
“Jangan cemberut seperti itu suamiku. Atau kau ingin nenek dan kakek mengira aku tidak memberimu servis yang memuaskan semalam.” ucap Tania sambil terkikik.
“Aku bahkan lebih ngeri mendengarmu memanggilku suami.” Kevin melirik Tania dengan jijik.
“Oh ayolah. Paling tidak dalam satu tahun ini, aku ini kan memang istrimu dan secara otomatis seorang Kevin Axmala Abraham adalah suamiku. Right?”
“Terserah.” Cetusnya. Tania terkekeh mendengar suaminya yang semakin bertambah masam.
Kevin mempercepat langkahnya yang membuat Tania agak kesusahan mengimbanginya. Melihat Tania yang kesulitan, Kevin tersenyum tanpa sadar.
Di ruang tamu terlihat Ambar duduk disana sambil membaca majalahnya. Wanita tua itu segera menengok saat menyadari ada yang masuk ke dalam ruang tamu. Ia berbinar mendapati pasangan pengantin baru yang terlihat mesra itu. Tania masih asik menggelayut di lengan Kevin. Nenek Ambar segera menghampiri mereka saat ia melihat ada yang salah. Kevin sepertinya sengaja berjalan dengan cepat. Cucunya ini bukankah menjadi jahil saat ia baru memiliki istri.
“Hai sayang. Kenapa lama sekali baru sampai?” tanya Ambar saat menarik Tania dalam pelukannya.
“Maaf nek. Tadi Kevin mengajakku belanja terlebih dulu.” Mendengarnya Kevin melirik tajam. Bukankah gadis itu sendiri yang memelas meminta belanja bahkan sampai hampir menguras isi dompetnya. Lalu apa sekarang? Dia benar-benar licik.
“Itu manis sekali. Kevin memang tidak pernah pelit. Berapa yang berhasil kamu kuras dari dompetnya?” Kevin mendesah. Sepertinya ia memilihkan cucu menantu yang seserver dengan neneknya. Sama-sama tukang belanja.
“Tidak banyak nek. Belum sampai lima ratus. Hehehe.” Tawanya riang. Kevin hanya memutar matanya jengah. Ditambah dengan keca mata, belanjaannya sudah lebih dari lima ratus juta.
“Wah seharusnya tadi nenek ikut sekalian." Ucap Nenek Ambar seperti menyesal.
"Nenek tidak marah?" Tania mengangkat alisnya. Ia pikir jika nenek Ambar mungkin akan menceramahi nya karena terlalu boros. Bukankah kebanyakan wanita seusia nenek Ambar akan seperti itu?
"Mengapa harus marah? Uang segitu cuma butuh beberapa jam untuk mendapatkannya kembali. Para laki-laki memang tugasnya mencari uang agar bisa dihabiskan oleh kita para wanita. Lagipula untuk apa punya uang banyak jika untuk tidak dibelanjakan?” Nenek Ambar berkata dengan percaya diri. “Kevin, Tania, kalian pasti sudah lelah kan? Waktu makan siang juga belum tepat. Jadi kalian masuk ke kamar dulu. Istirahatlah untuk hari ini. Kita bertemu lagi saat makan siang.” Lanjutnya.
“Baik nek.” Tania dan Kevin berlalu. Naik ke lantai atas letak kamar mereka. Sedangkan barang-barang Tania yang masih berada di dalam mobil diturunkan oleh pembantu atas perintah Kevin.
Tania menilik setiap sudut kamar Kevin. Kamar dengan warna cat monoton dengan perpaduan antara hitam, putih dan abu-abu ini sangat menggambarkan Kevin yang dingin dan tak tersentuh. Dan kamar yang sangat luas ini sangat... kosong.
Di dalam kamar hanya ada satu ranjang king size, satu set sofa, meja rias dan dua buah nakas di samping kanan dan kiri ranjang. Dindingnya pun kosong tanpa hiasan. Hanya dua buah AC dan sebuah jam dinding yang terpasang disana. Bahkan satu foto sang pemilik saja tidak terlihat disana.
“Ck ck ck. Kamar dan pemilik sama-sama kosong.” Seloroh Tania setelah selesai mengamati kamar yang benar-benar kosong milik suaminya.
“Terserah pendapatmu.”
“Tapi ini sungguh keterlaluan. Apa kamu tidak memiliki sesuatu?”
“Bukankah itu malah bagus? Kau bisa mengisinya sesukamu. Tapi awas jika terlalu ramai.” Tania tersenyum jahil. Kita lihat seperti apa dekorasi yang akan diciptakan Tania dari ide yang muncul dari otak cantiknya.
"Di sana adalah kamar mandi. Set milikku di sebelah kanan. Jangan pernah menyentuh set milikku." Ancam Kevin memperingatkan.
__ADS_1
"Oke. Oke." Tania menganggukan kepalanya. Lagipula untuk apa ia menyentuh barang milik Kevin?
“Ruangan yang di sebelah sana adalah ruang ganti. Aku sudah meminta pelayan menyiapkan segala keperluau di sana.” Tunjuk Kevin pada sebuah pintu di sebelah kamar mandi.
Tania menganggukan kepalanya lagi.
“Aku ada sedikit pekerjaan. Di sana ruang kerjaku, jangan pernah masuk tanpa seizinku.” Ucap Kevin serius “Bukankah nenek meminta kita untuk istirahat sehari ini?”
“Lalu siapa yang akan menggantikan lima ratus juta yang kau habiskan dalam sekali kedip? Kau?”
“Hehehe. Tidak tidak. Itu urusan tuan suami.” Tania berlari kecil mendekati Kevin. Menepuk-nepuk pelan bahu bidang itu. “Semangat bekerja suamiku. Hasilkan banyak uang untuk istri manjamu ini.” Lanjutnya dengan senyum penuh kebahagiaan.
“Lama kelamaan tingkahmu membuatku ngeri.” Kevin dengan cepat berlalu. Meninggalkan Tania yang tersenyum penuh kemenangan.
“Menghindarlah suamiku sayang. Kita lihat sampai kapan kau bisa terus menghindar.” Tania menggelengkan kepalanya. Sejujurnya ia merasa tidak nyaman bertingkah manja pada Kevin. Namun tekadnya untuk membuktikan jika ia bisa membuat Kevin jatuh cinta padanya membuat urat malunya terputus.
Tania masuk ke dalam ruang ganti yang disebutkan Kevin dan terbelalak melihat lemari yang ada di dalam ruangan. Ada tiga buah lemari di sisi kanan dan tiga juga di sebelah kiri. Dari warnanya, ia menebak jika yang berada di dalam lemari berwarn hitam adalah milik Kevin sedangkan untuk dirinya adalah yang berwarna pink. Akhirnya ia menemukan warna lain di kamar itu.
Selain tiga buah lemari di sisi miliknya, Tania menemukan jika ada dua buah rak lainnya yang berisi tas dan sepatu. Juga beberapa accesoris wanita yang semuanya terlihat indah dan elegan. Seperti kriteria nya. Wah wah. Tania seperti menemukan harta Karun!
Apalagi Sebelum menjadi desaigner dan menyukai memakai pakaian yang dihasilkan butiknya sendiri, Tania adalah seorang pecinta fashion dan sudah pernah membeli berbagai merk baju. Sehingga saat ini, ia mengetahui jika semua baju di dalam lemari tidak ada yang tidak bermerk. Bahkan... dalaman?
Tania mengangkat sebuah kain berbentuk segitiga di tangan kiri dan sebuah bra di tangan kanan. Membolak-balikkan kedua benda itu diudara sambil meneliti setiap bagiannya. Mulai dari merk, jahitan dan ukuran. Dan yang mengejutkannya adalah ukurannya sangat sesuai dengannya.
“Apakah dia menjadi stalker ku selama ini hingga bahkan dalaman pun ia tahu ukurannya.” Gumamnya. Tak lama kemudian ia terkesiap. Jangan-jangan ia pernah diam-diam mengintipnya sehingga tahu semuanya.
“Tapi itu tidak mungkin kan? Ah sudahlah! Tidak perlu memikirkan apa yang tidak penting. Dia memiliki banyak bawahan yang akan melakukan apapun sesuai perintahnya. Ya. Ini pasti pekerjaan pelayannya seperti yang ia katakan tadi.
Tania tidak tahu saja jika semua barang di dalam lemari miliknya baru saja datang pagi ini setelah sang suami menemukan semua ukuran pakaiannya yang ia tinggalkan di dalam kamar mandi hotel begitu saja.
Meninggalkan tiga buah lemari raksasa, mata Tania termanjakan oleh sesuatu yang lain, di ujung dua lemari yang berjajar, ada satu etalase tinggi yang berisi segala macam aksesoris. Mulai dari jam tangan, kalung, gelang bahkan ada satu kotak berisi penuh dengan berbagai cincin. Ini benar-benar harta karun.
“Sepertinya aku menemukan tambang emas. Bukan! Ini surga.” gumam Tania setelah memastikan semua barang yang ada adalah asli dan bukan hanya imitasi.
“Apakah ini cukup?” suara Kevin menarik Tania kembali dari angan-angannya yang sedang memadu padankan semua yang disediakan Kevin untuk dia aplikasikan pada penampilannya esok hari. Membuat gadis itu terjungkit.
“Kau mengagetkanku saja.” Sebalnya. Padahal dirinya sedang asyik membayangkan penampilan stylis nya esok hari.
“Apa yang kau pikirkan sampai-sampai kau kaget seperti itu?”
“Ah hanya memikirkan penampilanku esok hari yang akan menakjubkan!” jawabnya girang. Mendengarnya, Kevin mengernyitkan alisnya. Sebegitu pentingkah penampilan untuk seorang Tania?
__ADS_1
“Berhenti memikirkan hal yang tidak penting. Sebentar lagi waktu makan siang. Jika kita tidak datang tepat waktu, bersiap-siap saja mendengarkan ceramah dari nenek yang aku jamin kau akan mendengarnya sampai bosan.”
“Tapi aku ada pertanyaan untukmu.” Tania sungguh penasaran. Tangannya memegang lengan Kevin untuk menahannya.
“Apa?”
“Siapa yang menyiapkan semua ini?”
“Tentu saja para pelayan. Kau pikir aku? Heh! Kau berpikir terlalu tinggi nona.” Kevin menggelengkan kepalanya sambil berlalu meninggalkan Tania yang berwajah masam. Namun segera menghela napas lega. Untung saja bukan Kevin.
*
*
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_19🍁
Terima kasih sudah mampir 😍
Like, VOTE, rate dan komentar nya akoh tunggu...🤗
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya
...***...
...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...
...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...
...🍃Malam Ke Lima belas🍃...
...🌸Pada malam ke Lima belas, ia akan didoakan oleh para Malaikat dan Para Pemanggul (pemukul) Arys dan Kursi 🌸...
...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...
...Salam sayang 😘...
__ADS_1
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...