Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 106. Ide Danil


__ADS_3

"Oh ya? Bagaimana jika kita berdua bertaruh. Jika Tuan mengetahui siapa dalang tersembunyi yang memberikan obat perangsang pada Miss Angela sebenarnya adalah anda, apa yang mungkin akan tuan lakukan? Memecatku, atau mengirim Anda pergi jauh lagi?" Ucap Danil saat ia berhenti di samping Khanza dan membisikkan nya.


Khanza tidak menyangka jika dia akan ketahuan. Dia mundur dua langkah karena terkejut. Danil sebenarnya mengetahui jika Khanza adalah orang yang berada di belakang Sinta. Namun karena ia tidak memiliki cukup bukti, ia tidak bisa memberitahukannya pada Kevin.


"Bagaimana mungkin dia tahu?" Gumam Khanza melihat punggung Danil yang semakin menjauh.


"Apa mungkin Kevin juga sudah tahu?"


"Tidak. Pasti tidak. Menurut sifat Kevin, jika dia mengetahui jika akulah yang memerintahkan kepada Sinta untuk mengerjai wanita itu, aku pasti tidak akan baik-baik saja sekarang seperti ini. Aku pasti bernasib sama dengan Sinta." Lanjut Khanza setelah ia cukup berpikir.


"Benar. Tapi jika Danil mengetahuinya, kenapa dia tidak memberitahu Kevin?" Gumam Khanza sambil berpikir.


"Oh aku tahu. Pasti Danil tidak memiliki cukup bukti."


"Sepertinya aku harus waspada mulai sekarang." Ucap Khanza tegas sebelum ia juga pergi dari tempat itu. Saat ini malam sudah larut. Ia sebaiknya pulang sekarang.


Khanza membanting pintu apartemen nya dengan keras. Lalu duduk di sofa ruang tamu dengan kesal. Kembali, ia mengambil ponsel di dalam tasnya dan berusaha menghubungi Kevin. Namun sama seperti sebelumnya, panggilannya tersambung tetapi tidak juga diangkat. Setelah mencoba beberapa lama dan dengan hasil yang masih saja sama, Khanza meletakkan ponselnya dengan keras ke atas meja. Tapi baru saja ponsel itu dmia letakkan, dan Khanza menyandarkan tubuhnya di punggung sofa, ponsel itu berbunyi nyaring.


Khanza mengira jika itu adalah Kevin dan bangun dengan semangat. Namun saat ia melihat id pemanggil, Khanza segera merubah ekspresinya dan menjawab dengan malas.


"Halo. Ada apa?" Tanyanya ketus.


"Nona Khanza, bagaimana ini? Saya dipecat dari perusahaan. Saya bahkan tidak dapat lagi bekerja di sini." Suara Sinta yang panik dan bingung segera terdengar. Khanza menjauhkan ponsel itu dari telinganya karena merasa jika suara Sinta merusak telinganya.


"Lalu apa maumu?"


"Nona, tolong bantu saya. Saya memenuhi janji saya dengan tidak menyebutkan nama anda sama sekali. Saya juga telah memastikan jika tidak akan ada jejak yang menyeret Anda bahkan jika tuan Danil menyelidikinya. Jadi tolong bantu saya pergi dari ibukota ini." Ucap Sinta penuh harap.


"Bagus. Kamu tenang saja. Karena kamu sudah melakukan tugas dengan baik, tentu saja aku akan membantumu. Aku punya teman di kota P yang juga bekerja di bidang Fashion. Aku akan memintanya untuk mengatur pekerjaan yang sesuai untukmu. Aku akan mengatur perjalananmu ke sana. Aku akan mengirim orang untuk menjemputmu di sana nanti." Ucap Khanza jengah.


"Baik nona Khanza. Terima kasih banyak nona. Terima kasih." Ucap Sinta dengan tulus.


"Hmm." Khanza berdehem sebelum menutup teleponnya dan ganti menelepon orang lain.

__ADS_1


"Aku akan mengirim barang bagus padamu." Ucap Khanza pada orang di seberang.


"Bagaimana kualitasnya?"


"Tentu saja bagus. Apa aku pernah mengirim barang dengan kualitas buruk?"


"…"


"Oke. Jangan khawatir. Siapkan saja uangnya. Begitu uang ditransfer, aku akan segera mengirimnya padamu."


"…"


"Kamu tenang saja. Jika nanti saat di bandara kamu tidak puas dengan barangnya, aku akan mengembalikan uangmu."


"…"


"Ya. Kita sudah lama bertransaksi. Seperti biasa, Nanti aku akan mengirim detail penerbangannya padamu setelah kamu mengirim uangnya."


"…"


Khanza mendengus sebelum membuka aplikasi pemesanan tiket dan memesan tiket pesawat dari sana dan mengirim nya pada Sinta.


Satu Minggu telah berlalu tanpa terasa bagi sebagian orang. Namun bagi sebagian besar karyawan Kev Fashion, waktu satu Minggu ini adalah hari-hari yang paling berat bagi mereka. Bagaimana tidak, Karen Tania yang selalu menghindarinya, suasana hati Kevin mendung setiap harinya.


Sudah menjadi rahasia umum jika bos yang sedang dalam suasana hati yang buruk, para karyawan lah yang akan menderita dan menanggung akibatnya menjadi pelampiasan amarah sang bos. Semua pekerjaan yang mereka kerjakan dengan kerja keras dan sungguh-sungguh selalu saja dilempar dengan keras di atas meja. Baru setelah mereka mengerjakannya dua sampai tiga kali lagi, pekerjaan mereka baru diterima dan ditandatangani oleh Kevin.


Sejak hari itu, bukannya membaik, sikap Tania pada Kevin malah semakin dingin. Wanita itu akan selalu menghindarinya sebisa mungkin seperti Kevin adalah virus yang akan menginfeksi. Nyatanya, setelah kejadian itu Tania tidak bisa melupakan apa yang dia dnegar dari Kevin. Kata-kata manis laki-laki itu selalu terngiang di telinganya yang mmebuat hatinya goyah. Jadi daripada bertemu dengan Kevin dan dia tidak dapat menahan diri untuk tidak berlari memeluknya dan mengatakan bahwa dia juga mencintainya, ia lebih memilih menghindar.


"Eh? Kenapa ruanganku kosong?" Tania terkejut saat ia datang, Mona menunggunya di lobi dengan cemas. Namun gadis berkacamata itu tidak mengetahui apa yang terjadi. Jadi dia tidak mengatakan apapun dan hanya meminta Tania untuk segera datang ke ruangannya. Saat sampai di ruangan, sama dengan Mona, Tania juga sangat terkejut.


Padahal ruangan itu yang dikunci sebelum mereka meninggalkan ruangan. Namun Pagi ini saat Mona masuk untuk pertama kali, meskipun pintu masih dalam keadaan terkunci, semua barang di atas meja dan galeri semuanya sudah tidak ada di tempatnya. Setelah Tania masuk dan memeriksanya sendiri, ternyata bukan hanya barang di atas meja, bahkan semua laci mejanya kosong.


"Mona, Katakan padaku apa yang terjadi sebenarnya." Ucap Tania sambil memijit pelipisnya.

__ADS_1


"Saya juga tidak tahu Miss. Saya datang seperti biasa pagi ini dna membuka ruangan. Saya Tidak merasa ada yang aneh sebelumnya karena pintu masih dalam keadaan terkunci rapat. Namun saat saya membuka pintu dan masuk, saya melihat jika semua barang di meja dan di galeri sudah tidak ada." Cerita Mona dengan lancar. Tania mendengarkan cerita Mona dengan seksama dan menyadari satu hal.


Hanya ada satu orang di kantor ini yang dapat melakukannya dan dia tidak lain dan tidak bukan adalah Kevin.


"Mona, kamu tunggu di sini. Aku tahu siapa yang melakukannya." Ucap Tania berdiri dengan tegak dan bersiap pergi.


"Siapa Miss."


"Kevin. Aku akan pergi ke ruangannya dan bertanya padanya." Mona mengangguk paham. Jika itu Kevin, sangat mungkin bos nya itu melakukannya. Ia memang sudah memperhatikan selama beberapa hari jika kedua orang itu terlihat aneh. Tania yang sibuk menjauh dan menghindar jika dia melihat Kevin. Kecuali untuk perkembangan produk, mereka berdua hampir tidak pernah berpapasan sekalipun. Bahkan saat Kevin berinisiatif datang ke ruangannya, Tania dengan sengaja mencari alasan untuk pergi.


Memang benar. Pelakunya adalah Kevin tentu saja. Semalam, Kevin memenri perintah untuk memindahkan ruangan Tania ke dalam ruangannya.


Itu semua adalah ide Danil. Danil melihat kekacauan yang bosnya lakukan di perusahaan. Para karyawan juga hampir gila dibuatnya. Oleh karena itu, sore kemarin ia memikirkan cara untuk memperbaiki ini semua. Dan akhirnya ia terpikirkan ide untuk menempatkan Tania di satu ruangan dengan sang bos. Dengan begitu, bos akan senang dan kehidupan karyawan yang damai akan segera datang.


Saat Danil melihat Tania yang baru keluar dari lift dan berjalan cepat dengan wajah yang kusut menuju ke arah ruangan Kevin, Danil tersenyum dengan penuh maksud. Rencananya kali ini pasti akan berhasil. Dan rekeningnya akan kembali dihujani dengan durian runtuh yang banyak. Ah.... Setelah semua selesai, dia akan merencanakan liburan yang indah berkeliling dunia. Namun Danil melupakan satu hal yang penting. Jika Bos nya sibuk dengan urusan percintaannya di masa depan, dia lah yang akan paling repot nantinya.... Yah. Anugerah memang sudah terbiasa diikuti dengan musibah. Tergantung bagaimana menyikapinya.


*


*


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_106🍁...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...


...***...


...Salam sayang 😘...

__ADS_1


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2