
Manager hotel dan para pelayan segera mundur dengan perlahan. Menutup pintu ruang pribadi dengan hati-hati.
Ditinggalkan hanya berdua, keduanya masih saling diam tanpa ada yang berinisiatif untuk membuka percakapan. Sepertinya, makanan di depan mereka lebih menarik dari pada orangnya.
Namun nyatanya, semuanya tidak seperti yang terlihat. Penampilan mereka seperti terlihat damai dan normal. Lalu mereka menikmati makanan di piring mereka dengan suasana hati yang baik. Tetapi sebenarnya, baik Kevin maupun Tania tidak menikmati makanan mereka sama sekali. Segala sesuatu yang saat ini sedang mengganggu ketentraman hati mereka telah menghilangkan segara rasa lezat yang ada.
Kevin yang larut dalam pikirannya sendiri yang telah mengganggunya selama beberapa hari dan Tania yang sibuk memikirkan apa yang membuat Kevin sangat aneh hari ini. Dan ia.... Memiliki firasat yang buruk.
"Apa yang ingin kamu katakan?" Tania tidak bisa menunggu waktu lagi dan segera bertanya.
"Ayo kita bercerai." Kevin berbicara setelah ia meletakkan sendoknya di atas piring.
"..." Tania terkejut mendengar ucapan Kevin dan menghentikan gerakan tangannya mengambil makanan. Menggantung sendok di tangannya di udara. Namun, keterkejutan itu hanya sebentar sebelum dia membuka mulutnya dengan ringan.
"Oh..." Tania melanjutkan aktivitas makannya. Seperti bahwa perceraian yang dikatakan Kevin tidak ada hubungannya sama sekali dengannya.
"Kapan?" Lanjutnya setelah ia menelan makanan di mulutnya dan bersiap untuk mengisinya kembali meskipun pada saat ini, makanan itu benar-benar tidak enak dimakan.
"Secepatnya." Jawab Kevin singkat. Mengetahui jika Tania tidak banyak terpengaruh, entah kenapa ia sedikit tidak senang.
Tania mengangguk ringan. Lagipula tujuan awal pernikahan mereka adalah sebagai syarat untuk Kevin mewarisi Tahta utama di perusahaan AB Grup. Satu bulan pernikahan mereka, Kevin sudah resmi diangkat menjadi pemegang kekuasaan tertinggi menggantikan Kakek Seno, sedangkan kakek Seno hanya akan menjadi pengawas. Beliau lebih memilih untuk tidak ikut campur lagi di perusahaan selama Kevin tidak membuat masalah bagi perusahaan. Kakek Seno ingin menebus tahun-tahun sibuknya di masa lalu dan hidup bersama menikmati masa tuanya bersama dengan nenek Ambar.
Tujuan mereka telah tercapai. Lalu mengapa mereka harus meneruskan pernikahan yang hanya penuh dengan sandiwara yang menyiksa ini? Lebih baik baginya dan Kevin untuk berpisah agar tidak ada lagi yang akan terluka. Ia juga bisa bebas dan pergi dari kehidupan Kevin dan keluarganya dengan rasa tanpa bersalah. Terutama pada nenek Ambar yang telah mempercayakan harapannya padanya...
"Hari ini aku akan bicara pada kakek dan nenek."
"Hemm. Oke. Aku juga akan memberitahu orang tuaku." Ucap Tania dengan senyum pahit. Tidak dapat dipungkiri jika ia merasa bersalah pada kedua orangtuanya. Mereka pasti akan terluka dengan perceraiannya nanti. Namun hal ini lebih baik daripada terus membiarkan mereka di dalam kebohongan.
Dengan kesepakatan perceraian itu, Kevin akhirnya mengutarakan niatnya pada kakek Seno pada saat mereka berdua berada di dalam ruang kerja setelah makan malam bersama. Kakek Seno marah hingga ia terengah-engah menahan nyeri di dadanya.
__ADS_1
"Bocah bau! Kamu ternyata berani mempermainkan kami hah?" Dengan kekuatan yang tersisa, kakek Seno melempar kan asbak kaca di atas meja ke arah Kevin. Namun untung saja lemparan itu meleset meskipun sebenarnya Kevin tidak menghindarinya sama sekali. Ia sudah pasrah jika dia akan dihukum oleh kakeknya.
"Ini adalah keputusan kami untuk bercerai." Kevin melirik asbak kaca yang telah hancur berantakan di lantai.
"Aku tidak percaya. Itu pasti kamu yang telah memaksa Tania untuk setuju. Katakan! Apakah kamu selingkuh?" Kakek Seno menatap tajam cucunya itu. Ia sangat ingin menghajar cucunya yang kurang ajar ini. Ia kira, dengan pernikahan ini cucunya akan berubah. Apalagi dengan kepribadian Tania yang hangat dan ceria. Tak tahunya ia malah menyakiti Tania hingga mmebuat gadis itu mulai meredup dari waktu ke waktu.
"Tidak. Tapi ada alasan lain yang mengharuskan kami untuk bercerai." Kevin menyangkalnya. Dia memang tidak pernah berselingkuh. Baginya, Khansa hanyalah juru selamatnya. Itu saja.
"Aku tidak akan mengizinkan kalian untuk bercerai. Jadi jangan pernah membahas hal ini lagi." Kakek Seno memalingkan wajahnya tidak mau melihat Kevin lagi.
"Aku hanya memberitahu dan bukan meminta izin." Jawab Kevin teguh.
"Dasar anak tak tahu diri! Apa yang kurang dari Tania hah? Kamu sudah diberi keberuntungan untuk dapat menikahi gadis sebaik Tania tetapi malah melepaskannya begitu saja. Aku yakin kamu akan menyesal. Hah! Hah! Hah!" Kakek Seno semakin kesakitan. Kevin yang melihat kakeknya kesakitan berinisiatif untuk membantunya namun segera diusir oleh Kakek Seno pergi. Saat ini, orang yang paling tidak ingin dilihat oleh Kakek Seno adalah Kevin.
Sementara Kevin sedang berbicara dengan kakek Seno, Tania sedang bersama dengan nenek Ambar. Namun ide perceraian itu sama sekali tidak terucap dari bibir Tania sama sekali. Bagaimanapun, dia tidak berhak berbicara pada nenek Ambar. Jika pun perceraian itu diusulkan, nenek Ambar harus mengetahuinya dari Kevin sendiri dan bukan dirinya. Namun alasan utamanya adalah bahwa dirinya tidak akan tega memberitahu wanita tua yang baik hati itu secara pribadi. Ia tidak akan tega menghancurkan harapan seorang nenek yang menginginkan menggendong cicit dari cucu satu-satunya. Ia tidak akan sanggup melihat kesedihan nenek Ambar.
Seperti biasanya, nenek Ambar sangat bersemangat. Ia mengajak Tania menonton televisi sambil makan buah di ruang keluarga. Tentu saja nenek tua itu tidak sesederhana itu. Mulutnya yang sangat ahli dalam mempengaruhi suasana hati orang lain terus saja mengatakan nasihat dan harapan-harapannya di depan Tania yang membuat Tania semakin merasa bersalah.
Nenek Ambar dan Tania yang sedang berada di ruang keluarga mendengar barang pecah dari ruang kerja kakek Seno dan segera merasa khawatir. Tania semakin tenggelam karena ia sudah bisa menebak apa yang terjadi di dalam ruang kerja. Kakek Seno pasti marah saat mendengar Kevin mengangkat topik perceraian mereka.
Namun nenek Ambar tdiak mengetahui apa-apa dan tidak bisa tidak khawatir. Ia segera naik ke atas untuk melihat. Tania, mau tidak mau mengikuti nenek Ambar dari belakang. Ia juga ingin tahu dengan pasti apa yang terjadi sebelumnya.
Pintu Ruang kerja sebelumnya memang tidak tertutup dengan rapat sehingga perdebatan antara kakek dan cucu di dalam ruangan terdengar jelas dari luar. Nenek Ambar yang mendengar kabar mengejutkan itu tidak bisa tidak menoleh dan menatap Tania dengan kekecewaan di matanya yang jelas.
"Maafkan Tania nek." Ucap Tania sambil menundukkan kepalanya dengan dalam. Rasa bersalahnya memenuhi hatinya.
*
*
__ADS_1
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_28🍁
Terima kasih sudah mampir 😍
Like, VOTE, rate dan komentar nya akoh tunggu...🤗
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya
***
...***...
...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...
...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...
...🍃Malam Ke Dua puluh Dua🍃...
...🌸Pada malam ke dua puluh dua, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesusahan dan kesedihan 🌸...
...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...
...Salam sayang 😘...
__ADS_1
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...