
"Ehem. Bagaimanapun ini hanyalah pendapat saya saja. Mengenai pendapat saya ini dipakai atau tidak, kita hanya bisa menunggu tuan Kevin untuk memutuskannya untuk kita." Tania dengan enggan melirik Kevin yang sejak tadi diam membiarkan begitu saja keributan di sekitar.
Kevin sedang dalam suasana hati yang buruk. Ia tidak menyangka jika Tania akan memperlakukannya seperti itu. Bagaimana wanita ini bertindak bahwa mereka seperti tidak saling mengenal di saat hubungan mereka di masa lalu adalah sepasang suami istri?
Melihat Kevin yang masih diam dan menatap Tania tidak suka, Sinta menyeringai.
"Tuan Kevin, perusahaan kita sejak dulu selalu mengusung tema bangsawan yang berkarakter dan elegan. Jika kita tiba-tiba mengubah tema produk kita begitu saja, bukankah akan merusak citra perusahaan kita?" Sinta berbicara sambil menatap Kevin dengan percaya diri. Setelah itu melirik Tania yang masih menunjukkan senyum di bibirnya. Namun bagaimana pun orang melihatnya, senyum ini tidak lebih hanya sebuah tampilan yang tidak sampai di matanya yang terlihat dingin.
"Oh... Jadi menurut nona Sinta, desaign yang dibuat oleh Miss Angela ini tidak memiliki karakter maupun elegan?" Kevin melipat kedua tangannya di atas meja dan menatap Sinta penuh tanya.
Sinta membeku di tempatnya. Bukankah bos nya ini sepertinya menatap Tania dengan tidak suka. Kenapa dia membelanya sekarang?
Yang tidak diketahui Sinta atau bahkan semua orang yang ada di ruangan itu bahkan termasuk Tania dan Danil yang telah mengikuti Kevin sepanjang hari pun tidak mengerti bahwa meskipun Kevin tidak menyukai sikap Tania padanya, ia masih tidak akan membiarkan Tania ditindas tepat di depan matanya karena menurutnya, jika ada orang yang bisa menindas Tania, itu hanya dirinya. Orang lain tidak bisa menindasnya.
Tania tidak menyangka jika Kevin akan membantunya berbicara. Tetapi dalam pikirannya tidak sama dengan apa yang dipikirkan oleh Kevin. Sepanjang dia mengenal Kevin, laki-laki itu adalah orang yang paling memperhatikan perusahaan. Jadi dia melakukan nya pasti hanyalah karena ia merasa jika memang desaign nyalah yang paling banyak memberikan keuntungan bagi perusahaan. Entah kenapa, memikirkan alasan ini membuat hati Tania masam. Laki-laki ini tidak akan pernah berubah kan?
"Hm... Kenapa nona Sinta tidak menjawab?" Kevin mendesak. Tatapan matanya yang terlihat malas tidak berganti dari Sinta yang semakin gemetar ketakutan.
Semua orang yang berada di ruangan itu tidak ada yang berniat membantu Sinta sama sekali. Mereka tentu saja tidak ingin ikut menjadi sasaran kemarahan Kevin. Bahkan Roy, yang merupakan penggemar Sinta pun diam. Dia bahkan menundukkan kepalanya seakan dia tidak mengenal Sinta sama sekali.
"Bukan... Bukan seperti itu. Miss Angela adalah designer emas dari HR Mode, mengenai kemampuannya tentu saja saya tidak berhak mempertanyakannya. Design yang dibuat oleh Miss Angela tentu saja sangat indah dan berkelas. Namun, menurut saya design Miss Angela tidak akan sesuai jika diproduksi di perusahaan kita. Seperti yang saya katakan di awal tadi, penggantian jenis pakaian akan mempengaruhi citra perusahaan." Sinta menggertakkan giginya. Akhirnya ia memiliki alasan yang tepat untuk membela diri.
"Miss Angela, lalu bagaimana menurut anda?" Saat Kevin menyebutkan nama panggilan Tania ini, ia sedikit memberi tekanan ketika ia menatap Tania dengan intens. Bahkan nada yang diterapkan untuk mengucapkan nama itu terasa sedikit aneh.
Tania tiba-tiba ditarik kembali ke dalam masalah. Ia yakin jika Kevin memang sengaja menyeretnya kembali ke dalam masalah. Padahal sebelumnya ia sudah menyebutkan dengan jelas bahwa setiap keputusan ada di tangan Kevin sebagai pemimpin perusahaan. Lalu apa tujun laki-laki itu malah meminta pendapatnya lagi?
"Uhuk. Dalam setiap bisnis sebuah keberanian kadang kala diperlukan untuk membuat terobosan. Terkadang, keluar dari zona nyaman adalah pilihan terbaik. Jika kita hanya berdiam diri pada zona nyaman kita di dunia fashion seperti ini lama kelamaan juga akan menghilang. Seperti yang kita tahu, setiap tahun akan selalu ada gaya desain yang lebih unggul dari yang lain. Jika kita terus bertahan dengan gaya yang itu-itu saja, tunggu satu atu paling lama dua tahun lagi, merk pakaian Kev Fashion yang telah bertahan selama beberapa tahun belakangan akan menghilang dari pasaran." Ucap Tania dengan jelas.
__ADS_1
"Benar sekali. Sebenarnya saya juga pernah berfikir seperti itu, namun kelemahan kami adalah bahwa kami bukanlah designer yang memiliki kemampuan untuk mendobrak zona nyaman ini dan keluar. Namun kali ini, Miss Angela membuka mata kami bahwa sesuatu yang terlihat biasa ternyata bisa diubah menjadi sesuatu yang sangat luar biasa." Salah satu desaigner yang sudah sedikit berumur membenarkan posisi kaca matanya saat ia berbicara. Ia memandang Tania dengan penuh penghargaan.
"Nona Zola, bagaimana anda bisa berpikir seperti itu? Kita sudah bekerja di bidang ini dan kemampuan kita juga tidak bisa diremehkan begitu saja." Sinta mengepalkan tangannya. Ia tidak menyangka jika Zola, seseorang yang sangat sulit mengakui kehebatan orang lain bahkan akan membela Tania dengan begitu mudah. Wanita itu bahkan sering mencari masalah dengannya, jadi bagaimana mungkin ia akan memperlakukan Tania dengan baik?
"Heh... Nona Sinta, dengan kemampuan anda yang hanya seperti itu saja ternyata memiliki keberanian untuk mengkritik kemampuan orang bertalenta seperti Miss Angela ini. Apakah karena anda adslah kepala designer di perusahaan ini sehingga anda memiliki kepercayaan diri seperti itu. Jangan lupa, setiap pakaian yang dibuat di Kev Fashion bukan hanya berasal dari desain yang anda buat melainkan berasal dari banyak orang yang terdiri dalam tim. Anda dipilih menjadi kepala bagian juga bukan karena kehebatan anda melainkan karena anda dianggap mampu mengelola divisi Desain. Jika bukan karena semua orang akan menuruti anda dengan mudah, apakah kami, para desainer senior akan dengan mudah berjalan di belakang anda?" Zola tidak berhenti sampai di situ. Ia bahkan semakin bersemangat dalam memprovokasi Sinta.
"Kamu... Kamu..."
"Apakah kalian sudah cukup?" Suara magnetis yang rendah namun dalam menghentikan perdebatan dua orang yang semakin memanas. Jika Kevin tidak berbicara, Sinta mungkin tidak akan lagi dapat menahan emosinya.
"Sudah berapa tahun kalian bekerja di Kev Fashion ini?"
Menghadapi pertanyaan Kevin, kedua orang itu segera diam. Mereka sadar jika mereka telah membuat kesalahan. Terutama Zola yang telah bekerja di Kev Fashion sejak perusahaan itu resmi berdiri. Ia pun menundukkan kepalanya.
"Apa kalian tidak malu menunjukkan kekurangan kalian di depan Miss Angela?" Lagi-lagi, Kevin menekan kata Miss Angela dengan cara yang aneh. Dan Tania entah kenapa akan selalu merinding jika Kevin memanggilnya dengan panggilan itu.
"Benar tuan. Sebagai bawahan Anda, kami seharusnya tidak berbuat seperti itu."
"Huh. Kalau begitu ingat kesalahan hari ini. Saya tidak ingin mendengar ada hal semacam ini lagi di masa depan. Jika hari ini tidak ada Miss Angela di sini, kalian akan mendapatkan hukuman yang layak. Namun karena ada Miss Angela di sini, kesalahan kalian ini akan dimaafkan." Meskipun Kevin berbicara dengan Zola dan Sinta, tetapi pandangan matanya tidak lepas dari Tania yang berdiri di sampingnya.
Melihat wajah Tania yang seperti kebingungan, Kevin tidak bisa mengalihkan pandangannya darinya. Karena anehnya, ia merasa jika Tania memiliki wajah yang imut. Menyadari pikirannya yang sepertinya tidak bekerja sesuai dengan kebiasaannya, Kevin segera berdehem untuk menetralkan hati nya.
"Huk! Baiklah kalau begitu sudah diputuskan. Untuk produk kali ini Kev Fashion akan menggunakan desaign dari Miss Angela. Namun yang jadi pertanyaan adalah apakah Miss Angela mengizinkan?" Kevin menatap Tania.
"Saya di sini sebagai perwakilan dari HR Mode untuk mengevaluasi kerjasama antara dua perusahaan. Saya bertanggung jawab atas HR Mode di sini. Jadi memang sudah menjadi tanggung jawab saya untuk memastikan kinerja perusahaan. Dan jika desaign saya memang dipakai, jelas saya tidak merasa keberatan sama sekali." Jawab Tania formal.
"Bagus. Karena Miss Angela sudah berkata seperti itu, saya yakin jika Miss Angela juga tidak akan keberatan jika anda akan menjadi ketua pada produksi kali ini mengingat jika desain yang dipakai adalah milik anda dan tidak ada yang akan bisa mengerti lebih baik dari anda. Bagaimana menurut anda, Miss Angela?"
__ADS_1
Tania merasa jika dirinya telah dijebak. Jika dia menjadi ketua pada produksi kali ini, bukankah itu akan membutuhkan waktu yang lama? Setidaknya mulai dari persiapan sampai dengan evaluasi, butuh waktu setengah tahun atau bahkan lebih. Terlebih lagi jika dia menjadi ketuanya, bukankah dia harus menemui Kevin secara rutin?
Tania merasa sakit kepala.
Apa yang direncanakan Kevin sebenarnya?
*
*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_52🍁...
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya...
...***...
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...
__ADS_1