Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 144. Apakah Kamu Menginginkanku?


__ADS_3

Saat Tania tengah panik. Tiba-tiba muncul satu titik terang di tengah MacBook. Titik itu lama kelamaan menjadi semakin besar dan jelas. Titik itu berubah menjadi sebuah cahaya yang mirip dengan gambar matahari. Lalu secara tiba-tiba, bahaya itu seperti memiliki efek meledak. Lalu sebuah tulisan muncul secara perlahan...


"MacBook kamu telah diserang. Dia ribu tiga ratus enam puluh satu data berada dalam masalah. Jika masalah tidak diselesaikan dalam waktu sepuluh menit, semua data akan hilang." Setelah tulisan itu berakhir, sebuah gambar badut sedang tersenyum lebar dan menunjukkan tangan hatinya terlihat. Di atas gambar badut, angka-angka bergerak. Menghirung mundur dimulai dari detik sampai ke menit. Membuat Tania panik.


"Apa?! Ini tidak mungkin! Bagaimana bisa tiba-tiba saja semuanya diserang oleh Hacker?" Pekik Tania kesal. Belum lama ini laptop miliknya yang diserang hacker. Dan sekarang ganti MacBook. Apakah orang itu memang menargetkannya?


"Sekarang tidak penting. Yang penting harus mencari orang untuk membenarkannya." Tania menghubungi Mona untuk membantunya mencarikan hacker hebat untuk membantunya mengatasi masalah. Namun sayangnya. Semua hacker kenalan Mona sedang tidak dapat membantunya.


"Maaf nona. Apa aku tanyakan pada teman-temanku dulu?" Tanya Mona tidak enak.


"Tidak perlu Mona. Terima kasih sudah membantuku. Aku tahu siapa yang bisa membantuku." Tania menolaknya. Ia melihat angka yang ada di layar MacBook yang sudah berkurang lebih dari setengah dari waktu yang ditentukan. Dalam waktu kurang dari empat menit, hanya dia yang bisa membantunya.


Di apartemen sebelah, Kevin sedang mondar mandir dengan memegang ponselnya dengan tidak sabar. Ia sudah tdisk sabar menunggu Tania menghubunginya untuk meminta bantuan.


Tania ingin meminta bantuan pada Kevin sejak awal, tapi ia masih mempertimbangkan harga dirinya. Ia baru saja menolak Kevin datang. Bagaimana mungkin ia dengan cepat berubah pikiran dan memanggilnya kembali. Mau ditaruh dimana harga dirinya yang tinggi? Tapi sekarang sudah tidak ada waktu lagi. Dia memang masih harus mencari Kevin.


Ponsel yang dipegang Kevin tiba-tiba berbunyi nyaring. Namun saat Kevin melihat ID penelepon,. Ia menjadi sangat marah.


"Jika tidak ada hal penting yang kamu katakan, aku akan memotong gajimu bulan ini." Teriak Kevin kesal setelah ia menggeser tombol hijau di ponselnya.


"Ma maaf tuan. Saya tidak bermaksud mengganggu anda. Tapi ada..." Danil yang tiba-tiba diteriaki dnegan marah oleh bosnya menjadi gemetar ketakutan. Ia tidak menyangka akan menjadi sasaran amarah begitu ia menelepon. Ia hanya ingin menyampaikan sesuatu yang diminta Kevin untuk menyelidikinya.


"Tidak perlu basa basi lagi! Cepat katakan!" Teriak Kevin semakin tidak sabar. Bagaimana jika Tania menghubungi nya saat Danil meneleponnya?


"Ma maaf tuan. Baik. Saya hanya ingin melaporkan hasil penyelidikan."


"Apa?" Kevin mulai menurunkan suaranya. Ia tahu hal yang akan dilaporkan oleh Danil adalah kabar penting.


"Seperti yang tuan perkiraan, nona Khanza memang dengan jatuh di tangga tadi untuk membuat anda kembali."


"Kalau itu aku juga sudah tahu. Apa ada hal lain lagi?"


" Ya ya tuan. Ini seperti dugaan anda. Kemungkinan besar orang itu memang bukan dia." Ucap Danil serius.

__ADS_1


"Bagus. Kalau begitu teruskan penyelidikan. Jika sudah dipastikan orang itu bukan dia, pastikan juga siapa orang yang sebenarnya."


"Baik tuan. Tuan, bagaimana dengan ga.... Tut Tut Tut..." Suara sambungan ditutup. "Oh gaji ku yang malang...." Ucap Danil dengan frustasi.


"Oh aku tahu bagaimana aku bisa mendapatkan kembali gajiku yang berharga." Danil kembali mendapatkan semangatnya. Mengetik di keypad ponselnya dengan semangat dan lancar.


Benar saja seperti yang ditakutkan oleh Kevin bahwa Tania menghubunginya saat ia menerima telepon dari Danil. Tania semakin panik setelah mendengar nada suara pemberitahuan sibuk dari nomor Kevin. Tania bahkan sampai dua kali melakukan panggilan tak terjawab dan baru yang ketiga dijawab oleh Kevin setelah ia marah-marah entah pada siapa.


"Ada apa?" Suara Kevin sudah tenang setelah ia berdehem untuk membuatnya tampak normal.


"MacBook ku di hack orang. Tolong datangnya kemari dan bantu aku." Ucap Tania tergesa-gesa. Ia melihat waktu terus berjalan. Kevin juga melihat jika waktu yang telah ia pasang hanya kurang dua menit saja. Jika dia tidak bergegas dan menghentikan semuanya, Tania akan tahu jika dia hanya dipermainkan.


"Oh... Oke. Kalau begitu cepat buka pintunya. Aku akan datang." Jawab Kevin sambil menahan senyumnya.


"Ya baik. Kamu datang lah segera."


"Oke." Jawab Kevin singkat. Lalu ia melanjutkan ucapannya setelah sambungannya terputus.


"Tentu saja aku akan segera datang. Aku sudah bersusah payah membuat rencana untuk datang. Tidak mungkin ia akan melewatkan kesempatannya." Lanjut Kevin sambil berjalan ringan keluar apartemennya dan menuju ke apartemen Tania yang berada tepat di samping apartemennya.


Setelah menyeret Kevin masuk ke dalam apartemen nya, Tania segera mengajak laki-laki itu untuk masuk ke dalam kamarnya. Yang membuat orang akan merasa canggung.


"Huk! Tania, apa yang kamu inginkan? Apa kamu membutuhkanku?" Kevin berpura-pura tidak mengerti dan malah menyentuh kancing kemejanya dan membuka satu yang paling atas.


Tania tiba-tiba merasa panas. Seketika dia menyadari apa yang dia lakukan. Membawa masuk Kevin dengan tergesa-gesa dan masih membawanya ke dalam kamar. Tentu saja akan membuat orang dengan mudah salah paham. Apa Kevin juga seperti itu?


Tidak! Dia harus menjelaskannya agar semuanya jelas.


"Tidak tidak. Pakai bajumu dengan benar. Aku hanya ingin meminta bantuanmu untuk membenarkan MacBook ku yang bermasalah." Tania dengan cepat mengulurkan tangannya dan mengancingkan kembali kancing kemeja yabg baru saja dibuka oleh Kevin.


"MacBook? Jadi kamu tidak menginginkanku?" Kevin mengerutkan alisnya. Menunjuk dirinya dengan tidak suka.


"Tidak." Jawab Tania tegas.

__ADS_1


"Karena kamu tidak menginginkanku. Untuk apa aku membantumu?" Kevin berpura-pura marah dan berbalik. Tapi Tania meraih tangan Kevin dan menahannya.


"Kevin, tolonglah aku kali ini ya. Semua data ada di MacBook ku. Jika itu rusak, semua kerja keras ku akan hancur sia-sia." Tania memohon dengan sangat.


"Benar kah?" Kevin menyipitkan matanya. Ia tidak menyangka menemukan 'kelemahan' Tania yang lainnya.


"Iya. Kev, tolong aku."


"Aku akan membantumu. Tapi kamu harus menjawab satu pertanyaan ku."


"Baik-baik. Bukannya hanya me jawab satu. Aku akan jawab." Tania mengangguk cepat. Waktu semakin berjalan. Waktu di MacBook tinggal satu setengah menit. Ia tidak bisa membuang waktu.


"Baiklah. Sekarang katakan padaku. Apakah kamu menginginkanku?"


*


*


*


🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_144🍁


kasih sudah mampir 😘


Like, VOTE, rate dan komentar nya tunggu...🤗


Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️


***


Salam sayang 😘

__ADS_1


❤❤❤Queen_OK❤❤❤


__ADS_2