelum nya, jadi saat nyonya nya itu baru datang, Kevin segera memberikan kartu itu padanya agar memudahkan nya masuk di masa depan.
"Simpan kartu ini baik-baik. Jika tidak, kamu tidak akan bisa masuk ke lantai atas." Ucap Kevin serius saat memberikan kartu berwarna biru tua dengan tepian emas itu pada Tania saat mereka baru saja keluar dari lift.
Apartemen Kevin berada di lantai paling atas. Hanya ada dua set di sana. Yang satu adalah milik Kevin, dan yang lainnya adalah milik seorang pengusaha muda yang sering tinggal di luar negeri dan hanya sesekali saja ia kembali. Perlu akses khusus untuk masuk ke lantai paling atas itu. Yang akan kehilangan barang dengan mudah." Jawab Tania ringan sambil menerima dan memasukkan kartu miliknya
"Terserah. Yang penting aku sudah memperingatkan mu." Kata Kevin acuh sambil membuka pintu dengan kartu milik nya.
Tania segera mengedarkan pandangannya begitu mereka masuk ke dalam apartemen. Sama seperti kamar Kevin di kediaman Abraham. Suasana suram yang serius masih menjadi poin utama. Namun apartemen ini lebih mendekati kriteria hunian nyaman. Tania mengangguk melihat hal ini. Dibandingkan dengan kediaman Abraham, Kevin pasti lebih sering tinggal di sini.
"Ada dua kamar di lantai atas. Kamar pertama adalah milikmu. Dan yang kedua adalah milikku." Jelas Kevin sambil menunjuk dua kamar di lantai atas.
"Kita tidak tinggal satu kamar?" Tanya Tania kaget. Ia membaca di dalam novel jika seorang CEO arogan biasanya hanya memiliki satu kamar di apartemen nya, ia tidak menyangka jika akan ada dua kamar di apartemen Kevin.
__ADS_1
"Kenapa? Apa kamu pikir aku bersedia tinggal di kamar yang sama denganmu? Heh. Apa kamu pikir kamu bisa menggodaku jika kita berada dalam satu kamar?" Kevin bertanya dengan cibiran di bibirnya saat ia melihat wajah terkejut Tania.
"Tidak tidak. Aku hanya bertanya-tanya apakah kamu benar-benar adalah seorang CEO arogan seperti yang dibicarakan orang." Tentu saja. Tania tidak akan mengatakan yang sebenarnya pada Kevin. Dia memang telah berencana untuk menaklukkan laki-laki itu dengan tubuhnya. Salah satu cara terampuh nya adalah dengan cara itu... Namun ia adalah gadis cantik yang bermartabat. Tentu saja dia tidak akan mengakui hal itu.
"Memangnya kenapa?" Kevin mengerutkan alisnya. Kenapa Tania bisa berpikir seperti itu?
"Hem. Di dalam novel yang aku baca, seorang CEO arogan hanya memiliki satu kamar di apartemen nya. Karena kamu tidak, apakah kamu masih seorang CEO?" Tania mengangguk. Ia dengan jujur mengatakan apa yang ada di pikirannya.
"Apakah menjadi seorang CEO hanya ditentukan dengan banyak kamarnya?" Kevin menjawab dengan sembarangan. "Sudahlah jangan banyak bicara lagi. Kamu tidak mungkin berpikir jika aku akan repot-repot membantumu membereskan barang-barangmu kan?" Kevin melirik koper Tania yang ada di sudut ruang tamu.
"Huh! Dasar laki-laki tidak peka!" Dengus Tania sambil dengan sengaja menginjak kaki Kevin saat ia melewati nya. Membuat laki-laki itu mengaduh kesakitan. Lagipula, Tania memakai High heels nya yang runcing.
"Hei kau gila ya!" Teriak Kevin marah karena kesakitan.
"Weeek.... rasain itu!" Tania yang diteriaki malah tertawa senang. Berhenti dan membalikkan badannya hanya untuk menjulurkan lidahnya mengejek sebelum berjalan dengan menarik sebuah koper dengan kesusahan ke lantai dua.
Tania membuka pintu kamar dan terkejut. Ia pikir kamarnya akan sama membosankan nya dengan ruangan lain di apartemen ini. Ia tidak pernah menyangka jika kamarnya akan sangat berbeda. Dengan dinding yang dicat berwarna nude yang kalem, yang dipadukan dengan warna pink dan coklat muda yang hangat.
"Bukankah ini terlalu berlebihan." Tania tersenyum tanpa daya. Bagaimanapun, meskipun dia memang menyukai semuanya, namun dia adalah gadis yang sudah dewasa. Sedangkan kamar yang ada di depannya ini lebih cocok untuk anak gadis remaja.
"Yah sudahlah. Ini lebih baik daripada kamar tuan songong itu ribuan kali lipat." Tania akhirnya tersenyum dan menarik kopernya masuk.
Tania membuka pintu di satu sisi yang ia tebak sebagai ruang ganti. Dan benar saja. Itu memang ruang ganti. Tidak menghabiskan waktu lama, Tania menarik kopernya masuk untuk menata barang-barang miliknya. Di bawah masih ada satu koper yang tersisa yang menunggu untuk dibereskan. Dia harus cepat jika dia ingin istirahat. Bagaimanapun, ia tidak mungkin berharap ada bantuan dari Kevin yang tidak peka itu.
Satu jam lebih Tania baru selesai dengan barang-barangnya. Di dalam ruang ganti, Kevin sebenarnya juga sudah mempersiapkan semua keperluan Tania selama istri kontraknya itu tinggal di sana. Namun karena Tania sudah membawanya, ia masih harus memikirkan cara untuk memasukan barang-barang itu ke dalam lemari yang sudah penuh itu.
"Haah.... Lelahnya. Sepertinya menyenangkan untuk berendam." Gumam Tania. Ia pun segera mengambil baju ganti dan juga perlengkapan mandinya.
*
__ADS_1
*
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_21🍁
Terima kasih sudah mampir 😍
Like, VOTE, rate dan komentar nya akoh tunggu...🤗
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya
***
Keistimewaan Bulan Ramadhan dari
☘️Ali Bin Abu Tholib☘️
🍃Malam Ke Lima belas🍃
🌸Pada malam ke Lima belas, ia akan didoakan oleh para Malaikat dan Para Pemanggul (pemukul) Arys dan Kursi 🌸
Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰
Salam sayang 😘
__ADS_1
❤❤❤Queen_OK❤❤❤