
Keesokan harinya, ruang rapat telah dipenuhi oleh seluruh petinggi perusahaan Kev Fashion. Termasuk Tania karena sebagai utusan dari mitra kerjasama Kev Fashion, tentu saja secara otomatis membuat status Tania di dalam perusahaan lebih tinggi dari karyawan biasa. Status Tania bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan kepala bagian masing-masing bidang.
Seperti biasanya, Tidak ada satu pun dari para petinggi yang absen. Bekerja di perusahaan yang berada di bawah kepemimpinan Kevin tentu saja mereka mengetahui jika Kevin paling membenci orang yang tidak disiplin. Jadi setiap orang tidak akan pernah absen jika bukan karena mereka sakit atau alasan yang benar-benar darurat.
Karena status Tania yang tinggi, ia mendapatkan tempat duduk yang paling dekat dengan pemimpin rapat pada hari ini. Namun sampai lima menit sebelum rapat dimulai, kursi pemimpin masih kosong. Tania juga tidak mempermasalahkan nya. Lagipula bukankah semua pemimpin memiliki sikap yang seperti itu? Yang suka menetapkan target pada bawahan mereka namun mereka sendiri terkadang melanggar aturan yang dibuatnya. Huh! Yang menjengkelkan adalah bahwa para bawahan bahkan tidak akan berani mengeluh mengenai hal ini.
Meskipun ia baru bergabung di perusahaan kemarin, Tania sudah menyiapkan materi yang akan ia angkat pada waktu rapat nanti berisi umpan balik mengenai produk yang telah diluncurkan oleh Kev Fashion sebelumnya. Termasuk gaya dan juga sasaran pasar.
Setiap orang yang ada di dalam ruang rapat memperhatikan Tania yang duduk dengan tenang. Sebagian besar dari mereka adalah laki-laki, jadi mereka tentu saja tidak sabar untuk mengenal Tania secara langsung. Namun tentu saja mereka tidak mungkin melakukannya saat ini. Di dalam ruang rapat ini. Jika bos mereka mengetahui nya, nasib mereka akan segera tamat. Untuk saat ini, mereka hanya dapat berbisik-bisik dengan rekan di dekat mereka.
Krieet... Pintu ruang rapat dibuka perlahan. Danil membuka pintu dan sedikit menyingkir untuk memberi jalan pada Kevin. Segera, suasana riuh yang terjadi sebelumnya langsung teredam. Berganti dengan kesuraman yang tegang saat semua orang mulai berdiri dan membungkukkan badan memberi hormat. Termasuk Tania.
Kevin yang gagal bertemu dengan desaigner HR Mode kemarin mengingat bahwa designer itu pasti hadir hari ini sehingga ia mulai memindai wajah setiap orang. Namun tidak ada orang baru di dalam ruang rapat sampai matanya tertuju pada Tania yang masih menunduk seperti orang lainnya.
Jejak keterkejutan terlihat di mata tajam Kevin saat ia menatap wajah yang sudah lama tidak dilihatnya itu. Apakah Tania adalah desaigner yang dikirim HR Mode untuk mengevaluasi kerjasama mereka? Apakah begitu kebetulan?
Karena terkejut, Kevin tidak juga mengizinkan semua orang untuk bangun. Namun Tania bukan orang yang menurut seperti orang lain. Lehernya sudah pegal setelah dia menunduk untuk beberapa waktu dan mulai mengangkat matanya. Ia juga penasaran seperti apa bos yang sejak kemarin diributkan oleh para wanita itu.
Sama seperti Kevin, Tania juga terkejut melihat Kevin berdiri di tempat pemimpin. Apakah Kevin adalah pemilik perusahaan ini? Ia memang mendengar jika nama pemilik perusahaan yang akan dia datangi adalah Kevin. Namun nama Kevin juga bukan nama seseorang saja. Ada banyak sekali Kevin yang ada di dunia. Namun ia tidak berharap jika kedua Kevin yang dia maksud adalah orang yang sama. Lagipula sejak dulu ia tidak mengetahui jika AB Grup memiliki bisnis di bidang Fashion. Dan, semua nama perusahaan di bawah AB Grup selalu menggunakan nama yang sama. Lalu kenapa yang ini berbeda?
Kedua orang yang berasal dari masa lalu itu saling menatap untuk beberapa saat hingga Tania lah yang pertama memutuskan tatapan mereka dengan memalingkan wajahnya.
Melihat Tania yang menghindari tatapan matanya, Kevin segera sadar dari lamunannya dan berdehem canggung sebelum mengizinkan semua orang untuk duduk.
__ADS_1
Posisi tempat duduk keduanya saling berdekatan. Danil, yang merupakan orang yang mengetahui masa lalu juga melihat dan mengenali Tania dalam sekali pandang. Ia juga tidak kalah terkejut dari Kevin. Bukankah designer dari HR Mode bernama Miss Angela. Kenapa Tania ada di sini?
"Tuan Kevin, ini adalah Miss Angela yang merupakan designer utusan dari HR Mode." Tuam Albert yang duduk di samping Tania memperkenalkan Tania pada Kevin. Tania yang diperkenalkan juga bekerja sama dengan baik. Ia menganggukkan kepalanya ringan sebagai bentuk sapaan yang hormat. Bertindak seperti bahwa mereka adalah orang asing.
"Mmm... Miss Angela ya?" Kevin mengangguk kan kepalanya sambil melirik Tania penuh selidik.
"Ya. Tidak ada designer yang akan memakai nama asli mereka bukan? Lagipula untuk membuka lembaran yang baru, lembaran yang lama akan diganti " Jawab Tania acuh. Membuat semua orang di dalam ruang rapat tercengang. Apakah ada orang lain yang berani memperlakukan tuan mereka seperti itu selain Tania?
Jawabannya tentu saja tidak.
Namun dibandingkan dengan sikap acuh Tania, mereka masih snahat penasaran. Jika Miss Angela adalah nama samaran Tania, laku siapa nama asli desaigner muda dan berbakat ini? Terlebih lagi setelah memperhatikan beberapa pertukaran, sepertinya ada yang aneh antara Miss Angela ini dengan bos mereka. Bukankah Ini adalah pertemuan pertama mereka? Namun mengapa Miss Angela terlihat seperti sangat membenci tuan mereka? Terlihat dari tatapan permusuhan yang terlihat jelas di mata wanita cantik itu...
"Huk!" Danil yang mendengar jawaban Tania yang tidak kalah acuh dengan bosnya, terbatuk ringan untuk menahan tawanya.
Namun usahanya justru membuatnya mendapatkan dua tatapan tajam dari dua sisi yang berlawanan. Hah... Nasibnya memang buruk. Terjebak di antara dua orang yang sangat merepotkan ini. Jika hidupnya di bawah tekanan seperti ini selam satu atau dua tahun lagi, ia yakin dia pasti akan segera berubah menjadi orang yang pengecut yang tidak akan berani menghadapi semua orang.
Setelah mendengar orang-orang ini membacakan laporan, Kevin akan memberikan masukan yang sesuai mengenai apa yang perlu dipertahankan atau yang perlu diperbaiki. Larut dalam pekerjaan, baik Kevin maupun Tania sepertinya melupakan masa lalu mereka dan fokus bekerja.
Sampai akhirnya, Departemen desaign diwakili oleh Sinta segera mendapatkan giliran untuk membacakan laporan. Semua orang mendengar kan dengan seksama.
"Miss Angela." Sinta tiba-tiba menyebut nama Tania di saat ia telah selesai membacakan laporannya.
Tania yang mendengar namanya disebut segera mendongak dan menatap Sinta penasaran. Apa maunya wanita ini?
__ADS_1
"Bisa dibilang bahwa Anda adalah designer kelas atas dunia. Anda bahkan mendapatkan gelar designer emas di HR Mode. Saya ingin tahu apakah anda memiliki pendapat mengenai apa yang saya laporkan tadi?" Tanya Sinta dengan senyum licik di bibirnya.
Laporan hanya dibacakan secara singkat mengenai garis besarnya saja. Sedangkan untuk laporan resmi nya akan mereka kirim pada Kevin setelah selesai rapat. Dengan mendnegar secara sekilas laporannya itu, mustahil bagi Tania untuk memahaminya bahkan memberikan komentar kan?
Tania juga bukan orang bodoh yang tidak dapat melihat trik di balik pertanyaan Sinta.
*
*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_50🍁...
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya...
...***...
__ADS_1
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...