
Dua bulan kemudian.
"Huek huek uhuk uhuk." Tania muntah dan terbatuk. Kevin membantu Tania memijit belakang lehernya. Kaylee dan Kaisar ikut berdiri di sampingnya. Memandang Tania dengan khawatir. Wajah Kaylee tampak penuh penyesalan karena ia menyesal telah memaksa maminya hingga membuat Tania seperti itu. Jika dia tidak berkeras, maminya pasti akan baik-baik saja sekarang. Saat ini, ia sangat menyesal.
"Mami. Mami. Maafkan Kaylee. Kaylee sangat menyesal. Seharusnya Kaylee tidak memaksa mami melakukannya jika mami berkata tidak mau. Maafkan Kaylee mami. Hiks hiks hiks." Kaylee tidak dapat menahan air matanya saat ia meminta maaf dan mengakui kesalahannya. Kaisar meliriknya simpati. Ia ingin membela Kaylee, namun memang benar jika Kaylee tidak merengek dan membuat mami mereka mengikuti permintaan Kaylee, mami mereka tidak harus tersiksa seperti ini sekarang.
"Sudah sayang. Mami tidak apa-apa. Lihat. Mami baik-baik saja kan?" Tania dengan lembut menangkap wajah Kaylee sambil menghapus air mata dari pipi gadis kecil nya itu dengan ujung jarinya.
"Hiks hiks mami." Bukannya diam, Kaylee malah semakin menangis.
"Sudah sudah. Bukannya hanya mabuk dan muntah saja? Mami tidak apa-apa. Kaylee berhenti menangis ya, nanti mami jadi sedih." Tania mengelus kepala Kaylee dengan lembut.
"Sayang, mami tidak apa-apa. Mami memang tidak kuat naik roller coaster. Makanya mabuk dan muntah. Nanti mami istirahat sebentar pasti sudah akan baikan." Kevin juga ikut menghibur Kaylee yang sedih.
"Ily, ayo kita main bersama. Biar papi menemani mami istirahat." Kaisar menghampiri mereka. Kaylee segera teralihkan begitu mendengar jika Kaisar akan menemaninya bermain. Dia segera menghapus air matanya dan menatap Tania dengan penuh harap. Ia masih merasa sedih telah memaksa Tania naik roller coaster padahal maminya itu sudah mengatakan bahwa ia tidak mau sehingga Tania mabuk dan muntah. Namun godaan bermain dengan Kaisar.... Hampir tidak tertahankan.
"Sudah pergilah. Mami tidak apa-apa." Tania tersenyum melihat wajah Kaylee yang tampak galau itu.
"Mmmm... Kalau begitu Kaylee main sama Kaisar ya Mi. Mami istirahat saja." Kaylee akhirnya benar-benar teralihkan.
"Oke." Tania menepuk lembut kepala Kaylee sebelum anak itu menarik tangan Kaisar dan membawanya pergi berlari.
Tania menggelengkan kepalanya melihat sikap anak perempuannya yang lucu itu. "Heh... Anak ini." Ia mendesah pelan.
"Ayo. Aku akan membawamu beristirahat. Lihatlah wajahmu yang pucat ini." Kevin memeluk pinggang Tania.
"Tapi anak-anak...."
"Kamu tenang saja. Aku tidak mungkin membiarkan anak-anak tanpa pengawasan. Aku sudah memerintahkan beberapa orang untuk menjaga mereka. Aku tahu pasti akan sangat tidak nyaman bagimu dan anak-anak untuk terus diawasi, tapi aku tidak ingin ada sedikit pun kesalahan. Banyak orang yang akan mengawasi kalian saat ini, jadi aku tidak akan membiarkan mereka memiliki kesempatan untuk melakukan apapun niat mereka." Ucap Kevin serius. Kali ini setelah pengumuman resmi diumumkan, orang-orang yang sejak awal menunggu kesempatan untuk menyerang Kevin pasti tidak akan tinggal diam. Di masa lalu sangat sulit menyerang Kevin karena Kevin hampir tidak memiliki kelemahan. Saat ini ada Tania dan kedua anak mereka, mereka bertiga adalah sasaran yang empuk untuk mengancam Kevin.
"Baiklah suamiku yang hebat. Aku percaya padamu." Melihat tekad kuat Kevin, Tania tersenyum lega.
"Ah? Sayang, coba katakan sekali lagi." Kevin cukup terkejut mendengar Tania memanggilnya dengan panggilan suamiku. Tania hampir tidak pernah memanggilnya. Paling-paling memanggil dengan namanya seperti biasanya.
"Sekali lagi." Tania dengan sengaja menggoda Kevin. Ia mengucapkan nya dengan mengedipkan kedua matanya polos.
"Sayang, bukan yang itu." Kevin mengerucutkan bibirnya.
"Bukan yang itu." Ucap Tania datar.
__ADS_1
"Bukan itu. Kata-kata yang kamu katakan tadi. Aku ingin mendengarnya. Aku khawatir jika aku salah dengar." Kevin hampir putus asa.
"..." Tania tidak menjawab dan hanya mengedipkan matanya.
"Aish. Sudahlah. Aku akan membawamu pergi beristirahat sekarang." Kevin tidak ingin mendesak lagi dan langsung mengangkat Tania. Menggendongnya. Pada tahap ini, ia berpikir jika dia pasti tidak mendengar dengan jelas tadi, atau mungkin hanya berhalusinasi.
Tania secara alami melingkarkan tangannya di leher Kevin. Melihat ekspresi wajah Kevin yang terlihat tanpa daya, Tania tidak bisa tidak merasa terhibur. Ia terkikik dan menempelkan wajahnya di dada Kevin.
"Apa yang lucu?" Kevin menunduk dan menatap Tania sambil mengernyitkan alisnya.
"Mendekatlah." Ucap Tania sambil tersenyum senang.
"Hem?"
"Ck. Mendekat saja." Tania berdecak tidak sabar.
"Oh..." Kevin akhirnya menundukkan kepalanya lagi.
"I love you, my husband." Ucap Tania saat ia mengeratkan pelukannya. Berbisik di telinga Kevin.
Kali ini Kevin mendengar dengan jelas ucapan Tania dan segera menghentikan langkah kakinya. "Tania, apa aku tidak salah dengar?" Tanya Kevin sambil menatap Tania yang ebrada di pelukannya dengan tidak percaya.
"Hmm? Untuk memastikan nya, bagaimana jika aku mengatakannya sekali lagi?" Jawab Tania. "Kali ini pastikan kamu mendengarnya dengan jelas. Oke?" Lanjutnya.
"I love you, my husband. Aku mencintaimu suamiku tersayang." Ucap Tania sekali lagi dengan jelas.
"Akhirnya. Akhirnya aku mendengarnya keluar dari mulutmu." Ucap Kevin girang. Ia menurunkan Tania dengan aman.
"Eh? Hanya seperti itu?" Tania tidak menyangka reaksi Kevin sepertinya tidak seperti yang diharapkan.
"Apa?" Kevin tidak mengerti.
"Apa??? Apakah itu artinya cintaku bertepuk sebelah tangan? Kenapa kamu tidak menjawabnya, hah?" Tania berpura-pura tidak senang. Ia mengerucutkan bibirnya dengan kesal.
"Bukan bukan. Tentu saja bukan begitu. Aku juga mencintaimu. Aku sangat sangat mencintaimu." Kevin menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Oh ya? Mana buktinya jika kamu mencintaiku?" Tania menyilangkan tangannya di depan dada. Menatap Kevin seakan tidak percaya.
"Bagaimana kalau aku memanjakanmu di sini. Bukankah aku sudah cukup lama tidak memanjakanmu karena kondisimu. Sepertinya sekarang sudah baik-baik saja bukan? Ngomong-ngomong kita belum pernah melakukannya di tempat hiburan. Bagaimana menurutmu?" Kevin kembali mengangkat Tania. Menatap wajah cantik Tania dengan penuh cinta dan senyum dengan maksud tersembunyi.
__ADS_1
"Eh? Jangan macam-macam! Ini tempat umum." Tania segera memberontak. Namun usaha Tania tidak berpengaruh sama sekali.
"Kamu tenang saja. Aku pasti akan membahagiakanmu di sini saat ini." Kevin dengan percaya diri membawa Tania pergi.
"Ah tidak tidak Kevin! Lepaskan aku Kev!" Teriak Tania. Namun tempat itu juga bukan tempat yang bisa dimasuki oleh orang sembarangan. Awalnya tempat itu adalah salah satu ruangan kantor di Taman hiburan itu, namun saat Danil mengetahui jika Kevin sekeluarga akan berlibur di sana, ia segera meminta pihak taman hiburan untuk menyiapkan satu tempat khusus untuk mereka. Tidak tahunya, pihak pengelola taman hiburan malah mengosongkan satu bangunan untuk menyambut mereka. Benar-benar pengertian.
"Kai, apa yang dilakukan Daddy pada mami? Kenapa mami berteriak sekeras itu?" Tanya Kaylee saat mereka baru saja kembali untuk mencari Tania dan Kevin.
"Nona kecil, tuan kecil, mami dan Daddy kalian masih ada urusan yang harus dikerjakan di dalam. Bagaimana jika paman Danil membawa kalian pergi bermain?" Danil tidak mungkin membiarkan kedua anak ini masuk dan mengganggu urusan Kevin dan Tania. Jadi dia harus membawa mereka pergi.
"Oh.... Baiklah paman. Kalau begitu ayo kita pergi masuk ke rumah hantu!" Girang Kaylee bersemangat.
"Eh?" Sepertinya Danil menyesali perbuatannya. Seharusnya ia mengajak mereka untuk membeli makan saja dari pada bermain. Meskipun ia tahu bahwa apapun di dalam rumah hantu hanyalah mainan, namun masih saja itu cukup menakutkan dan mampu membuat bulu kuduk bergidik..
"Ayo paman. Ayo paman cepat mengantri. Nanti antriannya semakin panjang!"
"Oke." Jawab Danil lesu.
"Tuan, anda harus menaikan gaji setelah ini. Hiks hiks. Rumah hantu, aku akan datang." Gumam Danil di dalam hati.
...~~...
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_175🍁...
... kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komenpar nya tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
__ADS_1
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...