Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 94. Di Dalam Ruang Makan Yang Hangat


__ADS_3

Kevin yang melihat Tania fokus pada mie di depannya ikut melirik mie di mangkuk Tania dan mengangkat alisnya. Mie apa yang dibuat wanita ini?


Kini giliran Tania mencoba mie nya. Ia mengambil sumpit dan menjepit mie di dalam mangkuknya. Namun dia gagal melakukannya meskipun ia sudah mencobanya berkali-kali. Setiap kali ia menjepit mie dengan sumpit, Mie akan patah dan hancur.


"Ha-ha-ha-ha. Kamu sebenarnya memasak mie apa bubur mie? Aku rasa mie tadi pasti berteriak tidak terima. Ha ha ha ha." Kevin tertawa dengan keras melihat mie yang dimasak Tania.


"Berhenti tertawa! Aku memang suka tekstur mie yang lembut seperti ini." Jawab Tania berpura-pura percaya diri. Dia meletakkan sumpit dan mengambil sendok sebagai gantinya. Mengambil sesendok mie dan memasukannya ke dalam mulutnya.


Tania mengunyahnya secara perlahan. Mie yang dia masak memang sangat sangat kematangan. Jadi langsung hancur saat sampai di dalam mulut. Memang, jika dipadukan dengan kuah bumbu yang gurih, rasanya masih bisa diselamatkan. Namun makan mie lembek sungguh membuat Tania mual dan wajahnya berubah jelek.


Kevin melihat ini dan tahu jika Tania berbohong padanya. Ia segera menarik mangkui mie menjauh saat Tania hendak mengambil sendok yang kedua.


"Apa yang kamu lakukan?" Tania berteriak keras.


"Mie ini jelas tidak enak. Untuk apa kamu berpura-pura menikmatinya. Wajah mu saja lebih jujur dari pada bibirmu itu!" Ucap Kevin tegas.


"...." Tania tidak tahu harus berkata apa. Setiap kata yang ia ingin ucapkan tertahan di tenggorokannya.


Melihat Tania tidak membalasnya, Kevin bangun dari duduknya dan pergi ke dapur. Kevin melihat betapa berantakannya dapur itu dan mengerutkan keningnya. Banyak pecahan telur yang berantakan di atas meja. Ada juga yang berada di lantai. Juga sisa potongan sayuran. Dapur yang seharusnya tidak lama yang lalu pasti dalam keadaan bersih saat ini menjadi sangat kotor.


"Mmm. Nanti aku akan membersihkannya." Tania yang mengikuti di depan Kevin tahu bahwa Kevin sangat terkejut dan merasa bahwa dia seperti anak kecil yang baru membuat berantakan rumah dengan mainan-mainannya.


"Diam di situ dan lihat aku melakukannya." Ucap Kevin sambil menggulung lengannya. Lalu ia mengambil sapu, lap dan membersihkan semua kekacauan yang telah dibuat Tania. Sedangkan Tania duduk dengan patuh memperhatikan Kevin yang sedang membersihkan dapur itu. Tania terkejut bahkan Kevin bisa melakukannya lebih baik darinya.


Tania menyelamatkan Xia Xi Lin tidak lama setelah ia berada di Italia dan Xia Xi Lin sudah mengikutinya sejak saat itu. Semua pekerjaan rumah dilakukan oleh Xia Xi Lin setelah itu. Jadi dia benar-benar tidak memiliki pengalaman dengan semua kegiatan seperti itu.


Dalam sekejap mata, kondisi dapur yang buruk telah kembali seperti sedia kala. Lalu setelah dapur bersih, Kevin membuka lemari es untuk menemukan bahan masakan dan menyadari bahwa selain telur dan sayur, tidak ada yang lain.


"Aku tidak memasak biasanya." Ucap Tania saat Kevin menatapnya sambil mengangkat alis.


"...." Kevin tidak menjawab dan mengambil dua butir telur, sawi dan kubis. Setelah itu mengambil mie instan yang ada di dalam lemari.

__ADS_1


Tania memperhatikan setiap gerakan Kevin yang luwes sepertinya sudah terbiasa berada di dapur dan memasak. Apakah laki-laki ini memang biasa memasak sebelumnya?


Namun saat ia melihat jika Kevin membalik bungkus mie instan untuk melihat cara memasak makanan cepat saji itu, Tania sangat terkejut.


"Apakah kamu pernah memasak sebelumnya?" Tanya Tania.


"Tidak. Aku tidak punya waktu untuk memasak." Jawab Kevin datar.


Apa? Tidak? Lalu bagaimana bisa dia terlihat begitu terampil dengan semua peralatan itu?


"Jika tidak bisa kenapa masih akan memasak?" Tania berkata dengan marah. Bahkan ia yang sudah diajari oleh Xia Xi Lin sebelumnya saja gagal. Bagaimana dengan Kevin yang tidak pernah belajar?


"Aku dengar cara memasak mie instan cukup mudah. Lagipula ada petunjuk cara memasak di dalam kemasan. Jadi tidak ada masalah." Jawab Kevin. Dengan otak cerdasnya, ia yakin bahwa tidak ada yang tidak dapat ia pelajari.


"Ini tidak mudah." Tania mengerutkan bibirnya.


"Kamu diam saja dan tunggu." Lagi-lagi Kevin memintanya diam. Tania tahu jika dia tidak akan bisa menghentikan Kevin. Saat ini, jika Kevin tidak menghancurkan dapurnya seperti dia, sudah beruntung. Untuk hasil lihat saja nanti. Pada akhirnya Tania duduk diam menopang dagunya. Memperhatikan Kevin yang sedang sibuk memasak mie instan.


"Tunggu apa lagi? Cepat makan." Ucap Kevin sambil duduk di depan Tania dan mengambil mangkuk mie buatannya.


"Apakah ini enak?" Tanya Tania ragu. Penampilan tidak menjamin rasa. Begitulah pemikirannya karena ia tahu bahwa ini adalah pertama kalinya Kevin memasak.


"Coba saja." Ucap Kevin. Ia juga belum merasakannya sama sekali. Jadi dia juga mengambil sendok dan mencicipi kuahnya.


Kevin tidak pernah makan mie instan sebelumnya dan ia rasa jika rasanya lumayan enak. Lalu ia mengambil sumpit untuk mengambil mie. Teksturnya jauh lebih baik dari yang dimasak Tania sebelumnya. Kekenyalannya pas. Tidak keras dan tidak terlalu lunak. Yah. Makan mie instan di malam hari ternyata cukup nikmat.


Tania juga sama dengan Kevin yang hampir tidak pernah makan mie instan. Ini adalah pertama kalinya ia makan mie instan di Indonesia. Rasanya memang hampir sama dengan yang ia masak sebelumnya karena memang memiliki rasa yang sama. Namun milik Kevin lebih pas dibandingkan buatannya yang terlalu banyak kuah hingga rasanya yang kurang terasa. Perbedaan yang paling terlihat adalah dari tekstur mienya yang kenyal. Membuatnya benar-benar merasakan sensasi nikmat makan mie.


Setelah merasakan mie buatan Kevin, Tania menyipitkan matanya curiga. "Apa benar ini pertama kalinya kamu memasak?" Tanya Tania curiga.


"Hm. Kenapa aku berbohong?" Kevin mengerutkan alisnya.

__ADS_1


"Tapi mie buatanmu terlihat baik-baik saja." Ucap Tania curiga.


"Untuk apa bingung? Ada cara memasak di balik kemasan. Tinggal mengikuti instruksi nya saja kan?" Jawab Kevin santai. Ia cukup cocok dengan rasa mie instan ini dan menikmatinya. Apalagi perutnya juga memang kosong. Jadi makan mie lumayan untuk mengisi perutnya.


"...." Tania terdiam. Dia juga membaca cara memasak di balik kemasan selain dari ingatannya diajari Xia Xi Lin. Namun hasilnya sangat jauh berbeda. Apa ini perbedaan antara IQ biasa dengan IQ tinggi?


Ah lupakan saja! Yang terpenting saat ini adalah makan dan mengisi perutnya. Dengan begitu, Tania tidak bertanya lagi dan fokus pada mangkuk mie di depannya.


Pemandangan di meja makan yang harmonis. Dua orang manusia dewasa makan bersama saling berhadapan di dalam ruang makan yang hangat. Meskipun hanya ada suara sendok dan mangkuk, namun suasana terasa harmonis bagaimana orang akan melihat.


*


*


*


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_94🍁...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...


...***...


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2