Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 127. Siapa Yang Datang Bersama Mami?


__ADS_3

"Ah! Karena mamiku seperti nya lebih muda dari paman. Paman, apa paman mau menjadi Daddy kami?" Tanya Kaylee dengan mata bulatnya yang berkedip-kedip.


"Uhuk uhuk uhuk uhuk!" Bagaimana mungkin dia berani? Memiliki pemikiran untuk menjadi ayah dari kedua anak ini. Dia tidak akan pernah memiliki keberanian itu meskipun ia telah menelan hati beruang atau memakan jantung harimau.


"Maaf Tuan, Kaylee memang suka bercanda. Tolong tuan jangan ambil hati." Xia Xi Lin berkata dengan tidak nyaman. Kaylee selalu saja seperti itu setiap kali ia bertemu dengan pria tampan. Kaisar hanya meliriknya saja. Dia sudah hafal dengan tingkah saudara kembarnya itu.


"Ya ya. Aku tahu. Tidak apa-apa. Kaylee, kalau boleh paman tampan ingin tahu apakah mami Kaylee secantik Kaylee?" Harry ingin memastikan.


"Uh huh! Tentu saja paman. Meskipun memang masih lebih cantik aku sih. Tapi mami juga cantik." Jawab Kaylee menganggukkan kepalanya.


"Ha-ha-ha-ha. Mana coba paman tampan lihat foto mamimu apakah benar seperti apa yang kamu katakan?"


"Baik baik. Aku punya foto mamiku." Kaylee mengambil beberapa lembar foto Tania dari tas kecil miliknya. Lalu menyerahkannya pada Harry untuk dilihat.


Harry melihat foto itu dan meskipun ia telah menyiapkan. Diri sebelumnya, tapi saat ia melihat jika ibu kedua anak ini memang benar adalah Tania, ia masih tidak bisa tidak terkejut.


"Paman tampan, aku tidak berbohong kan? Mamiku memang yang paling cantik!" Kaylee berksta dengan bangga.


"Iya. Memang benar."


"Ya ya. Selain cantik, mami juga baik dan lembut. Tapi sayang sekali masakan mami sama sekali tidak enak. Kami hampir muntah setiap kali memakannya."


Tania yang sedang meminum air mineral sebelum turun dari mobil tersedak dan terbatuk dengan keras.


"Pelan-pelan. Apa kamu anak kecil yang hanya minum saja bisa tersedak." Kevin dengan lembut menepuk punggung Tania untuk meredakan batuknya.


"Diam lah. Uhuk uhuk." Tania masih tidak bisa menghentikan batuknya meski sudah beberapa saat. Hingga membuat kulit wajahnya yang putih menjadi sangat merah.

__ADS_1


"Bagaimana perasaanmu sekarang?" Tanya Kevin setelah batuk Tania reda.


"Masih cukup jauh dari kematian." Jawab Tania kesal. "Ummm" namun bibir Tania yang baru menutup dibungkam kembali oleh Kevin.


"Kev... Emph." Suara Tania tertelan kembali.


Mona yang duduk di depan mendengar suara ambigu dari kursi belakang dan menjadi canggung. Ia membeku di kursinya tanpa berani bergerak sedikitpun. Lalu ia memikirkan Danil yang juga ada di mobil yang sama. Ia ingin melihat reaksi Danil saat mendengar suara-suara itu. Namun saat ia melihat Danil, ia justru melihat pria itu ternyata tidak berubah sedikitpun. Wajahnya masih datar seperti sebelumnya. Namun saat ia melihat telinga pria itu, ia tahu jika sebenarnya pria itu juga malu seperti dirinya dilihat dari telinga merah pria itu.


"Kamu tidak boleh mengatakan hal buruk seperti itu, mengerti?" Ucap Kevin serius. Ia menempelkan dahinya di dahi Tania. Lalu mengusap bibir Tania yang basah dan sedikit bengkak.


"Melarang ya melarang saja. Kenapa harus mencium juga?" Tania tidak terima mendorong dada Kevin untuk menjauh. Namun tubuh pria itu tidak bergerak sedikitpun.


"Jika tidak seperti itu, apa kamu mau menurut?" Kevin menjawab sebelum memberikan kecupan singkat di kening Tania.


"Sudah lepaskan aku." Tania kembali mendorong Kevin dan kali ini pria itu menurut dan melepaskan Tania.


Danil mengerti dan segera turun. Ia membukakan pintu untuk Kevin. Lalu Kevin dengan alami mengulurkan tangannya untuk membantu Tania turun dari pintunya. Tania juga menyambut tangan Kevin da keluar dengan mulus dari dalam mobil. Mona melihat hal ini dan sedikit terkejut. Kedua orang ini memang sudah aneh sejak awal. Terlihat seperti musuh di luar namun seharusnya memiliki chemistry yang kuat di antara keduanya.


"Mona, aku akan mengantarmu pulang. Tuan dan Miss Angela masih ada urusan di sini." Ucap Danil menghampiri Mona yang bersiap akan mengikuti Tania dan Kevin.


"Baik. Kalau begitu terima kasih tuan." Mona tidak banyak bertanya karena ia tahu jika tidak semua hak baik untuk diketahui. Sebagian besar, malah lebih baik untuk tidak mengerti. Apalagi urusan yang menyangkut kehidupan pribadi bos nya.


Kevin memgajak Tania ke lantai teratas mall besar itu dimana digunakan sebagai kantor melalui lift khusus. Melihat Mona dsn Danil yang tidsk mengikuti mereka, Tania menoleh dan ingin bertanya pada Kevin namun sudah dijawab lebih dulu oleh Kevin.


"Sudah hampir jam pulang kantor. Aku meminta Danil mengantar asisten kecilmu itu pulang." Jelas Kevin. Tania mengangguk paham.


Saat pintu lift terbuka, yang Tania lihat adalah ruangan dengan kubikel, lorong dan juga ruangan-ruangan saja. Sangat kontras dengan lantai bawah yang merupakan mall. Jika ia tidak melihat sendiri jika yang ia masuki adalah mall, ia tidak akan percaya jika itu sebenarnya adalah bagian dari sebuah mall. Penataan ruangan ini sama seperti kantor pada umumnya. Mata Tania memindai ruangan itu dengan rasa ingin tahu. Ia menurut kemanapun Kevin membawanya.

__ADS_1


Kevin membuka ruangan yang terlihat cukup besar. Saat pintu mulai terbuka, suara gelak tawa orang dewasa dan anak perempuan terdengar. Mendengar suara yang sangat dia kenali, Tania berhenti membeku di tempatnya. Kevin yang menggamit pinggangnya ikut berhenti dan menoleh.


"Ada apa?" Tanya Kevin pura-pura tidak mengerti. Melihat dari reaksi Tania saat ini, sepertinya kedua anak ini memang ada hubungannya dengannya. Namun ia masih ingin melihat sampai kapan Tania akan menyembunyikan nya darinya.


"Tidak apa-apa. Ada anak kecil. Jangan seperti ini." Tania melepaskan tangan Kevin dari pinggangnya dan berjalan mendahului Kevin.


Yang pertama melihat kedatangan mereka adalah Arsya yang menghadap langsung ke arah pintu masuk. Arsya menatap Tania dengan penuh penyesalan dan meminta maaf. Tania melihatnya dan menghela napas. Lagipula hari ini akan datang cepat atau lambat. Sekarang ini dia tidak dapat mengalahkan siapapun dan hanya bisa menghadapinya dengan tenang. Jika ia tidak mengakui jika Kaylee dan Kaisar adalah buah yang telah ditinggalkan Kevin dengannya, semuanya akan baik-baik saja. Tetapi setelah ini, ia harus memastikan jika kedua buah hatinya ini menjauh dari Kevin.


"Oh hai. Lihatlah siapa yang datang." Harry berkata dengan lantang. Membuat Kaylee dsn Kaisar sontak menoleh ke arah pintu masuk dan melihat mami yang sengaja mereka hindari ini. Tetapi, siapa yang datang bersama mami?


*


*


*


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_127🍁...


... kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...


...***...

__ADS_1


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2