Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 57. Kaylee dan Kaisar


__ADS_3

"Hei hei. Aku serius. Jika gajahku yang perkasa kehilangan kejantanan nya, harus keturunan kita akan berakhir."


"Kev! Kamu harus ingat bahwa kita bukan lagi suami istri. Mengenai 'itu' mu, tidak ada hubungannya sama sekali denganku. Lagipula aku sudah memperingatkan mu sebelumnya untuk melepaskan ku. Tapi kamu tidak menanggapinya dengan serius. Mulai sekarang kamu harus ingat, jika kamu melewati batas, kamu harus siap-siap merasakan hal yang sama!" Ucap Tania sebelum ia menekan tombol lift dan keluar dari sana tanpa berbalik. Meninggalkan Kevin yang masih meringis kesakitan.


Dan hasil seri untuk serangan di dalam lift dimana Kevin berhasil menang satu ronde, dan Tania pun juga menang di ronde kedua.


Kevin yang saat ditinggalkan oleh Tania sedang membungkuk sambil meringis kesakitan berdiri dengan tidak terduga. Ekspresi kesakitan di wajahnya juga langsung hilang begitu saja seperti dia tidak pernah kesakitan.


Tapi memang benar. Sebenarnya tendangan Tania tidak mengenai gajah Kevin yang perkasa. Laki-laki itu hanya berakting untuk membuat Tania senang. Ini adalah pertemuan pertama mereka dan dia akan melepaskannya kali ini. Namun, masih ada banyak waktu untuk melakukannya di masa depan. Kehilangan yang satu ini tidak ada apa-apanya. Lagipula jika kali ini ia tidak mengalah dan membiarkan wanita itu bahagia, di masa depan wanita itu pasti akan mempersiapkan diri lebih baik. Dan jika itu yang terjadi, dia lah yang pada akhirnya akan dirugikan.


Menyadari rencananya sendiri yang menurutnya sangat briliant, Kevin tersenyum puas. Ia menarik dasinya dengan angkuh sebelum ia keluar dari dalam lift.


"Tuan." Danil menyapa dengan hormat begitu melihat Kevin keluar dari lift. Sekretaris serba bisa itu ditinggalkan di depan pintu lift sebelumnya. Awalnya ia tidak mengetahui niat Kevin. Ia semakin tidak mengerti saat melihat mobil bosnya masih ada di sana tetapi tidak terlihat bos nya dimanapun. Tapi saat ia melihat Tania keluar dari dalam lift, ia akhirnya mengetahui niat bosnya itu.


Apakah bos nya jatuh cinta pada mantan istrinya?


"Ehem. Periksa dimana wanita itu tinggal." Kevin berdehem sebelum memberi perintah.


"Baik tuan." Danil mengangguk dan melihat Kevin berjalan dengan angkuh sebelum masuk ke dalam mobilnya.


***


Tania duduk di atas ranjang dengan laptop di atas pangkuannya. Di dalam layar terlihat wajah dua anak kecil laki-laki perempuan berusia empat tahun. Terlihat wajah sang anak perempuan yang sedih. Sedangkan yang lainnya tampak acuh dan acuh. Namun dari sorot matanya, tahu tahu bahwa pria kecil itu sebenarnya menyembunyikan perasaannya dengan dalam.


Memang baru dua hari ia tidak melihat kedua anaknya ini. Namun ini adalah pertama kali mereka berpisah untuk waktu yang lama. Dan dia saat ini sudah sangat merindukan kedua buah hatinya.


"Mami, Kaylee sangat merindukan mami. Hiks hiks." Sang adik menangis sedih. Gadis kecil itu mengusap air mata di pipinya. Meskipun ia sedang bersedih, ia tidak mungkin membiarkan air mata membuatnya tidak terlihat cantik.

__ADS_1


"Mami juga merindukan kalian berdua. Sudah ya jangan menangis. Nanti putri mami tidak cantik lagi lho." Tania mengelus layar komputer seakan ia bisa menyentuh pipi halus putrinya yang cantik. Bibirnya tersenyum meskipun hatinya sangat sakit.


Kata kunci yang di berikan Tania bekerja. Setelah Kaylee mendengar bahwa ia menjadi tidak cantik lagi, gadis itu dengan enggan menghentikan tangisnya. Namun sebagai gantinya, hidungnya yang kecil kembang kempis dengan warna merah yang terlihat jelas. Putirnya ini memiliki kulit putih, warna merah sedikit saja sudah akan dengan mudah terlihat.


"Mami baik-baik saja kan di sana?" Pria kecil itu, Kaisar, bertanya dengan khawatir. Dia juga sama merindukan mami mereka sama seperti sang adik. Tapi dia adalah seorang kakak, apalagi dia adalah laki-laki satu-satunya di keluarga. Jadi dia tidak boleh menunjukkan kelemahannya di depan semua orang.


"Mau baik sayang. Apa kalian menuruti apa kata Kakak Xi Lin selama mami pergi?"


"Ya ya mami. Kami melakukannya. Kami bangun pagi dan berolah raga dengan kakak Linlin. Kami juga menghabiskan sarapan yang disiapkan kakak Linlin untuk kami." Kaylee menjawab dengan semangat.


"Bagus. Malaikat-malaikat mami memang paling baik. Nanti mami pulang, mami akan bawakan kalian hadiah yang bagus, ya?"


"Mi, bukankah mami janji akan menjemput kami saat liburan sekolah kami tiba? Dua Minggu lagi sudsh libur musim panas. Apa mami lupa?" Kaylee bertanya dengan kecewa.


Maminya jelas hanya membuat alasan untuk tidak membiarkan mereka ikut. Mereka berdua, meskipun mereka masih kecil, mereka mengetahui darimana asal mereka dan dimana kemungkinan daddy yang tidak kompeten mereka berada. Meskipun mami mereka akan selalu menjawab jika daddy mereka telah tiada setiap kali mereka bertanya, dari ekspresi sang mama yang tampak kesal, mereka tahu jika sebenarnya mami mereka sedang membohongi mereka. Saat ini ada kesempatan untuk datang dan mencari daddy. Mereka tidak akan membiarkan kesempatan itu lepas begitu saja.


"Tapi mami, kami akam mati karena merindukan mami jika seperti itu." Pipi Kaylee mengembung.


"Hush. Kamu bicara apa? Tidak boleh seperti itu. Bagaimana jika akhir pekan ini mami pulang untuk menemani kalian?" Tania membujuk. Ia tahu bagaimana kedua anak kembarnya ini. Terkadang mereka bisa melakukan sesuatu yang sangat tidak terduga.


Mendengar perkataan Tania, Kaylee mulai ragu. Ia menoleh dan memandang kakak laki-laki nya yang hanya beberapa menit lebih dulu lahir darinya. Kaisar mengerutkan alisnya sebelum memberi isyarat untuk menyetujui perkataan maminya terlebih dahulu. Lalu membicarakan rencana mereka nanti.


"Baiklah mami. Tapi mami harus janji pada kami ya?" Kaylee berkata dengan manis. Matanya yang tampak polos membuat Tania sedikit merasa bersalah. Apalagi Kaylee mengulurkan jari kelingkingnya di depan layar. Meminta mami mereka menyambutnya sebagai ikatan janji.


"Oke. Mami janji." Tania memberikan jari kelingking nya di depan layar. Seperti menyambut jari kelingking Kaylee.


"Baiklah. Bukankah sekarang sudah waktunya untuk tidur siang? Kalian anak-anak penurut kan?" Tania tersenyum lega. Untung saja ia berhasil membujuk kedua anak ini.

__ADS_1


"Oke mami. Kami anak penurut. Kami akan pergi tidur sekarang. Dadah mami." Kaylee melambaikan tangannya.


"Bye mami. Mami jaga diri baik-baik di sana."


"Huk. Putra kecil mami sangat bisa diandalkan. Mami sayang kalian. Ummuah." Hati Tania menghangat. Putranya ini jarang sekali berbicara. Namun sekali ia bicara, ia akan menunjukkan perhatiannya pada adik dan dirinya. Sungguh beruntung ia memiliki putra seperti ini.


Layar berubah menjadi gelap. Tania menutup laptopnya sebelum merebahkan dirinya di atas ranjang. Tidak sia-sia dia bersikeras melahirkan mereka berdua meskipun penuh dengan perjuangan. Kedua anaknya ini tumbuh menjadi anak yang manis dan berbakti. Hah.... Tidak sabar rasanya bertemu dengan mereka. Memeluk dan mencium keduanya dengan erat.


Namun andai dia tahu bahwa saat ini kedua anak yang dianggapnya anak yang berbakti ini sedang membuat rencana untuk melawannya. Dia mungkin akan berubah pikiran dan ingin segera menjewer telinga kedua anak itu.


*


*


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_57🍁...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...


...***...


...Salam sayang 😘...

__ADS_1


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2