
Setelah Kaisar masuk ke dalam kamar mandi, Kevin duduk di samping Kaylee untuk memeriksa suhu tubuh anak itu. Saat ia bangun tadi, ia sudah memeriksanya dan memang sudah turun. Ia ingin memastikan nya lagi sebelum membangunkannya.
"Syukurlah demamnya sudah turun. Kalauasih belum turun, Tania pasti akan marah padaku." Gumam Kevin lega.
"Sayang, Kaylee sayang, bangun dulu ya. Sudah siang. Kamu harus sarapan sebelum minum obat." Kevin mengelus pipi Kaylee dengan lembut untuk membangunkannya.
"Emmm" Kaylee menggeliat.
"Sayang..." Ucapan Kevin berhenti saat tiba-tiba saja mata Kaylee yang awalnya tertutup terbuka lebar dan menatap nya penuh harap.
"Kenapa paman memanggil Kaylee dengan panggilan sayang?" Kaylee membuka matanya yang berat dan bertanya. Sejak semalam ia terus saja mendengar Kevin memanggilnya dengan panggilan sayang, ia ingin melihat bagaimana lagi Daddy-nya itu.
"Kenapa? Apa Kaylee tidak senang?" Kevin mengerutkan keningnya. Ia tidak sadar jika ia memanggil Kaylee dengan sayang sejak semalam.
"Tidak. Kaylee senang." Kaylee menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Kalau begitu bagaimana jika mulai saat ini paman memanggil Kaylee dengan sayang?"
"Mm. Karena paman memanggil Kaylee sayang, bagaimana jika Kaylee memanggil paman dengan Daddy?" Tanya Kaylee penuh harap.
Kevin tertegun sesaat. Ia tidak menyangka Kaylee akan mengambil langkah pertama.
"Sayang, kamu adalah anak yang cerdas. Sebenarnya paman memang ayah kandungmu. Daddy ingin mengatakannya pada kalian selama ini, namun paman khawatir kalian akan menolak paman jika mendekati kalian dengan identitas seorang ayah yang tiba-tiba datang dan mengaku karena Selama ini Daddy menelantarkan kalian di luar sana. Maka dari itu Daddy mencoba mendekati kalian perlahan-lahan agar kalian terbiasa. Tapi sekarang Daddy sadar jika keputusan Daddy salah. Seharusnya Daddy mengatakannya sejak awal dan tidak hanya memikirkan kekhawatiran Daddy saja. Sekarang setelah semua ini, Apa kamu masih mau menerima Daddy? Apa kamu tidak marah?"
"Tidak. Aku tidak marah. Mami bilang orang dewasa memiliki masalah mereka sendiri. Daddy seperti itu pasti juga ada alasannya kan?" Kaylee menggelengkan kepalanya. Setiap kali ia menanyakan mengenai ayah kandungnya pada Tania, maminya itu tidak memberinya jawaban yang jelas. Dia hanya berkata jika saat itu Daddy nya tidak dapat menemaninya saja karena orang dewasa memiliki masalah.
"Mm. Terima kasih sayang. Terima kasih sudah mau menerima Daddy ya." Kevin memeluk Kaylee dengan hangat.
"Hem. Kaylee senang Daddy bersama dengan kami sekarang."
"Ya. Daddy juga senang. Mulai saat ini Daddy janji tidak akan meninggalkan kalian lagi ya."
"Oke."
"Mengenai Kaisar, Daddy tahu jika kakak kamu itu masih tidak bisa menerima Daddy. Jadi Daddy bagaimana jika kita rahasiakan dulu. Sama dengan kamu, Daddy juga tidak ingin memaksa kakakmu. Daddy kan mendekati nya dengan baik nanti." Ucap Kevin ragu-ragu.
"Baik. Kaylee tahu. Tapi Daddy, meskipun Kaisar terlihat dingin, sebenarnya dia paling baik." Kaylee menatap wajah Kevin.
"Ya. Daddy juga mengerti. Daddy bangga pada kalian berdua." Kevin semakin menyayangi putrinya ini. Ia memeluk kembali Kaylee dengan erat sambil menciumi pucuk kepala gadis kecil itu.
__ADS_1
Saat Kaisar keluar dari kamar mandi, ia melihat pemandangan ini dan mengerutkan alisnya.
"Ada apa ini?" Suara tanya Kaisar mengejutkan kedua orang yang saling berpelukan.
Kevin dan Kaylee melepaskan pelukan mereka namun tidak terlepas sepenuhnya. Mereka hanya merenggang saja seperti tidak ingin berpisah.
"Tidak ada apa-apa. Memangnya kenapa? Aku hanya merasa paman sangat baik. Dia sudah menjagaku semalaman. Memangnya tidak boleh memeluk untuk berterima kasih?" Jawab Kaylee mengerutkan bibirnya.
"Oh..." Kaisar tahu pasti ada sesuatu di antara mereka. Namun ia tidak ingin mempermasalahkan nya. Jika Kaylee tidak ingin memberitahunya, ia juga tidak akan memaksanya.
"Paman, jika Kaylee sudah baik-baik saja bisakah kita pergi ke rumah sakit?" Tanya Kaisar pada Kevin.
"Kaylee memang sudah baikan. Tapi dia baru sembuh. Bagaimana pun lingkungan rumah sakit tidak akan baik untuknya sementara ini. Nanti jika sudah pulih sepenuhnya, aku sendiri yang akan mengajak kalian ke sana." Jawab Kevin dengan memberi penjelasan.
"Baiklah kalau begitu." Kaisar tidak membantah dan menganggukkan kepalanya.
"Sarapan sudah siap di bawah. Aku akan menyusul setelah menyuapi Kaylee makan dan minum obat. Kamu bisa pergi sendiri kan?"
"Tapi aku tidak mau di sini. Aku ingin sarapan bersama kalian di bawah." Kaylee menolak. Ia tidak mau ditinggalkan sendirian di dalam kamar.
"Baiklah kalau begitu. Biarkan paman menggendongmu ya." Kevin tidak melarang. Ia segera mengulurkan tangannya untuk mengangkat Kaylee.
Dua hari kemudian, Kevin menepati janjinya dan membawa kedua anak itu pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Tania. Selama dua hari ini, Kevin tidak pergi ke perusahaan. Ia bekerja dari rumah. Danil datang beberapa kali setiap harinya untuk membawakannya pekerjaaan atau melaporkan beberapa masalah penting. Kevin juga tidak datang ke rumah sakit untuk menemui Tania sama sekali dan hanya melakukan panggilan telepon dan video dengan nya.
"Sayang, katanya kamu sakit. Bagaimana keadaanmu sekarang?" Tanya Tania cemas. Ia segera mengulurkan tangannya untuk memeriksa suhu tubuh Kaylee. Ia menghela napas lega setelah memastikan jika suhu tubuh Kaylee normal.
"Ya mami. Tapi sekarang Kaylee sudah sembuh. Daddy merawat Kaylee dengan baik." Kalimat pertama dan kedua Kaylee mengucapkan nya dengan lantang. Lalu kalimat terakhirnya ia membisikkannya di telinga Tania yang sukses membuat maminya membelalakkan matanya terkejut.
"Sayang...." Tania menatap Kaylee penuh tanda tanya.
"Mm. Kaylee sudah tahu. Tapi Kaisar masih belum tahu." Jawab Kaylee dengan suara rendah. Tania memandang Kaisar yang sudah duduk di sofa tunggu sambil memainkan ponselnya.
"Yah tidak apa-apa." Tania menghela napas berat. Ia mengenali kedua anaknya dengan baik. Sifat Kaisar lebih keras.
"Sayang, apa kamu menyalahkan mami?" Lanjut Tania khawatir.
"Tidak. Mami, bolehkah aku tidur bersama dengan mami? Aku sangat merindukan mami." Kaylee mengedipkan matanya.
"Tentu saja."
__ADS_1
"Tania, nenek mengirimkan sup ayam tadi. Apa kamu mau makan?" Kevin mendekat sambil menunjukkan kotak bekal padanya.
"Wah... Pasti enak sekali kan?"
"Ya. Ini sup ayam buatan nenek. Dulu kamu sangat menyukainya. Aku akan menyuapimu nanti." Kevin bergerak cepat dengan mengambilkan nasi dan sup ayam untuk Tania.
"Tidak perlu paman. Bukankah paman hari ini ada rapat? Paman sibuk saja. Biar aku yang menyuapi mami." Kaylee bangun dan berbicara dengan semangat.
"..." Tania menyipitkan matanya menatap Kevin.
"Ya. Ada sedikit masalah di perusahaan. Jadi aku akan melakukan rapat online untuk membahasnya." Jawab Kevin menjelaskan.
"Baiklah. Kamu sibuklah dulu. Jangan karena aku pekerjaammu menjadi berantakan." Ucap Tania penuh perhatian.
"Baiklah. Kalau begitu aku ke sana dulu. Jika membutuhkan sesuatu kamu jangan ragu memanggilku oke?"
"Oke."
Kevin pun pergi ke salah satu sisi. Yang cukup dekat dengan tempat duduk Kaisar. Duduk di depan laptop dan segera memulai rapat nya. Di dalam kamar rawat pasien itu, tiba-tiba saja begitu banyak kegiatan nya. Yang satu sibuk bermain game, yang satunya lagi sibuk rapat dan kedua orang lainnya saling menyuapi satu sama lain di atas ranjang.
Pemandangan yang begitu hangat.
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_169🍁...
... kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
__ADS_1
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...