
Sebelumnya Pengunjung berpikir jika pakaian yang dikenakan oleh para model itu akan jauh berbanding terbalik dengan pakaian yang dikenakan oleh Tania dan Kevin. Namun saat mereka melihatnya, pakaian-pakaian itu nyatanya masih sangat indah meskipun memang berbeda dengan yang dikenakan Kevin dan Tania sebagai model utama. Dengan Tania dan Kevin yang masih berdiri di depan, akan memberi motivasi bagi para model ini untuk tampil lebih percaya diri. Selain itu, para pengunjung juga akan dapat melihat secara langsung jika semua pakaian memiliki standar yang sama baik dari tema, gaya dan juga bahan.
Kevin tidak bisa melakukan banyak gaya. Dia hanya berdiri diam di tempatnya setelah ia dan Tania berpisah. Dia mulai bosan dan ingin acara itu segera berakhir dan dia dapat memeluk Tania lagi sehingg wajah tampannya yang dingin kini tampak mendung. Semakin terlihat jauh dan tak tergapai.
Tania di sisi lain. Mengenal Kevin, dia tahu apa yang ada di pikiran laki-laki itu dan hampir tidak dapat menyembunyikan senyumnya geli. Namun meskipun bibirnya hanya sedikit terangkat saat ia memergoki Kevin yang terlihat mendung, namun matanya tidak dapat menutupi apa yang ada di dalam hatinya. Kevin menyadari jika Tania melihatnya dan segera mengubah ekspresi nya dengan cepat. Ia menatap Tania dengan penuh harap. Jika Tania mengizinkan, dia akan segera datang menghampiri Tania tidak peduli apa. Namun nyatanya, reaksi Tania bahkan membuat Kevin semakin mendung. Tania dengan sengaja memalingkan wajahnya dan tidak melihat Kevin sama sekali.
Interaksi keduanya yang tanpa kata menarik perhatian. Tema pakaian pasangan sangat cocok dengan mereka. Dingin, namun bucin.
Sementara Kevin dan Tani serta seluruh karyawan Kev fashion sibuk melayani pemesanan pelanggan, dua bocah kembar baru saja mendarat dengan aman di bandara Internasional. Ditemani dengan paman mereka yang tampak tidak berdaya dan pengasuh mereka yang juga tidak jauh tak berdaya dari paman mereka, keduanya berjalan dengan santai dan keren di tengah hiruk pikuk bandara.
Libur musim panas telah tiba. Seperti janjinya pada dua keponakan kembarnya, Arsya pergi ke Italia untuk berlibur bersama mereka. Ia telah merencakan liburan beberapa hari di sana dan telah menyusun kegiatan dan tempat yang akan mereka habiskan bersama. Namun siapa sangka, saat dia baru saja tiba di bandara, dia mendapati jika kedua keponakannya ini sudah membawa koper milik mereka dan menariknya kembali masuk ke dalam bandara bersama dengan gadis cantik yang dia ketahui sebagai pengasuh mereka. Kembali naik ke dalam pesawat dan terbang kembali ke Indonesia. Jika dihitung, waktu dia menginjakkan kaki di Italia sampai dia kembali terbang, hampir tidak ada tiga puluh menit.
Arsya mengikuti kemauan kedua keponakannya ini juga bukan tanpa alasan. Keduanya menangis dengan menyedihkan saat mereka merengek untuk membiarkan mereka pergi menyusul ibu mereka. Mereka mengaku jika mereka merindukan Tania dan ingin segera bertemu dengan nya.
Dengan dua anak kecil yang menangis keras di tengah bandara, mereka langsung menjadi pusat perhatian. Banyak orang yang berkumpul dan bersimpati. Tidak sedikit yang mengira jika Arsya adalah seorang penculik anak. Baru setelah Xia Xi Lin menjelaskan semuanya dan memberikan bukti jika mereka memiliki hubungan baik dengan kedua anak kecil yang sedang menangis itu, semua orang mulai bubar saru persatu.
"Tania pasti marah padaku jika dia tahu aku membawa kedua anak nya kemari." Gumam Arsya dalam hati saat mereka berjalan meninggalkan bandara.
Kedua anak yang menangis sebelumnya kini tampak antusias. Terutama Kaylee yang sejak mereka mendapat, matanya tidak berhenti pada satu fokus dan terus melihat ke sana kemari dengan rasa ingin tahu. Dulu ia mengira akan sama saja di semua tempat baik itu suasana maupun orangnya. Namun setelah ia datang ke Indonesia, Kaylee menyadari jika dunia tidak sesederhana itu.
"Wow Kai! Lihatlah semua orang memiliki rambut yang sama dengan Kita di sini." Ucap Kaylee antusias. Di Italia, jika tidak berambut pirang, orang-orang akan berambut cokelat. Sangat jarang yang memiliki rambut hitam seperti mereka.
"Tentu saja. Kedua orang tua kalian dari sini. Tentu saja kalian juga memiliki ciri fisik yang sama." Arsya berkata bangga.
"Paman, apakah paman juga kenal dengan Daddy kami?" Kaylee menarik ujung jas Arsya dan bertanya penasaran.
__ADS_1
"Uhuk!" Arsya terbatuk karena terkejut. Ia tidak berpikir dulu sebelum berbicara. Ia lupa jika kedua keponakannya ini cerdas dan sensitif.
"Yah....kenapa membicarakan orang yang tidak ada? Bukankah sekarang ada paman yang menemani kalian. Ayo ikut paman ke tempat paman. Kalian pasti lelah setelah perjalanan jauh kan?" Arsya segera mengalihkan pembicaraan. Apalagi melihat tatapan Kaisar yang tajam. Tatapan mata bocah Lima tahun itu seperti tatapan mata orang dewasa yang mengintimidasi. Menyadari jika dia tidak berani menatap mata Kaisar, Arsya merasa dirinya tiba-tiba menjadi seorang pecundang. Menggaruk belakang telinganya yang sama sekali tidak gatal.
"Tapi paman, kami ingin bertemu dengan mami segera. Kami sangat merindukan mami." Kaylee kembali menarik-narik ujung jas Arsya.
"Mami kalian sedang sibuk bekerja saat ini. Lagipula kalian juga pasti tidak mau membuat mami kalian khawatir jika melihat kalian yang kelelahan kan?" Arsya harus membawa mereka berdua ke tempatnya terlebih dahulu. Lagipula, di apartemen Tania, ada Kevin yang menjadi tetangganya. Jika ia tiba-tiba membawa kedua anak itu ke apartemen dan tidak sengaja bertemu dengan Kevin, mereka pasti akan ketahuan.
"Uh? Baiklah paman. Kalau begitu kami akan pergi ke tempat paman." Kaisar segera menjawab saat ia melihat jika Kaylee masih akan mendesak paman mereka. Kaylee yang melihat Kaisar setuju segera menatap kembarannya dengan bingung. Namun Kaisar segera memberinya isyarat untuk diam.
"Anak pintar. Kalau begitu ayo kita pulang." Arsya segera memanggil taksi untuk mengantarkan mereka ke apartemen miliknya. Sebelumnya Tania meminta tolong padanya untuk mencarikan apartemen untuknya agar ia bisa segera pindah dari apartemen yang sekarang untuk menghindari Kevin. Arsya akhirnya membeli apartemen yang berada satu gedung dengan apartemennya dan bahkan tepat di sebelah apartemennya. Ia membelinya dengan harga yang sangat mahal untuk apartemen itu.
Karena Arsya ingin Tania tinggal nyaman di sana, ia mendekorasi ulang apartemen itu dan belum sempat ia beritahukan pada Tania. Ia tidak menyangka jika ternyata kedua anak Tania lah yang akan lebih dulu tinggal di sana daripada ibu mereka.
Apartemen yang dibeli Arsya untuk Tania berukuran lebih besar dari apartemen sebelumnya. Namun karena baik Tania maupun Arsya tidak ada yang memiliki keinginan untuk membuat Kaylee dan Kaisar tinggal di sana, desain apartemen itu tidak ada unsur anak-anak sama sekali. Namun semua barang sudah lengkap. Jadi saat mereka tiba di apartemen, mereka bisa langsung beristirahat.
"Nah, kalian bisa tinggal di apartemen ini sementara. Apartemen ini seharusnya memang paman siapkan untuk mami kalian. Namun karena baru selesai didekorasi, paman belum sempat memberitahu mami kalian. Paman tinggal di apartemen sebelah. Jika ada sesuatu yang kalian butuhkan, kalian bisa menghubungi paman kapan saja." Jelas Arsya pada mereka. Jika itu hanya kedua anak itu, tidak apa-apa jika ia membawanya ke apartemennya sendiri. Namun saat ini, Xia Xi Lin juga ikut. Jadi dia tidak mungkin membiarkan Xia Xi Lin tinggal di apartemennya atau akan ada gosip macam-macam mengenai dirinya nanti.
"Oye paman. Kami akan pergi tidur sekarang." Ucap Kaylee sambil menguap lebar. Ia memang lelah dan mengantuk.
"Baiklah. Kalian beristirahat dulu di sini. Nanti paman akan meminta seseorang untuk mengirimkan barang keperluan kalian kemari." Arsya membelai kepala kedua anak itu sebelum keduanya pergi masuk ke dalam kamar utama.
"Terima kasih banyak tuan Arsya. Mohon maaf karena telah merepotkan tuan." Xia Xi Lin membungkukkan tubuhnya setelah melihat kedua anak asuhnya masuk ke dalam ruangan.
"Tidak masalah. Lagipula mereka adalah keponakan ku sendiri. Seharusnya akulah yang harus berterima kasih karena telah menjaga mereka selama ini."
__ADS_1
"Ini memang tugas saya tuan. Saya sudah seharusnya melakukan nya."
"Baiklah. Aku pergi dulu. Ini adalah kartu akses apartemen ini. Tolong jaga mereka dengan baik. Usahakan agar mereka tidak meninggalkan tempat ini. Jika ada apa-apa, jangan ragu untuk segera menghubungi ku."
"Baik tuan. Selamat jalan." Xia Xi Lin kembali membungkukkan tubuhnya mengantar Arsya keluar dari apartemen itu.
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_112🍁...
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...
__ADS_1