Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 107. Ruangan Terbaik


__ADS_3

Itu semua adalah ide Danil. Danil melihat kekacauan yang bosnya lakukan di perusahaan. Para karyawan juga hampir gila dibuatnya. Oleh karena itu, sore kemarin ia memikirkan cara untuk memperbaiki ini semua. Dan akhirnya ia terpikirkan ide untuk menempatkan Tania di satu ruangan dengan sang bos. Dengan begitu, bos akan senang dan kehidupan karyawan yang damai akan segera datang.


Saat Danil melihat Tania yang baru keluar dari lift dan berjalan cepat dengan wajah yang kusut menuju ke arah ruangan Kevin, Danil tersenyum dengan penuh maksud. Rencananya kali ini pasti akan berhasil. Dan rekeningnya akan kembali dihujani dengan durian runtuh yang banyak. Ah.... Setelah semua selesai, dia akan merencanakan liburan yang indah berkeliling dunia. Namun Danil melupakan satu hal yang penting. Jika Bos nya sibuk dengan urusan percintaannya di masa depan, dia lah yang akan paling repot nantinya.... Yah. Anugerah memang sudah terbiasa diikuti dengan musibah. Tergantung bagaimana menyikapinya.


Namun lain halnya dengan gadis cantik yang duduk di depan ruangan Kevin yang berseberangan dengan ruangan Danil. Khanza melihat Tania dengan kesal. Tangannya mengepal erat karena marah.


"Kenapa pagi-pagi kamu kesini? Bukannya ruangan kamu tidak di lantai ini?" Khanza memasang badannya di depan mejanya. Berdiri sambil bersendekap dan menatap tajam Tania dengan kebencian yang tidak repot-repot dia tutupi.


"Mana Kevin?" Tania tidak repot-repot dengan Khanza dan bertanya pada Danil.


"Selamat pagi Miss Angela. Tuan sedang menunggu anda di dalam." Mendengar jawaban Danil, Tania segera berjalan untuk membuka pintu.


"Hei! Berhenti di sana! Aku adalah asisten pribadi Kevin. Apa aku mengizinkanmu masuk?" Khanza berteriak marah.


"Ooh... An-jing pintar tidak akan menggonggong sembarangan." Jawab Tania santai sebelum ia membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan tanpa menghiraukan teriakan Khanza sama sekali.


"Apa!? Kembali ke sini! Jangan pergi! Siapa yang kamu panggil an-jing?!" Teriak Khanza semakin marah.


"Nona Khanza, jika anda masih menginginkan citra wanita baik hati dan lemah lembut anda di kantor ini, sebaiknya anda berhenti berteriak dan membuat ulah sekarang." Ucap Danil sambil tersenyum menang.


"Kau! Apa aku pernah mengganggumu? Kenapa kamu seperti nya sangat menentang ku? Jika kamu berubah pikiran, nanti akan aku pertimbangkan untuk mempertahankan mu di sisi Kevin." Ucap Khanza menatap Danil tanpa takut.


"Benarkah? Tapi kenapa aku penasaran kapan hal itu akan terjadi ya? Apakah nanti saat lebaran Mon-yet?"


"Huh! Awas saja Danil! Aku akan memberimu pelajaran nanti agar kamu tahu bahwa kamu sudah salah memihak. Pada saat itu, aku tidak akan mengampuni mu meskipun nb kamu bersujud di depan ku!"

__ADS_1


"Uh! Aku takut.." Danil berpura-pura gemetar.


Khanza melihat akting Danil yang terlalu dibuat-buat. Tapi saat ini, dia tidak memiliki waktu untuk memberi Danil pelajaran. Sekarang dia harus ikut masuk ke ruangan Kevin dan menjadi roda ketiga di antara mereka.


Dengan begitu, Khanza segera berjalan dan membuka pintu. Namun pintu yang biasanya ia buka dengan bebas itu kali ini tidak bergerak sedikitpun. Jelas jika ruangan itu pasti dikunci dari dalam. Si-al! Jika dia tidak repot berurusan dengan Danil, dia pasti tidak akan terlambat. Memikirkan apa yang mungkin terjadi di dalam, membuat Khanza semakin marah. Ia melirik Danil dengan marah. Tetapi sekertaris serba bisa itu bahkan tidak meliriknya sama sekali. Dia duduk dengan tenang di mejanya dns mengerjakan sesuatu di sana.


Khanza menyadari jika dia tidak akan bisa masuk saat ini, ia kembali ke tempat duduknya dan menunggu dengan tidak sabar di sana.


Sedangkan Tania yang berada di dalam ruangan Kevin tidak menyadari bahwa ruangan itu sebenarnya sudah dikunci otomatis oleh Kevin dengan menggunakan remot. Dia juga tidak mendengar keributan yang terjadi di luar sana sekali.


Saat Tania masuk ke dalam ruangan Kevin, pandangan matanya langsung tertuju pada ruangan yang dipisahkan dengan menggunakan kaca bening sebagai dinding ruangannya. Di salah satu ruangan Kevin yang sebelumnya berisi rak-rak buku, kali ini diganti dengan beberapa manekin yang tampil modis dengan pakaian yang dikenakan. Tania tentu saja mengenali setiap boneka itu karena mereka adalah manekin yang aslinya berasal dari ruangan nya.


"Kenapa manekin-manekin ini ada di sini?" Tania bertanya tidak mengerti. Ia menatap Kevin yang tersenyum santai sambil menyandarkan punggungnya di kursinya.


"Dan itu, apa-apaan ini? Kenapa barang-barangku dipindahkan ke sini?" Tanya Tania tidak sabar dan berjalan ke depan Kevin.


"Tidak. Aku tidak mau. Kembalikan semuanya ke ruangan lamaku. Aku tidak mau satu ruang denganmu." Tania tentu saja menolak. Ia tidak tahu apa yang akan dilakukan pria ini dengan mereka akan tinggal di ruangan yang sama meskipun ada penghalang yang memisahkan mereka.


"Bukan bagian Miss Angela untuk menolak. Saya sudah menghubungi atasan anda di HR Mode. Mereka bahkan sangat antusias dan mendukung keputusan saya." Jawab Kevin datar. Ia menatap Tania dengan angkuh. Sekarang ia ingin tahu bagaimana lagi wanita ini akan menghindarinya.


"..." Tania tidak akan percaya begitu saja. Atasannya bukanlah orang yang mudah diajak bicara. Dan hal ini tidak lah hal normal yang akan dilakukan oleh perusahaan di kantor, bagaimana pun, dua orang dengan kedudukan yang tidak sama tidak akan ditempatkan di tempat yang sama. Apalagi ini adalah ruangan Kevin. Jika ruangan Tania ada di sana juga, bukankah akan ada masalah? Atasannya tidak mungkin menyetujui hal itu.


"Kenapa? Apa Miss Angela tidak percaya? Anda bisa menghubungi atasan anda jika tidak percaya." Ucap Kevin tenang. Ia melipat kedua tangannya di atas meja saat ia menatap Tania dengan yakin.


Tania berpikir sebentar sebelum akhirnya ia memutuskan untuk bertanya pada atasannya mengenai hal ini. Dalam beberapa hal, Kevin tidak dapat dipercaya. Namun saat Tania berhasil menghubungi atasannya, kenyatannya sangat jauh berbeda. Tania hampir tidak percaya jika atasannya itu akan setuju dengan Kevin begitu saja bahkan setelah ia mengemukakan pendapatnya untuk menolak.

__ADS_1


Tania tidak berkata sedikit pun setelah menutup telepon. Namun wajahnya yang cemberut sudah memperlihatkan alasannya.


"Kamu tidak perlu khawatir mengenai asisten kecilmu itu. Asisten itu masih akan dapat bekerja untuk mu. Dia ada di luar ruangan dengan asisten dan sekretaris ku." Kata Kevin saat ia melihat Tania yang hendak keluar.


Mendengar ucapan Kevin, Tania yang memang akan kembali memanggil Mona berhenti sejenak. Namun saat ia berpikir lagi, ia melanjutkan langkahnya. Membuka pintu keluar.


Dug dug


Tania berusaha membuka pintu, namun pintu itu tidak bergerak sedikitpun. Menyadari jika pintu tertutup, Tania berbalik dan kembali menemukan Kevin yang tersenyum licik di kursi kebesarannya.


*


*


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_107🍁...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...


...***...

__ADS_1


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2