Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 118. Real Bertemu


__ADS_3

Berbunyi beberapa saat, ponsel itu pun kembali diam. Namun nenek Ambar masih harus mendapatkan kembali ponselnya meskipun pemanggil itu sudah mematikan telepon. Jadi nenek Ambar kembali mengulurkan tangannya semakin jauh. Sayangnya, karena tidak dapat menjaga keseimbangan, nenek Ambar pun terjatuh.


"Ah!" Pekiknya keras.


Kaisar yang berada tidak jauh darinya dan mendengar teriakannya dan segera pergi mencari. Lalu ia menemukan Nenek Ambar yang masih duduk di tanah. Lutut Kakinya yang sedikit keriput terluka dan mengeluarkan darah. Wajah nenek Ambar jelas terlihat kesakitan. Sudah lama sekali sejak dia terluka untuk terakhir kalinya. Berada di kediaman Abraham, dia tidak pernah terluka bahkan lecet sedikitpun. Jadi saat ia melihat kakinya yang terluka dan rasa perih yang sudah sangat lama tidak dia rasakan, nenek Ambar hampir tidak dapat menahan air matanya dan menggenang di sudut matanya.


"Nenek, apakah anda baik-baik saja?" Suara seorang anak laki-laki yang manis membuat nenek Ambar menoleh dan segera merubah ekspresinya. Matanya yang berbinar terlihat cerah. Apalagi saat ia melihat anak kecil itu mendekat dan segera berinisiatif untuk membantunya berdiri. Bahkan tidak lupa mengambilkan ponsel yang membuatnya jatuh.


"Nenek...." Kaisar mengerutkan alisnya saat nenek Ambar yang tidak dapat menahan diri untuk mengelus kepalanya. Yang tidak sembarang orang boleh menyentuhnya dengan sembarangan.


Melihat wajah Kaisar dengan ekspresi yang sangat familiar di masa lalu, nenek Ambar tidak bisa tidak tertawa ringan saat ia menarik kembali tangannya dari rambut Kaisar yang halus. Anak ini benar-benar mirip dengan ayahnya. Bahkan ekspresi cemberut itu...


"Maaf maaf. Nenek tidak bermaksud seperti itu. Nenek hanya tiba-tiba mengingat cucu nenek. Saat dia kecil, dia sangat mirip sekali denganmu." Nenek Ambar tersenyum ramah.


"Kai ada apa?" Kaylee tidak menemukan Kaisar dan segera mencarinya bersama dengan Xia Xi Lin dan Arsya yang datang tidak lama setelah itu.


"Ya ampun! Kaki nenek terluka. Pasti sangat sakit kan?" Kaylee berlari terburu-buru dan berdiri di depan nenek Ambar. Meniup pelan luka yang terbuka itu.


"Tidak apa-apa. Ini tidak sakit lagi. Terima kasih sudah bertanya." Nenek Ambar tersenyum bahagia. Ia mengelus kepala Kaylee dengan sayang. Berbeda dengan Kaisar yang akan menjauhkan diri sejauhnya dari orang lain, Kaylee justru sebaliknya. Dia sangat menyukai perasaan di sayangi. Jadi dia semakin tersenyum cerah saat dia dengan semangat meniup luka Nenek Ambar.


"Nyonya, maafkan mereka berdua. Lutut nyonya terluka. Jika tidak segera dibersihkan dan diobati takutnya akan infeksi. Jika nyonya tidak keberatan, bolehkan saya mengobati anda. Kebetulan ada peralatan untuk luka di dalam tas saya." Xia Xi Lin maju dan meminta maaf dengan tulus serta menawarkan bantuan. Meskipun kedua anak itu berniat menolong, namun terkadang ada sebagian orang yang mungkin tidak menyukainya. Jadi sebagai pengasuh mereka, ia harus berinisiatif meminta maaf terlebih dahulu.


"Tidak apa-apa. Ini bukan salah mereka. Mereka bahkan datang membantuku. Aku sangat senang." Nenek Ambar memang merasa sangat senang karena terhibur oleh kedua anak ini. Rasanya luka di lutut kakinya sudah tidak sakit lagi. Ia memandang kedua anak yang seperti versi kecil cucunya yang kurang ajar itu. Namun yang satu laki-laki, yang satunya lagi perempuan. Namun keduanya semua terlihat baik. Dia tidak bisa tidak menyayangi kedua anak itu.

__ADS_1


"Nenek, mana mungkin luka seperti itu tidak terasa sakit? Jadi biarkan kakak Lin Lin mengobati nenek ya." Kaylee menyentuh punggung tangan nenek Ambar dengan khawatir.


"Baiklah. Kalau begitu maaf aku sudah merepotkan Anda, nona muda." Nenek Ambar memandang Xia Xi Lin dengan hangat.


"Nyonya, nama saya Xia Xi Lin. Saya adalah pengasuh kedua anak ini. Yang itu bernama Kaisar. Dan ini..." Xia Xi Lin memperkenalkan dirinya sebelum dia mengobati lutut kaki nenek Ambar dengan sabar.


"Aku! Aku bisa memperkenalkan diriku sendiri." Kaylee memotong ucapan Xia Xi Lin dan melompat bersemangat.


"Nenek, namaku Kaylee, Kaylee Anastasya." Kata Kaylee senang.


"Wow. Nama yang begitu indah. Karena kalian sudah memperkenalkan diri, sekarang giliran nenek. Nama nenek Ambar. Karena cucu nenek sudah sangat besar dan kalian lebih cocok menjadi cicitku, jadi bagaimana jika memanggil nenek dengan sebutan nenek buyut saja?" Nenek Ambar bertanya dengan penuh harap.


"Uh-uh! Tentu saja nenek buyut." Kaylee mengangguk setuju.


"Ah ya. Tidak perlu. Sebenarnya aku datang kesini bersama dengan suamiku. Dia sedang pergi membeli minum untukku." Jawab nenek Ambar jujur.


"Oh. Baiklah kalau begitu." Setelah itu, mereka mengobrol dengan akrab. Tentu saja yang paling banyak berbicara adalah Kaylee. Karena mereka baru saja bertemu, tidak banyak yang bisa mereka bicarakan. Hanya Kaylee dan nenek Ambar yang menanggapi perkataan Kaylee dengan antusias. Sedangkan yang lain hanya menonton.


Kakek Seno kembali dengan membawa dua botol air minum kemasan. Saat ia kembali, ia mendengar suara nenek Ambar yang sedang tertawa bahagia. Juga suara gadis yang terdengar ceria dan penuh semangat. Jadi dia buru-buru berjalan untuk kembali. Saat kakek Seno sudah berada dekat dengan mereka, ia berhenti dan berjalan perlahan. Memperhatikan setiap orang. Terutama kedua anak kecil yang begitu mencolok itu.


Sama seperti nenek Ambar yang hanya melihatnya dari foto, ia juga sama. Di dalam foto yang diambil dengan sembunyi-sembunyi, foto itu didapatkan dari jarak yang cukup jauh dan akhirnya mendapatkan hasil yang tidak begitu optimal. Wajah mereka sedikit tidak jelas. Namun meskipun begitu, ia masih bisa mengenali wajah di foto yang memiliki kemiripan dengan cucu mereka saat kecil. Saat ini, setelah melihat dari dekat, tingkat kemiripan itu bahkan sempurna. Terutama anak laki-laki itu, dia hampir sembilan puluh sembilan persen mirip dengan Kevin. Apalagi pada saat Kevin masih kecil, dia melihat bagaimana anak itu tumbuh. Jadi dia masih ingat bagaimana rupanya.


"Sayang, kamu berbicara dengan siapa?" Kakek Seno yang muncul segera memulai aktingnya.

__ADS_1


"Oh anak-anak, ini adalah suami nenek buyut. Jadi kalian bisa memanggilnya kakek buyut." Neenk6 Ambar yang awalnya duduk segera berdiri untuk memperkenalkan suaminya.


"Halo kakek, senang bertemu dengan mu." Kaylee yang pertama menyambut. Ia berdiri dan mengulurkan tangannya yang kecil dan lucu.


Kakek Seno melihat tangan kecil yang terulur padanya dan segera menjabatnya. Mata kakek Seno yang awalnya terlihat dingin dan mendominasi, saat ini sedang menatap Kaylee dengan hangat dan penuh kasih sayang.


*


*


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_118🍁...


... kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...


...***...


...Salam sayang 😘...

__ADS_1


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2