Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 95. Suami Istri Yang Sah


__ADS_3

Setelah merasakan mie buatan Kevin, Tania menyipitkan matanya curiga. "Apa benar ini pertama kalinya kamu memasak?" Tanya Tania curiga.


"Hm. Kenapa aku berbohong?" Kevin mengerutkan alisnya.


"Tapi mie buatanmu terlihat baik-baik saja." Ucap Tania curiga.


"Untuk apa bingung? Ada cara memasak di balik kemasan. Tinggal mengikuti instruksi nya saja kan?" Jawab Kevin santai. Ia cukup cocok dengan rasa mie instan ini dan menikmatinya. Apalagi perutnya juga memang kosong. Jadi makan mie lumayan untuk mengisi perutnya.


"...." Tania terdiam. Dia juga membaca cara memasak di balik kemasan selain dari ingatannya diajari Xia Xi Lin. Namun hasilnya sangat jauh berbeda. Apa ini perbedaan antara IQ biasa dengan IQ tinggi?


Ah lupakan saja! Yang terpenting saat ini adalah makan dan mengisi perutnya. Dengan begitu, Tania tidak bertanya lagi dan fokus pada mangkuk mie di depannya.


Pemandangan di meja makan yang harmonis. Dua orang manusia dewasa makan bersama saling berhadapan di dalam ruang makan yang hangat. Meskipun hanya ada suara sendok dan mangkuk, namun suasana terasa harmonis bagaimana orang akan melihat.


"Sudah larut malam. Sebaiknya kamu kembali ke apartemenmu sendiri." Ucap Tania setelah ia melihat Kevin telah menghabiskan mie nya.


"Kamu memang tidak punya hati. Setelah memanfaatkanku, kamu bahkan tidak hanya tidak berterima kasih dan masih mengusirku begitu saja." Ucap Kevin.


"Eh! Jangan mengatakan seperti aku telah memanfaatkanmu ya! Kamu memang yang memasak mie. Tapi selain itu semuanya adalah milikku." Tania tidak terima. Kevin mengatakan jika ia kejam dan tidak tahu terima kasih. Bukankah posisi mereka sama?


"Bukankah apa yang dimiliki suami adalah milik istri dan begiru juga sebaliknya? Kamu adalah istriku. Jadi milikmu secara otomatis adalah milikku juga."


"Ha-ha-ha-ha. Tidak lucu sama sekali. Kita sudah bercerai lima tahun yang lalu. Jadi kita adalah dua pribadi yang berdiri sendiri." Tania tertawa sinis.


"Kapan? Kenapa aku tidak tahu? Apakah kamu bisa menunjukan surat perceraian kita?"


"...." Tania terdiam. Ia memang tidak memiliki surat cerai tersebut. Dia langsung pergi begitu ia telah menyelesaikan masalah nya dengan keluarga Wiratmaja dan tidak berpikir mengenai perceraian nya dengan Kevin. Ia merasa jika Kevin pasti akan mengurus perceraian mereka. Dan mengenai surat cerai itu, pihak pengadilan pasti mengirimnya ke kediaman Wiratmaja saat itu.


"Tapi aku sudah menandatangani surat cerai itu." Tania ingat betul jika dia sudah menandatangani surat gugatan cerai yang diberikan Kevin padanya. Dia yakin itu.


"Apakah kamu melihat aku menandatanganinya? Aku tidak pernah menandatangi surat itu dan juga tidak mengirimnya ke pengadilan. Jadi secara hukum, kita masih suami istri." Kevin mengeluarkan buku nikah mereka.


Mata Tania hampir keluar saat ia melotot melihat kedua buku nikah itu. Jika mereka telah bercerai, bukankah seharusnya buku ini sudah tidak ada di tangan Kevin lagi? Bagaimana bisa?

__ADS_1


Tidak tidak. Apakah hanya karena Kevin mengatakan jika mereka masih suami istri itu artinya dia juga harus menerimanya? Tidak semudah itu. Baginya, dia dan Kevin telah berakhir lima tahun lalu saat ia menandatangani surat cerai itu, saat Kevin menjebaknya dengan kejam. Sejak ia merasakan sakit ditinggalkan dan dibuang.


"Aku tidak peduli. Bagiku, kita bukan siapa-siapa. Jika memang di mata hukum kita adalah suami istri, aku akan segera mengurus perceraian itu. Lagipula pernikahan kita di masa lalu pada dasarnya hanyalah pernikahan kontrak belaka."


"Tidak peduli pernikahan itu, kita adalah suami istri yang sah di mata hukum. Dan kamu tidak dapat menyangkalnya."


"Ooh hebat sekali kamu. Saat jamu mengatakan pernikahan itu adalah pernikahan kontrak maka jadi seperti itu. Dan jika kamu mengatakan pernikahan itu sah, maka jadi seperti itu. Kenapa kamu tidak jadi dewa saja?" Sinis Tania. Ia menatap Kevin dengan benci.


"Tania, bukan begitu maksudku. Aku hanya ingin mengatakan jika kita adalah suami istri yang sah. Kita belum bercerai." Kevin melihat kebencian di mata Tania dan hatinya terasa sakit.


"Oke. Mari besok pergi mengurus perceraian kita." Tania mencoba meraih buku nikah yang ada di tangan Kevin, namun kalah cepat dengan Kevin yang segera memasukkan buku nikah itu kembali ke saku nya. Melindunginya dari Tania.


"Tidak." Jawab Kevin tegas.


"Kenapa? Bukankah kamu juga sudah memiliki seorang calon istri yang kamu cintai?" Teriak Tania tidak mau kalah.


"Aku bisa jelaskan. Aku tidak mencintai Khanza sama sekali. Dia hanyalah..."


"Aku tidak peduli dia siapa bagimu. Yang pasti aku tidak ingin mendengar hal ini lagi. Sekarang, tolong keluar dari apartemen ku tuan Abraham yang terhormat." Tania mengepalkan tangannya. Dadanya naik turun karena amarah.


"Tidak. Keluar sekarang atau aku panggil polisi untuk mengusir mu." Tania menunjuk pintu keluar dengan tajam.


"Baiklah. Aku akan keluar sekarang. Nanti setelah kamu tenang, Kuta bicarakan lagi." Kevin mengambil napas berat.


"Huh." Tania mendengus. Memalingkan wajahnya dan tidak bersedia memandang wajah Kevin sedikitpun.


Kevin melihatnya dan kembali menghela napas. Jika ia memaksa bicara saat ini, Tania tidak akan pernah mau mendengarkan nya. Jadi untuk saat ini ia hanya bisa membiarkan Tania tenang dan mencari waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini lagi.


Tidak seperti saat ia ia masuk tadi, saat ini Kevin keluar dari pintu. Menutupnya dengan perlahan.


Setelah Tania melihat Kevin menghilang di balik pintu, Tania segera berdiri dan mengunci pintu balkon. Takut jika Kevin masuk ke dalam apartemen nya dengan cara yang sama seperti sebelumnya. Tania bahkan menutup tirai yang menutupi balkon seutuhnya sebelum akhirnya ia jatuh lemas terduduk di sana. Air mata seketika mengalir.


Mengapa dunia seakan terus menerus mempermainkannya?

__ADS_1


Apa mau Kevin sebenarnya? Dia lah yang memintanya menandatangani surat cerai itu di masa lalu. Tapi kenapa saat ini dia berkata bahwa mereka masih suami istri yang sah?


Apakah dengan sebuah permintaan maaf, akan menghilangkan semua rasa sakit yang pernah ia rasakan selama lima tahun ini?


Sungguh egois. Kevin sungguh sungguh egois yang luar biasa!


Saat Tania masih belum bisa meredakan tangisnya, ponselnya berbunyi dan id penelepon dengan foto manis Kaylee dan Kaisar yang keren muncul di layar.


Anak-anaknya tidak boleh melihat nya dengan keadaan seperti ini. Jadi Tania tidak langsung mengangkat telepon itu dan malah amsuk ke dalam kamar mandi. Membasuh wajahnya. Lalu saat ia melihat matanya yang memerah di cermin sebelum ia keluar, Tania tahu itu tidak cukup.


Rencananya adalah bahwa ia akan berpura-pura masih mandi lah yang akan menjadi alasan mengapa ia tidak kunjung mengangkat telepon, jadi Tania harus membuatnya seperti memang itu lah yang terjadi. Dengan cepat Tania membuka bajunya dan mengganti dengan bathrobe. Lalu melilitkan handuk pada rambutnya yang kering seakan-akan dia baru saja keramas yang juga bisa dijadikan alasan mengapa matanya merah.


Setelah ia memastikan penampilan yang tampak normal, Tania keluar dari kamar mandi. Mengambil ponselnya dan menyadari jika layar sudah kembali gelap yang berarti panggilan itu sudah berakhir. Tania lalu duduk di atas ranjang, Bersiap menghubungi si kembar kembali.


*


*


*


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_95🍁...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...


...***...


...Salam sayang 😘...

__ADS_1


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2