
Suasana di tempat berlangsungnya Jumpa Pers yang diadakan oleh Kevin di salah satu ruangan di kantor AB Grub berbanding terbalik dengan kondisi di ruang rawat Tania yang tenang. Kaylee dan Kaisar yang datang bersama dengan kakek Seno dan nenek Ambar duduk di sofa sambil bermain ponsel mereka. Sedangkan kakek Seno tidak lama tinggal di sana dan langsung pergi ke Kantor AB Grub untuk menunjukkan dukungannya pada Kevin.
Meskipun posisi Kevin bisa dibilang paling tinggi di AB Grub, namun masih banyak orang yang mengincar posisi Kevin dengan menyerang kelemahannya. Selama ini Kevin bisa bertahan dengan susah payah karena mereka tidak menemukan kelemahan Kevin sedikit pun karena Kevin akan selalu berusaha menjadi sempurna dan tidak memberikan kesempatan pada orang-orang itu untuk melawannya.
Pada saat ini, kelemahan Kevin muncul dengan sendirinya. Tentu saja orang-orang itu pasti tidak akan melepaskannya dengan mudah. Mereka pasti akan menyerang Kevin dan memaksa Kevin untuk mundur dari posisinya. Sebagai seorang kakek, melihat cucunya yang sedang dalam kesusahan tentu saja tidak akan diam saja. Meskipun ia berkata bahwa ia tidak peduli, namun sebenarnya dialah yang pertama akan membantu Kevin saat ada masalah.
Kembali ke ruang rawat Tania yang damai, di saat Kaylee dan Kaisar sedang asik dengan ponsel mereka sendiri-sendiri, nenek Ambar berbicara dengan Tania. Mengenai rencananya untuk membawa Tania kembali ke kediaman Abraham untuk dirawat masa pemulihan. Namun sebelum nenek Ambar mengutarakan maksudnya, ia terlebih dahulu membicarakan masalah Jumpa Pers yang diadakan oleh Kevin. Ia khawatir jika bahkan Tania tidak mengetahuinya dan Kevin melakukan langkah tanpa berbicara dengan Tania terlebih dahulu. Jika seperti itu, ia akan menghajar anak itu jika mereka bertemu nanti.
"Sayang, apakah nenek bisa menanyakan satu hal padamu?" Ucap nenek Ambar berhati-hati. Wajahnya yang tampak cemas membuat Tania tersenyum tanpa daya. Nenek mertuanya ini adalah tipe wanita ceria yang jarang diam dan selalu memiliki ide yang terkadang akan sangat tidak terduga. Sangat jarang melihatnya seperti ini.
"Tentu saja nek. Kenapa nenek begitu sungkan?" Tania meletakkan tangannya di atas punggung tangan nenek Ambar sambil tersenyum tulus.
"Sayang, kalau nenek tanya yang akan menyinggung hatimu nanti, tolong jangan marah pada nenek ya? Anggap saja nenek tidak pernah bertanya." Nenek Ambar masih khawatir.
"Nenek, nenek saja belum mengatakan apa itu. Bagaimana bisa nenek tahu jika aku akan marah?" Ucap Tania. Ia seperti nya sudah dapat menebak apa yang ingin ditanyakan oleh nenek cantik itu. Ini adalah pertemuan kedua mereka setelah bertemu kembali. Dia pasti penasaran mengenai beberapa hal, terutama mengenai hubungannya dengan Kevin.
"Begini sayang, Kevin kemarin berkata jika sebenarnya kalian belum resmi bercerai, apa itu benar?" Tanya nenek Ambar ragu-ragu.
"Hm.. mungkin nek. Namun Kevin berkata jika surat gugatan cerai itu tidak pernah sampai di pengadilan. Dia bahkan juga menunjukkan nya padaku untuk meyakinkanku. Termasuk buku nikah kami. Semuanya masih lengkap." Jawab Tania serius.
"Kalau begitu memang kalian masih suami istri yang sah di mata hukum. Ini benar-benar menakjubkan. Nenek pikir cucu kurang ajar itu membuatku kehilangan cucu menantu kesayangan ku. Sayang, nenek sangat senang." Nenek Ambar tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya dan memeluk Tania dengan hangat.
"Hm. Aku juga senang nek. Meskipun aku dan Kevin berpisah, bukannya nenek masih tetap menjadi nenekku?"
__ADS_1
"Tania sayang, apa kamu ingin bercerai dari Kevin?" Nenek Ambar terkejut mendengar ucapan Tania dan segera melepaskan Tania menatap wanita cantik yang duduk di atas ranjang itu dengan sedih. Tania tidak menyangka reaksi nenek Ambar akan seperti itu.
"Nenek, bukan seperti itu." Tania segera menyangkal. Ia tidak mau nenek Ambar salah sangka padanya.
"Sayang, sebenarnya bagaimana hubungan mu dengan Kevin sekarang?"
***
"Ya. Hubungan kami sangat harmonis saat ini meski di masa lalu ada kesalahpahaman di antara kami, semuanya sudah selesai dengan baik. Tania adalah wanita yang sangat baik sehingga mau memaafkan saya dan menerima saya kembali. Memberikan saya kekuarga kecil yang lengkap. Saya sangat bersyukur untuk itu." Jawab Kevin tegas saat seorang wartawan menanyakan masalah perasaannya pada Tania. Pada akhir kalimatnya, ekspresi Kevin berumah menjadi lembut. Saat membicarakan Tania dan keluarga kecil mereka, jelas sekali Kevin sangat bahagia dan juga tulus. Ekspresi Kevin yang seperti itu hampir tidak pernah dilihat. Pada saat ini, banyak orang yang terkejut melihat senyum lembut di bibir Kevin.
Semua kamera mengarah pada Kevin. Tidak ada yang menyadari jika seorang anak kecil berusia lima tahun telah malihat melalui kamera mereka. Mencoba melihat perangkat kamera mana yang memiliki gambar paling jelas.
Kaisar tidak tinggal diam setelah mendengar jika Kevin akan melakukan jumpa pers. Jadi dia mencoba melihatnya. Setelah ia melihat siaran langsung acara jumpa pers tersebut di dalam siaran langsung di laman penyiaran di ponselnya, ia segera pergi untuk menyadap setiap laptop maupun ponsel yang dibawa oleh para wartawan itu.
"Tuan Kevin, anda mengatakan bahwa kedua anak nona Tania adalah anak kandung anda. Namun, ada rumor di luar yang mengatakan bahwa kedua anak nona Tania bukanlah anak anda dan hanya anak yang diambil oleh nona Tania karena mereka mirip dengan anda. Apakah itu juga berarti tidak benar?" Seorang wartawan mengajukan pertanyaan kedua yang juga merupakan pertanyaan terakhir dalam jumpa pers hari ini.
"Kai, apa yang kamu lihat?" Kaylee yang melihat Kaisar terlihat serius mencondongkan tubuhnya dan melihat layar ponsel Kaisar.
Kaisar tidak menjawab dan langsung melepas salah satu headset yang dia pasang di telinganya dan memasangnya di telinga Kaylee. Membiarkan adik kembarnya juga mendengar apa yang akan dikatakan oleh Kevin mengenai mereka.
"Ah ha ha ha ha. Omong kosong macam apa itu? Katakan padaku media mana yang mengatakan hal tidak masuk akal itu. Setelah konferensi pers hari ini jika ada pihak yang mengatakan hal sembarangan seperti ini mengenai keluarga ku, segera siap-siap untuk menerim surat tuntutan dari kuasa hukum AB Grub." Ucap Kevin tegas.
"Heh! Semua orang juga sudah melihat bagaimana mereka berdua. Hanya dengan mata saja sudah dapat dipastikan jika mereka adalah darah dagingnku." Lanjut Kevin bangga. Ia ingat bagaimana Tania mengeluh jika kedua anak mereka hanya sedikit yang mirip dirinya dan hampir sembilan puluh persen menurun dari Kevin.
__ADS_1
"Namun mungkin masih ada orang yang akan iseng dan mengarang cerita imajinasi mereka, maka dari itu, untuk mencegah hal-hal semacam ini terjadi di masa depan, aku akan memberikan bukti nyata." Kevin mengangkat tangannya. Memberi isyarat pada Danil untuk menyerahkan hasil tes DNA nya dengan Kaylee dan Kaisar.
"Kami bertiga sudah melakukan tes DNA dan ini adalah hasilnya. Kalian bisa melihat sendiri bahwa kecocokan hasil pemeriksaan kami adalah sembilan puluh sembilan persen." Ucap Kevin sambil menunjukkan dua lembar kertas hasil tes tersebut pada semua orang agar dapat dilihat dengan jelas.
"Mereka memang anak-anakku." Senyum Kevin yang sangat jarang terlihat hari ini sekali lagi terlihat.
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_174🍁...
... kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
__ADS_1
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...