Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 14. Kejadian Ambigu, Lagi dan Lagi


__ADS_3

“Ini sudah cukup. Terima kasih.” Ucap Tania canggung. Ia memegangi erat gaunnya yang hampir melorot dengan erat.


"Oke! Sudah larut. Cepat ganti baju dan pergi tidur." Kevin memerintah. Ia sudah tidak berniat melanjutkan taruhan mereka. Begitu juga dengan Tania yang dengan patuh mengambil baju tidur normal yang sudah disediakan hotel di dalam lemari.


Namun baru saja Tania hendak masuk ke dalam kamar mandi dengan baju tidur yang dia bawa, ia mengingat satu hal dan segera berbalik kembali. Kevin melihatnya kembali dan tidak bisa tidak bertanya dengan heran.


“Apa yang akan kau lakukan?” tanya Kevin penasaran.


“Kau tidak bisa melihat? Jelas-jelas aku sedang mengumpulkan bunga mawar ini.” jawab Tania


“Aku melihatnya. Maksudku untuk apa kau repot-repot melakukan itu?”


“Dari pada terbuang percuma, lebih baik semua kelopak mawar ini aku gunakan untuk berendam. Pasti akan sangat menyenangkan.” Tania berbinar setelah membayangkan dirinya berendam dengan ribuan kelopak mawar. Ah betapa rencana yang sempurna!


“Huh! Kau akan segera menyadari apa yang kau lakukan itu tidak berguna.” cibir Kevin santai sambil kembali duduk di sofa dan menyalakan televisi.


Tania tidak menanggapi Kevin sama sekali. Ia masih dengan semangat memasukkan kelopak mawar itu ke dalam paper bag sebelum ia bawa ke dalam kamar mandi dengan wajah berseri. Namun sayangnya, wajah pagi yang manis dan cantik tidaklah bertahan lama hingga ia menjatuhkan rahangnya karena terkejut.


Di dalam kamar mandi yang luas, kelopak bunga mawar yang berserakan justru lebih banyak. Seluruh lantai dipenuhi kelopak bunga mawar berwarna merah begitu pintu terbuka. Masuk ke dalam kamar mandi seperti berjalan di atas kasur bunga mawar. Pantas saja tadi saat Kevin keluar dari sana, Tania melihatnya menggerak-gerakkan kakinya seperti berjuang untuk melepaskan sesuatu. Pasti karena kelopak bunga mawar yang menempel di kakinya yang basah. Dan pantas saja Kevin mengatakan padanya jika ia melakukan hal yang percuma dengan mengumpulkan kelopak bunga mawar untuk ia gunakan mandi. Ternyata di dalam bathtub sudah penuh dengan kelopak bunga mawar merah.


Hah... Tania mendesah pasrah saat ia mulai menanggalkan gaunnya yang juga sudah melorot. Menggantinya dengan handuk putih. Menikmati fasilitas yang memang disiapkan untuknya, Tania memeriksa air di dalam bathtub yang ternyata memiliki suhu yang sesuai dengan keinginan nya. Tidak membuang waktu lagi, ia pun berjalan dengan santai dan masuk ke dalam bathtub yang penuh dengan kelopak bunga mawar seperti keinginannya.


Suite yang digunakan untuk kamar pengantin mereka adalah suite yang dikhususkan untuk Kevin. Sang pemilik Hotel. Jadi semua yang ada di dalam ruangan adalah yang terbaik dari yang terbaik. Karena Kevin tidak menyukai banyak orang ada di sekitarnya, ia meminta hotel untuk memasang alat termo di dalam bathtub sehingga air akana tetap hangat agar siap digunakan kapan saja meskipun telah disiapkan cukup lama.


Tania menikmati waktunya yang nyaman dan damai. Membiarkan syarafnya yang tegang setelah seharian perlahan rileks. Namun ketenangan Tania terganggu setelah ia mendengar teriakan Kevin dari luar kamar mandi.


"Apa kamu tidur di dalam?! Cepat keluar dan bersihkan tempat tidur ku!" Teriakan Kevin merusak kebahagiaan Tania.


"Huh! Dasar tuan Arogan yang pemalas." Tania yang telah hancur suasana hatinya segera bangkit dari dalam bathtub dengan kesal. Bibirnya yang merah mengerucut dan terus menggerutu. Sebagian adalah umpatannya untuk tuan suami yang sedang duduk di atas sofa sambil menonton televisi. Melihat berita mengenai pernikahannya yang lebih populer dari pernikahan selebriti tingkat A.


Setelah melihat kulit mulus Tania, Kevin tidak bisa merasa tenang. Bayangan kulit mulus Tania menari-nari di dalam otaknya hingga membuatnya frustasi. Sebagai laki-laki dewasa yang normal, dengan melihat penampilan sempurna punggung Tania yang terpampang di hadapannya jelas membuat hormon testosteron miliknya bereaksi.


Untuk mendinginkan badannya yang mendadak terasa panas Kevin akhirnya mencari rokok yang ia simpan di salah satu nakas di ruangan itu. Ia sebenarnya bukanlah perokok aktif, dia hanya sesekali merokok jika merasa frustasi seperti sekarang ini.


Setelah mendapatkan apa yang ia cari, Kevin segera keluar kamar dan mencari udara dingin di balkon. Hal ini juga dirasa cara paling efektif untuk menghindari Tania sementara waktu. Jujur saja ia belum siap jika melihat Tania untuk saat ini. Paling tidak sampai ia berhasil menormalkan detak jantungnya.

__ADS_1


Hampir satu jam kemudian ia masuk kembali ke dalam kamar setelah jantungnya kembali normal. Ia sudah lelah seharian dan ingin tidur. Tetapi saat ia masuk ke dalam kamar, ia tidak mendapati Tania dan yang paling penting adalah bahwa ranjang king size itu masih dipenuhi dengan ribuan kelopak bunga mawar yang merusak pemandangan matanya. Melirik pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat, Ia tidak bisa tidak menggerutu.


"Cepat keluar atau aku akan menyeretmu dari sana!" Desak Kevin tidak sabar. Ia segera mematikan televisi dan berjalan ke arah kamar mandi saat Tania tidak menjawab dari dalam.


Tania baru saja memakai baju tidurnya dan namun beberapa kancingnya belum selesai ia rapikan saat ia bergegas keluar saat mendengar teriakan Kevin yang membuatnya semakin kesal.


"Iya iya. Aku keluar. Tidak sabaran sekali sih!" Tania bergegas keluar dengan tangan yang masih berusaha mengancingkan kancing bajunya. Pun ketika ia sampai di depan itu, ia dengan cepat membuka pintu dan berjalan keluar.


Di depan kamar mandi, Kevin berdiri sambil menatap nya dengan tidak sabar. Semakin membuat Tania tidak sabar.


Namun sayang sekali. Ia tidak sempat menggeringkan kakinya atau memakai sandal. Kakinya terpeleset dan terhuyung ke depan.


Tania kehilangan keseimbangan dan secara alami tangannya meraih sesuatu yang paling dekat dengannya untuk menyelamatkan nya. Kevin yang berdiri dengan kesal tidak menyangka jika Tania akan menarik tangannya, yang membuatnya limbung hingga kehilangan keseimbangan dan ikut terjatuh.


Dengan tepat!


Tepat di atas Tania yang terlentang di bawahnya.


“Aaaaa!” teriak Tania keras memekakkan telinga saat ia merasakan sesuatu.


“Sial!” umpat Kevin keras sebelum ia berdiri dengan cepat dan masuk ke dalam kamar mandi untuk menenangkan apa yang tidak sengaja terbangun.


“Apa itu tadi?” pikirannya melayang saat ia teringat benda keras yang seperti menekan pahanya.


“Jangan-jangan itu.... ah! Pergi-pergi jangan menghantuiku.” Tania segera bangkit dan dengan tergesa naik ke tempat tidur dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Bahkan seluruh kepalanya juga tidak terlihat.


Sedangkan di dalam kamar mandi. Dengan terpaksa Kevin mengguyur tubuhnya dengan air yang benar-benar dingin tengah malam untuk menidurkan adiknya yang terbangun akibat melihat squishi kembar Tania yang tidak sengaja ia pegang dengan kedua tangannya secara reflek.


Dengan perjuangan keras akhirnya adiknya mau ditidurkan kembali.


Kevin hampir memakai pakaiannya dengan lengkap hingga matanya menangkap benda yang membuatnya kembali mengajak traveling dan membangunkan adiknya kembali.


“Tania!!!” teriak Kevin frustasi.


“Bagaimana bisa ada gadis yang begitu jorok. Bagaimana mungkin ia membiarkan barang pribadinya tersebar begitu saja di kamar mandi.” Gerutu Kevin saat melihat kain segitiga yang berada tak jauh dari kakinya dan kain yang menggembung membentuk dua buah setengah lingkaran itu teronggok begitu saja di lantai kamar mandi.

__ADS_1


Dengan ragu Kevin memungut kain-kain yang membuatnya traveling ria dengan kakinya. Lalu ia juga memungut seonggok gaun yang tak pernah ia sangka jika ternyata itu lumayan berat. Ia memasukkan semuanya ke dalam keranjang baju kotor dengan memastikan benda-benda astral berada di bawah dan tidak terlihat kembali oleh matanya. Dengan begitu ia akan lebih mudah menidurkan adiknya, lagi.


Dan tersangka yang menjadi penyebab bangunnya adik Kevin hingga dua kali dalam jangka waktu yang relatif singkat malah sudah bergelung dengan nyaman di bawah selimut. Ia hanya melirik sebentar dengan perasaan bingung saat mendengar Kevin meneriakkan namanya begitu keras dari dalam kamar mandi. Namun, hanya dia yang tahu perang batin yang terjadi di dalam hatinya.


*


*


*


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_14🍁


Terima kasih sudah mampir 😍


Like, VOTE, rate dan komentar nya akoh tunggu...🤗


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnyaua


***


...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...


...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...


...🍃Malam Ke Empat belas🍃...


...🌸Pada malam ke Empat belas, para Malaikat akan datang seraya memberi kesaksian untuknya bahwa ia telah melakukan sholat Tarawih sehingga Allah SWT akan membebaskan nya dari Hisab pada hari kiamat 🌸...


...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...

__ADS_1


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2