Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 39. Jangan Buat Aku Semakin Membencimu


__ADS_3

Begitu pintu terbuka, semua ruangan menjadi terang setelah semua lampu yang awalnya mati menyala secara otomatis. Tania mengedarkan pandangannya memandang setiap sudut apartemen yang baru kemarin ia tinggalkan. Semuanya masih sama. Namun saat ini, suasananya semakin terasa suram.


Mengetahui jika Kevin tidak ada juga di apartemen, Tania menghela napas. Kemana sebenarnya pria itu sekarang? Apakah di kediaman Abraham?


"Haah... Ya sudahlah. Besok saja aku menemuinya. Sekarang lebih baik aku membereskan barang-barang ku dulu." Gumam Tania.


Tinggal di apartemen ini selama beberapa bulan tentu saja ia memiliki beberapa barang penting yang ada di sana. Karena dia sudah sampai di sana, lebih baik ia memanfaatkan kesempatan untuk membereskan barang-barang itu untuk dia bawa pergi dengannya.


Tania sibuk di dalam kamarnya sehingga ia tidak menyadari jika seseorang masuk ke dalam apartemen...


"Huft... Akhirnya selesai juga." Tania menghela napas lega saat ia telah selesai memasukkan barang miliknya ke dalam dua buah koper. Barang-barang ini adalah barangnya sendiri yang tidak berasal dari Kevin.


Melihat jam di dinding menunjukkan pukul sembilan malam. Apakah Kevin benar-benar tidak pulang ke sini malam ini?


Tepat setelah pemikiran itu, ia mendengar suara keras dari luar kamarnya.


"Mungkin itu Kevin." Gumam Tania sambil berjalan keluar dari kamarnya. Tetapi saat ia telah keluar dari kamar, tidak ada siapa-siapa yang terlihat. Tapi ia melihat jika meja tamu sedikit miring.


"Ada apa sebenarnya? Bukan hantu kan yang datang?" Memikirkannya, bulu kuduk Tania meremang. Dengan begitu, ia berbalik dan akan masuk ke dalam kamar sampai suara benda jatuh terdengar dari kamar Kevin yang ada di sebelah kamarnya.


"Jangan-jangan ada maling." Gumam Tania waspada. Ia segera masuk ke dalam kamar untuk mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk melawan pencuri yang masuk.


Dalam keadaan panik, Tania tidak berpikir jika di apartemen kelas satu seperti apartemen Imperial, apalagi suite yang berada di lantai paling atas seperti suite milik Kevin tempat nya tinggal saat ini, hampir tidak mungkin ditembus oleh seseorang. Jangankan pencuri biasa, seseorang dengan keterampilan khusus pun akan sulit menembus sistem keamanan di apartemen Imperial.


Setelah mencari di kamarnya, Tania tidak menemukan apapun yang menurutnya bisa untuk melindungi dirinya. Jadi dia keluar dari kamarnya berniat untuk mencari di lantai bawah. Namun ketika dia baru saja keluar dari kamarnya, tubuhnya sudah didorong masuk kembali ke dalam kamarnya. Dan belum sempat di bereaksi, dirinya sudah didorong hingga jatuh di atas ranjang.


"Ah!" Teriaknya kaget. Lalu, saat ia telah melihat dan mengenali sosok tinggi yang mengungkung tubuhnya, bibirnya yang terbuka yang akan memanggil nama orang itu telah dibungkam dengan ciuman yang panas.


"Ah! Kev-vin! Kau ba-ji-ngan!" Teriak Tania sambil terus berusaha mendorong tubuh Kevin yang menekan nya. Namun betapa kerasnya Tania berusaha mendorong tubuh Kevin yang kokoh, tenaga Tania yang kecil sama sekali tidak layak disebutkan.


Di bawah kendali obat perangsang yang kuat, Kevin tidak terkendali. Dibandingkan dengan sebelumnya yang lembut, Kevin seperti berubah menjadi binatang buas yang kelaparan yang menghabisi mangsanya dan tidak akan melepaskannya sebelum ia puas.

__ADS_1


Melihat wajah Kevin yang kalap, Tania menyadari pasti ada sesuatu yang salah dengan laki-laki itu. Selama bersama dengannya, jika kejadian terakhir tidak dihitung, Kevin bukanlah orang yang bertindak gegabah dan tidak bermoral seperti itu. Apalagi melihat kabut di matanya, dia pun mengingat bagaimana dia pada malam itu saat ia berada dalam pengaruh obat. Sesuatu seperti itu pasti terjadi padanya juga.


Dengan demikian, dia harus segera disadarkan. Karena ia tahu jika seseorang yang berada di dalam kendali obat tidak melakukan sesuatu sesuai dengan keinginannya. Jika mereka berdua melakukan itu malam ini, di antara mereka berdua adalah sebuah kesalahan.


"Kevin! Berhenti sekarang! Kevin!" Teriak Tania berusaha menyadarkan Kevin.


Tidak tahu apakah itu karena merasa Tania terlalu berisik dan mengganggunya, atau karena ha-srat yang telah menguasai, Kevin menatap bibir mungil yang terus berteriak itu sebelum membungkamnya dengan bibir nya sendiri.


"Um... Um...." Tania berusaha keras untuk bersuara. Tetapi Kevin tidak melepaskannya begitu Saja.


Tania merasa frustasi. Dia merutuki kemampuan berciuman Kevin yang terlalu baik sehingga dapat dengan mudah memimpin kendali dan membuatnya terlena untuk sesaat.


"Huh... Huh..." Tania segera menghirup udara dalam setelah ia terbebas. Paru-parunya terasa kosong pada saat itu.


Namun Kevin belum puas. Melihat wajah Tania yang memerah secara ambigu, membuat wajahnya yang cantik terlihat tiga empat kali lebih mempesona. Seketika, Kevin linglung sebelum ia kembali mendekat. Berusaha meraup kembali bibir kecil yang tidak berhenti berteriak dan memakinya itu.


Melihat Kevin yang hendak mendekat, Tania yang tidak ingin kembali terperdaya, ia dengan cepat berpikir untuk menghalau. Ia berusaha menarik tangannya yang telah dipegang Kevin dengan keras, lalu mendorong wajah Kevin dengan menutup semuanya. Tapi tentu saja Kevin tidak akan membiarkannya berhasil menghalangi kesenangan nya, ia segera meraih kembali tangan yang menghalangi wajahnya dengan mudah dan kembali menguncinya di atas kepala, dengan tangannya yang besar.


"Kevin jangan buat aku semakin membencimu!" Ucap Tania dengan putus asa. Air matanya tidak berhenti menetes dan semakin intens. Lelah melakukan perlawanan yang sia-sia… Tania berhenti melawan dan akhirnya menyerah pada kekuasaan dan kekuatan Kevin. Membiarkannya melakukan apa yang dia inginkan padanya. Tetapi tentu saja, dia tidak akan pernah melupakan hal ini dari dalam hatinya. Ia akan mengingatnya seumur hidupnya sebagai noda kelam yang akan terus dipupuk untuk menjadi alasannya membenci sang suami yang akan segera menjadi mantan.


Di bawah kendali permainan Kevin yang kasar, Tania tidak berhenti menangis hingga ia pingsan entah pada permainan yang ke berapa pada malam itu...


Keesokan harinya, Kevin bangun dengan linglung. Ia tidak mengetahui apapun yang terjadi semalam. Yang ia ingat, sore itu ketika ia menyadari jika ia dibius oleh Khansa, ia segera pergi meninggalkan Khansa dan meminta Danil untuk mengatur pesawat untuk membawanya pulang. Sambil menahan rasa membara yang menyerang dirinya.


Danil hendak mengantarkan Kevin ke rumah sakit tetapi ditolak olehnya dan memijat Danil untuk mengantarnya pulang ke apartemen saja baru memanggil dokter. Sayangnya, dokter keluarga yang sedang dalam perjalanan mobil dokter itu tiba-tiba saja mogok sehingga Danil terpaksa datang menjemputnya.


Sementara Kevin yang ditinggalkan di apartemen sendirian merasa panas dan berniat untuk pergi ke dapur untuk mengambil air dingin namun dirinya malah bertemu dengan Tania di depan kamar istrinya itu. Melihat Tania, has-rat yang telah dengan susah payah ia tahan tiba-tiba muncul kembali dan bahkan tidak terkendali. Sehingga ia benar-benar tidak menyadari apa yang telah ia lakukan pada Tania.


"Si-al! Apa yang telah aku lakukan semalam?!" Ucap Kevin kesal sambil memukul ranjang di sampingnya sebelum menoleh dan menatap wajah Tania yang tampak kelelahan sebelum menyadari jejak bekas air mata yang tertinggal di pipi Tania. Seketika, penyesalan menghampiri hatinya.


"Maafkan aku. Aku benar-benar pria be-reng-sek." Gumam Kevin sambil turun dari ranjang. Memunguti pakaian yang berserekan di lantai dan memakai nya sebelum ia keluar dan pergi dari kamar Tania ke kamarnya sendiri.

__ADS_1


Sedangkan Tania bangun tidak lama setelah Kevin meninggalkan kamarnya. Ia merasakan seluruh tubuhnya yang remuk. Mungkin karena ini bukan lagi yang pertama atau yang kedua untuknya, meskipun Kevin bertindak kasar semalam, daerah intinya tidak terasa sesakit saat sebelumnya sehingga meskipun dengan sedikit kesusahan, ia berhasil masuk ke dalam kamar mandi setelah melilitkan selimutnya untuk menutupi tubuh telanjangnya karena seluruh pakaiannya benar-benar tidak dapat dikenali lagi karena telah hancur berkeping-keping.


"Dasar Kevin! Kami akan bercerai. Lalu lihatlah apa yang telah dia lakukan?! Huh!" Tania menggerutu saat ia menggosok tubuhnya yang saat ini benar-benar tidak mulus lagi.


"Tapi bagus juga. Dengan begitu aku akan memiliki lebih banyak alasan untuk memintanya membantu perusahaan." Lanjut Tania yang segera mengganti mode kesalnya menjadi senyum aneh yang melintas di bibirnya.


"Yah benar. Jadi aku tidak boleh membuang-buang waktu lagi. Aku harus segera menemui Kevin." Dengan begitu, Tania menyegerakan ritual mandinya yang seharusnya ia nikmati dengan nyaman.


Dengan cepat Tania berdiri dari bathtub. Mengguyur tubuh bersabunnya dan memakai bathrobe sebelum keluar dari kamar mandi. Takut dia akan kehilangan kesempatan untuk bertemu dengan Kevin, Tania tidak membuang waktu di dalam kamar dan pergi ke kamar Kevin tanpa merias wajah bahkan tidak mengeringkan rambutnya dengan sempurna.


*


*


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_40🍁...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya...


...**...


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2