Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 143. Apa Semua Hacker Menargetkanku?


__ADS_3

"Mama, mama harus sembuh ya ma."


"Tidak Tania. Mama rasa hidup mama sudah tidak lama lagi."


"Mama tidak boleh berkata seperti itu."


"Mama memanggilmu ke sini karena mama ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting." Ucap Tari dengan kesusahan.


"Mama jangan banyak bicara dulu. Mama istirahat saja ya. Ada masalah apa, tunggu mama sembuh dulu baru bicarakan." Ucap Tania khawatir.


" Tidak. Mama harus bicara sekarang sebelum semuanya terlambat." Tari bersikeras berbicara meskipun ia kesulitan.


"Mama..."


"Ini mengenai orang tua kandungmu...." Tania tertegun. Ia tidak pernah berpikir untuk mencari tahu mengenai orang tua kandungnya. Mereka telah memasukkannya ke panti asuhan, artinya mereka sudah tidak menginginkannya. Untuk apa dia mencarinya sekarang?


Apa yang dikatakan Tari di ruang ICU masih terngiang di pikiran Tania bahkan setelah Arsya mengantarkan nya pulang ke apartemen. Malam ini ia tidak bisa menepati janjinya untuk pergi ke apartemen yang ditempati oleh Kaylee dan Kaisar saat ini karena kondisinya yang masih tidak memungkinkan untuk menemui kedua anak itu. Ia juga sudah memberi tahu mereka dan juga Xia Xi Lin mengenai hal ini. Tentu saja, ia tidak mungkin mengatakan alasan yang sebenarnya pada mereka.


Tania memilih berendam begitu ia sampai di apartemen. Kejadian hari ini begitu mengejutkan. Menguras emosi dan juga pikiran. Tenaga juga hampir habis terkuras karena selain makan siang yang terakhir, ia tidak makan lagi sampai saat ini.


Hanya kamar mandi di kamar Tania yang dilengkapi dengan bathtub. Jadi setelah ia mengisi bak mandi dengan sabun dan aroma terapi, ia mengunci semua pintu dsn balkon. Ia tidak akan membiarkan Kevin masuk seenaknya saja seperti sebelumnya. Ia masih tidak dapat melupakan apa yang dilakukan Kevin dan Khanza tadi.


Memang benar. Kevin segera pergi ke balkon Tania saat ia telah memastikan jika Tania tidak pergi ke apartemen Arsya dan kembali ke apartemen nya sendiri. Namun saat ia mencoba membuka pintu balkon itu, ternyata pintunya tertutup. Kenapa dengan Tania, bukankah tadi masih baik-baik saja? Ia smaa sekali tidak tahu jika Tania melihatnya bersama dengan Khanza di rumah sakit.


Setelah hampir setengah jam berendam, Tania menyudahinya dan keluar dari kamar mandi. Begitu ia keluar, ia disambut dengan suara merdu ponselnya yang tiba-tiba menjadi sangat berisik. Tania segera menghampirinya dan melihat jika ID penelepon adalah Kevin.

__ADS_1


"Huh!" Tania mengabaikannya. Membalik ponsel itu dan melemparkannya ke atas ranjang. Sedangkan Tania sendiri mengambil baju di lemari dan menggantinya di sana. Dia tidak tahu, seseorang sebenarnya sedang menyadap ponselnya. Diam-diam mengakses kamera belakang ponselnya dan melihat nya berganti baju. Dari awal sampai akhir. Dan saat ini, orang itu sedang kepanasan di dalam kamarnya sendiri yang ada di apartemen sebelah.


"Tania, kamu benar-benar ingin diberi pelajaran." Geram Kevin melihat adiknya yang sudah tidak sabar ingin keluar dari celananya.


Tidak pikir panjang, ia segera menghubungi Tania untuk memintanya membuka pintu untuknya. Namun tentu saja Tania tidak akan menurutinya begitu saja.


"Si-al. Kenapa dia tidak mau membuka pintunya. Bahkan setelah aku mengancam bahwa aku akan mendobrak pintunya saja dia tidak peduli." Gumam Kevin kesal. Ia memutar ponsel di atas meja sambil berpikir. Menatap layar laptop dengan frustasi. Kali ini Tania menutup ponselnya dengan bantal, jadi dia tidak dapat melihat apapun dan tampilan di layar laptop Kevin semuanya menjadi hitam.


"Ah! Aku tahu apa yang bisa kulakukan. Hei sang gajah, beruntung pemilik mu cerdas. Jadi aku akan membuat orang yang sudah memprovokasimu membayar semuanya." Gumam Kevin sambil melirik benjolan di dalam celana nya. Lalu tersenyum licik saat ia memainkan ke sepuluh jari nya di atas keyboard.


Di dalam kamar, Tania sedang menikmati kemenangannya. Ia membayangkan wajah kesal Kevin saat ia menolaknya tadi. Memikirkan wajahnya yang frustasi membuatnya sedikit terhibur. Namun saat ia sedang menikmati susu hangatnya dengan tenang, suara yang aneh tiba-tiba terdengar di dalam apartemennya yang sunyi.


"Ada apa ini?" Gumam Tania mengerutkan alisnya berpikir. Ia tidak mengenali suara yang terdengar. Tapi suara ini terdengar jelas berasal dari dalam apartemennya. Jadi mau tidak mau, Tania pergi mencarinya. Tidak perlu waktu yang lama, Tania menemukan sumber suara tersebut. Ternyata suara itu berasal dari MacBook yang ada di dalam tas kerjanya yang ia letakkan begitu saja di atas meja tamu. Tapi kenapa MacBook itu tiba-tiba berbunyi? Selain menyimpan desain-desain buatannya, di dalam MacBook hampir tidak terdapat apapun. Bahkan e-mail pun tidak ada. Jadi ada apa?


Namun saat Tania berpikir bahwa masalah sudah berakhir, ternyata dia salah. Layar MacBook yang awalnya terlihat normal seperti biasanya, tiba-tiba saja mati dan menjadi hitam.


"Eh? Apa yang terjadi? Semua daraku ada di sini. Jangan sampai benda ini rusak." Ucap Tania panik. Ia mencoba mengetuk-ngetuk layar MacBook untuk memenangkannya. Namun semuanya sia-sia.


Saat Tania tengah panik. Tiba-tiba muncul satu titik terang di tengah MacBook. Titik itu lama kelamaan menjadi semakin besar dan jelas. Titik itu berubah menjadi sebuah cahaya yang mirip dengan gambar matahari. Lalu secara tiba-tiba, bahaya itu seperti memiliki efek meledak. Lalu sebuah tulisan muncul secara perlahan...


"MacBook kamu telah diserang. Dia ribu tiga ratus enam puluh satu data berada dalam masalah. Jika masalah tidak diselesaikan dalam waktu sepuluh menit, semua data akan hilang." Setelah tulisan itu berakhir, sebuah gambar badut sedang tersenyum lebar dan menunjukkan tangan hatinya terlihat. Di atas gambar badut, angka-angka bergerak. Menghirung mundur dimulai dari detik sampai ke menit. Membuat Tania panik.


"Apa?! Ini tidak mungkin! Bagaimana bisa tiba-tiba saja semuanya diserang oleh Hacker? Apa semua Hacker sedang menargetkan ku?!" Pekik Tania kesal. Belum lama ini laptop miliknya yang diserang hacker. Dan sekarang ganti MacBook. Apakah orang itu memang menargetkannya?


"Sekarang tidak penting. Yang penting harus mencari orang untuk membenarkannya." Tania menghubungi Mona untuk membantunya mencarikan hacker hebat untuk membantunya mengatasi masalah. Namun sayangnya. Semua hacker kenalan Mona sedang tidak dapat membantunya.

__ADS_1


"Maaf nona. Apa aku tanyakan pada teman-temanku dulu?" Tanya Mona tidak enak.


"Tidak perlu Mona. Terima kasih sudah membantuku. Aku tahu siapa yang bisa membantuku." Tania menolaknya.


*


*


*


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_143🍁...


... kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...


...***...


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2