Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 161. Oliver Datang


__ADS_3

"Kaylee, Kaisar, mereka berdua memang kakek dan nenek buyut kalian. Ayo sapa mereka." Ucap Tania setelah menenangkan dirinya. Semuanya sudah sampai pada tahap ini, jika kedua anaknya mengetahui hal ini dari orang lain, ia khawatir jika keduanya akan marah. Jadi dia memutuskan untuk memberitahu mereka secara langsung.


"Benarkah mami?" Tanya Kaylee semangat. Ia mengedipkan matanya tidak percaya.


"Hmm." Tania mengangguk pelan.


"Benar sayang. Kami adalah nenek dan kakek buyut kalian. Sini biarkan nenek buyut memeluk kalian." Nenek Ambar tidak percaya jika Tania akan mengatakan bahwa ia dan kakek Seno adalah buyut kedua anaknya. Namun ia sangat bahagia hingga ia tidak repot-repot memikirkan alasannya. Nenek Ambar membuka kedua tangannya untuk menyambut mereka.


"Nenek buyut..." Kaylee langsung masuk memeluk nenek Ambar. Sedangkan Kaisar yang diseret oleh Kaylee juga masuk ke dalam pelukan nenek Ambar yang hangat.


Kaylee dan Kaisar sudah mengakui nenek Ambar dan kakek Seno sebagai kakek dan nenek buyut mereka karena Tania yang mengatakannya. Namun meskipun mereka berdua sudah mengakui mereka berdua, mereka masih belum mengakui Kevin sebagai Daddy mereka. Tania juga tidak berniat memperkenalkan Kevin pada mereka dengan identitas Daddy. Ia ingin melihat sejauh apa usaha Kevin untuk mengambil hati mereka.


Setelah kedua orang tua itu pergi, Tania meminta Xia Xi Lin datang untuk menjemput Kaylee dan Kaisar untuk pulang. Hari juga sudah malam dan mereka sudah harus pergi istirahat dan tidur. Jadi setelah mereka berdua pulang, hanya meninggalkan Kevin dan Tania.


"Ehem... Ada yang perlu kamu katakan?" Kevin menutup pintu setelah memastikan kedua anak mereka sudah pergi. Laki-laki itu menyilangkan tangannya di depan dada. Menatap Tania dengan menginterogasi.


Tania berpura-pura tidur. Ia menutup matanya rapat-rapat.


"Aku tahu kamu tidak tidur." Lanjut Kevin yang melihat bulu mata Tania yang bergetar.


"Apa maksudmu? Aku benar-benar tidak mengerti. Lagipula saat ini aku adalah pasien yang membutuhkan banyak istirahat untuk pemulihan. Jadi bisakah aku..."


"Tidak bisa. Kamu harus memberiku penjelasan terlebih dahulu. Jika tidak, aku tidak akan melepaskanmu." Tiba-tiba Kevin mendekat. Setengah Menindih Tania setelah memastikan jika dia tidak akan secara tidak sengaja melukai Tania. Saat ini wajah nya hanya lima senti dari wajah Tania yang langsung memalingkan wajahnya.


"Apa yang harus aku jelaskan? Minggir.... Kamu menyakitiku..." rengek Tania berbohong. Kevin sangat berhati-hati sehingga ia tidak menyentuh Tania sama sekali.


"Aku tidak akan tertipu." Ucap Kevin tegas.

__ADS_1


"Kev...." Tania memasang wajah memelasnya yang seperti sedang teraniaya. Kevin melihatnya yang menghela napas. Ia memang tidak akan bisa menang melawan Tania.


"Huft.... Sayang! Bukankah ini tidak adil? Kamu membuatkan anak-anak mengenali kakek dan nenek. Tapi kamu bahkan sama sekali melupakan ku." Kevin mengganti caranya. Karena cara keras tidak berhasil, ia mulai menggunakan cara halus. Tania memakai wajahnya untuk melarikan diri, Kevin juga melakukan hal yang sama untuk membuat Tania memberinya penjelasan.


"Huh! Jika seperti itu kamu enak dong. Lagipula jika aku melakukan itu, akan tidak adil bagi anak-anak. Apa kamu tahu berapa ratus kali mereka bertanya mengenai Daddy mereka dan berapa banyak mereka berharap untuk bertemu dengan nya? Sekarang giliran kamu, Daddy mereka, yang harus berusaha." Ucap Tania serius sambil mengerucutkan bibirnya.


"Aku yakin dengan kecerdasan mereka sebenarnya mereka pasti sudah mengetahui jika kamu adalah Daddy mereka. Dengan hanya melihat kemiripan wajah kalian saja, orang bodoh pasti juga tidak akan percaya jika kalian tidak memiliki hubungan darah. Apalagi dengan kedua anak ini, yang satu cerdas dan satunya lagi sangat sensitif. Hanya saja mereka mungkin masih bingung bagaimana cara memperlakukanmu. Jadi sekarang kamulah yang harus mengambil sikap." Lanjut Tania.


"Setelah mendengar ucapan mu, aku rasa memang harusnya seperti itu. Lagipula jika mereka sendiri yang mengakuiku, aku yakin hubungan kami di masa depan akan lebih baik karena tidak ada perasaan tertekan karena terpaksa."


"Eum... Seperti itu. Aku harap kamu dapat menunjukkan usaha terbaikmu." Tania menganggukkan kepalanya. Berharap dengan sungguh-sungguh.


***


Dua hari kemudian, seorang pria tampan yang baru keluar dari bandara menjadi pusat perhatian semua orang yang lewat. Terumata para wanita yang akan diam-diam melirik pria tampan itu yang berdiri diam di tempat yang sama untuk beberapa saat itu. Meskipun sebagian besar wajahnya hampir tertutup oleh kacamata hitam yang bertengger di pangkal hidungnya, namun sama sekali tidak mengurangi ketampanan yang terlihat. Justru kacamata besar itu membuatnya tampak misterius dan juga keren.


Mendengar apa yang dikatakan oleh gadis cilik itu, Oliver tidak bisa diam dan menunggu saja tanpa melakukan apapun. Dia yang saat itu sedang rapat langsung menghentikan rapatnya dan bergegas pergi dengan pesawat pribadinya saat itu juga. Ia benar-benar khawatir dengan keadaan Tania juga kedua anak kecil itu. Ia sama sekali tidak sadar jika sebenarnya ia tengah dipermainkan dan masuk ke dalam rencana gadis cilik dengan wajah yang menggemaskan dan lucu itu.


Kaylee melihat jika sebenarnya Tania sudah menerima Kevin di sampingnya. Kevin juga terlihat sangat baik pada maminya. Namun ia tidak mengerti mengapa sampai saat ini Kevin dan Tania masih belum memperkenalkan mereka secara resmi sebagai anak dan ayah. Kaylee mulai gusar. Ia berpikir jika sebenarnya Daddy mereka, Kevin tidak menginginkan ia dan kakaknya. Kevin hanya menginginkan Tania saja. Jika seperti itu, bagaimana jika Kevin akan membawa pergi Tania tanpa membawa mereka?


Dengan pemikiran seperti itu, Kaylee yang mulai gusar mencari ide. Kaisar sebenarnya sudah memberi penjelasan pada kembarannya untuk tenang dan mengatakan padanya jika mungkin Tania dan Kevin menunggu waktu yang tepat. Meskipun sebenarnya ia mengatakannya untuk menenangkan Kaylee, namun ia juga berharap seperti itu. Lebih jauh, dia sebenarnya ingin mengetahui bagaimana kedua orang tua mereka, terutama Kevin akan muncul sebagai Daddy mereka nantinya.


Namun sayangnya, pemikiran Kaylee tidak sama seperti Kaisar yang lebih sederhana namun komplek. Kaylee cenderung berpikir jauh dan sembrono. Ia sama sekali tidak mendengarkan ucapan Kaisar dan masih memegang kekhawatirannya sendiri sehingga ia menemukan ide untuk memanggil Oliver datang. Ia ingin memberitahu pada Kevin jika Daddy mereka itu tidak menginginkannya, ia dan kakak kembarnya masih memiliki Oliver yang akan menerima dan menganggap mereka sebagai anaknya. Lalu ia juga akan membawa mami mereka pergi jauh.


Sampai saat ini, Kaylee masih menatap Kevin dengan kesal. "Hehe... akhirnya paman Oliver datang. Salah sendiri. Awas saja aku akan membawa mami pergi!" Gumam Kaylee saat ia menerima pesan dari Oliver jika pria itu baru saja mendarat dan meminta share Lok padanya.


Kevin yang sedang menyuapi Tania makan siang menyentuh leher belakangnya yang tiba-tiba dingin.

__ADS_1


"Ada apa Kev?" Tanya Tania mengerutkan alisnya melihat Kevin.


"Entahlah. Punggungku tiba-tiba saja terasa dingin. Seperti nya ada yang sedang mengutukku di belakang." Jawab Kevin bingung.


"Ah. Lupakan saja. Mungkin ini hanya perasaanku saja." Kevin melambaikan tangannya. Namun ia masih berpikir siapa yang berani mengutuknya? Ia tidak pernah menyangka jika putri manis yang ingin sekal ia peluk dan cium lah yang sebenarnya sedang mengutuknya.


*


*


*


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_161🍁...


... kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...


...***...


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2