Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 70. Nasihat Charlotte


__ADS_3

"Benarkan? Aku juga berpikir ada yang tidak beres." Ucap Kaylee saat ia melihat mobil Xia Xi Lin yang meninggalkan sekolahan dengan cepat. Biasanya, Xia Xi Lin akan menunggu mereka sampai mereka masuk ke dalam halaman dalam sekolah sebelum melajukan mobil nya. Namun hari ini, gadis muda itu terlihat terburu-buru.


"Hm. Tapi menurutmu, apa yang membuat mami menyembunyikan kepulangannya dari kita?" Kaisar bertanya pada kembarannya.


"Aku tidak tahu. Mungkin mami ingin memberikan surprise?" Tebak Kaylee.


"Aku rasa tidak. Melihat wajah Kak Xi Lin pagi tadi, aku rasa tidak seperti itu." Jawab Kaisar setelah menganalisis semuanya.


"Kamu benar juga. Jangan-jangan mami bertemu dengan Daddy di Indonesia dan membuat mami bersedih?" Tebak Kaylee.


"Aku juga tidak tahu. Tapi jika sampai itu terjadi, aku tidak peduli meskipun itu adalah Daddy, siapapun yang membuat mami bersedih, aku tidak akan ragu untuk melawannya." Ucap Kaisar dengan penuh benci.


Tania sangat mengenali kedua buah hatinya. Meskipun mereka masih kecil, mereka tidak mudah ditipu. Mereka juga sangat sensitif dengan perubahan wajah. Apalagi segala sesuatu mengenai dirinya. Terutama putranya, Kaisar. Jika dia kembali dan keduanya melihat penampilan nya, mereka pasti akan langsung menyadari jika ada yang salah dalam sekali lihat.


Charlotte adalah satu-satunya teman yang dimiliki Tania selama di Italia. Selama ini ia hanya fokus bekerja dan bekerja. Bagaimana pun, menghidupi kedua anak kembarnya membutuhkan banyak uang. Meskipun ia masih memiliki tabungan dari ibunya, juga Black Card yang diberikan Kevin juga bisa digunakan kapan saja, ia memilih untuk tidak menggunakan uang mereka jika tidak karena terpaksa.


"Eh? Kenapa kamu di sini? Bukannya kamu masih harus di Indonesia?" Tanya Charlotte saat ia melihat Tania di luar pintu apartemennya. Apartemen mereka berada di lingkungan yang sama. Hanya berbeda lantai saja. Itulah kenapa keduanya bisa dekat.


"Ada sedikit masalah. Boleh aku masuk?" Tania menggedikkan bahunya.


"Uh huh. Masuklah." Charlotte membuka pintu lebar dan memberi jalan untuk Tania sebelum ia menutup kembali pintu itu setelah Tania masuk.


"Apa perusahaan tahu kamu kembali?" Tanya Charlotte.


"Tidak." Tania menggelengkan kepalanya. "Aku tidak akan tinggal lama di sini." Lanjutnya sambil mendudukkan dirinya di atas sofa. Charlotte mengambilkan air minum kemasan dan memberikan nya pada Tania.


"Minumlah. Kamu terlihat menyedihkan." Ucapnya menatap wajah kusut Tania.


"Aku bertemu dengan Daddy si kembar di sana."


"Apa?! Lalu apakah kamu kembali untuk menjemput mereka?" Tanya Charlotte terkejut.


"Tidak. Sampai sekarang Dia tidak tahu jika kami memiliki anak."


"Lalu kenapa kamu kembali? Apa dia menyakitimu? Katakan padaku aku akan menghajarnya."

__ADS_1


"Tidak Charlotte, hanya saja Daddy si kembar meminta kesempatan padaku. Dia ingin kami kembali."


"Huh? Dan kamu mau kembali dengannya?" Tanya Charlotte dengan antusias.


"Ini.... Aku bingung. Kamu sendiri tahu apa yang aku lalui selama ini."


"Katakan padaku, apa kamu ingin kembali? Apa kamu masih mencintainya?" Charlotte memegang bahu Tania.


"...." Tania diam saja. Ia juga tidak tahu. Ia bingung. Di satu sisi, ia bahagia mendengar pernyataan cinta Kevin. Namun di sisi lain, rasa sakitnya melarangnya untuk menerima Kevin.


"Tania, aku juga tidak bisa mengatakan apapun tentang hal ini. Aku tidak tahu bagaimana kalian dulu bertemu dan berpisah hingga kamu pergi jauh seorang diri dalam keadaan hamil. Bahkan pria mu saja Tidak mengetahui jika kamu tengah hamil. Tapi aku melihatmu selama ini. Jika kamu tidak mencintainya, mengapa kamu bahkan rela melahirkan bayi kalian meskipun kamu tahu jika kamu harus berjuang keras untuk itu?" Charlotte menatap Tania.


"Aku tahu bagaimana kamu berjuang selama ini demi si kembar. Kamu ibu yang hebat untuk kedua anakmu. Tapi seorang ibu saja tidak akan cukup untuk anak-anak. Kamu juga pasti menyadarinya kan? Mereka butuh ayah mereka. Dengan melihatmu seperti ini, dengan kecerdasan anak-anak mu itu, aku yakin tidak akan lama sampai mereka juga mengetahui apa yang terjadi."


"Tapi aku masih belum siap Charlotte. Aku masih belum siap kembali terluka."


"Tania, jika kamu masih mencintainya, kenapa kamu tidak memberi nya satu kesempatan dan percaya bahwa dia bisa membahagiakan kalian?"


"Aku akan memikirkannya."


Charlotte memiliki masa kecil yang hampir sama dengan Kaisar dan Kaylee dimana ia hanya dibesarkan oleh ibu tunggal. Sama seperti si kembar, ia juga tidak mengatahui siapa ayahnya bahkan sampai saat ini. Sejak kecil ia selalu membayangkan memiliki seorang ayah yang akan melindunginya dan juga ibunya. Mungkin jika ayahnya ada bersamanya, ibunya tidak akan begitu menderita dan jatuh sakit hingga akhirnya meninggal.


Sejak ia kecil, ia melihat bagaimana perjuangan ibunya. Bagaimana kesusahan ibunya. Dan karena ibunya yang tidak memiliki status, ia tahu betul bagaimana ibunya diganggu. Ketika ia melihat Tania yang hamil tanpa suami, ia pun mendekatinya. Ia tidak ingin nasib serupa yang menimpa ibunya juga menimpa wanita lain seperti Tania.


Dan sekarang saat ia mendengar jika Tania bertemu dengan ayah kandung si kembar, ia berharap si kembar tidak akan mengalami nasib yang sama dengannya.


"Charlotte, terima kasih telah menjadi temanku selama ini." Tania bangun dan memeluk Charlotte dengan hangat.


"Tidak masalah." Charlotte menepuk punggung Tania.


"Uh.... Kamu belum mandi ya? Cepat lepaskan aku! Jangan sampai bau keringatmu mengotori pakaianku." Goda Charlotte mendorong pelan tubuh Tania. Lalu masuk ke dalam kamarnya untuk mengambilkan baju ganti untuk temannya itu.


"Mandi dan ganti pakaian mu. Aku pergi bekerja dulu. Pulanglah setelah anak-anak berangkat sekolah."


"Em. Aku tahu. Terima kasih banyak Charlotte."

__ADS_1


"Tidak masalah. Yang harus kamu ingat adalah apapun keputusanmu pada akhirnya, aku akan tetap berdiri di pihakmu. Aku berangkat dulu. Bye." Charlotte melambaikan tangannya saat ia membuka pintu dan keluar. Meninggalkan Tania di dalam apartemennya.


Tania banyak berpikir setelah ia ditinggalkan sendirian. Namun pada akhirnya, ia masih pada keputusan awalnya untuk tidak memberikan Kevin kesempatan. Ia mampu membesarkan kedua anaknya selama ini dengan baik. Dan di masa depan, ia masih yakin bisa melakukan hal yang sama. Mereka juga baik-baik saja tanpa seorang ayah selama ini, kenapa akan berbeda di masa depan? Setidaknya sampai ia benar-benar yakin dan percaya bahwa ia dan si kembar tidak akan tersakiti, ia akan tetap mendirikan benteng yang tinggi sebagai pertahanan.


Tania pulang ke rumah setelah beberapa saat. Xia Xi Lin baru saja kembali dari mengantar si kembar. Mereka bertemu di depan pintu apartemen.


"Nona." Sapa Xia Xi Lin dengan hormat.


"Hem. Mari masuk. Aku sangat lelah hari ini." Tania segera membuka pintu dan masuk.


"Baik nona. Nona harus istirahat dengan baik. Lalu saya akan masak. Tadi saya mampir ke supermarket untuk berbelanja." Xia Xi Lin tersenyum hangat. Tadi ia khawatir ketika melihat penampilan Tania. Tapi sepertinya dia sudah baik-baik saja saat ini .


"Bagus. Kebetulan sekali aku sedang lapar." Tania mengangguk sambil menggosok perutnya. Di apartemen Charlotte, ia hanya makan roti selai.


*


*


*


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_70🍁...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...


...***...


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2