
"Itu benar tuan-tuan dan nyonya-nyonya sekalian. Istri saya merajuk beberapa hari ini dan saya sudah mengejarnya ke banyak negara. Jadi saya terpaksa menghentikan pesawat ini untuk dapat menemukan istri saya dan membawanya pulang. Itu memang salah saya yang terlalu sibuk pada pekerjaan sehingga mengabaikannya selama berhari-hari dan membuatnya marah. Tapi sekarang saya menyadari jika dibandingkan dengan pekerjaan, istri saya jauh lebih penting."
Tania yang sangat mengenal suara Kevin segera mendongak dan melihat dari celah-celah kursi bahwa Kevin memang berada di sana. Tapi apa kata-kata omong kosong yang telah dia ucapkan tadi? Bukankah Kevin tidak memiliki istri? Istri mana yang ia maksudkan?
Tania mengerutkan alisnya saat ia berpikir dengan keras. Tidak menyadari jika pandangan mata semua orang tertuju padanya saat semua orang menyadari arah tatapan mata Kevin yang tertuju padanya setelah ia ditemukan.
"Nona, suamimu sangat baik. Lihatlah dia bahkan mencarimu hingga kemari untuk meminta maaf." Seorang wanita tua yang duduk tidak jauh dari Tania berkata pada Tania. Yang membuat Tania terkejut bukan main.
Apakah wanita tua itu berbicara padanya?
Lalu Tania memeriksa semua orang dan memang sepertinya pandangan semua orang mengacu padanya. Dan lihatlah wajah Kevin yang tampak sedih itu!
Jika Danil ada, sekretaris serba bisa itu mungkin sudah menjatuhkan rahangnya melihat akting tuannya yang semakin hari semakin baik saja. Garel saja, yang ada di sampingnya bahkan hampir lupa menutup mulutnya tidak percaya. Inikah tuannya yang berkharisma?
"Nona, suamimu sangat tampan. Kamu juga cantik. Kalian adalah pasangan yang serasi. Suami istri memang biasa terjadi pertengkaran kecil. Namun semuanya masih bisa dibicarakan? Bukankah kalian saling mencintai? Bicarakan semuanya di atas ranjang. Pertengkaran di dalam rumah tangga akan dapat diselesaikan di atas ranjang." Seorang nenek tua menggoda Tania.
"Aku tidak. Kami bukan..." Tania hendak mengatakan jika mereka bukanlah pasangan suami istri namun Kevin tidak mungkin membiarkan tujuan Tania berhasil dan segera memotongnya.
"Istriku sayang, tolong maafkanlah aku. Aku berjanji tidak akan mengulangi lagi kesalahan ini. Ke depannya, aku Namun karena Tania berada di pinggir, ia tidak bisa menggapai nya apalagi dengan seluruh kursi di sebelah Tania sudah penuh.
"Kev tolong berhenti berbicara omong kosong. Kita berdua tahu jika kita..."
"Huwa... Huwa... Huwa...." Ucapan Tania terputus oleh suara seorang anak yang duduk di bangku nomor dua yang satu baris dengan nya. Anak perempuan berusia tiga tahun itu takut dengan keributan yang terjadi. Apalagi dengan Kevin yang sangat dekat dengannya. Ditambah lagi dengan Tania yang berteriak keras. Membuat anak kecil yang sudah sejak awal takut tidak dapat lagi menahannya dan menangis dengan keras.
Tania tidak menyangka jika kejadian akan terjadi seperti itu. Ia mengedipkan matanya bingung.
"Nona, tolong selesaikan masalah rumah tangga kalian di rumah. Anakku takut dan menangis." Ibu dari anak kecil itu memarahi Tania sambil mengelus kepala anaknya untuk menenangkan nya. Ia tentu saja tidak akan berani memarahi Kevin, jadi dia hanya bisa melampiaskan amarahnya pada Tania.
__ADS_1
"Sayang, ayo kembali denganku. Jangan tunda perjalanan mereka lebih lama lagi." Kevin tersenyum dalam hatinya. Namun wajahnya terlihat memohon dengan penuh harap.
"Nona, kembalilah pada suamimu. Jika kamu melepaskan suami yang begitu baik, kamu mungkin tidak akan bisa mendapatkan yang seperti dia lagi."
"Ya nona. Cepat keluar dan selesaikan masalah kalian di rumah. Jangan tunda lagi perjalanan kami. Kami juga memiliki kepentingan yang juga harus segera kami selesaikan." Seorang pria berkata dengan keras. Membuat beberapa orang lainnya mengikuti.
Tania menatap semua orang dengan keluhan. Ia ingin meluruskan masalah dan menjelaskan bahwa dia dan Kevin bukanlah pasangan suami istri, namun melihat wajah semua orang, ia menghela napas panjang sebelum akhirnya berdiri dan berjalan keluar dari tempatnya.
Kevin yang melihat wajahnya yang penuh keluhan diam-diam menarik sudut bibirnya. Lalu ia mengulurkan tangannya yang hanya diabaikan oleh Tania yang meliriknya sinis saat wanita cantik itu melewatinya. Tania melengos dan menghentakkan kakinya dengan kesal. Lalu keluar dari pesawat dengan marah. Kevin juga segera keluar sesaat setelah Tania keluar. Tapi dia tidak mengikuti wanita itu. Lagipula menurut kepribadian Tania, dia tahu bahwa jika ia mengejarnya saat ini, wanita cantik itu pasti tidak akan menurut.
Sedangkan Garel tinggal untuk menyelesaikan masalah yang ditimbulkan oleh tuannya.
"Mohon maaf untuk ketidaknyamanan ini. Sebagai kompensasi atas keterlambatan keberangkatan anda sekalian, kami akan mengganti seluruh biaya tiket dan seluruhnya. Selain itu, kami juga sudah menyiapkan sesuatu di Indonesia yang akan bisa diambil dari pihak bandara. Terakhir, terima kasih atas pengertian kalian dan semoga perjalanan kalian lancar." Garel berbicara dengan tenang sebelum ia membungkukkan tubuhnya untuk pamit dan keluar dari pesawat bersama dengan para petugas bandara lainnya.
Tania yang dipaksa keluar dari pesawat berjalan dengan marah. Langkah kakinya secara otomatis bergerak dua kali lebih cepat. Karena insiden ini, ia harus memberitahu Mona agar gadis itu tidak perlu menjemputnya. Saat ia baru menutup teleponnya, ia dihentikan oleh dua orang pria dan wanita.
Tania menatap dua orang itu dan berpikir sebentar. Ia memang harus berbicara pada Kevin mengenai masalah ini. Ia harus mencari tahu apa tujuan Kevin melakukan semua ini. Jadi Tania mengangguk untuk mengiyakan.
"Oke. Bawa aku menemui tuan kalian." Ucap Tania setelah ia menetralkan amarahnya.
"Baik Miss. Silahkan." Hannah menganggukkan kepalanya. Dua orang itu segera menunjukan jalan. Mereka tidak keluar dari bandara namun masuk melalui jalan yang lain. Lalu setelah beberapa saat, mereka tiba di depan sebuah pesawat.
"Tuan sudah menunggu anda di dalam pesawat. Miss Angela, silahkan naik." Hannah menyingkir dan memberi jalan pada Tania yang segera menurut dan naik ke atas tangga.
Pesawat itu adalah pesawat pribadi milik Kevin. Jadi dilihat sekilas sudah tampak banyak perbedaan dengan pesawat komersial lainnya. Semua penataan terlihat begitu rapi dan terlihat elegan. Desain dasar dari penataan pesawat sepertinya mempertimbangkan kenyamanan penumpang dilihat dari segi manapun.
"Tuan ada di dalam ruang pribadi." Melihat Tania yang berdiri diam di tengah ruangan, Hannah yang mengikuti Tania memberi petunjuk lainnya. Menunjuk sebuah ruangan yang ada di bagian yang lebih dalam dari pesawat itu.
__ADS_1
"Aku tunggu di sini. Katakan padanya untuk keluar jika dia ingin bicara. Jika tidak, aku akan pergi." Tania melirik kursi di sisi pesawat dan duduk dengan nyaman. Melipat tangannya di depan dada. Perkataannya jelas tidak terbantah. Hannah diam beberapa saat dan melirik Jasson yang berdiri di belakangnya.
"Baik Miss. Anda tunggu sebentar di sini, saya akan menyampaikan pesan anda pada Tuan." Hannah berbicara setelah ia memberi isyarat pada Jasson untuk tetap tinggal dan menjaga Tania.
Tania melihat ini dan mendengus. Ia sudah seperti seorang tahanan yang akan kabur kapan saja ada kesempatan. Ini pasti perintah dari Kevin. Laki-laki sombong itu!
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_76🍁...
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...
__ADS_1