
Kevin pun pergi ke salah satu sisi. Yang cukup dekat dengan tempat duduk Kaisar. Duduk di depan laptop dan segera memulai rapat nya. Di dalam kamar rawat pasien itu, tiba-tiba saja begitu banyak kegiatan nya. Yang satu sibuk bermain game, yang satunya lagi sibuk rapat dan kedua orang lainnya saling menyuapi satu sama lain di atas ranjang.
Pemandangan yang begitu hangat.
Satu jam berlalu begitu saja. Saat ini kedua orang yang berada di atas ranjang rumah sakit kedua-duanya telah tertidur setelah asyik mengobrol. Kevin baru saja selesai dengan rapat online nya. Sedangkan Kaisar sibuk dengan ponselnya. Ia dengan santai bermain ponsel di atas sofa setelah memasang selimut untuk Kaylee yang tertidur di samping Tania.
"Apa yang kamu mainkan?" Tanya Kevin yang tiba-tiba berdiri di depannya membuat Kaisar yang sedang fokus pada permainannya terkejut.
"Game online." Jawab Kaisar tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya yang terus berkedip-kedip terang. Telinga kirinya memakai headset agar suara permainan nya tidak mengganggu para pasien.
"Oh... Sepertinya menarik. Bagaimana jika aku ikut main?" Ucap Kevin serius.
"Boleh. Paman download dulu aplikasi gamenya. Lalu Aku akan mengirimkan id nya pada paman." Ucap Kaisar tanpa berkedip. Lalu setelah itu notifikasi ajakan main masuk ke dalam ponsel Kevin. Yang memudahkan Kevin untuk mendownload permainan yang sedang dimainkan oleh Kaisar.
Secara otomatis Kevin langsung masuk ke dalam tim Kaisar. Namun yang belum pernah bermain sebelumnya sedikit menyendat di permainan hingga membuat Kaisar yang memasukkan Kevin ke dalam tim dimarahi oleh rekan-rekan satu timnya. Beberapa kali karakter yang dimainkan oleh Kevin berada dalam bahaya dan harus diselamatkan oleh pemain lainnya dan bahkan beberapa kali kehilangan nyawa yang membuat nilai satu tim mereka menurun drastis.
Tetapi dengan kecerdasan Kevin, dia dengan cepat menyesuaikan diri dan bermain dengan cantik seperti pemain profesional. Semua orang yang bermain bersamanya terkejut tidak percaya. Mereka tidak percaya jika Kevin memang baru pertama kali bermain game tersebut dan sengaja menyembunyikan kemampuannya pada awal permainan untuk menipu semua orang dan mengelabui lawan karena pada akhirnya, sepertiga musuh dimusnahkan oleh Kevin yang membuat tim mereka menang telak pada akhir permainan.
"Apa paman benar-benar baru pertama kali main?" Kaisar juga sama dengan orang lainnya. Bahkan setelah mereka selesai bermain, ia masih mengira jika Kevin sengaja menyembunyikan kemampuannya seperti orang lainnya.
"Mm ya. Ini baru pertama kalinya. Bukankah kamu tadi yang mengajariku cara bermain?." Kevin mengangguk. Ia terlihat bangga setelah mengalahkan lawan dan membuat tim mereka menang. Yang paling membuatnya senang adalah pada permainan tadi, para pemain lainnya memuji Kaisar yang telah membawa Kevin pada tim mereka.
"Paman yakin baru pertama kali bermain?" Tanya Kaisar tidak percaya.
"Ya. Kenapa?"
"Oh... Kalau begitu paman memang hebat jika paman memang seorang pemula." Kaisar memuji dengan tulus.
__ADS_1
"Awalnya memang sulit. Namun setelah mengamati beberapa saat sebenarnya permainan ini cukup mudah." Ucap Kevin jujur.
"Yah." Kaisar mengangguk setuju. Dia juga merasa jika permainan itu mudah. Dia bahkan saat ini sudah mulai bosan memainkannya.
"Ngomong-ngomong, apakah kamu mau paman ajari sesuatu yang lebih menarik?" Kevin menegakkan tubuhnya dan berbicara dengan serius.
"Apa itu?" Kaisar penasaran.
"Coba lihat ponsel yang kamu gunakan." Kevin mengulurkan tangannya meminta ponsel Kaisar. Kaisar tidak keberatan sama sekali dan langsung memberikan nya pada Kevin. Dia juga mendekat dan duduk di samping pria itu.
Kevin memeriksa tipe ponsel dan melihat tipe serta kriteria ponsel itu untuk mengetahui sejauh mana ponsel itu bisa digunakan untuk keperluan hacker. Lalu setelah memastikan jika ponsel itu cukup baik untuk pemula, Kevin menjelaskan beberapa hal dasar.
Kaisar sebelumnya sudah memiliki dasar sebagai seorang hacker. Jadi dia juga memberikan sedikit pendapat nya. Kevin sedikit terkejut karena ia menyadari jika kaisar sebenarnya sudah memahami dasarnya dan bahkan sudah bisa dikatakan sebagai pemula. Lalu ia juga tiba-tiba mengingat jika sebelumnya juga ada orang yang menerobos sistem keamanan kantor Kev Fashion? Jangan-jangan anak kecil inilah pelakunya?
"Kamu mengerti?" Tanya Kevin kaget.
"Sedikit. Aku hanya main-main saja." Jawab Kaisar mengedikkan bahunya acuh.
"Belum bisa." Jawab Kaisar tanpa menutupinya.
"Kalau begitu lihat bagaimana aku melakukannya." Kemudian Kevin mulai mengutak atik ponsel Kaisar. Menunjukkan nya pada Kaisar bagaimana cara memanipulasi id nya sendiri.
Kaisar memperhatikannya dengan seksama bagaimana Kevin melakukannya. Kali ini Kevin bahkan tidak main-main. Ia menggunakan ponselnya sendiri untuk menjadi target. Ponsel Kevin sudah memiliki pengamanan tingkat tinggi yang sulit diterobos oleh hacker biasa. Untuk menerobos ponsel Kevin memerlukan keterampilan tingkat tinggi. Jadi Kevin sekaligus menunjukan cara masuk ke dalam sistem dengan pengamanan yang tinggi. Kedua orang di sofa sangat serius dengan pekerjaan mereka. Tidak ada satupun yang menyadari bahwa salah satu orang di atas ranjang sudah bangun dan memperhatikan mereka.
Tania yang baru saja membuka matanya terkejut saat melihat Kevin dan Kaisar duduk berdampingan di sofa. Keduanya sepertinya sibuk dengan sesuatu bersama-sama. Tania tidak menyangka jika kedua orang ini dapat dekat dengan cepat. Melihat dua kepala yang satu besar dan yang lainnya kecil yang sangat berdekatan membuatnya merasa hangat.
Tok tok tok....
__ADS_1
Suara pintu mengganggu perhatian mereka. Kevin mendongak dan berdiri. Lalu membukakan pintu ruangan untuk mempersilahkan orang di luar pintu masuk. Ia tahu jika orang itu bukanlah dokter atau perawat karena kedua orang itu pasti akan langsung masuk setelah mengetuk pintu sebanyak tiga kali.
Saat pintu terbuka, Kevin mengerutkan alisnya saat melihat Oliver berdiri di depan pintu. Anak buahnya benar-benar tidak dapat bekerja dengan baik hingga dapat membiarkan seornag Oliver masuk ke dalam ruang rawat Tania. Ia tidak tahu jika selama dua hari ini Oliver selalu datang untuk menemani Tania. Setelah mengetahui jika ruangannya dijaga oleh pengawal, Tania meminta Oliver untuk menghubunginya setiap kali ia datang dan ia yang akan berbicara pada pengawal untuk membiarkan Oliver masuk.
"Kamu..."
"Aku datang untuk berpamitan. Jadi tolong izinkan aku bertemu dengan Tania." Ucap Oliver memotong ucapan Kevin.
"Hum... Baiklah. Silahkan masuk." Kevin sedikit menyingkir untuk memberi jalan bagi Oliver untuk masuk.
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_170🍁...
... kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
__ADS_1
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...