Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 65. Menjadi Roda Ketiga Dalam Hubungan


__ADS_3

"Aku bilang tidak boleh ya tidak boleh. Lagipula Kita akan menjadi pasangan model untuk pakaian musim ini. Jika kamu memiliki gosip dengan laki-laki lain, citra produk juga akan terpengaruh."


"Huh! Aku juga bukannya setuju." Tania melirik nomor lantai yang akan segera sampai. Mendengus dan bersiap untuk keluar. Tepat setelah itu, pintu lift terbuka. Tania keluar dengan cepat. Meninggalkan Kevin yang semakin kesal. Untuk sementara waktu sampai masalah model diselesaikan, ia harus menjauhi laki-laki ini dengan cara apapun.


Namun sayangnya, sepertinya nasib sedang mempermainkannya. Saat ini, ia bahkan tengah duduk di samping Kevin yang tengah mengemudi dengan tenang.


Flash Back On....


Tania yang hendak masuk ke dalam mobil tiba-tiba menyadari bahwa ban mobilnya ada yang kempes. Sepertinya bocor jika melihat ban itu seperti tidak terisi angin sedikit pun. Lalu, saat ia hendak keluar dari basemen, mobil Kevin yang berwarna hitam dengan angkuh berhenti di sampingnya. Kevin menurunkan jendela mobilnya dan menawarkan tumpangan pada Tania. Tentu saja Tania akan menolak pada kesempatan pertama.


Anehnya, Kevin tidak marah sama sekali saat ia ditolak dengan tegas oleh Tania dan bahkan masih bisa tersenyum cerah.


Ia juga terkejut saat melihat ban mobil Tania yang kempes. Tapi setelah ia melihat adanya jejak bekas tangan yang menempel pada ban, ia tahu bahwa ban itu tidak kempes dengan wajar. Pasti ada yang sedang menargetkan Tania. Tapi tidak apa. Dia juga tidak marah melainkan berterima kasih pada siapapun itu.


"Orang kurang ajar yang bodoh itu telah membantuku membuat kesempatan. Bukankah aku harus berterima kasih padanya dengan tidak melepaskan kesempatan itu." Gumam Kevin sambil menatap punggung Tania yang semakin menjauh. Ia mengangkat ponselnya dan menghubungi seseorang dengan itu.


Seorang orang kurang ajar yang bodoh yang sedang mengemudi mobilnya menuju kantor tiba-tiba merasa hidungnya gatal dan tidak dapat menahan diri untuk tidak bersin.


"Eh? Apakah aku flu?" Danil menggosok hidungnya yang gatal.


Sementara itu, Tidak lama setelah Kevin selesai menelepon, Tania yang sudah hampir keluar dari basemen berhenti. Merogoh tasnya dan mengeluarkan ponselnya. Lalu berbicara dengan serius dengan orang yang ada di seberang sana sebelum ia berdecak kesal. Dari jauh, Kecin bahkan dapat melihat jika Tania menghentakkan kakinya dengan marah.


"Ehem." Kevin menghentikan mobilnya di samping Tania lagi. Dengan jendela yang masih terbuka.


"Bagaimana? Apa sudah berubah pikiran sekarang? Di sini meskipun bukan apartemen elite, semua orang memiliki mobil. Jadi kamu tidak akan mendapatkan taksi sebelum kamu berjalan keluar dari komunitas sejauh dua ratus meter. Mau menerima tawaranku atau kamu sanggup berjalan sampai sana? Cepat putuskan! Aku juga sedang terburu-buru dan tidak memiliki banyak waktu untuk menunggu." Kevin mendesak.


Tania menatapnya dengan marah. Ia yakin bahwa pria inilah yang membuat semuanya tidak sesuai dengan harapannya. Namun ia tidak memiliki bukti untuk menyalahkannya.


Saat Tania masih bingung, ponsel di tangannya kembali berbunyi dan suara panik Mona segera ia dengar setelah ia menjawabnya.


"Miss, bagaimana ini?"

__ADS_1


"Kamu tenang dulu. Aku akan segera ke sana." Jawab Tania sambil menutup telepon sebelum ia berlari kecil mengitari mobil dan duduk di kursi penumpang di samping Kevin.


"Aku menumpang bukan karena ingin, tapi karena terpaksa." Ucap Tania ketus setelah ia duduk di dalam mobil Kevin.


"Oke. Sama-sama." Kevin berbicara dengan sengaja menyindir Tania.


"Huh. Terima kasih." Tania mendengus sebelum berterima kasih dengan terpaksa.


Sepanjang perjalanan, kedua orang di dalam mobil hanya diam dalam pikiran mereka sendiri. Tania jelas tidak ada mood sama sekali untuk berbicara dengan Kevin. Jika ia bisa, ia akan memilih keluar dari dalam mobil dan naik taksi setelah ia sampai di jalan besar. Namun setiap kali ia akan mengatakan niatnya, Kevin dengan sengaja mempercepat laju mobilnya sehingga ia tidak sempat berbicara. Sampai pada akhirnya, Tania yang sudah lelah berusaha memilih menyerah dan duduk diam. Membiarkan Kevin membawanya.


"Turunkan aku di perempatan berikutnya." Ucap Tania akhirnya setelah mobil Kevin berhenti di lampu merah.


"Kenapa? Bukan nya kamu sednsg terburu-buru?" Kevin melirik Tania kesal. Banyak sekali wanita yang ingin berada dalam satu mobil dengannya. Sekarang ini, wanita ini bukan hanya menolak bahkan berusaha menjauh sejauh mungkin darinya. Benar-benar wanita yang tidak tahu bersyukur.


"Jika kamu tidak mengizinkanku keluar, aku akan melompat dari mobil sekarang." Ancam Tania yang melihat Kevin tidak memiliki niat untuk menepi dan menghentikan mobilnya.


"Huh! Mau turun ya turun saja." Ketus Kevin yang akhirnya menepikan mobilnya dengan kasar. Akibat tindakannya yang tiba-tiba, membuat pengemudi mobil di belakangnya marah dan membunyikan klakson mobil mereka berkali-kali.


Tania terkejut dengan reaksi Kevin yang tiba-tiba. Ia tidak menyangka jika laki-laki ini akan marah seperti itu. Apalagi Kevin menepikan mobilnya dengan kasar dan tiba-tiba. Sedikit membuat tubuhnya terhuyung dan menabrak pintu mobil.


Tempat Kevin menurunkan Tania masih cukup jauh dari kantor. Bahkan perempatan yang dibicarakan Tania masih berjarak lebih dari dua ratus meter. Jika seperti ini, bukankah lebih baik dari awal ia naik taksi di luar komunitas? Ini bahkan lebih jauh lagi.


Mendengus kesal. Tania membenarkan posisi tas tangannya saat ia berjalan. Menendang kerikil di bawahnya saat ia melangkah. Sepanjang jalan, ia tidak bisa tidak menggerutu kesal mengumpat Kevin yang sungguh keterlaluan.


Namun hari ini keberuntungan memihak pada Tania. Dia hanya berjalan beberapa langkah sebelum sebuah mobil sport mewah berwarna merah cerah berhenti di sampingnya dan orang yang sangat dia kenali terlihat mengendari mobil dengan atap terbuka itu.


"Tania, apa yang terjadi? Kenapa kamu jalan kaki? Cepat naik." Arsya turun dari mobil dan membuka pintu mobil untuk Tania sambil menggandeng adiknya masuk ke dalam mobil. Hatinya sakit melihat keadaan adiknya yang menyedihkan.


"Tidak apa-apa kak. Hanya orang sombong yang tidak tahu malu." Jawab Tania sambil mengepalkan tangannya.


Mengetahui jika adiknya yang tidak ingin memberitahunya, Arsya memilih diam dan tidak bertanya lagi. Ia segera melajukan mobilnya menuju kantor Kev Fashion.

__ADS_1


Dengan mobil, mereka jelas sampai dengan cepat. Masih banyak orang yang ada di luar kantor. Mobil sport merah Arsya terlihat mencolok. Semua orang segera mengalihkan pandangan ke arahnya. Tanpa penghalang, dua orang yang duduk di atas mobil segera terlihat dan menarik perhatian.


"Terima kasih telah mengantarku kak. Aku pasti terlambat jika kakak tidak datang tepat waktu." Ucap Tania tulus.


"Tidak masalah. Jika ada masalah apapun di masa depan, jangan ragu untuk meminta bantuan padaku. Apa gunanya memiliki kakak jika kamu masih kesulitan?"


"Aku tahu. Kakak memang yang terbaik." Tania mengangguk senang. Arsya mengelus kepala adiknya dengan sayang. Matanya terlihat lembut dan penuh perasaan. Semua orang yang melihat pemandangan ini dengan sangat terkejut. Bukankah Miss Angela adalah mantan istri bos mereka yang sepertinya masih dicintai oleh bos mereka mengingat apa yang dilakukan bosnya?


Apakah ini artinya cinta bos mereka ternyata bertepuk sebelah tangan? Dan yang paling mencengangkan adalah bahwa Kevin, bos mereka telah menjadi roda ketiga dalam Sebuah hubungan yang bahagia?


Mereka tidak menyangka bos mereka ternyata seperti itu....


Sungguh mengejutkan!


*


*


*


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_65🍁...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...


...***...

__ADS_1


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2